You are on page 1of 52

Pelatihan Bagi Pelatih

Kementerian Kesehatan RI Pelatihan Promosi Kesehatan


bagi Petugas Puskesmas

Materi Inti 6:

KEMITRAAN DAN
PENGEMBANGAN
JEJARINGNYA DALAM
PROMOSI KESEHATAN
Deskripsi Singkat
• Tantangan penerapan pelayanan minimal promosi
kesehatan:
 Kurangnya Komitmen antar pelaku pembangunan,
 Walaupun potensi masyarakat cukup besar, tetapi belum terpadu,
 Kegiatan Advokasi, Pemberdayaan masyarakat, & Kemitraan belum
banyak dilakukan,
 Kemampuan Tehnis masaih rendah,
 Pemantauan belum dilaksanakan secara teratur,
 Sumber daya terbatas & pemanfaatnnya belum efektif & efisien
• Kemitraan dan pengembangan jejaring:
 Upaya membentuk jaringan kerjasama aktif antar berbagai pihak,lintas
program, lintas sektor,media masa, swasta (corporate social respon-
sibility), penyandang dana & masyarakat yg bertujuan utk medorong &
membentuk situasi yg kondusif terhadap keharusan penerapan
pelayanan minimal Promosi Kesehatan di Kabupaten/Kota/Kecamatan
2014 | Promosi Kesehatan
Tujuan Pembelajaran Materi Inti-6

 T.P.U
Peserta mampu merancang kemitraan &
pengembangan jejaringnya dalam upaya
Promosi Kesehatan
 T.P.K
 Menjelaskan Konsep Dasar Kemitraan dlm
upaya Promosi Kesehatan
 Merancang Kemitraan & Pengembangan
Jejaringnya dlm upaya Promosi Kesehatan

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Pokok bahasan 1:
Konsep Dasar Kemitraan dalam
Upaya Promosi Kesehatan

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI


Sub-pokok Bahasan-1
Pengertian
Universal
Nasional
Lokal-Puskesmas

2014 | Promosi Kesehatan


Pengertian, Tujuan & Manfaat
Kemitraan
• Pengertian
Universal
Nasional
Lokal-Puskesmas
• Tujuan & Manfaat

2014 | Promosi Kesehatan


UNIVERSAL
Definition
Partnership is an alliance in which individual, groups or
organizations agree to

1.Work together to fulfill an obligation


2.Undertake a specific task or meet a shared
objective,
3.Share the risks as well as the benefits,
4.Review the relationship regularly, and
5.Revise their agreement as necessary.

Successful partnerships are underpinned by three core principle


EQUITY – TRANSPARENCY – MUTUAL BENEFIT
Disadur dari conference working paper “Partnership for Health in the 21
century”, The Prince of Wales Business Leaders Forum (PWBLF)
2014 | Promosi Kesehatan
4th ICHP, Jakarta 1997.
Pengertian Universal
• Suatu bentuk ikatan kebersamaan, antara dua
atau lebih pihak yg bekerjasama untuk
mencapai tujuan
• dengan cara berbagi kewenangan dan
tanggung jawab dalam bidang Kesehatan,
• saling mempercayai,
• berbagi pengelolaan, investasi dan sumber
daya utk program Pelayanan Kesehatan,
• memperoleh keuntungan bersama dan
berbagi risiko dari kegiatan yang dilakukan.

2014 | Promosi Kesehatan


Pengertian Universal

Kemitraan dibangun atas dasar:


Kesamaan perhatian (common
interest),
Saling menghormati,
Tujuan yang jelas dan terukur
Kesediaan untuk memberikan waktu,
sumber daya, tenaga, dan Kepercayaan

2014 | Promosi Kesehatan


Nasional

• kerjasama yang sinergis antar dua (atau


lebih) pihak untuk melaksanakan sesuatu
kegiatan.
• Prinsip dasar kemitraan,
 kesetaraan,
 keterbukaan dan
 saling menguntungkan.

