You are on page 1of 12

Dampak ICT (Information Communication & Technology)

pada dunia perbankan dalam konteks pengaruhnya


terhadap strategic planning studi kasus bank BRI melalui 3
indikator :

Human Resourch Planning (perencanaan sumber daya manusia)


Forecasting (kegiatan memprediksi)
Deman & Supplay (permintaan dan penawaran)
• Strategic Planning Bank BRI
• Dikutip dari situs academia.edu, Teknik
analisis bisnis yang dipakai untuk mengukur
strategic planning adalah menggunakan
analisis SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities, Threats), teknik ini digunakan
untuk mengukur strategic planing pada bank
BRI.
• Strengths:

• Sebagai bank milik pemerintah yang berperan mewujudkan visi


pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan.
• Status badan kuhum berupa persero (PT) berdasarkan undang-undang
perbankan dan focus bisnis pada usaha micro kecil dan menengah BRI
telah menginspirasi beberapa pihak untuk lebih mendayagunakan sector
UKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
• Ada komitmen yang kuat dari komisaris dan direksi untuk menerapkan
good corporate government pada setiap kegiatan BRI dengan membangun
pemahaman, kepedulian dan komitmen semua organ perusahaan dan
seluruh jajarannya.
• BRI Go public dan pemerintah melepas 30%kepemilikan sahamnya kepada
public. Dengan komposisi saham mencapai 43%, saham bri aktif
diperdagangkan dipasar modal , bri semakin kokoh berdiri ditengah
perekonomian indonesia dari desa sampai kota.
• Nama BRI sudah sangat dikenal.
• Hubungan baik dengan lembaga keuangan internasional dan otoritas
moneter.
• Total investasi teknologi informasi BRI sebesar 100 juta US dolar.
• Devisi R&D yang selalu inovatif.
• Weaknesses:

• Koordinasi yang belum berjalan dengan baik dari


kantor pusat hingga unit terpencil.
• Dukungan belum memadai karena system
birokrasi yang belum lancar.
• Tingkat keterampilan karyawan yang rata-rata
masih rendah.
• Jumlah karyawan yang terlalu besar.
• Minimnya biaya promosi.
• Kwalitas pelayanan kepada nasabah masih
rendah.
• Opportunities:

• Keluarnya kebijakan pemerintah untuk


menyalurkan kredit kecil mikro.
• Masyarakat mulai “ bank minded”
• Tingkat pertumbuhan ekonomi yang mulai
meningkat.
• Jaminan keamanan perbankan oleh pemerintah.
• BRI memiliki lebih dari 5000 kantor yang berada
diseluruh Indonesia baik dikota besar maupun
dikota kecil bahkan sampai dipedesaan.
• Weakness:

• Serangan pasif terhadap jaringan komunikasi dan data.


• Adanya deregulasi perbankan sehingga memudahkan persyaratan
pendirian bank sehingga dapat melahirkan competitor.
• Bank non pemerintah dengan pengmbangan IT yang memadai
diorientasikan kepada kepentingan masyarakat.
• Bank pembangunan daerah yang terus berkembang sejalan dengan
anatomi daerah yang memberikan kemudahan bagi usaha mikro
dengan suku bunga yang relative rendah.
• Ancaman liquidasi yang masih cukup tinggi.
• Krisis ekonomi global.
• Peluncuran produk yang sama dari competitor.
• Iklan dan promosi besar-besaran dari pesaing.
• Berkembangnya pasar modal.
• Strategi bank Rakyat Indonesia

• Ekpansi pinjaman dengan perbaikan fitur produk dan kemudahan


akses layana kredit.
• Peningkatan kualitas pelayanan didukung oleh sumberdaya manusia
yang professional, teknologi informasi yang handal, dan jaringan
kerja yang luas.
• Pemetaan potensi penduduk ditingkatkan untuk dijadikan sasaran
pemasaran kredit dan simpanan dengan penempatan kantor teras
BRI dan mobil teras keliling diberbagai pasar tradisional dan
diaktivitas usaha lainnya.
• Pengembangan fitur-fitur baru dibisnis mikro, ritel, consumer
banking, treasury, untuk memenuhi kebutuhan para nasabah.
• Peningkatan kegiatan komunikasi pemasaran untuk meningkatkan
produk awareness dan membentuk corporate image yang baik
dimata masyarakat Indonesia
• Pengaruh ICT terhadap Indicator strategic planning bank BRI

