You are on page 1of 20

The International Professional Practice Framework

: Authoritative Guidance for The Internal Audit
Profession

Ria Eka Yuliana
Rilian Pratama
Guidance Setting for The
Internal Audit Profession
Pengembangan pedoman bagi profesi audit internal
dimulai tak lama setelah pembentukan IIA.
Pada tahun 1947 dikeluarkan sebuah pernyataan
yang bernama The Statement of The Responsibilities
of The Internal Auditor. Pernyataan ini menjelaskan
mengenai tujuan dan ruang lingkup internal audit.
Pada tahun 1957 terdapat revisi mengenai
pernyataan The Statement of The Responsibilities of
The Internal Auditor. Ruang lingkup internal audit
diperluas, tidak hanya berfokus pada perihal
keuangan saja tetapi termasuk operasi organisasi.
Pada tahun 1968 dikeluarkan kode etik untuk para
internal auditor.
Pada tahun 1972 diterbitkan Common Body
of Knowledge (CBOK) dan Certified Internal
Auditor (CIA) pada tahun 1973. Penerbitan
CBOK dan CIA oleh IIA dimaksudkan untuk
memberikan panduan profesi tambahan
pada kompetensi yang diperlukan (yaitu,
pengetahuan dan keterampilan) untuk para
praktisi internal audit.
Pada tahun 1978 dikeluarkan standar untuk praktik
profesional internal audit yang terdiri dari 5 pedoman umum
dan 25 pedoman khusus untuk memberikan penjelasan
mengenai fungsi internal audit yang harus dikelola dan
perikatan audit yang harus dilakukan. Standar 1978 terbukti
cukup kuat untuk mengakomodasi perkembangan profesi
internal audit, yang relatif tidak mengalami perubahan
selama 20 tahun ke depan. Namun, IIA memberikan panduan
tambahan untuk memfasilitasi interpretasi standar tersebut.
panduan tambahan ini termasuk:
1. pedoman yang menyertai standar 1978
2. professional standards practice realeses providing
responses to frequently asked questions
3. position papers
4. studi penelitian
Tahun 1990-an, banyak organisasi mulai melakukan outsourcing
kegiatan internal audit sebagai penyedia layanan eksternal.
waktu yang dialokasikan untuk layanan internal audit secara
tradisional menurun. Jasa audit internal non-tradisional seperti
program penilaian pengawasan, pelatihan proaktif pada
pengendalian internal, partisipasi sebagai penasehat dalam
proyek implementasi sistem, dan kegiatan konsultasi lainnya.
Pada tahun 2000 terdapat revisi mengenai kode etik untuk para
internal auditor
Standar 1978 tidak cukup untuk mengatasi masalah-masalah
yang muncul sehingga diterbitkan standar internasional untuk
praktik profesional internal audit.
Pada 2006, Standar telah diakui secara global, dengan
terjemahan resmi dalam 32 bahasa. Selain itu, jumlah negara
dan yurisdiksi di seluruh dunia yang menggabungkan standar ke
dalam hukum dan peraturan terus meningkat
The International Professional
Practice Framework

IPPF adalah satu-satunya panduan yang diakui
secara global untuk profesi audit internal dan
mengandung apa yang dianggap sebagai
elemen penting pada layanan audit internal.

Elemen- elemen ini termasuk :
1. Individual internal auditor,
2. The characteristics of the function providing
these service,
3. The nature of internal audit activities,
4. Associated performance criteria.
Komponen-komponen IPPF
1. Mandatory Guidance, yang terdiri dari:
Definiton of Internal Auditing
The Code of Ethics
The Standards
2. Strongly Recommended Guidance, yang
terdiri dari:
Practice Advisories
Position Papers
Practise Guides
Mandatory guidance

The Definition
The Code Ethics
The International Standards for the
Professional Practise of Internal Auditing
The Definition

Audit internal menurut IPPF adalah jaminan
independen, jaminan obyektif, dan
kegiatan konsultasi yang dirancang untuk
menambah nilai dan meningkatkan operasi
organisasi. Aktivitas ini bertujuan untuk
membantu perusahaan mencapai
tujuannya dengan pendekatan yang
sistematik, disiplin untuk mengevaluasi dan
meningkatkan efektivitas dari Manajemen
risiko, pengendalian dan tata kelola
organisasi.
The Code Ethics
Tujuan dari adanya kode etik adalah untuk mendorong budaya
beretikadi dalam profesi internal audit. Kode etik terdiri dari
dua komponen, ya itu:

1. The Principle;
The Principle menyatakan empat cita cita seorang auditor
internal profesional yang harus terus dijaga dalam
melaksanakan perkerjaannya dan merepresentasikan core
value yang harus dipegang teguh oleh internal auditor untuk
mendapatkan kepercayaan dari mereka yang bergantung
pada jasa mereka.
2 The Rule of Conduct.
The Rule of Conduct mendeskripsikan 12 norma perilaku yang
harus diikuti oleh internal auditor untuk dapat mempraktikkan
The Principle.
4 principle dan 12 role of conduct untuk internal auditor:

