You are on page 1of 24

Disusun Oleh:

1. Puri Nurul Chasanah (021160039)


2. Bagas Haidar Widyasma P (021160042)
3. Octavia Nur Rizqi (021160065)
PROCESS BLOCK DIAGRAM EO & EG

Reactor
Steam Drum
Cooler

EO EO EO Glycol Feed EO EO
Reabsorber
Reactor Scrubbing Stripping Stripper Purification Storage
A

MEG
Storage

DEG
Glycol Storage
CO2 Removal EG Multi Effect Drying
Purification
Unit Reactor Evaporator Column
C2H4 Column TEG
Storage
PEG
O2 Storage
(ASU Supply)

EDC
Cycle Water Recycle Crude Glycol
A Treating Unit Water Tank Tank

Process
Waste Water
Pond

WWT Unit
OXYGEN MIXING STATION

Large Sparger O2

To Reactor

Cycle Gas

Small Sparger O2
OXYGEN MIXING STATION

• OMS berfungsi memastikan pencampuran oksigen dan C2H4


berlangsung aman
• OMS terdiri dari large sparger dan small sparger
• OMS dilengkapi dengan interlock system,
contohnya :
- High high differential temperature,
- Low low differential flow,
- Loss of BFW,
- C-115 trip,
- Low low Oxygen Pressure, dll
ETHYLENE OXIDE REACTION
Reaction -1
C2H4 + EO
O2
Reaction -2 Reaction -3

CO2 + H2O

Reaction-1 : Merupakan oksidasi parsial C2H4 menjadi EO ( Heat of reaction 35


Kcal/mole of C2H4) dengan bantuan katalis Ag
Reaction-2 : Merupakan oksidasi total C2H4 menjadi CO2 & H2O ( Heat of reaction 337
Kcal/mol of C2H4)
Reaction-3 : Merupakan reaksi lanjutan pembentukan CO2 & H2O yang didahului oleh
reaksi isomerisasi EO menjadi asetaldehid
CYCLE GAS

• Cycle gas berfungsi membawa etilen, oksigen serta produk reaksi


• Cycle gas juga berfungsi untuk mengatur konsentrasi oksigen, etilen,
serta gas-gas lain
• Cycle gas juga dapat menyerap panas reaksi
• Komposisi utama cycle gas :
Nitrogen Argon
Oxygen CO2
Ethylene
EO REACTION & ABSORPTION

• Reaksi pembentukan EO terjadi dengan bantuan katalis Ag


• Reaksi samping pembentukan CO2 dihambat dengan EDC
• Air di bagian shell reaktor dimanfaatkan untuk menyerap panas
reaksi EO
• EO diserap dari aliran cycle gas oleh lean cycle water
• EO dipisahkan dari cycle water dengan cara stripping
• EO dilarutkan dengan air 9 : 1 untuk mengatur komposisi produk
reaktor glycol
EO PURIFICATION

• Produk EO dimurnikan dengan cara distilasi


• EO dimurnikan dari pengotor formaldehyde dan acetaldehyde
• Sifat EO yang harus diperhatikan :
- Flammability
- Dekomposisi
- Polimerisasi
KO
EO
H
Flaker

R1 R2 R3
CS Pre Main Post
Reacto Reacto Reacto Product
r r r

CH3COO
H
Truck
Drum
Ethoxylate
All of the process steps and the related operating parameters (i.e. pressure, temperature, flow rates,
total quantities and time) are controlled by the batch sequence in accordance with the product recipe.

Reaksi Ethoxylate
Reaksi penambahan sejumlah mol EO (C2H4O)pada senyawa hydrophobic (Chain Starter) yang
mengandung hidrogen aktif pada kondisi ada katalis.

Chain Starter
Dapat berupa Fatty Alkohol, Nonyl Phenol, Castor Oil, Glyserin, Oleic Acid, Tallow Amine, dan
sebagainya.