• Human Resourch Planning (HRP)


• Saat ini BRI memiliki Divisi teknologi dan Sistem Informasi (TSI), Divisi ini dibagi dalam 3 bidang yaitu:
1. bidang Pengembangan Sistem Aplikasi
2. bidang Implementasi & Support System dan
3. bidang Operasional, Infrastuktur & Security serta Perencanaan Strategis.

• Sementara itu Software yang diggunakan dalam Sistem informasi SDM di BRI menggunakan SAP. SAP adalah salah satu paket software
untuk keperluan pengelolaan perusahaan atau lazim disebut software ERP (Enterprise Resource Planning).

• Kegunaan SAP dalam Sistem Informasi SDM:


• Menyediakan solusi untuk perencanaan dan pengelolaan sumberdaya manusia perusahaan menggunakan aplikasi terintegrasi yang
meliputi seluruh tugas manajemen personal dan membantu menyederhanakan dan mempercepat proses kerja antaralain:

• Personnel Management (PM), meliputi administrasi personal (personnel administration), penerimaan (recruitmentmanagement),
perjalanan dinas (travel management), benefits administration dan administrasi penggajian (salary administration).
• Organizational Management (OM), membantu pemeliharaan struktur organisasi secara akurat tidak bergantung seberapa cepat
perubahan itu terjadi. Merupakan alat yang bekerja secara sistematis yang mempertimbangkan efek akhir dari semua kegiatan personel
hingga rencana pembiayaan
• Payroll Accounting (PA) memiliki semua fungsi penggajian secara global dan memiliki kemampuan baik dalam penggajian terpusat atau
tersebar
• Time Management (TM) terintegrasi dengan penggajian (payroll accounting), controlling, production planning, plant maintenance,
project system berikut dengan layanan dan perencanaannya. Menyediakan berbagai laporan yang membantu untuk melacak dan
menganalisa waktu dari pegawai dengan lengkap dan akurat
• Personnel Development (PD) membantu dengan perencanaan dan analisa terhadap penjadwalan seminar, training, kursus, hingga
kegiatan bisnis. Dimana sudah termasuk dengan pendaftaran, pemesanan, harga dan tagihan
• Forecasting

• BRI Business intelligence System yang dikategorikan sebagai aplikasi untuk mengumpulkan,
menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu pengguna mengambil
keputusan bisnis secara lebih baik. Aplikasi ini mencakup aktivitas
1. sistem pendukung keputusan
2. query (penampilan data dari database sesuai dengan data yang diinginkan)
3. reporting (penyampaian perkembangan)
4. online analytical processing (OLAP) (pendekatan secara cepat menyediakan jawaban-jawaban
terhadap kueri analitik yang multidimensi di dalam alam)
5. statistical analysis (analisis berbasis statistik)
5. forecasting (meramalkan kejadian yang akan terjadi dimasa yang akan datang)
6. data mining (ekstraksi pola dari data dalam jumlah yang besar)

• Selain itu BRI juga memiliki Decision Support System (DSS) sebagai sebuah system yang
memberikan dukungan kepada seorang manajer, atau kepada sekelompok manajer yang relative
kecil yang bekerja sebagai team pemecah masalah, dalam memecahkan masalah semi terstruktur
dengan memberikan informasi atau saran mengenai keputusan tertentu.

