You are on page 1of 8

Tata Cara Pembacaan

CT Scan Kepala
Pada Kasus Cedera Kepala

Andre Kusuma
Petunjuk Umum
1. Memastikan Foto yang akan dibaca adalah
Foto CT Scan kepala.
2. Menentukan CT Scan dengan atau tanpa
kontras, biasanya kasus cedera kepala tanpa
kontras.
3. Menentukan dengan tepat identitas
pasien,diagnosa, jam dan tanggal pembuatan
sesuai dengan pasien yang ada.
Petunjuk Khusus
1. Membaca CT Scan dari lapisan luar kepala
menuju ke lapisan dalam,
Scalp→Tulang→parenkim.
2. Pada pembacaan Scalp, mencari adanya
chephal hematom, dan tentukan dengan tepat
bagian mana yang terkena.
3. Pada pembacaan Tulang, mencari adanya
tanda fraktur, impresi atau linier, bedakan
dengan garis sutura yang ada.
4. Pada pembacaan parenkim, mencari adanya
perdarahan epidural, subdural, contusional,
intraserebral, intraventrikel, hidrochepalus.
Pada pengukuran adanya perdarahan, yang
diperhatikan adalah ketebalan hematom pada
slice yang paling tebal,
pengukuran volume= jumlah slice x tebal x
panjang
2
semua ukuran dalam cm, yang di foto CT Scan
biasanya mm, dikonversi menjadi cm.
Pergeseran/midline Shift dapat dihitung
dengan menarik garis lurus dari crista galli ke
Protuberansia oksipitalis interna, tegak lurus
dengan septum pellucidum.
5. Mencari tanda patah tulang basis, terlihat dari
adanya fraktur pada os.sphenoid,
os.petrosa,os.paranasalis dan perdarahan
sinus.
6. Menetukan tanda edema otak, dapat terlihat
dari adanya 3 hal yaitu:
1. melihat sistem ventrikel yang ada
2. melihat sistem sisterna, terutama sisterna
basalis
3. melihat adanya perbedaan lapisan
white matter dan grey matter
7. Kesimpulan hasil pembacan, disebutkan dari
yang paling memiliki arti klinis penting diikuti
oleh hal yang lain. Contoh : EDH pada Fronto
Temporo Parietal D, tebal 2 cm, vol 50cc,
menyebabkan pergeseran/midline shift ke S
sebesar 1cm, edema serebri, FBC.