You are on page 1of 13

Pembimbing: dr. Tri Budianto, Sp.

OG
Koass: Rudi Ilhamsyah
Riwayat:

Seorang wanita G7P1A5 usia 42 tahun datang ke poliklinik kebidanan RSUD Jogja
karena sering mengalami keguguran. Riwayat kehamilan pertama lahir spontan
3200 gr yang sekarang sehat, kehamilan ke-2 sampai ke-6 keguguran pada usia
kehamilan 8-11 minggu. Sudah pernah periksa TORCH hasil negative, test ANA dan
ACA dalam batas normal. Riwayat operasi kista ovari, dan appendicitis.
Hasil Pemeriksaan

• Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kesadaran compos
mentis, tekanan darah 140/80 mmHg, denyut nadi 82 ×/menit, frekuensi nafas 22
×/menit, suhu 36,7oC. BB 51 kg, tinggi badan 152 cm.
• Hasil pemeriksaan genitalia: Dinding anterovaginal menonjol, tampak uterus
keluar dari introitus vagina, dinding kandung kemih menonjol bentuk bulat, warna
merah muda, discharge (-)
Pertanyaan

1. Apakah penyebab terjadinya abortus?
2. Bagaimana penegakkan diagnosis pada kasus ini?
3. Bagaimana penatalaksanaan pada kasus ini?
Abortus merupakan suatu keadaan dimana
Definisi hasil konsepsi mengalami ancaman atau
pengeluaran dari rahim sebelum janin dapat
hidup di luar kandungan. Abortus terjadi pada
usia kehamilan kurang dari 20 minggu dengan
berat janin kurang dari 500 gram
(Wiknjosastro, 2016)
Janin Kelainan kromosom

Infeksi
penyakit debilitas kronik
Penyebab Ibu kelainan endokrin
pemakaian obat tertentu
faktor lingkungan
defek pada uterus
 serviks inkompeten

Kelainan Sperma
Ayah
Serviks inkompeten
keadaan dimana terjadi dilatasi berlebihan dari
Definisi kanalis endoserviks sebelum kehamilan
mencapai genap bulan.
Serviks inkompeten
Anamnesis

• Adanya riwayat 1 kali atau lebih riwayat abortus pada
trimester kedua
Penegakkan diagnosis • Riwayat persalinan prematurus dini
• Riwayat terminasi kehamilan pervaginam pada
trimester pertama dengan dilatasi lebar pada serviks
• Riwayat laserasi pada serviks akibat tindakan obstetric
maupun ginekologi
Serviks inkompeten
Pemeriksaan Fisik

Penegakkan diagnosis Tidak Hamil Hamil

USG:
dengan menggunakan balon kateter foley yang diisi air
Transvaginal:
Transabdominal:
1 ml (diameter 6mm) melalui ostium uteri internum
dapat menggambarkan
kehamilan trimester ukuran
kedua, panjanguteri
lebar mudah
ostium serviks dan
dengan sedikit tarikan balon keluarinternum
tanpa
keadaan
lebih lebih
dari 22mm.rinciHarus
ostium uteri internum
dicurigai, tetapi lebih
jika nyata
lebarnya
ditemukan kesulitan sampai setinggi ostium uteri
dibandingkan
kurang dengan pendekatan transabdominal
internumdarihamper
19 mm, maka belum
dipastikan dicurigai
serviks serviks
inkompeten
inkompeten.
(Wiknjosastro, Pemendekan
2016). atau dilatasi serviks pada
pemeriksaan seri, dan adanya penonjolan kulit ketuban di
dalam kanalis servikalis, maka dapat dicurigai serviks
inkompeten.
Serviks inkompeten
Pemeriksaan Lab

Untuk menyingkirkan penyebab lain dari gagal kehamilan
berulang sebelumnya, maka diperlukan beberapa
Penegakkan diagnosis pemeriksaan laboratorium lain seperti pemeriksaan
kariotipe limfosit perifer parenteral, biakan serviks untuk
mengetahui ureoplasma urealitikum dan mikoplasma
hominis, pemeriksaan koagulais (PTT, APTT, TTI) pada
SLE, pemeriksaan fungsi tiroid yang abnormal, diabetes
mellitus, defisiensi fase luteal, penyakit sifilis dan
penyakit autoimun.
Serviks inkompeten
Konservatif

• istirahat berbaring dalam posisi Trendelenburg
merupakan pilihan pengganti tindakan bedah, karena
posisi ini dapat mengurangi desakan cairan amnion
pada ostium uteri internum akibat gaya gravitasi
• penggunaan pessarium Smith-Hodge untuk
mengubah sumbu kanalis sevikalis sehingga
menggeser gaya hidrostatik saccus amniotic ke arah
Penatalaksanaan posterior.
• pemberian progesterone dapat dipertimbangkan
untuk mengurangi irritabilitas myometrium, dengan
dosis yang dianjuran 2x25mghari atau 250mg/minggu
intramuscular.
• Penggunaan tokolitik dianjukan terutama untuk
mengurangi dan mencegah kontraksi uterus.
Serviks inkompeten
Tindakan cerclage oleh mcdonald untuk seviks inkompeten.
Pembedahan
A. Permulaan tindakan cerclage dengan pemasangan jahitan
benang monofilament nomor 2 di korpus seviks sangat dekat
• pemasangan
dengan level ostium cerclage,
internus yaitu dilakukan penjahitan
purse string
B. Pemasangan suturing
jahitan dilanjutkan di korpus serviks sehingga
mengelilingi ostium
C. Jahitan telah mengelilingi ostium.
D. Jahitan dikencangkan mengelilingi kanalis servikalis
sehingga mengurangi garis tengah kanalis menjadi 5 – 10 mm,
dan kemudian jahitan diikat. Tampak jelas efek pemasangan
Penatalaksanaan jahitan pada kanalis servikalis. Jahitan kedua dipasang sedikit
lebih tinggi mungkin bermanfaat jika yang pertama tidak
berada dekat dengan ostium internus. (Cunningham, 2012)
Referensi
• Cunningham, F Gary. et all. 2010. Obstetri Williams 23rd ed. USA : The McGrawHill
Companies, Inc.
• Wenstrom KD. Abortion. In : Cunningham FG, et all. William Obsetrics. 22nd ed.
USA : The McGraw-Hills Companies, Inc ; 2005 : p. 231-247.
• Wiknjosastro H, Saifuddin AB, Rachimhadhi T. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2007: 103-131, 421-446
• Stovall TG. Early Pregnancy Loss and Ectopic Pregnancy. In : Berek JS, et all.
Novak's Gynaecology. 13th ed. Philadelphia; 2002: p. 507 - 9.
• https://www.youtube.com/watch?v=yYuzsC4RDrY