You are on page 1of 37

BAGIAN/ SMF ILMU NEUROLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
2018

Hernia Nukleus Pulposus Cervikal

Zati Hasyyati Ali
Pembimbing :
dr. Nur Astini, Sp.S
Pendahuluan
HNP adalah keadaan terjadi penonjolan
sebagian atau seluruh bagian dari nukleus
pulposus yang menekan ke arah kanalis
spinalis atau radiks saraf melalui anulus
fibrosus yang robek

Radikulopati Servikal :
83 per 100.000 Indonesia : 5-10%
populasi seluruh populasi

Insidensi Radikulopati Prevalensi Radikulopati
Servikal : 0,8 per 1000 Servikal : 3,5 per 1000
penduduk/tahun penduduk/tahun
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI
ANATOMI CERVIKAL

Atlas Axis
Hernia Nukleus Pulposus
• Hernia nukleus pulposus adalah keadaan
dimana terjadi penonjolan sebagian atau
seluruh bagian dari nukleus pulposus atau
anulus fibrosus diskus intervertebralis, yang
kemudian dapat menekan ke arah kanalis
spinalis atau radiks saraf melalui anulus
fibrosus yang robek.
Epidemiologi
90%
Lumbalis Laki-laki : Perempuan =
1:1

C7 : 60%
HNP C6 : 20%
C5 dan C8 10%
1-2% 8%
Torakal Servikal
Etiologi
• Trauma/cedera berat atau terjatuh
• Degenerasi diskus intervertebralis
• Trauma minor pada pasien tua dengan
degenerasi
Faktor Risiko
Tidak Dapat di ubah Dapat di Ubah
1. Umur 1. Aktivitas dan pekerjaan
2. Jenis Kelamin 2. Obesitas
3. Riwayat cedera 3. Olahraga yang tidak
punggung atau HNP teratur
sebelumnya 4. Merokok
5. Batuk dalam waktu yang
lama dan berulang-ulang
Klaifikasi
1. Disc Degeneration : perubahan komposisi anulus pulposus,
penonjolan ke salah satu sisi dengan anulus intak.
2. Protrusio : diskus yang mengalami herniasi dengan tepi ruang diskus
intevertebralis lebih kecil dari jarak dasar herniasi. Biasanya herniasi
berbentuk triangular.
3. Ekstrusio : perpindahan letak materi diskus dimana jarak terbesar
antara materi diskus yang mengalami herniasi dengan tepi ruang
diskus intervertebralis lebih besar dari jarak dasar herniasi.
4. Sequester: ekstrusi yang lebih lanjut, diskus mengalami herniasi
terpisah dari diskus asalnya
Patogenesis
Komponen gel
HNP Degeneratif dan kolegen
anulus fibrosus

Elastisitas
diskus
berkurang
Prolaps
Fungsi Shock
nukleus
absorber kaku
pulposus
Manifestasi Klinis
• Tergantung Dermatom
Penegakkan Diagnosa

1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Klinis : pemeriksaan motorik dan
sensorik
a. Tes Provokatif : mengubah-ubah posisi leher dan
lengan untuk memperburuk atau mengurangi
gejala, yang umumnya dilakukan pada pasien
suspek radikulopati servikal untuk membantu
menegakkan diagnosis
Neck Distraction (Axial Manual Traction Test)

Pemeriksa menempatkan tangan di bawah dagu
dan tangan lainnya di occipital di kepala pasien,
kemudian kepala pasien diberikan gaya traksi aksial
sekitar 30 pound.sebagai gaya traksi aksial.
Positif jika kepala diangkat nyeri berkurang
Manuver Valsava

• Pasien diminta untuk menahan napasnya, dan
mengeluarkannya dengan mengejan seperti saat
buang air.
• Positif jika merasakan nyeri menjalar sesuai
dermatom.
Upper Limb Tension Test (ULTT)

Pasien berbaring, dan pemeriksa menggerakan
ekstremitas atas: 1) Scapular Depression; 2) Abduksi
bahu; 3) supinasi lengan bawah; 4) Rotasi eksternal
bahu; 5) Ekstensi sendi siku; 6) Fleksi lateral servikal
kontralateral; dan 7) Ekstensi lateral servikal ipsilateral
Sperling’s Manuver

