You are on page 1of 39

LAPORAN

KASUS
ILEUS
OBSTRUKSI Gusprita Ningtyas
J510170092

Pembimbing
Dr. Haryono, Sp.B

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA
2018
IDENTITAS PASIEN

 Nama : An. Rf
 Umur : 15 Tahun
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Alamat : Jumapolo
 Pekerjaan : Pelajar
 Agama : Islam
 Suku bangsa : Jawa
 Tanggal masuk : 12 September 2018

 Tanggal keluar : 26 September 2018

 Kelompok Pasien: BPJS
Anamnesis dilakukan
pada tanggal 12
Anamnesa September 2018 di
IGD RSUD
Karanganyar.

Keluhan Utama Nyeri perut
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Tanggal 12 September 2018, pasien datang ke IGD RSUD Karanganyar
dengan keluhan nyeri perut sejak dua hari yang lalu. Nyeri perut dirasakan
hilang timbul dan terasa sangat nyeri. Nyeri perut dirasakan pada luka post
op yang menjalar ke seluruh bagian perut dan terasa kembung (+). Pasien
juga mengeluh Mual (+), muntah (+) muntahan berupa cairan berwarna
kuning. Demam (-).

BAK(+), Pasien mengeluh susah BAB (+) terakhir jam 04.00 (12/09/18)
konsistensi lembek dalam jumlah sedikit. Flatus (+) sedikit,

Pasien disarankan dirawat inap oleh dokter IGD.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

 Riwayat Appendektomi (+) 2 tahun yang lalu
 Riwayat Laparatomi (3 September 2018).

Riwayat Penyakit Keluarga
 Riwayat keluhan serupa pada keluarga
disangkal.
PEMERIKSAAN FISIK

• Tekanan darah : 110/70
mmHg
• Frekuensi denyut nadi : 64 kali/menit
• Frekuensi nafas : 22 kali/menit
• Suhu tubuh : 36,6˚C

• Keadaan umum : tampak lemas,
gelisah, perut sedikit membesar dan
tegang
• Kesadaran : compos mentis, E4V5M6
PEMERIKSAAN FISIK

kepala
leher

thoraks

Dalam batas normal
PEMERIKSAAN ABDOMEN DAN RT
 Inspeksi :
 Distensi (+), terdapat luka post op tertutup verban,
perdarahan aktif (-), verban basah (-).
 Auskultasi :
 peristaltik (+)
 Perkusi :
 suara hipertimpani di empat regio abdomen,
Palpasi :
 Nyeri Tekan (+) seluruh lapang perut, pembesaran
hepar dan lien (-)
 Rectal Toucher:
 Tonus Sphincter Ani normal
 Ampula recti kolaps
 Mukosa rektum licin
 Handschoen : feses (-), darah (-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium
Parameter 12/09/2018 Normal
Hemoglobin 15,2 11,5-16,5 g/dL

Hematokrit 44,5 37-45 [%]

Leukosit 15.07 H 4,5 – 13

Trombosit 434 H 156-408

Eritrosit 4,84 4,5-5,9
MCV 92,4 H 82,0 – 92,0 [fL]

MCH 31,6 27,0-31,0 [pg]

MCHC 34,2 32,0-37,0 [g/dL]

Neutrofil % 77,5 H 50,0-70,0

Limfosit % 14,2 L 25,0-40,0
Monosit% 4,0 3,0-9,0

Ureum 32 17-43 mg/dl

Creatinin 1,1 0,9-1,3 mg/dl

GDS 96 120./dl
RONTGEN BNO 3 POSISI (1/9/2018) PRE
LAPARATOMI
DIAGNOSIS BANDING
 Ileus obstruksi
 Ileus paralitik

 Gastroenteritis akut
DIAGNOSIS KERJA
 Ileus obstruksi
PLANNING • Tirah baring
• Puasa
• Dekompresi : pasang NGT
• DC : monitoring urin
konservatif • Pasang infus IVFD RL
• Obat : Injeksi Ceftriaxone 1gr/12jam
• Injeksi metronidazole /8jam
• Injeksi Ranitidin 25mg/12jam
• Injeksi Ondansetron 4mg/12jam

Operatif • Persiapan Operasi

• Memberitahu tentang perjalanan penyakit
kepada keluarga pasien
Edukasi • Memberi tahu komplikasi yang mungkin
terjadi
PEMBAHASAN
DIAGNOSIS

Anamnesis
Anoreksia, Tidak bisa
Sakit perut
nausea, flatus atau
hebat
vomitus defekasi