Katalis
Yang digunakan adalah KOH ( katalis basa). Katalis asam tidak digunakan di produk komersial ethoxylate
karena dapat menyebabkan pembentukan sejumlah produk samping seperti Polyethylene Glykol dan
Dioxane.
Step Batching Ethoxylate
Step Recheck
Semua parameter sesuai resep diperiksa (Tekanan dan level reaktor, level drum, begitu juga
kondisi pompa, indikator atau valve yang ada di area reaktor).
Step Prevacum
Pressure reaktor dijaga pada tekanan -0,5 kg/cm2 G yang bertujuan menghilangkan oksigen
dan uap air yang ada di reactor.
Step DF Resirkulasi
Temperatur DF yang menuju reaction loop heat exchanger disiapkan untuk mencapai 800C.
Step Chain Starter Load
Chain starter masuk ke reactor sesuai resep yang ditentukan jumlahnya.
Step Resirkulasi
Pompa sirkulasi berjalan otomatis pada saat chain starter yang masuk reaktor berjumlah
1700 kg atau chain starter berada di level 28% pada reactor.
Step Batching Ethoxylate
Step Katalis Dosing.
Dilakukan bersamaan dengan step resirkulasi. Disini katalis dimasukan kedalam reaktor.
Step Dehydrasi.
Dehydrasi bertujuan mengurangi kandungan air dalam chain starter sampai dibawah dibawah 500 ppm.
Supaya proses dehydrasi berjalan optimal, maka temperature dijaga 1250C (FA) atau 1400C (NP).
Disini tekanan reactor diturunkan sampai -0,98 kg/cm2 G. (25 ~35 menit)
Step Priming
Priming bertujuan untuk mempersiapkan kondisi reaksi reaksi antara chain starter dan Ethylene oxide, dan
juga menghilangkan O2 jika ada kebocoran dijalur sirkulasi pada saat dehydrasi.
Pada step ini tekanan dan temperatur reaktor dinaikkan menjadi 0,05 kg/cm2 G dan 1500C.
Step Prereaksi
Pre-reaksi bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya reaksi antara Ethylene oxide dan chain starter.
Parameter Control :
• Tekanan reactor sebesar 2 kg/cm2 G (max),
• Jumlah Ethylene oxide yang masuk sebesar 500 kg (max),
• Waktu prereaksi selama 5 menit (max).
• Indikasi adanya reaksi adalah turunya tekanan menjadi 1,5 kg/cm2 G.
Step Batching Ethoxylate
Step Reaksi
Ethylene oxide masuk ke reactor bereaksi dengan chain starter.
Parameter yang mengendalikan step ini adalah :
• Temperatur reaktor max 1850C.
• Tekanan reactor max 4,5 kg/cm2 G.
• Jumlah Ethylene oxide masuk max 8000 kg/jam.
Step reaksi berlangsung pada temperature 1650C pada awal reaksi dan 1800C pada akhir reaksi. Step ini akan
berhenti saat jumlah Ethylene oxide yang masuk sesuai dengan resep yang ditentukan. (60 menit)
Step Cooking
Step Cooking bertujuan untuk menyempurnakan reaksi antara chain starter dan Ethylene oxide yang belum
bereaksi, diindikasikan dengan turunnya tekanan reaktor sampai tercapai tekanan stabil ~0.9 kg/cm².(20
menit)
Step Degassing
Step Degassing bertujuan untuk menghilangkan sisa Ethylene oxide yang tak bereaksi dalam reaktor dengan
cara venting ke atmosfir. Step Degassing akan berhenti setelah tekanan turun sampai 0,1 kg/cm2 G
Step Cooling
Step Cooling bertujuan mendinginkan produk sampai temperature dimana produk siap untuk ditransfer ke
tangki produk (800C).
Step Batching Ethoxylate

Step Striping
Step Stripping bertujuan untuk menghilangkan Ethylene oxide yang mungkin masih ada di reaktor. Saat ini,
step stripping tidak dilakukan karena Ethylene oxide sudah habis bereaksi dengan chain starter.
Step Netralisasi
Step Netralisasi bertujuan untuk menetralkan produk intermediate. Disini digunakan Acetic acid glacial
untuk netralisasi. Step netralisasi dilakukan bersamaan dengan step cooling. (pada temp 110º C dan FP pH =
6-7)
Step Pressurize
Step Pressurize menggunakan N2 dan dihentikan sampai tekanan reaktor 1 kg/cm2 G. Step ini bersamaan
dengan Step Unloading.
Step Unloading
Pada Step Unloading, Produk akhir yang sesuai dengan spesifikasi dapat ditransfer ke tangki produk
Step Draining
Step Draining merupakan step lanjutan dari step unloading, dimana digunakan tekanan N2 unuk transfer
produk dari reaktor ke tangki produk.
Monitoring Sequence :
SAMPLE
CH3COOH 1. WEKLY
2. BEFORE DRUMMING
3. BEFORE UNLOADING TO ISO TANK
CHAIN STARTER
ETHYLENE OXIDE
STORAGE MONITORING
BATCHING
CATALYST TANK CUSTOMER