• Tujuan implementasi BRI Decision Support System yaitu :


1. Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur
2. Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut
3. Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efisiensi
• Demand & Supply

• Kaitannya dengan penawaran (supply), dalam hal ini BRI memberikan produk berbasis IT yakni
electronic banking (e-banking),
• selain itu BRI juga memberikan fasilitas berbasis personal yakni EDC (electronic data capture)

• Masih banyak penawaran yang diberikan oleh industri bank, seperti halnya e-wallet yang digunakan
dengan sistem topup seperti layanan paypal untuk berbelanja.
• dan penggunaan cip dalam kartu kredit untuk lebih mengamankan identitas konsumen.
• BRI secara rutin melakukan evaluasi dan audit terhadap keamanan infrastruktur teknologi.
• Selain itu, BRI mulai melakukan inisiasi untuk sertifikasi Operational IT Security, yang comply
terhadap standansasi (ISO 27001:2005) yang telah diakui secara internasional.

• Semua fasilitas ini disediakan dalam bentuk alat electronic berbasis online, sehingga dalam
mekanisme kerjanya menggunakan automatisasi kerja yang tidak banyak membutuhkan tenaga
manusia sehingga bisa terjaga untuk melayani kebutuhan kapanpun dan dimanapun nasabah BRI
berada.
• Hal ini sesuai dengan permintaan (demand) pasar yang membutuhkan akses layanan informasi dan
transaksi tanpa perlu bersusah payah pergi ke bank, selain itu e-banking juga teintegrasi dengan
baik melalui aplikasi yang dapat diakses dengan smartphone yang notabene masyarakat modern
• Prediksi strategic planning bank BRI dimasa yang akan datang.

• Adanya Digital Banking yang disebut juga dengan istilah Layanan Perbankan Digital diartikan sebagai layanan perbankan
melalui kantor bank dengan mempergunakan saranan elektronik milik bank atau melalui media digital yang dilakukan secara
mandiri oleh nasabah yang memungkinkan calon nasabah dan / atau nasabah bank memperoleh informasi , melakukan
komunikasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi perbankan dan penutupan rekening, termasuk memperoleh informasi
lain dan transaksi di luar produk perbankan, antara lain financial advisory (saran dan pendapat keuangan), investasi,
transaksi e-commerce dan kebutuhan lainnya.

• Berikut ini adalah contoh praktis bagaimana Digital Banking ketika sudah diterapkan di dalam kehidupan perbankan:

1) Informasi mengenai bank bisa diakses dari mana saja - tidak perlu lagi datang ke bank
2) Jasa pelayanan ke nasabah dapat dilakukan melalui media apa saja
3) Nasabah dan / calon nasabah dapat melakukan transaksi dengan bank dimanapun dia berada dan dengan channel apapun.
4 ) Solusi yang dapat digunakan untuk kebutuhan ini: Mobile Banking, Internet Banking, Video Banking
5) Proses pendaftaran nasabah yang masih membutuhkan interaksi fisik (seperti penyerahan uang dan tanda tangan) lebih
dimudahkan melalui proses digital
6) Nasabah dapat memasukkan data melalui papan sentuh (touch screen)
7) Tanda Tangan dapat direkam dengan stylus pen
8) ATM berevolusi menjadi CRM (Cash Recycle Machine) - mesin yang dapat menerima uang, mengeluarkan uang sekaligus
melakukan transaksi non tunai lainnya
9) Verifikasi data dilakukan terhadap KTP Elektronik dengan tersambung ke data yang dimiliki oleh Department Dalam Negeri
10) Kartu dapat dicetak secara cepat dan otomatis
• Kontra indikasi

• Begitu banyak orang kehilangan pekerjaan karena penggantian


beberapa tugas dan layanan oleh mesin dan sistem komputer.
• Situasi pengangguran semakin memburuk sehingga persentase
pengangguran pemuda telah meningkat ke tingkat yang
mengkhawatirkan.
• Beberapa bank telah mengurangi jumlah cabang mereka sebagai
hasil perbaikan teknologi,
• pada sisi lainnya teknologi informasi yang ada masih memiliki
resiko, yakni resiko pencurian data, penipuan, serangan server,
pembobolan sistem informasi dan masih banyak kasus baru yang
pelu dipelajari dan ditanggulangin yang ditimbulkan dari
pemanfaatan ICT bagi keberlangsungan kegiatan bank sehingga
pihak bank harus selalu memastikan 1 langkah lebih maju
dibandingkan tindakan kriminal yang mungkin akan terjadi dimasa
yang akan datang.