Riwayat Riwayat
laparotomi gangguan
sebelumnya defekasi
PEMERIKSAAN ABDOMEN DAN RT
 Inspeksi :
 Distensi (+), darm contour (+) darm steifung (+) terdapat
luka post op tertutup verban, perdarahan aktif (-), verban
basah (-).
 Auskultasi :
 Peristaltik(+) metalic sound (+)
 Perkusi :
 suara hipertimpani di empat regio abdomen,
Palpasi :
 pembesaran hepar dan lien sulit di nilai
 Rectal Toucher:
 Tonus Sphincter Ani normal
 Ampula recti kolaps
 Mukosa rektum licin
 Handschoen : feses (-), darah (-)
PENATALAKSANAAN

Monitoring
Perbaiki KU IVFD RL cairan 
pasang kateter

Dekompresi
Operatif
 NGT
PROGNOSIS

Mortalitas Jika lambat, Dubia et
obs 35-40% bonam jika
sederhana penanganan
5-8% cepat
TERIMA KASIH
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Rontgen
Lab USG
Abd 3 posisi

Darah lengkap Distensi, kolaps
Distensi

Elektrolit Air fluid level, step
ladder,

Sensitifitasnya 70- Spesifisitas 100%
Ureum kreatinin 80%, spesifisitas
rendah
TINJAUAN
PUSTAKA
ANATOMI USUS
Pembuluh
Vaskularisasi Persyarafan
limfe

Fisiologis
DEFINISI

Eileos (Latin)

Terhambatnya
pasase isi usus
Kerusakan atau
Ileus hilangnya pasase isi
usus yang
obstruksi disebabkan oleh
sumbatan mekanik.
EPIDEMIOLOGI

Amerika serikat Indonesia
• 300.000 – 400.000 • 14.000 kasus
tiap tahunnya (DEPKES
Indonesia 2004)

Adhesi ♀>♂
ETIOLOGI
 A. Hernia inkarserata;
usus terjepit di dalam
pintu hernia,
 B. Invaginasi: bagian yang
masuk makin diteruskan
oleh peristaltic,
 C. Adhesi,
 D. Volvulus,
 E. Tumor usus,
 F. Kumpulan cacing
askariasis, a  usus
sebelah oral kembung
karena obstruksi, b  usus
aboral kosong
PATOFISIOLOGI
Penyumbatan Pengumpulan
Pasase usus
secara cairan dan Distensi
terganggu
mekanik gas

Kompresi mukosa Tekanan
Limfedema dinding
& limfatika dan intraluminer
usus dan gangguan
perpindahan cairan dan tekanan
keseimbangan
dan elektrolit ke hidrostatika
cairan-elektrolit
dalam lumen usus meningkat

Dehidrasi
KLASIFIKASI ILEUS OBSTRUKSI
• Intraluminal (fekalit, benda asing, batu

Penyebab
empedu)
• Intramural (malignansi, inflamasi)
• Ekstramural (adhesi, hernia)

• Letak tinggi, dari duodenum sampai

Letak
jejunum
• Letak rendah dari colon, sigmoid, sampai
rectum

• Parsial
Sumbatan • Total

• Sederhana
Jenis • Strangulata
MANIFESTASI KLINIS

Nyeri
abdomen

Konstipasi Distensi

Muntah
DIAGNOSIS

Anamnesis
Anoreksia, Tidak bisa
Sakit perut
nausea, flatus atau
hebat
vomitus defekasi

Riwayat Riwayat
laparotomi gangguan
sebelumnya defekasi
PEMERIKSAAN FISIK
• Tanda dehirasi
• Distensi, jar. parut, hernia,
Inspeksi massa
• Darm contour, darm steifung
• Awal: metalic sound
Auskultasi • Lanjut: peristaltik 

Perkusi •Hipertimpani

Palpasi •Iritasi peritoneum
RT: Ampula recti kolaps, tonus
sfingter cukup, feses (-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Rontgen
Lab USG
Abd 3 posisi

Darah lengkap Distensi, kolaps
Distensi

Elektrolit Air fluid level, step
ladder,

Sensitifitasnya 70- Spesifisitas 100%
Ureum kreatinin 80%, spesifisitas
rendah
 Proksimal: distensi
 Distal: kolaps
LETAK
RENDAH

 Letak tinggi
DIAGNOSIS BANDING

Apendisitis
Ileus paralitik
akut

Kolesistitis,
Konstipasi
kolelitiasis

Disminorrhea,
GEA
endometriosis
PENATALAKSANAAN

Monitoring
Perbaiki KU IVFD RL cairan 
pasang kateter

Dekompresi
Operatif
 NGT
PROGNOSIS

Mortalitas Jika lambat, Dubia et
obs 35-40% bonam jika
sederhana penanganan
5-8% cepat
TERIMAKASIH