You are on page 1of 18

Anggota Kelompok :

1. Anggun Ledia
2. Atika Sari
3. Juairia
Konsep Teori Kejang Demam

Definisi

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu
tubuh (suhu tubuh rektal diatas 38° C) yang disebabkan oleh proses
ekstrakranium (otitis media akut, bronkhopneumonia, gastroenteritis akut,
dan lain-lain)

Kejang demam adalah yang berhubungan dengan demam (suhu tubuh


diatas 38° C per rektal) tanpa adanya infeksi saluran saraf pusat atau
gangguan elektrolit akut (IDAI, 2004).
Anatomi Fisiologi
Etiologi

Demam terjadi karena disebabkan oleh infeksi saluran


pernafasan atas, otitis media, pneumonia, gastroenteritis dan
infeksi saluran kemih.

Respon alergik atau keadaan


umum yang abnormal oleh
infeksi.

Ensefalitis viral (radang otak akibat virus) yang ringan,


yang tidak diketahui atau enselofati toksik sepintas.
Patofisiologi

Kenaikan suhu 1oC akan mengakibatkan


metabolisme basal 10- 15% dan kebutuhan O2
meningkat 20%. Anak berumur 3 tahun
sirkulasi otak mencapai 65% dari seluruh
tubuh dibandingkan dengan orang dewasa
(hanya 15%), oleh karena itu kenaikan suhu
tubuh dapat mengubah keseimbangan dari
membran sel neuron dan dalam waktu singkat
terjadi difusi dari ion kalium dan natrium
melalui membran listrik. Ini demikian besarnya
sehingga meluas dengan seluruh sel dan
membran sel sekitarnya dengan bantuan
bahan yang tersebut neurotransmitter dan
terjadi kejang.
Tanda dan Gejala

Suhu tubuh anak (suhu rektal)


lebih dari 38 oC.

Timbulnya kejang yang bersifat


tonik-klonik, tonik, klonik, fokal atau
akinetik. Beberapa detik setelah
kejang berhenti anak tidak
memberikan reaksi apapun tetapi
Saat kejang anak tidak
beberapa saat kemudian anak akan
berespon terhadap
tersadar kembali tanpa ada kelainan
rangsangan seperti
persarafan.
panggilan, cahaya
(penurunan kesadaran).
Komplikasi

Komplikasi kejang demam umumnya


berlangsung lebih dari 15 menit yaitu :

a. Kerusakan sel otak.


b. Penurunan IQ pada kejang demam yang
berlangsung lama lebih dari 15 menit dan
bersifat unilateral, retardasi mental, dan
kelumpuhan.
Penatalaksanaan Kejang Demam

1. Segera diberikan diazepam intravena dosis


rata-rata 0,3mg/kg atau diazepam rektal
2. Membebaskan jalan nafas, oksigenasi
secukupnya.
3. Menurunkan panas bila demam dengan
kompres seluruh tubuh dan bila telah
memungkinkan dapat diberikan parasetamol
10 mg/kgBB/ kali kombinasi diazepam oral 0, 3
mg/kgBB.
4. Memberikan cairan yang cukup bila kejang
berlangsung cukup lama (> 10 menit) melalui
intravena, yaitu D5 1/ 4, D5 1/ 5, RL.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
AN. “O” DENGAN KEJANG DEMAM
DI RUANG NURI RUMAH SAKIT
PELABUHAN PALEMBANG
Biodata Pasien

 Inisial nama: An. “O”


 TTL : Palembang, 15 Juni2017
 Usia : 16 Bulan
 Nama Ayah / Ibu : Tn. “M” / Ny. “F”
Keluhan utama
Kejang demam, suhu 40,7° C
Riwayat Perjalanan Penyakit
Ibu pasien mengatakan anak mengalami kejang
sejak ± 30 menit sebelum masuk RS, kejang seluruh
tubuh dengan frekuensi 1 kali berlangsung selama 1
menit, setelah kejang pasien sadar langsung
menangis. Demam tinggi sejak 3 hari, batuk pilek (-),
BAB cair (+) 3x/hari cair & ampas, darah (-), lendir (-
), muntah (-), BAK abn. Kejang kembali terjadi Di IGD
dengan kejang seluruh tubuh frekuensi 1x selama <
1 menit langsung diberikan stesolid suppose 5 mg.
ANALISA DATA