(Kurikulum dan Modul pelatihan fasilitator Pemberdayaan


Masyarakat di bidang Kesehatan, kerjasama antara
Kementerian Kesehatan R.I dengan Kementerian Dalam Negeri
R.I, tahun 2013)

2014 | Promosi Kesehatan


LEMBAR KERJA
Identifikasi Potensi & Lintas Sektor
Instansi Potensi Peran Program/Upaya
yang diudukung
PMD Pembangunan Penggerak, DESA SIAGA
desa Regulasi dan
Kebijakan
Dinkes Tehnis, Tehnis Fasilitasi, idem
koordinasi
Pertanian Pemanfaatan idem idem
Pekarangan
Depag Toga idem idem
Bappeda Perencana Angg idem idem
BKKBN KIE idem idem
Dinsos Program Gakin idem idem
BPBD Tekhnis idem idem

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-2

Tujuan dan Manfaat Kemitraan

2014 | Promosi Kesehatan


Tujuan Kemitraan
• Meningkatkan Sumberdaya dlm penyelenggaraan Upaya
Promosi Kesehatan di Puskesmas, sehingga beban kerja
Puskesmas menjadi lebih ringan,
• Meningkatkan daya jangkau serta kualitas upaya Promosi
Kesehatan yg diselenggarakan Puskesmas
• Meningkatkan Koordinasi, Sinkronisasi, serta Harmonisasi
penyelenggaraan Upaya Promosi Kesehatan di
Puskesmas, sehingga tidak terjadi kegiatan tumpang
tindih & upaya Promosi Kesehatan yg dilakukan lebih
efektif & efisien
• Meningkatnya efek sinergi & simbiose mutualisme antar
mitra jejaring dlm penyelengaraan Upaya Promosi
Kesehatan di Puskesmas

2014 | Promosi Kesehatan


Manfaat Kemitraan

 Diperolehnya isyu strategis,


 Mengetahui perkembangan penerapan
pelayanan minimal Promosi Kesehatan,
 Menjadi forum koordinasi pembahasan isyu
strategis pelayanan minimal Promosi Kesehatan
yg harus dilaksanakan,
 Memberikan dukungan sumberdaya utk
keharusan penerapan pelayanan minimal
Promosi Kesehatn Kabupaten/Kota/Kecamatan

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-3

Prinsip Dasar Kemitraan

2014 | Promosi Kesehatan


Prinsip Dasar Kemitraan
• Dibangun atas dasar
1. Memiliki kesamaan Visi dlm mencapai Tujuan
organisasi/lembaga
2. Ada kesepakatan/kesepahaman
3. Saling percaya & membutuhkan
4. Komitmen bersama utk mencapai Tujuan
yg lebih besar

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-4

Landasan menggalang mitra

2014 | Promosi Kesehatan


Landasan menggalang Kemitraan
• Saling memahami
 Kedudukan
 Tugas
 Fungsi &
 Struktur masing-masing
• Saling memahami Kemampuan (capacity),
• Saling Menghubungi (linkage)
• Saling Mendekati (proximity)
• Saling bersedia Membantu & Dibantu (openess)
• Saling Mendorong & Mendukung (support)
• Saling Menghargai (reward)

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-5

Langkah-langkah pembentukan
kemitraan

2014 | Promosi Kesehatan


Langkah-langkah Pembentukan Kemitraan
dan pengembangan jejaringnya
1. Penjajagan
• Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Kepala Puskesmas, sebagai
inisiator melakukan inventarisasi calon mitra berdasarkan potensi dan perannya
dalam mendukung upaya promosi kesehatan di puskemas.

2.Penyamaan Persepsi
• Penyamaan persepsi tentang upaya promosi kesehatan yang diselenggarakan
di puskesmas, serta potensi atau program dari mitra yang dapat diselaraskan
dengan program promosi kesehatan di puskemas. Penyamaan persepsi
tersebut dapat dilakukan melalui pertemuan. Dengan demikian pihak puskemas
maupun mitra saling mengetahui potensi, peran serta program kerjanya masing-
masing dalam mendukung upaya promosi kesehatan di puskemas meliputi
kegiatan advokasi, KIE maupun pemberdayaan masyarakat dalam
meningkatkan sumberdaya serta kinerja puskesmas.
3.Perumusan serta penyusunan ruang lingkup upaya promosi
kesehatan
• Setiap mitra merumuskan dan menyusun ruang lingkup upaya promosi
kesehatan yang terkait dengan upaya kesehatan wajib maupun upaya
kesehatan pengembangan/ pilihan yang ada di puskemas

