You are on page 1of 48

Dr.

Johnwan Usman spa


 1. Gangguan nafas
 2. Kejang
 3. Hipotermi
 4. Hipoglikemi
 Frekuensi napas bayi lebih 60 kali/menit,
mungkin menunjukkan satu atau lebih tanda
tambahan gangguan napas.
 Frekuensi napas bayi kurang 30 kali/menit.
 Bayi dengan sianosis sentral (biru pada lidah
dan bibir).
 Bayi apnea (napas berhenti lebih 20 detik)
 Gangguan Napas merupakan salah satu
Kegawatan Perinatal yang dapat memberi
dampak buruk bagi BBL, yaitu kematian atau
bila dapat bertahan hidup dengan gejala sisa
atau sekuele
 Apnea merupakan salah satu Tanda Bahaya
yang harus segera ditangani dimanapun BBL
tersebut berada
 Gangguan napas dapat diakibatkan oleh
banyak faktor penyebab, penanganan awal
kegawatan merupakan hal yang sangat penting
 Kelainan paru: Pnemonia
 Kelainan jantung: Penyakit Jantung Bawaan,
Disfungsi miokardium
 Kelainan Susunan Syaraf Pusat akibat : Asfiksia,
Perdarahan otak
 Kelainan metabolik: Hipoglikemia, Asidosis
metabolik
 Kelainan Bedah: Pneumotoraks, Fistel
Trakheoesofageal, Hernia diafragmatika
 Kelainan lain: Sindrom Aspirasi Mekonium,
“Transient tachypnea of the Newborn”, Penyakit
Membran Hialin
 Pada Bayi Kurang Bulan:
• Penyakit Membran Hialin
• Pneumonia
• Asfiksia
• Kelainan atau Malformasi Kongenital
 Pada Bayi Cukup Bulan:
• Sindrom Aspirasi Mekonium
• Pneumonia
• ”Transient Tachypnea of the Newborn”
• Asidosis
• Kelainan atau Malformasi Kongenital
 Bayi normal  Bayisakit
warna kulit pink sianosis
respirasi 40-60x/mnt tachipnea >60 x
pulse rate 120-160x cuping hidung
cuping hidung( - ) retraksi
dyspnea ( - ) merintih
retraksi ( -)
merintih ( - )
Evaluasi Respiratory Distress Skor Downe

0 1 2
Frekuensi Nafas < 60x/menit 60-80 x/menit >80x/menit

Retraksi Tidak ada Retraksi ringan Retraksi berat


retraksi
Sianosis Tidak sianosis Sianosis hilang Sianosis menetap
dengan O2 walaupun diberi
O2
Air Entry Udara masuk Penurunan Tidak ada udara
ringan udara masuk
masuk
Merintih Tidak merintih Dapat didengar Dapat didengar
dengan tanpa alat bantu
stetoskop

8
Evaluasi Respiratory Distress Skor Downe

Skor < 4 gangguan pernafasan ringan

Skor 4 – 5 gangguan pernafasan sedang

Skor > 6 gangguan pernafasan berat


(pemeriksaan gas darah harus
dilakukan)

9
Frekuensi Gejala tambahan gangguan
napas Klasifikasi
napas

> 60 DENGAN Sianosis sentral DAN tarikan dinding Gangguan


kali/menit dada atau merintih saat ekspirasi. napas berat
ATAU > 90 DENGAN Sianosis sentral ATAU tarikan dinding
kali/ menit dada ATAU merintih saat ekspirasi.
ATAU < 30 DENGAN Gejala lain dari gangguan napas.
kali/ menit atau
TANPA
60-90 DENGAN Tarikan dinding dada ATAU merintih Gangguan
kali/menit saat ekspirasi napas
sedang
tetapi Sianosis sentral
TANPA
ATAU > 90 TANPA Tarikan dinding dada atau merintih
kali/ menit saat ekspirasi atau sianosis sentral.
60-90 TANPA Tarikan dinding dada atau merintih Gangguan
kali/menit saat ekspirasi atau sianosis sentral. napas
ringan
60-90 DENGAN Sianosis sentral Kelainan
kali/menit jantung
kongenital
tetapi Tarikan dinding dada atau merintih.
TANPA
 Pasang jalur infus intravena, sesuai
dengan kondisi bayi.
• Pantau tanda vital, jaga patensi
jalan napas
• Berikan Oksigen sesuai dgn
gangguan ringan,sedang berat.
 Jika bayi mengalami apnea:
• Lakukan tindakan resusitasi yang
sesuai
• Lakukan penilaian lanjut
 Bila terjadi kejang, potong kejang
 Periksa kadar glukosa darah
 Pemberian nutrisi adekuat
Penelitian di RSCM :
 Terapi O2 dengan Head Box

• Ukuran
– Panjang = 23 cm
– Lebar = 23 cm
– Tinggi = 16,8 cm
– Jari-jari lubang = 11
cm
Flow O2 (L/min) FiO2 (%)

