You are on page 1of 26

Dra.

Hj Endang Indri Listiani Msi

PRANATA SOSIAL
Pengertian pranata sosial

Menurut :
Koentjaraningrat ,
Adalah sistem sistem yang menjadi wahana
yang memungkinkan warga masyarakat itu
untuk berinteraksi menurut pola pola resmi
atau suatu sistem tatakelakuan dan hubungan
yang berpusat kepada aktivitas aktivitas untuk
memenuhi kompleks kompleks kebutuhan
khusus dalam kehidupan masyarakat
Menurut, Horton dan Hunt,

Pranata sosial atau dalam istilahnya


sebagai Lembaga Sosial adalah suatu
sistem norma untuk mencapai suatu
tujuan atau kegiatan yang oleh
masyarakat dipandang penting.
Esensi pranata sosial adalah :
Istilah pranata sosial berasal dari istilah “social institution”,
yang dapat diartikan sama dengan pranata sosial, lembaga
sosial atau lembaga kemasyarakatan. Dari beberapa istilah
tersebut pada dasarnya mempunyai persamaan apa yang
terkandung di dalamnya yaitu, bahwa pranata sosial itu
terdiri dari ;

1. Nilai nilai dan norma-norma sosial


2. Pola perilaku yang dibakukan
3. Seperangkat kontrol sosial
4. Organisasi atau lembaga
Ringkasnya inti dari Pranata Sosial
Terdiri dari :
1. Sistem norma, sebagai perwujudan
yang bersifat abstrak

2. Lembaga atau organisasi, sebagai


perwujudan yang bersifat empirik
/ kongkrit
Proses Timbulnya Pranata Sosial
Melalui cara :
1.Tidak resmi,
misalnya dengan cara
“trial and error”yaitu,ketika masyarakat
menghadapi permasalahan dalam pemenuhan
kebutuhan hidup, baru kemudian dibuatlah
aturan. Cara ini terjadi pada awal-awal
kehidupan manusia bermasyarakat.Contoh ;
munculnya norma sosial yang disebut
usage,folkways, mores dan customs.
2. Resmi :
artinya bahwa munculnya
pranata sosial itu direncanakan secara
rasional dan tertulis sebelum timbul
permasalahan yang dihadapi masyarakat
dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Seperti
timbulnya norma sosial yang disebut hukum
Tujuan Pranata Sosial
Idealnya tujuan utama yang akan dicapai oleh setiap pranata sosial, secara umum adalah
tercapainya pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat secara memadai dan dalam suasana
yang tertib

Kebutuhan Hidup
Menurut Soetandyo Wignyosoebroto
1. Kebutuhan nutrisi
2. Kebutuhan proteksi
3. Kebutuhan reproduksi
Menurut Maslow ;
Kebutuhan hidup terdiri dari : kebutuhan

1. Fisiologis
2. Keamanan
3. Mencintai/dicitai
4. berkembangbiak
5. Berprestasi/aktualisasi diri
6. Berkomunikasi
Agar kebutuhan hidup warga masyarakat tersebut dapat
terpenuhi secara memadai, maka harus ada aturan.
Mengapa pemenuhan kebutuhan hidup harus diatur/ada
aturannya?
Karena a.l. :
1. Jumlah sesuatu yang dibutuhkan lebih sedikit daripada yang
membutuhkan
2. Ada kecenderungan orang yang”kuat”mampu memenuhi
kebutuhannya lebih dari yang diperlukan, sedang pihak
yang’lemah” tak
mendapat bagian/mdpt bag. Yg tak wajar
Fungsi Pranata Sosial
Agar tujuan pranata sosial dapat tercapai, maka pranata tersebut harus
berfungsi. Jadi tujuan itu bersifat ideal dan statik. Sedang fungsi
adalah dinamika tujuan artinya tujuan tanpa fungsi maka tujuan
tersebut steril, sedang fungsi tanpa tujuan tak mungkin.
Untuk itu, fungsi pranata sosial secara umum adalah sbb
1. Memberi pedoman kpd warga masyarakat dalam bersikap, berperilaku
untuk menuhi kebutuhan hidup
2. Menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan atau
disintegrasi. Mengingat pada umumnya tidak seimbangnya antara
sumber pemenuhan kebutuhan dengan yang memerlukan.
3. Memberikan pegangan untuk melakukan
kontrol sosial, baik berupa proses,
bentuk, intensitas maupun konsistensi
sanksi yang harus dijatuhkan kepada
para pelanggar.

Tambahan :
1. Sbg wahana/sarana untuk pemenuhan kebutuhan hidup
2. Tergantung dari masing masing jenis pranata sosial punya
fungsi yang variatif
Karakteristik Pranata Sosial

Berbagai macam pranata sosial yang ada dalam masyarakat


mempunyai ciri atau karakteritik yang beragam, namun
secara umum menurut Gillin & Gillin adalah sebagai
berikut ;
1. Punya tujuan yang akan dicapai. Tujuan inilah yang
menggerakkanpranata sosial itu melakukan sesuatu
/berfungsi
2. Merupakan organisasi kemasyarakatan, artinya bahwa
pranata sosial itu terdiri dari sekelompok orang yang
secara sengaja disusun secara terstruktur untuk
mengendalikan pranata sosial tersebut.
3. Mempunyai tingkat kekekalan tertentu, artinya
pranata sosial yang sudah terbentuk itu tidak
mudah untuk lenyap, karena pranata yang
sudah digunakan itu muncul melalui proses
institusionalisasi yang lama dan tdk mudah
4. Mempunyai alat perlengkapan/sarana tertentu
untuk dapat mencapai tujuan atau
melaksanakan fungsinya.
5. Mempunyai simbol atau lambang yang bersifat
presentasional(menghadirkan) dan simbol
yang discursive(sebagai tanda saja)
6. Mempunyai dokumen
Klasifikasi Pranata Sosial
Dalam kehidupan masyarakat terdapat
beraneka ragam pranata sosial. Untuk memudahkan
pemahaman secara ringkas dapatlah diklasifikasikan
sebagai berikut :
1. Faktor Penyebaran
Dapat dibedaan :