Integrity
The Rules of Conduct yang diasosiasikan dengan
prinsip integritas menyatakan bahwa internal
auditor:
Harus melaksanakan pekerjaan mereka dengan jujur,
ketelitian dan tanggungjawab
Harus menaati hukum dan membuat pengungkapan
yang diinginkan oleh hukum dan profesi.
Harus tidak terlibat dalam aktivitas ilegal, atau
terikat dalam aktivitas yang dapat mendiskreditkan
profesi internal auditor atau organisasi;
Harus menghormati dan berkontribusi pada tujuan
yang sah dan etis dari organisasi
Objectivity
Auditor internal tidakdipengaruhi oleh kepentingan
mereka sendiri atau oleh orang lain dalam
membentuk penilaian
Tidak boleh berpartisipasi dalam suatu aktivitas atau
hubungan yang mungkin merusak atau diasumsikan
akan merusak penilaian auditor yang tidak berbias.
Tidak boleh menerima apapun yang dapat merusak
atau diasumsikan merusak professional judgement. 
Harus mengungkapkan semua fakta, yang sifatnya
material dalam pengambilan keputusan, yang mereka
ketahui. Dimana jika fakta tersebut tidak diungkapkan
maka akan mengubah hasil dari review suatu aktifitas.
Confidentiality
The Rules of Conduct yang diasosiasikan
dengan prinsip Confidentiality menyatakan
bahwa internal auditor:
Harus berhati-hati dalam menggunakan dan
melindungi informasi yang diperoleh saat
pelaksanaan tugas.
Tidak boleh menggunakan data untuk
keuntungan pribadi atau kepentingan lainnya
yang bisa bertentangan dengan hukum atau
yang dapat menganggu tujuan perusahaan.
Competency

Competency

The Rules of Conduct yang diasosiasikan dengan
prinsipCompetencymenyatakan bahwa internal auditor:
Hanya boleh melakukan perikatan dengan klien atas
jasa pelayanan dimana mereka memiliki pengetahuan,
keterampilan, dan pengalaman yang diperlukan dalam
pelaksanaan layanan audit internal
Harus melaksanakan jasa internal audit yang sesuai
dengan standar (International Standards for the
Professional Practise of Internal Auditing
Harus selalu meningkatkankecakapan, efektifitas dan
kualitas jasa pelayanan internal audit.
The International Standards for the Professional Practise of Internal
Auditing

Tujuan dari the Standards adalah:
Memberikan batasan prinsip-prinsip dasar
yang menggambarkan pelaksanaan praktik
audit internal.
Memberikan suatu kerangka-kerja untuk
pelaksanaan dan mempromosikan secara
luas nilai-tambah dari audit internal
Menetapkan dasar untuk melakukan evaluasi
atas kinerja audit internal.
Membantu mengembangkan proses-proses
organisasi dan operasional.
Jenis Standar Profesi Audit Internal

The Attribute Standards
The Performance Standards
Implementation Standards
The Attribute Standards
Standar Atribut yaitu suatu standar yang
menggambarkan atribut susunan suatu
organisasi dan individu dalam melaksanakan
audit internal
 1000 Purpose, Authority, and Responsibility
 1100 Independence and Objectivity
 1200 Proficiency and Due Professional Care
 1300 Quality Assurance and Improvement
Program
The Performance Standards
yaitu suatu standar yang menguraikan tentang
hakikat audit internal dan menunjukan kriteria
kualitas kinerja dari pekerjaan-pekerjaan yang
dapat diukur. Standar kinerja dibagi menjadi
tujuh bagian utama :
2100 Mengelola aktivitas internal audit
2100 Nature of work
2200 Engagement Planning
2300 Performing engagement
2400 Communicating result
2600 – Communicating the acceptance risk
Implementation Standards

yaitu perluasan dari standar atribut dan standar kinerja dengan
memberikan aplikasi yang dibutuhkan untuk aktivitas Assurance dan
ConsultingAssurance and Consulting Services

Assurances Services
“An objective examination of evidence for the purpose of providing an
independent assesment on governance, risk management, and control
processes for the organization. Example may include financial,
performance, compliance, system security and due diligence
engagements.”
Consulting Services
“Advisory and related [customer] service activities, the nature and
scope of which are agreed with the [customer], are intended to add
value and improve an organization’s governance, risk management,
and control processes without the internal auditor assuming
management responsibility. Example include counsel, advice,
facilitation, and training.”
Strongly Recommended Guidance
Position Papers
Position Papers membantu berbagai pihak yang berkepentingan,
termasuk mereka yang tidak dalam profesi audit internal, dalam
memahami isu-isu pemerintahan, risiko, atau kontrol yang signifikan,
dan menggambarkan peran terkait dan tanggung jawab audit internal
Practice advisories
Practice advisories membantu auditor internal dalam menerapkan
definisi Audit Internal, Kode Etik, dan Standar, dan mempromosikan
praktik terbaik. Practice advisories mengatasi audit internal
pendekatan, metodologi, dan pertimbangan, tetapi tidak rinci proses
atau prosedur. Mereka termasuk praktek yang berkaitan dengan
internasional, negara, atau isu-isu industri-spesifik, tipe tertentu dari
keterlibatan, dan masalah hukum atau peraturan.
Practice Guides
Practice Guidesmemberikan panduan rinci untuk melakukan kegiatan
audit internal. Mereka termasuk proses dan prosedur, alat dan teknik,
program, dan pendekatan langkah-demi-langkah.