Tes ini dilakukan dengan melenturkan kepala ke
depan dan pada satu sisi, sedangkan tekanan diarahkan
ke bawah dri arah puncak kepala. Jika
ditemukankeadaan mati rasa atau nyeri yang
meningkat, maka ada kemungkinan mengalami
radikulopati servikal
Pemeriksaan Penunjang

• X-Ray
• CT Scan
• MRI
• Myeolography
• Electromyografi
Tatalaksana
Non-Surgical Treatment Surgical Treatment
(Konservatif) a. Discectomy (Anterior Cervical
a. Non farmakologis Discectomy and Fusion)/ACDF
- Cervical collar/bracing
- Rehabilitasi fisik (traksi dan exercise)
- Bed Rest
- Ice and Heat Therapy
b. Farmakologis a. Posterior Cervical
- Antiinflamasi (NSID, steroid injeksi) Laminoforaminotomy
- Analgesik
- Muscle Relaxan
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
• Nama : Tn. RA
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Usia : 66 tahun
• Tanggal Lahir : 28 September 1952
• Alamat : Blang Pidie
• Status Perkawinan : Menikah
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Pensiunan
• Suku Bangsa : Aceh
• No. RM : 0-69-50-17
• Tanggal Masuk : 05 Oktober 2018
ANAMNESIS
• Keluhan Utama
• Nyeri leher
• Keluhan tambahan
• Kebas-kebas
• Riwayat Penyakit Sekarang
• Pasien datang dengan keluhan nyeri leher yang dirasakan sejak 2 bulan sebelum
masuk rumah sakit. Nyeri leher memberat sejak 1 minggu terakhir. Nyeri dirasakan
seperti panas yang menjalar ke lengan atas sampai ke tangan dan jari-jari tangan.
Nyeri dengan intensitas sedang yang dirasakan pasien hilang timbul dan tidak
tentu waktu dengan durasi nyeri leher ±1 jam. Nyeri dirasakan bertambah saat
pasien dalam posisi sujud dan berkurang saat pasien tidur dan meminum obat anti
nyeri. Pasien juga mengeluhkan kebas-kebas dan kesemutan disekitar leher sampai
ke tangan kanan dan kiri.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat hipertensi terkontrol (+) sejak 5 tahun yang lalu, riwayat DM tidak
ada. Hipertiroid (+), riwayat trauma disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengaku tidak ada keluarga yang mengalami hal yang seupa dengan
pasien. Riwayat hipertensi ada pada orang tua pasien. Riwayat DM, asma,
alergi, dan penyakit jantung pada keluarga disangkal.
Riwayat Pengobatan
Pasien mengkonsumsi amlodipin 1x5 mg dan obat anti nyeri yang tidak
diketahui namanya.
Riwayat Pekerjaan dan Kebiasaan Sosial
Pasien adalah seorang PNS dengan riwayat merokok (+).
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum
• Kesadaran : E4M6V5
• Tekanan darah : 170/90 mmHg
• Denyut nadi : 82 x/i, isi cukup, irama regular
teratur
• Frekuensi Nafas : 20x/i
• Suhu : 36,8oC
• NRS :4
PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
• Reflek Fisiologis
• Status Neurologis Biceps : (+1/+1)
GCS : E4M6V5 Triceps : (+1/+1)
Patella : (+/+)
Pupil : isokor Ø (3mm/3mm)
Achilles : (+/+)
Reflek cahaya langsung : (+/+) • Reflek Patologis
Reflek cahaya tidak langsung : Tromner : (-/-)
(+/+) Hoffman : (-/-)
Kaku kuduk : - Babinski : (-/-)
Chaddok : (-/-)
Kernig : -/- Gordon : (-/-)
Laseque : -/- Oppenheim : (-/-)
Schaefer : (-/-)
• Fungsi Otonom
Miksi : Dalam batas normal
Defekasi : Dalam batas normal
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• MRI
KesimpulaN :
MRI Medula Spinalis tanpa kontras
Kesan: Pendesakan canalis spinalis dan jaras
staraf serta medula spinalis
MRI Vertebra cericalis tanpa kontras
Kesan : Disc Protrusion di vertebra cervicalis 3-
4, 4-5, 5-6, 6-7 ke lateral posterior disertai
dengan foraminal canal stenosis bilateral.
DIAGNOSA