WAREHOUS
SAMPLE DRUM
1. DEHYDRATION
E
2. INTERMEDIET
3. FINAL PRODUCT
COA
ISO TANK CONTAINER

INSPECT INSPECT VISUAL DRUM


1. CLEAN OR NO COA
2. BLOWING N2
Quality Control

Raw Material :

1. Chain Starter 2. Ethylene Oxide (EO)


a. Quality check before unloading Water : H20, PEG content FP↑↑
Water : H20, PEG content FP↑↑ Color : Product color ↑↑
Appearance : clear, colorless, paste, etc. Aldehyde : Color ↑↑
Color : Product color ↑↑
OHV/AV : molecular weigh (stokiometri) 3. Catalyst (KOH) 0.1 % Batch size Max
b. Storage Tank (No Cross contamination, N2 Blanket) KOH flake Purity (90% min),
Contact with O2 : Color ↑↑ ( high temp) KOH liquid in Process (48%)
Iron (Fe) in CS : Color ↑↑
c. Identity (Traceability ) 4. Neutralizing Agent (CH3COOH)
d. Regular Quality Check (quality requirement/process) Purity (99.8 % wt min)
Quality Control In Process

a. Reactor condition (Clean/No cross contamination)


b. No Leakage/all equipment and system (Eliminate Contamination)
c. High Catalyst Concentration (Color ↑↑)
d. Reaction Temp. ↑↑( Color ↑↑)
e. Neutralizing Temp. ↑↑( Color ↑↑)
f. O2 at High temp. (Color ↑↑)
g. Quality check at several batching step (Water cont, CP/MP/FP, pH,
color, OHV/AV )
Product Quality
a. Appearance (liquid/clear liquid/colorless )
b. Color (APHA, Gardner)
c. Cloud Point/MP/FP (nEO ↑↑ CP/MP/FP ↑↑)
d. pH (neutral/base costumer req)
e. Water Content( % wt )
f. PEG content ( % wt )
g. Hydroxyl Number ( mg KOH/gr, molecular weigh/ nEO )
h. Amin Value ( mg KOH/gr, molecular weigh/ nEO )
i. Free EO (ppm)
Product Handling
(Storage tank, drum, iso tank, bag Flake )

1. Storage tank
a) Dentity ( FP Quality, quantity & Traceability)
b) Product transfer line from RX (use block & blitz) (No
contamination/Cross contamination)
c) Raw material tank Information report (date, FP name, FP
storage)
d) Nitrogen padding System (N2 supply, Vacuum Breaker)
e) Product Transfer line from Storage to drum/truck/iso/mini tank
(Independent pump, pipe line, transfer apparatus)
f) Product transfer Report (from storage to drum /truck)
(date, FP name, FP storage, Quantity)
g) Regular check Quality of Product
Product Handling
(Storage tank, drum, iso tank, bag Flake )

2. In Drum
a) Make Sure Quality First (Lab. Check before Drumming
activity)
b) Product Line (pipe line from storage/ header, pump ) (No
Contamination/cross contamination)
c) Product drumming Report ---> Traceability (date, PF name,
storage, weight/quantity)
d) Drum Filling Apparatus (Weights sett, product line/ block &
blits)
e) Quality of drum (Steel/plastic drum, weight, cover etc)
f) Identity of Product in drum/traceability (Product Name, date
drumming, weight)
g) Regular check Quality (Visual of drum, Quality of product in
drum)
Product Handling
(Storage tank, drum, iso tank, bag Flake )
3. Iso Tank
a) Quality check First (Lab check, COA)
b) Truck Loading Report (FP, FP tank, weight, date, truck no.)
c) Product Identity (Traceability)
d) Product Line (pipe line from storage/ header, pump) (no
contamination/cross contamination)
e) Product Loading Apparatus ( pump, pipe line, loading Arm)
f) Iso tank Inspection before product filling (clean /wall wash
if needed, blow Nitrogen)
g) N2 inject while transfer to Iso tank ( O2 remove )
h) Iso tank inspection After Filling Product (make sure man
hole/nozzle full close)
i) Retain sample after loading (Traceability)
Product Handling
(Storage tank, drum, iso tank, bag Flake )

4. Flake Bag
a) Quality check First (Lab check)
b) Flaking Report (FP, FP tank, weight, date, bag quantity)
c) Product Identity (Traceability)
d) Product Line (pipe line from storage/ header, pump) (no
contamination/cross contamination)
e) Product Flaker Apparatus ( Roller clearance, cleanliness)
f) Bag quality (material/bag size)
g) Room Temperature
h) Storage building (temperature, cleanliness)
i) Retain sample after bagging (Traceability)