You are on page 1of 21

SEKILAS TENTANG

WOOD PELLET
Biomassa
• Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan potensi biomassa baik
dari kuantitas maupun keanekaragamannya.
• Menurut ESDM potensi limbah biomasa Indonesia
bila dikonversi menjadi energi listrik adalah sebesar
49.810 MW dan yang sudah dimanfaatkan sebesar
1.618,40 MW atau baru 3,25%-nya. Padahal
biomasa tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan antara lain untuk energi, memperbaiki
kesuburan tanah, menyerap karbon dioksida dari
atmosfer hingga produksi berbagai bahan kimia.
Biomassa

• Biomassa, dalam industri produksi energi, merujuk pada bahan biologis yang
hidup atau mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar atau
untuk produksi industrial. Umumnya biomassa merujuk pada materi
tumbuhan yang dipelihara untuk digunakan sebagai biofuel, tetapi dapat juga
mencakup materi tumbuhan atau hewan yang digunakan untuk produksi
serat, bahan kimia, atau panas.
• Energi yang dibuat untuk bahan bakar dari sumber alami yang dapat
diperbarui. Jadi, energi biomassa ini bisa menjadi jalan keluar dari bahan
bakar yang selama ini tidak dapat diperbaharui dan mencemari lingkungan
hidup. Biasanya, bahan pembuat biomassa ini berasal dari dua jenis, dari
kategori hewan yang bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.
• Selain itu, digunakan juga bahan-bahan energi biomassa dari tumbuhan seperti
tanaman sisa pengolahan ataupun hasil panen secara langsung. Energi biomassa ini
muncul berdasarkan adanya siklus karbon di bumi. Dimana, hampir semua unsur
kehidupan, mulai dari tumbuhan, hewan hingga manusia memiliki unsur karbon yang
pada dasarnya terus berputar. Karena itulah, biomassa sendiri bisa dibuat bahan
bakar karena juga mengandung unsur karbon.
Biomass sources
Apa Itu Pelet Kayu (Wood Pellet)?

• Wood Pellet merupakan bahan bakar alternatif yang terbuat dari serbuk
kayu. Bahan baku wood pellet berasal dari limbah industri penggergajian,
limbah tebangan, atau limbah industri kayu lainnya.
• Wood pellet kemudian dihaluskan menjadi serbuk yang dipadatkan sehingga
berbentuk silindris. Ukuran diameternya 6-10 mm dan panjangnya 1-3 cm
dengan kepadatan rata-rata 650 kg/m3 atau 1,5 m3/ton.
• Karakteristik Wood Pellet :
netral dari unsur karbon
diameter 6-10 mm,
panjang 1-3 cm,
kepadatan rata-rata 650 - 750 Kg/m3,
kadar abu rendah (0,5%)
kalori 4.200 - 5.000 kkal/kg (setara dengan
batu bara kelas medium)
• Tampilan Wood Pellet halus dengan sedikit
retakan dan berkilau seperti warna crayon
serta dapat mudah terbakar dengan nyala api
yang bagus.
Wood Pellet sebagai Konsep Penghematan Energi

• Energi panas yang dihasilkan sangat efektif dan


effisien ditinjau dari moisture in the analysis
sample yang rendah.
• Bentuk yang simple dan compact memudahkan
operasional.
• Ash Content yang rendah akan menjadikan ruang
bakar yang relative bersih dari kerak sisa
pembakaran.
• Tingginya nilai volatile matter dapat menghemat
waktu pencapaian titik bakar yang diharapkan.
• Energi yang dihasilkan tinggi namun emisi rendah
dibawah 0,1 kg CO2/kwh.
Penggunaan Wood Pellet
• Pelet kayu banyak dipakai di Amerika dan Eropa sebagai
sumber energi untuk pemanas ruangan pada musim dingin dan
energi penghasil listrik (carbon for electricity), serta sebagai
sumber energi di rumah tangga untuk keperluan memasak.
Pelet kayu dapat menghasilkan rasio panas yang relatif tinggi
antara output dan input-nya (19:1 hingga 20:1) dan energi
sekitar 4,7kWh/kg.
• Dengan karakteristik seperti diatas, Wood Pellet dapat
digunakan sebagai bahan bakar pembakaran boiler, pemasakan
dan penghangat ruangan. Saat ini banyak negara yang sudah
beralih dari batubara menuju wood pellet dikarenakan banyak
pertimbangan, salah satunya adalah akibat yang ditimbulkan.
Limbah batubara tentunya lebih sulit ditangani dari pada Wood
Pellet, selain itu penggunaan wood pellet dapat lebih
menghemat biaya daripada bahan bakar lain.
• Tingginya permintaan wood pallet di luar negeri
disebabkan oleh negara tujuan ekspor batubara (korsel,
jepang, china, dan india) secara perlahan beralih ke
wood pallet yang berkualitas baik, ramah lingkungan,
dan terbarukan (terbukti dari permintaan pellet kayu di
pasar internasional meningkat pesat).
• Di sisi lain cina secara bertahap juga mulai melarang
penggunaan batubara (kalori rendah) bagi warganya
(karena polusi dan emisi sulfur yang tinggi). Australia
dan AS meminimalkan penggunaan batubara.
Indonesia juga secara perlahan mengganti penggunaan
barubara dengan pellet kayu.
• Harga batubara akibat pengetatan produksi tahun 2016, menyebabkan
harga batu bara acuan (HBA) Indonesia di pasar internasional (november
2016) mulai merayap naik menjadi USD84,89/ton yang sebelumnya,
(oktober 2016) USD69,07/ton bahkan menembus USD100/ton pada bulan
desember 2016, yaitu menjadi USD1,69/ton.
• Pada tahun 2018, HBA bulan maret sempat tertinggi (USD101,86/ton),
tetapi bulan mei turun USD89,53/ton, dan bulan juni naik menjadi
USD96,61/ton (6322kcal/kg, FOB fessel). Produksi DN tahun 2018 sekitar
485juta ton, pemenuhan DN (DMO, domestic market obligation) 114juta
ton, kuota ekspor sekitar 271juta ton.
Sumber: Wood Pellet Association of Canada
Figure 6 - Domestic Production and Import | Export per country for chosen countries in
2015/2016; sorted by consumption
Sumber: International Energy Agency (IEA) Bioenergy, 2017
• Meski negara-negara pengguna wood pallet tersebut
mampu memproduksi sendiri, tetapi mereka masih belum
mampu mencukupi kebutuhan wood pallet dalam negeri
mereka (harus impor), karena pertumbuhan kayu negara
subtropis lebih lambat dibandingkan di negara tropis.
Contoh: tahun 2013 Eropa butuh 19 juta ton (10juta untuk
panas dan 9juta untuk industri) dan masih kekurangan
7juta ton.
• Asia (jepang dan korea selatan kekurangan 1 juta ton.
Kedua negara asia itu akan menjadi importir wood pellet
terbesar pada dekade mendatang (prediksi sekitar 5juta ton
tahun 2020). Tahun 2016, jepang import wood pallet
400ribu ton (setelah musibah nuklir fukushima tahun
2014), sedangkan korsel butuh 1,7juta ton.
• Korea Selatan telah memiliki spesifikasi kualitas kayu pellet tersendiri.
Berdasarkan data dari departemen Kehutanan Korea Selatan, spesifikasi
kualitas yang disyaratkan oleh Korea Selatan tercantum di bawah:
TERIMA KASIH