a. General institutions
b. Restricted institution
a. General Institutions
adalah pranata sosial yang bersifat umum, artinya
dapat ditemui disemua masyarakat. Dengan kata lain
pranata demikian ini menyebar dan dikenal disetiap
kehidupan masyarakat. Contoh : agama
b. Restricted Institutions
adalah pranata sosial yang lebih bersifat khusus dan
hanya dikenal dan atau penyebarannya hanya pada
masyarkat tertentu. Misalnya ; agama Islam, Katolik,
Kristen, Hindu & Budha
2. Penerimaan Masyarakat
digolongkan :

a. Approved atau social sanctioned


institutions
b. Unsunctioned institutions
a. Approved atau sunctioned institutions
adalah pranata sosial yang
keberadaannya diterima oleh masyarakat
umum, contohnya pranata keluarga,
agama, pendidikan dan sebagainya.
b. Unsunctioned institutions
adalah pranata sosial yang
keberadaannya ditolak oleh masyarakat
umum, tetapi diterima oleh seklompok
orang tertentu, contohnya prostitusi,
perjudian, kriminalitas dan sebagainya.
3. Orientasi Nilainya
diklasifikasikan :

a. Basic social institutions


b. Subsidiary social
institutions
a. Basic social institutions
adalah pranata sosial yang mengandung nilai nilai
dan norma sosial yang penting untuk mewujutkan
dan memelihara tertib sosial dalam kehidupan
bermasyarakat. Oleh karena itu, pranata tersebut hrs
ada dan digunakan dalam masyarakat.
Contohnya adalah pranata keluarga, agama,
pendidikan, ekonomi dan politik.
Basic social instutions dapat juga disebut
sebagai pranata sosial yang bersifat primer.
Artinya bahwa keberadaan pranata ini dalam
kehidupan masyarakat harus ada, bila
masyarakat menghendaki ketertiban dalam
memenuhi kebutuhan hidup bermasyarakat.
Contoh, bila ada sekelompok orang yang dalam
memenuhi kebutuhan biologis dan reproduksi
tidak menggunakan pranata keluarga maka
dapat dipastikan masyarakat itu akan
mengalami kekacauan.
b. Subsidiary social institutions
adalah pranata sosial yang
mereprentasikan nilai nilai dan norma
sosial yang dianggap kurang penting,
tetapi diperlukan ketika pemenuhan
kebutuhan utamanya telah terpenuhi.
Contoh pranata rekreasi, olah raga,
kesenian/hiburan dan sebagainya.
Ukuran primer – sekundernya pranata sosial
Dapat dikatakan bahwa masyarakat pada umumnya
mempunyai ukuran yang relatif sama untuk menentukan primer
sekundernya pranata sosial. Ukuran primer bila nilai dan norma
yang terkandung pranata itu bersifat penting, demikian
sebaliknya.
contoh, nilai dan norma yang berhubungan dengan pemenuhan
kebutuhan pokok sebagai nilai & norma yang penting oleh
karena itu, pranata keluarga, ekonomi, agama, politik dan
pendidikan umumnya digolongkan sebagai pranata sosial yang
bersifat primer.
Pendekatan untuk mempelajari Pran-Sos.
1. Pendekatan historis
Pendekatan ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah
timbul serta perkembangan suatu pranata sosial. Misalnya,
sejarah timbulnya pranata politik(negara) yang dilatar
belakangi untuk dorongan untuk menyelesaikan berbagai
macam pertentangan yang semakin banyak dan bervariasi,
sementara masyarakat tiap harinya telah disibukkan oleh
berbagai aktivitasnya(bekerja, belajar, kegiatan sosial dll).
Selanjutnya, perkembangan pranata politik tidak hanya
menangani konflik tetapi berbagai aspek kehidupan
masyarakat.
2. Pendekatan komparatif
Pendekatan ini bertujuan untuk membandingkan
eksistensi pranata sosial di suatu masyarakat satu
dengan yang lain. Misalnya, membandingkan
eksistensi pranata pendidikan pada masyarakat
perkotaan dengan masyarakat pedesaan. Secara umum
masyarakat perkotaan menganggap bahwa pranata
pendidikan itu bersifat primer, sedang pada
masyarakat pedesaan pada umumnya memandang
sebagai pranata sosial yang bersifat sekunder.
3. Pendekatan fungsional
Pendekatan ini disamping melakukan analisis fungsi atau
kegunaan berbagai pranata sosial yang terdapat dalam
masyarakat, juga fungsi antara pranata sosial satu dengan yang
lain.
Pranata sosial yang timbul lewat proses yang tak
terencanakan adakalanya fungsinya jauh lebih besar
dibandingkan yang terencana, karena pranata sosial yang
muncul tak terencana itu berawal dari kebutuhan masyarakat
akan pranata sosial. Beda halnya yang direncanakan,
adakalanya karena obsesi para penguasa.
Selain itu, keberadaan pranata sosial satu dengan yang lain
punya hubungan yang fungsional.