2014 | Promosi Kesehatan


Langkah-langkah Pembentukan Kemitraan
dan pengembangan jejaringnya
4.Pembentukan dan penetapan jejaring kemitraan dan
pengembangan jejaringnya
• Penetapan jejaring kemitraan dalam bentuk Surat
Keputusan Bupati/Walikota/ Camat.
5.Penyusunan program kerja kemitraan dan
pengembangan jejaringnya
• Mengacu pada surat penetapan jejaring kemitraan
tersebut, maka kegiatan selanjutnya adalah menyusun
program kerja atau rencana aksi, meliputi : tujuan,
kegiatan, waktu serta peran anggota jejaring kemitraan
berdasarkan kesepakatan bersama. Disamping itu juga
menetapkan serta menyepakati mekanisme kerja jejaring
kemitraan yang sudah mulai terbangun.
2014 | Promosi Kesehatan
Langkah-langkah Pembentukan Kemitraan
dan pengembangan jejaringnya
6.Pelaksanaan kegiatan
• Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana
aksi dan kesepakatan yang telah dibuat untuk
mendukung upaya promosi kesehatan di
puskesmas dalam pencapaian target SPM.
7.Pemantauan dan Penilaian
• Pemantauan dan penilaian dilakukan untuk
melihat apakah pelaksanaan kegiatan sesuai
dengan rencana, seberapa jauh pencapaian
penerapan SPM, permasalahan apa yang
ditemukan dan solusi yang ditawarkan.

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-6
Mekanisme kerja kemitraan

2014 | Promosi Kesehatan


Mekanisme kerja kemitraan dan
pengembangan jejaringnya
1. Pertemuan forum rutin antar anggota jejaring.
Anggota jejaring secara bersama-sama atau bergantian
harus mengupayakan mekanisme pertukaran informasi
dan pengalaman melalui semiloka/lokakarya dengan
melibatkan seluruh anggota jejaring secara periodik.
2. Komunikasi reguler melalui sarana komunikasi.
Perkembangan di bidang teknologi informasi sangat
membantu kecepatan dan efisiensi kerja suatu
organisasi. Jejaring harus mengoptimalkan penggunaan
teknologi canggih [melalui telpon/ fax/ surat elektronik
(e-mail)/ konferensi jarak jauh (telekonferensi)/internet,
dll.]. Hal ini untuk memperlancar dan memfasilitasi
komunikasi antar anggota jejaring.

2014 | Promosi Kesehatan


Mekanisme kerja kemitraan dan
pengembangan jejaringnya
3. Pengembangan data dasar (infobase) lokal, terkait
dengan upaya advokasi
• Data dasar adalah informasi utama yang diperlukan untuk kegiatan
advokasi SPM dan merupakan acuan dalam memperoleh materi kit
advokasi. Salah satu kunci sukses adalah terdokumentasinya pengalaman
dan keberhasilan penerapan SPM bidang kesehatan di
kabupaten/kota/kecamatan.
4. Situs internet jejaring advokasi
• Anggota jejaring dapat berkomunikasi secara lebih efektif dan efisien
melalui internet sebagai bentuk fasilitasi terhadap anggota dan masyarakat
untuk memperoleh informasi tentang perkembangan terkini advokasi,
pemberdayaan masyarakat untuk penerapan SPM bidang kesehatan.
5. Upaya fasilitasi peningkatan kapasitas dan
kompetensi sumber daya manusia dan infrastruktur.
• Jejaring kemitraan menyiapkan informasi yang dapat diakses oleh setiap
anggota jejaring untuk memperoleh bantuan teknis dan pendampingan
dalam pelaksanaan upaya advokasi, pemberdayaan masyarakat an
kemitraan untuk penerapan SPM bidang kesehatan.

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-7
Peran Mitra

2014 | Promosi Kesehatan


Peran Mitra
•. Peran mitra

INISIATOR

DUKUNGAN MOTOR/
SUMBER DINAMISATOR
DAYA

PEMASOK
INPUT FASILITATOR
TEKNIS

PESERTA ANGGOTA
KREATIF AKTIF

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-8
Pemangku kepentingan
(Stakeholders) terkait dalam
pengembangan Desa dan
Kelurahan Siaga aktif

2014 | Promosi Kesehatan


Pemangku kepentingan terkait atau kemitraan
dlm pengembangan Desa & Kelurahan siaga
aktif mempunyai peran sebagai berikut