• Diagnosis klinis : Cervical pain dengan
radikular pain bilteral
• Diagnosis topik : Radiks nervus spinalis
vertebra cervikal 5-6, 6-7 bilateral
• Diagnosis etiologi : Kompresi radiks nervus
spinal ec protusi nukleus pulposus ke lateral
• Diagnosis Patologi : Edema, Nekrosis, Inflamasi
TATALAKSNA PROGNOSIS

• Mecobalamin 2x500 mg • Ad vitam : dubia
• Gabapentin 2x100 mg ad bonam
• Natrium diklofenac • Ad fungsionam : dubia
2x25 mg ad malam
• Lansoprazole 2x30 mg • Ad sanationam : dubia
ad bonam
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
• Pasien inisial Tn. RA usia • Prevalensi HNP
66 tahun datang bertambah seiring
dengan keluhan nyeri pertambahan usia
leher terutama usia >60
tahun sesuai dengan
Tn.RA yang berusia 66
tahun.
• Pasien dengan riwayat • Menurut teori banyak faktor
kebiasaan sosial merokok risiko yang dapat
menyebabkan HNP cervikal
antara lain : (1) Life style
yang buruk seperti
merokok, tidak berolahraga
secara teratur, dan asupan
nutrisi yang tidak cukup
dapat memperburuk
keadaan diskus
intervertebralis.
• Pasien juga • Menurut teori nyeri
mengeluhkan nyeri leher dibagi 3 kelompok
leher yang menjalar besar yakni
hingga ke jari-jari 1. Nyeri Aksial
tangan 2. Radikulopati Servikal
3. Mielopati Servikal
• Pasien mengeluhkan leher terasa nyeri dan • C5-C6 (akar saraf C6) dapat menyebabkan
terkadang kebas di leher dan pada kelemahan pada otot bisep (otot di bagian
pemeriksaan fisik didapat penurunan reflex depan dari lengan atas) dan otot ekstensor
fisiologis triceps, brachioradialis dan biseps. pergelangan tangan. Penekanan akar C6
menyebabkan mati rasa dan kesemutan
bersama dengan rasa sakit dan menyebar ke
sisi ibu jari tangan.
• C6-C7 (akar saraf C7) dapat menyebabkan
kelemahan pada trisep (ototdi belakang
lengan atas dan memanjang sampai lengan
bawah) dan otot-otot ekstensorjari. Mati rasa
dan kesemutan bersama dengan rasa sakit
dapat meluas ke bawah trisep dan kedalam
jari tengah. Ini juga salah satu lokasi yang
paling umum untuk herniasi terjadinya
herniasi diskus cervikal
• Dari hasil MRI di dapatkan kesan • MRI merupakan gold standart
diskus protrusion di vertebral dalam penegakkan diagnosis HNP
cervikal 3-4, 4-5, 5-6, 6-7 ke karena dapat menunjukkan
lateral posterior disertai dengan lebih jelas keadaan soft tissue
foraminal canal stenosis bilateral daripada CT Scan, sehingga
terlihat gambaran bulging diskus
(anulus intak), herniasi diskus
(anulus robek), dan dapat
mendeteksi dengan baik adanya
kompresi akar-akar saraf atau
medulla spinalis oleh fragmen
diskus niasi diskus dapat terlihat
jelas
• Tn. RA diberikan terapi berupa • medikamentosa dapat
mecobalamin 2x500 mg, diberikan NSAID berupa
gabapentin 2x100 mg, natrium natrium diklofenac
diklofenac 2x25 mg dan • Mecobalamin digunakan
lansoprazole 2x30 mg sebagai pembentuk selubung
myelin sel-sel saraf
• Gabapentinefektif dalam
pengobatan nyeri neuropatik
• Lansoprazole menurunkan
sekresi asam lambung
TERIMA KASIH