4 43.7
5 50.7
6 58.7
7 64.7
8 67.8
9 68.7
10 72.5

Keterangan:
- Oxygen analyzer: merek dagang Maxtec, Tipe MaxO2 me
- Flow di atas 8 L/min, bayi tampak gelisah
Low flow
200 mL/menit
15
 Amati pernapasan bayi setiap 2 jam
selama 6 jam berikutnya.
 Bila dalam pengamatan gangguan napas
memburuk , tangani gangguan napas
sedang serta segera dirujuk ke Rumah
Sakit Rujukan
 Berikan ASI bila bayi mampu mengisap.
Bila tidak, berikan ASI peras dengan
mengguna-kan salah satu cara alternatif
pemberian minum.
FLOWMETER

1 L/menit ( low flow ) 12 L/menit ( untuk dewasa )


 Pasang jalur iv
 Pasang CPAP dgn peep 5- 8,oxigen 30-40
%,atau gunakan neopuff.
 Awasi tanda vital
 Pasang monitor saturasi,saturasi yg
diinginkan 88 – 92 %
 Atasi hipotermi,hipoglikemi
 Stabilisasi dan rujuk
 Pasang jalur iv
 Intubasi dan bagging / VTP 40 -60 x/
menit
 Pasang monitor saturasi
 Awasi tanda vital
 Stabilisasi dan rujuk
BERAT BADAN UKURAN ETT

< 1000 GR 2,5

1000 – 2000 GR 3,0

2000 – 3000 GR 3,5

>3000 GR 4,0
 Ukurandalam ETT sampai bibir
menggunakan rumus : BERAT BADAN + 6
cm.
Contoh : berat badan 3 kg,dalam ETT 9
cm
Definisi CPAP

 Continuouspositive airway pressure


(CPAP) merupakan suatu alat yang
mempertahankan tekanan positif pada
saluran napas bayi baru lahir (BBL)
selama pernapasan spontan

27
Komponen CPAP- I
 Sebuahsirkuit untuk aliran terus menerus
gas yang kemudian dihisap oleh bayi
• Sumber O2 dan udara bertekanan.
• Sebuah pencampur O2 atau blender utk
mengatur oxigen yang diminta( 21 – 100 % )
• Sebuah flow meter mengontrol kecepatan aliran
terus-menerus .(biasanya dipertahankan pada
kecepatan 5-7 L/menit)
• Sebuah humidifier menghangatkan dan
melembabkan oxigen yang diberikan.

28
Komponen CPAP- II
 Sirkuit ke saluran napas BBL.
 Nasal prong

31
Komponen CPAP- III

 Ukuran PEEP
• Tekanan positif dalam sirkuit dapat dicapai
dengan perendaman selang ekspirasi distal dgn
kedalaman yang diharapkan dalam senti meter
( 1 – 10 cm )kedalam wadah botol yang berisi air
dan ini merupakan PEEP

32
Nasal CPAP

Infant flow: prongs and mask

P.H.Dijk Beatrix Childrens Hospital UMCG


Karakteristik CPAP yang
baik
 Selang fleksibel dan ringan yang
memungkinkan BBL mengubah posisinya
dengan mudah
 Mudah untuk dipasang dan dilepas
 Resistensi rendah sehingga BBL dapat
bernapas secara spontan
 Relatif tidak invasif
 Sederhana dan mudah dipahami oleh semua
pemakai
 Aman dan efektif dari segi biaya

41
 Meningkatkan functional residual
capacity
 Mencegah kolaps alveolar
 Meningkatkan compliance
 Mempertahankan surfaktan
 Mendukung jalan napas dan diafragma
 Menstimulasi pertumbuhan paru

42
 BBL dengan paralisis diafragma
 BBL yang telah dilepas dari ventilator
mekanik
 BBL dengan penyakit saluran napas
seperti trakeomalacia dan bronkiolitis
 BBL setelah pembedahan di bagian perut
atau dada

43
 BBL prematur dengan respiratory distress
syndrome (RDS)
 BBL dengan transient tachypnea of the newborn
(TTN)
 BBL dengan meconium aspiration
syndrome(MAS)
 BBL dengan apnea yang sering terjadi dan
bardikardia prematuritas

44
 Oleh krn problem respirasi pd bayi
sangat unik,level CPAP/ PEEP sangat
individual
 Pasang monitor saturasi ( target 88-92 %)
 Atur PEEP mulai 5 naikkan max 8
 Perhatikan nafas ,retraksi,grunting
berkurang atau tidak
 Tidak ada data yg lengkap,berapa
lamaCPAP,PEEP,sangat ditentukan
pengalaman klinis dokter,perawat.
 Periksa sircuit ,blender,flow,nasal prong
 Perisa nasal tiap 2-4 jam
 Amati lingkaran perut
 Jaga nasal prong tdk mengenai septum
 Tidak ada kontra indikasi pemberian
minum
 Bersihkan rongga hidung tiap 2-4 jam
 Perbaikan klinis
 Turunkan Fio2 5% sampai 21%
 Turunkan PEEP 1-2 cm H2O sampai 5
 Monitor target saturasi 88-92 %
 Klinisretraksi bertambah
 FiO2 > 60 %
 PaO2 >60 mmhg,pH < 7.25
 Sering apnoe,bradikardi.