You are on page 1of 13

ATRESIA TRIKUSPIDALIS

DEFINISI
• Penyakit ini berupa kegagalan komplet pada perkembangan
katup trikuspidalis (Paulette, 2007).
• Penyakit atresia trikuspidalis ini juga mempunyai definisi ca
cat jantung pada saat bayi lahir (kongenital) di mana salah
satu katup antara dua ruang jantung yaitu katup trikuspidali
s tidak terbentuk sempurna serta ventrikel kanan kurang be
rkembang sehingga biasanya pada penderita atresia trikusp
idalis darah bukan mengalir dari atrium kanan ke ventrikal k
anan melainkan dari atrium kanan ke atrium kiri melalui lu
bang di dinding antara atrium ( septum ) . Lubang ini bisa b
erupa kelainan jantung ( defek septum atrium ) atau berupa
foramen ovale yang seharusnya untuk menutup segera sete
lah lahir.
• Atresia rikuspid juga dapat dikaitkan dengan tr
ansposisi arteri besar, di mana aorta , arteri be
sar yang membawa darah ke tubuh , muncul d
ari ventrikel kanan kecil , dan arteri pulmonalis
( arteri paru-paru ) muncul dari ventrikel kiri y
ang besar. Trikuspid atresia adalah lesi tunggal
ventrikel , karena jantung hanya memiliki satu
fungsi ventrikel ( ventrikel kiri ) .
ETIOLOGI

• Atresia trikuspidalis terjadi selama pertumbuh


an janin ketika jantung bayi berkembang. Ada
bermacam-macam penyebab terjadinya penya
kit atresia tricuspidalis diantaranya yaitu karen
a adanya gen turunan dari silsilah keluarga na
mun penyebab pasti penyakit jantung bawaan
tidak diketahui dalam banyak kasus.
TANDA DAN GEJALA
1. Sianosis atau warna biru atau ungu pada
bibir, kulit, dan kuku
2. Suara jantung murmur
3. Sesak napas
4. Kesulitan makan
5. Berat badan berkurang
6. Kelelahan
7. Bentuk abnormal dari ujung jari tangan
( " clubbing " ) pada anak-anak lebih tua
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
• X – ray Dada
• Tes Darah
• Elektrokardiogram ( EKG )
• Echocardiogram ( "echo " atau USG )
• Kateterisasi jantung
PENATALAKSANAAN
Saat ini tidak ada cara untuk mengganti kat
up trikuspidalis yang rusak (tidak terbentuk sem
purna) . Pengobatan untuk atresia trikuspidalis
menggunakan operasi untuk memperlancar alira
n darah yang cukup melalui jantung dan ke paru-
paru , sehingga tubuh bayi dapat menerima dara
h dalam jumlah yang tepat dan kaya oksigen
Adapun pembedahan yang dapat dilakuka
n misanya dengan pembedahan switch dimana a
orta dan arteri plumonalis dipotong dan digeser
pada posisi yang benar. Pembedahan tersebud d
ilakukan pada kondisi atresia trikuspidalis jika ter
dapat aorta yang merupakan arteri besar yang
membawa darah ke tubuh muncul dari ventrikel
kanan dan arteri pulmonalis ( arteri paru-paru )
muncul dari ventrikel kiri.
Selain itu terdapat pula pembedahan Frontan
dimana pada pembedahan ini suatu saluran ditemp
atkan secara langsung antara atrium kanan dengan
arteri plumonalis. Atrium kanan kemudian digunaka
n sebagai ruang pemompa.
Setelah prosedur operasi dilakukan maka ana
k tersebut membutuhkan pemantauan kesehatan ja
ntungnya, anak membutuhkan perawatan tindak la
njut dengan perawat atau orangtua yang mengetah
ui kondisi anak tersebut. Anak juga Anak post opera
si disarankan untuk tidak melakukan aktifitas berat
yang dapat mengganggu fungsi jantungnya.
Asuhan Keperawatan pada Klien Pend
erita Atresia Trikuspidalis
• Pengkajian
• Anamnesa
• Menetapkan Diagnosa Keperawatan
• Intervensi Asuhan Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Intervensi Rasional
Kriteria
1.
Intoleran aktivitas Tujuan: 1. Kaji 1. Parameter
berhubungan dengan Pasien akan toleransi pasien terhadap menunjukkan
ketidakseimbangan mampu aktivitas menggunakan respons fisiologis
antara suplai oksigen mengalami parameter berikut: pasien terhadap
dan kebutuhan tubuh peningkatan frekuensi nadi 20 per stress aktivitas dan
aktivitas menit diatas frekuensi indikator derajat
Kriteria Hasil: istirahat,TD, nyeri dada, pengaruh kelebihan
Pasien mampu dan kelelahan berat kerja/jantung
mengalami 1. Kaji kesiapan untuk 2. Stabilitas fisiologis
peningkatan meningkatkan aktivitas pada istirahat
aktivitas, tidak contoh penurunan penting untuk
merasa lelah kelemahan/kelelahan,TD memajukkan
stabil/frekuensi nadi, tingkat aktivitas
peningkatkan perhatian individual
pada aktivitas dan
perawatan diri.
2.

Ansietas 1. Memberikan rasa


Tujuan: 1. Koordinasikan
kontrol pasien untuk
berhubungan dengan Paien tidak waktu istirahat dan menangani beberapa
efek fisiologis
menunjukkan aktivitas saat tepat aspek pengobatan
(contoh aktivitas
tanda ansietas untuk kondisi perawatan, waktu
dan cenderung pribadi). Menurunkan
kelemahan dan
tenang
1. Dorong ventilasi meningkatkan energi
2. Mekanisme adaptif
perasaan tentang
perlu untuk
penyakit-efeknya mengkoping dengan
terhadap pola hidup penyakit katup jantung
dan secara tepat
dan status kesehatan
menganggu pola hidup
akan datang. seseorang.
Penurunan curah Tujuan: pasien 1. Kaji tanda-tanda vital 1. Parameter untuk

jantung akan mampu seperti frekuensi nadi, mengetahui kondisi


bernafas dengan tekanan darah serta pasien saat ini
berhubungan
lancar. frekuensi pernapasan.
dengan
Kriteria hasil:
malformasi
pasien mampu 2.Posisikan pasien 2. Posisi fowler’s
jantung
bernafas dengan dengan posisi fowler’s membuat kerja
lancar jantung tidak berat
sehingga pasien bisa
bernapas lebih baik
(tidak merasa sesak)