You are on page 1of 10

Diagnosis dan Tatalakasana pada

Hemofilia

Fatimah Hartina Faradillah 102014143


 Seorang anak laki-laki berusia 9
bulan ditemukan memar-memar
pada keempat ekstremtasnya
saat kontrol rutin untuk imunisasi.

Skenario
Sistem hematologi dan
Patofisioligi Darah

Hemofilia Diagnosis
Banding

1.Anamnesis
2.PF
3.PP
1. ITP
4.Etiologi
2. DIC
5.Epidemologi
3. Leukemia
6.Patofisiologi
7.Tatalaksana
8.Prognosis
9.komplikasi

Mind map
 Darah
 Tempat darah diproduksi (sum-sum tulang dan nodus
limfa)

Sistem Hematologi dan Patofisioligi Darah


 Anamnesis
-keluhan
-riwayat keluarga

Gambar 1. Pewarisan Hemofilia

Hemofilia
 Pemeriksaan Fisik

Gambaran Perdarahan pada Hemofilia dan


ITP
 Patofisiologi hemofilia
 Tatalaksana hemofilia
 ITP:penurunan jumlah platelet dalam darah
perifer. kelainan autoimun yang menyebabkan
peningkatan kecepatan destruksi platelet dan
tidak optimalnya produksi platelet.
 DIC:pembentukan trombin patologis. DIC
dihasilakan oleh aktivasi koagulasi lokal atau
sistemik yang tidak terkendali, yang
menyebabkan deplesi faktor-faktor koagulasi
dan fibriogen sampai dengan trombositopenia
karena trombosit diaktifkan dan dikonsumsi.
 Leukemia:keganasan sel darah yang berasal

Diagnosis banding
dari sum-sum tulang, ditandai oleh proliferasi
sel-sel darah putih, dengan manifestasi adanya
sel-sel abnormal dalam darah tepi.
 Hemofilia adalah kelompok kelainan
pembekuan darah dengan karakteristik
sexlinked resesif dan autosomal resesif.
Kelainan pembekuan darah disebabkan
oleh kurangnya faktor pembekuan darah
VIII atau IX. Komplikasi hemofilia
terutama mengenai sistem
muskuloskeletal yaitu adanya hemartrosis
atau perdarahan otot. Untuk mendiagnosis
dan membandingkan dengan penyakit lain
Penutup
dibutuhkan anamnesis yang terarah,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan