You are on page 1of 30

Upaya Mempertahankan Jalan

Napas dan Memberi Bantuan
Pernapasan
SAFE approach
Are you alright

Airway opening maneuvers

Look, listen feel

5 breaths

Check pulse

Start CPR

Call emergency services
Perbedaan Anatomi Jalan Napas Atas
Perbedaan Anatomi Jalan Napas Bawah

 Diameter lebih kecil
 Tulang rawan sedikit
Perbedaan yang Mempengaruhi
Mekanisme Bernapas

 Tulang yang menyusun rangka dada
lebih banyak mengandung rawan
 Otot napas yang menggerakan dinding
dada belum berkembang
 Pernapasan terutama ditopang oleh
gerakan diafragma
Perbedaan Kebutuhan Metabolik

 Pada dewasa kebutuhan oksigen 3-4
ml/kg/menit
 Pada anak kebutuhan oksigen 6-8
ml/kg/menit
PENILAIAN AWAL ANAK SAKIT

1. Jalan napas dan Pernapasan:
(Airway and Breathing) Obstruksi?
Pernapasan - mendengkur, kemerahan
pada hidung, pengurangan atau retraksi
Frekuensi pernapasan, Auskultasi ,
Sianosis?
2. Sirkulasi (Circulation):
 Frekuensi jantung Detak nadi
 Pengisian kembali kapiler Suhu kulit
3. Kecacatan (Disability):
 Postur tubuh dan tonus otot
 Status mental - Skala AVPU
A - Waspada (Alert)
V - Berespons terhadap rangsangan verbal
(verbal stimuli)
P - Berespons terhadap rangsangan nyeri
(painful stimuli)
U - Tidak memberikan respons (Unresponsive)
Definisi

 Asma adalah proses obstruksi reversibel
yg ditandai dgn peningkatan responsivitas
dan inflamasi jalan nafas bagian bawah
 Status Asmatikus adalah serangan asma
akut,berat dan berkepanjangan dimana
distres pernafasan terus terjadi meskipun
telah dilakukan tind terapeutik yg hebat.
MENILAI BERATNYA ASMA
RINGAN/ BERAT MENGANCAM
MODERAT KEHIDUPAN

Perubahan taraf Tidak Ada Berkembang Ya
kesadaran

Kelelahan Tidak Ada Berkembang Ya
Sianosis Tidak Ada Berkembang Ya
Mengi + + Paru-paru tenang
Retraksi Tidak Ada Jelas
Ada/Ringan
Penggunaan otot Tidak Ada Ada Jelas
tambahan

Saturasi O2 < 92 %
PENGKAJIAN
 Observasi tanda-tanda yg
berhubungan dgn pernafasan
 Observasi tanda-tanda yg berhubgn.
dgn distres pernafasan
 Prosedur diagnostik : gas darah, pH,
elektrolit, oksimetri tes fungsi paru,
berat jenis urine
Masalah Keperawatan
 Bersihan jalan nafas tak efektif b/d
respon alergik dan inflamasi
 Intoleransi aktivitas b/d suplai
oksigen yg kurang
 Risiko tinggi asfiksia b/d
bronkhospasme, sekresi mukus
 Risiko tinggi cedera (asidosis respir.,
ketidak seimbangan elektrolit)
 Risiko tinggi kekurangan volume
cairan
Penanganan Asma Berat

 Berikan Oksigen beraliran tinggi
 Salbutamol dgn uap Nebulizer
 Steroid

NILAI BERATNYA ASMA
ADA PERBAIKAN

 Pertimbangkan rawat RS
 Lanjutka Nebulizer seperti yang
diindikasikan
TIDAK ADA PERBAIKAN

 Rawat
 Lanjutkan pemberian oksigen dan
steroid
 Lanjutkan Nebulizer seperti yg
diindikasikan
 Pertimbangkan aminopilin
Gambaran yg Mengancam Kehidupan

 Cari pertolongan bila anda membutuhkannya
 Dapat diberikan penguapan (neubulizer) secara
kantinu
 Dapat diberikan aminopilin
 Pertimbangkan foto rontgen dada dan rawat
dalam ruangan khusus
Bertambah Buruk

 Pertimbangkan salbutamol IV
 Pertimbangkan ventilasi
Kunci penanganan asma berat
yang sukses adalah penilaian
berulang, pengobatan yang
agresif, dan banyak jaminan dan
penjelasan
DEFENISI
 Kejang Demam adalah kejang yang
terjadi pada suhu badan yang tinggi
yang disebabkan oleh kelainan
ekstrakranial
 Kejang Demam merupakan salah
satu kelainan neurologis yg paling
sering dijumpai pada bayi dan anak
 Status Epileptikus
Urutan kejang pada interval yg terlalu
singkat untuk memungkinkan anak sadar
kembali diantara waktu berakhirnya satu
episode dan dimulainya episode
berikutnya
Memerlukan intervensi darurat karena dapat
menimbulkan kelelahan, gagal nafas dan
klelahan
PENGKAJIAN
 Demam

 Kejang ( sifat, durasi, frekwensi )
 Usia saat kejang

 Keadaan neurologis

 Gambaran EEG
Masalah keperawatan
 Hipertermi

 Bersihan jalan nafas tak efektif
 Risiko tinggi cedera, hipoksia dan
aspirasi
Penanganan
A irway ( jalan nafas )
 B reathing (pernafasan)

 C irculation (sirkulasi)

 D rag (obat-obatan)

Cari penyebab demamnya!
Status Pasca Kejang
 Tampak rileks
 Dapat tetap semi-sadar dan sulit untuk
bangun
 Dapat bangun dalam beberapa menit
 Koordinasi buruk
 Kerusakan ringan pd gerakan motorik halus
 Dapat mengalami kesulitan penglihatan dan
bicara
 Muntah atau mengeluh sakit kepala berat
Lanjutan…

 Tidak timbul refleks menelan selama
beberapa waktu
 Biasanya mengeluh lelah dan sakit
otot
 Tidak ada ingatan mengenai seluruh
kejadian
 Pada saat sadar biasanya sadar
sepenuhnya