DATA SENJANG ETIOLOGI MASALAH

DS: Infeksi bakteri, virus & Hipertermi


 Ibu klien mengatakan parasit
anak demam tinggi
sejak 3 hari yang lalu Reaksi inflamasi

DO: Suhu tubuh meningkat


Klien tampak pucat
Temp: 40,7° C Hipertermi
Nadi: 140 x/m
RR: 28 x/m
DATA SENJANG ETIOLOGI MASALAH
DS: Aktivitas kejang Resiko Cedera
Ibu klien mengatakan
klien mengalami Resiko cedera
kejang 1 kali dirumah,
1 kali di IGD
DO:
Saat kejang otot-otot
seluruh tubuh klien
tampak kaku, mata
melotot ke atas
DS: Resiko Kejang Ansietas
Ibu klien mengatakan berulang
gelisah dan cemas
karena melihat kondisi Pengobatan perawatan
anaknya saat ini kondisi, prognosis
DO: lanjut dan diit
Ibu tampak terlihat
gelisah dan cemas Ansietas
Diagnosa Keperawatan:

1. Hipertermia berhubungan dengan efek


langsung dari sirkulasi endotoksin pada
hipotalamus.
2. Resiko cidera berhubungan dengan
aktivitas kejang.
3. Ansietas berhubungan dengan
perubahan status kesehatan pada anak.
INTERVENSI KEPERAWATAN

DX. KEPERAWATAN NOC NIC


Hipertermia Setelah dilakukan Monitor suhu minimal
asuhan keperawatan tiap 2 jam
berhubungan dengan selama 3x24 jam, Monitor suhu secara
efek langsung dari diharapkan hipertermi kontinyu
dapat teratasi dengan Monitor TTV
sirkulasi endotoksin Kriteria hasil: Monitor warna dan
pada hipotalamus Suhu tubuh dalam suhu kulit
rentang normal (36,5° C Monitor tanda-tanda
- 37° C) hipertemi dan
Nadi dan respirasi hipotermi
dalam rentang normal Kompres air hangat
(N: 100 x/m, RR: 28 x/m) Tingkatkan intake
Tidak ada perubahan cairan dan nutrisi
warna kulit dan tidak Selimuti pasien untuk
pusing. mencegah hilangnya
kehangatan tubuh
Kolaborasi pemberian
antibiotik dan
antipiretik
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

DIAGNOSA TINDAKAN KEPERAWATAN RESPON


Hipertermi Memonitor suhu minimal tiap 2 Ada perubahan penurunan
berhubungan jam suhu. Temp: 39° C
dengan efek
Memonitor warna dan suhu kulit Warna masih sedikit pucat
langsung dari
dan masih hangat
sirkulasi Memonitor tanda-tanda hipertemi Masih menunjukkan
endotoksin pada dan hipotermi Hipertermi
hipotalamus
Mengompres air hangat Telah terjadi penurunan
suhu
Meningkatkan intake cairan dan Pasien kooperatif
nutrisi

Menyelimuti pasien untuk Pasien Kooperatif


mencegah hilangnya kehangatan
tubuh

Berkolaborasi pemberian Pasien mendapatkan obat


antibiotik dan antipiretik antibiotik dan antipiretik
Diagnosa Tgl/ Catatan Perkembangan Paraf dan nama
keperawatan Jam perawat

Hipertermi 15-10-2018 S: Ibu klien mengatakan anak masih demam tinggi Anggun
berhubungan 11:00 O:
- k/u sedang
dengan efek
- T: 39,0° C
langsung dari - N: 140 x/m
sirkulasi - RR: 28 x/m
endotoksin pada - kulit teraba hangat
hipotalamus A: Masalah belum teratasi
P: Intervensi dilanjutkan

16-10-2018 S: Ibu klien mengatakan demam anak mulai turun


O: Atika
19:00
- k/u sedang
- T: 38,0° C
- N: 140 x/m
- RR: 28 x/m
- kulit teraba hangat
A: Masalah belum teratasi
P: Intervensi dilanjutkan

17-10-2018 Juairia
S: Ibu klien mengatakan klien sudah tidak panas
06:00 lagi
O:
- k/u sedang
- T: 36,5° C
- N: 140 x/m
- RR: 28 x/m
- kulit teraba hangat
A: Masalah teratasi
P: Intervensi dihentikan