1. Peran Pemangku - kepentingan di


Kecamatan dan di Desa/Kelurahan
 Integrasi pelaksanaan pengembangan dan kebijakan desa dan
kelurahan siaga aktif dengan pemberdayaan masyarakat terkait
 Membentuk forum desa/kelurahan siaga tingkat kecamatan,
 Menyelenggarakan Sistim Informasi Desa Siaga terintegrasi dalam
sistim Informasi Pembangunan desa/kelurahan.
2.Peran Puskesmas
 Menggerakkan masyarakat desa
 Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar
 Menggalang komitmen dan kerja sama tim di tingkat
kecamatan dan desa/kelurahan
 Monitoring
2014 | Promosi Kesehatan
Pemangku kepentingan terkait atau kemitraan dalam
pengembangan Desa dan Kelurahan siaga aktif
mempunyai peran sebagai berikut
3. Peran Kepala Desa/Kelurahan
 Menerbitkanperaturan desa dan kelurahan untuk
pengembangan desa/kelurahan siaga aktif,
 Mengintegrasikan Rencana Pengembangan
Desa/Kelurahan Siaga Aktif ke dalam Rencana Kerja
Pembangunan (RKP) Desa/Kelurahan.
 Mengupayakan bantuan dana dan sumber daya lain,
 Menguatkan forum Desa/Kelurahan yang sudah ada,
dengan susunan sebagai berikut:
» Ketua : Kepala Desa/Lurah
» Wakil Ketua/Sekretaris : Sekretaris Desa/Kelurahan
» Anggota : Perangkat pemerintahan Desa/Kelurahan,
Unsur organisasi kemasyarakatan seperti Tim Penggerak
PKK,KPM Desa/Kelurahan, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat
 Melaksanakan Pencatatan dan Pelaporan Desa/
Kelurahan Siaga Aktif

2014 | Promosi Kesehatan


Pemangku kepentingan terkait atau kemitraan
dlm pengembangan Desa & Kelurahan siaga
aktif mempunyai peran sebagai berikut
4. Peran Lembaga Kemasyarakatan
 Mengintegrasikan Desa/Kelurahan Siaga Aktif
 Menggerakkan dan mengembangkan partisipasi, gotong-royong
dan swadaya masyarakat dalam rangka Desa/Kelurahan Siaga
Aktif
5. Peran Tim PKK
 Berperan-aktif menyelenggarakan dan mengelola UKBM
 Penyelenggaraan Penyuluhan PHBS
6. Peran Tokoh Masyarakat
 Menggali sumber-daya, membina, menggerakkan untuk berperan
aktif dalam kegiatan Desa/Kelurahan Siaga Aktif

2014 | Promosi Kesehatan


Pemangku kepentingan terkait atau kemitraan dlm
pengembangan Desa & Kelurahan siaga aktif
mempunyai peran sebagai berikut

7. Organisasi Kemasyarakatan dan Dunia


Usaha
• Berperan aktif menyelenggarakan dukungan saran
dan dana untuk pengembangan dan penyelenggaraan
Desa/Kelurahan Siaga Aktif
8. Peran Kader Pemberdayaan
Masyarakat (KPM)
• Menyusun rencana, mengendalikan, memanfaatkan,
memelihara, menggerakkan, melaksanakan promosi
peningkatan Desa/Kelurahan Siaga Aktif bersama
Forum Desa/Kelurahan Siaga Aktif.

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-9

Pengembangan kemitraan dalam upaya


promosi kesehatan

2014 | Promosi Kesehatan


Pengembangan kemitraan dalam
upaya promosi kesehatan
1. Menghasilkan sebuah produk,
2. Mengembangkan produk,
3. Pelayanan upaya kesehatan,
4. Membangun system dan tatanan,
5. Mengembangkan masalah (issue),
6. Dalam mengembangkan pesan upaya
kesehatan,
7. Mengembangkan pengetahuan.

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-10

Kunci keberhasilan dalam kemitraan

2014 | Promosi Kesehatan


Kunci Keberhasilan dlm Kemitraan
Adanya:
• Komitmen/Kesepakatan bersama
• Kerjasama yg harmonis
• Kolaborasi yg setara
• Koordinasi yg baik
• Kepercayaan antar mitra
• Ejelasan Tujuan yg akan dicapai
• Kejelasan Peran & Fungsi dari masing-masing
mitra

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-11

Indikator keberhasilan

2014 | Promosi Kesehatan


Indikator keberhasilan jejaring
kemitraan
• Indikator Input
– Persentase mitra yang aktif dalam kegiatan jejaring
– Kecukupan dana minimal untuk melaksanakan kegiatan jejaring
• Indikator Proses
– Kontribusi mitra dalam upaya promosi kesehatan untuk mendukung
pencapaian pelayanan minimal Promkes di Puskesmas
– Frekuensi pertemuan jejaring per tahun
– Jumlah dan jenis kegiatan promosi kesehatan , meliputi advokasi,
pemberdayaan masyarakat dan KIE yang dilakukan oleh jejaring per
tahun
• Indikator Output
– Jumlah UKBM
– Jumlah dan kualitas Desa/Kelurahan Siaga Aktif
– Jumlah kebijakan (Perda/SK/SE/SKB/Instruksi/MOU) yang dihasilkan
untuk mempercepat penerapan dan pencapaian pelayanan minimal
Promkes di Puskesmas per tahun

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-12

Etika dalam melakukan kegiatan


kemitraan

2014 | Promosi Kesehatan


Etika dalam melakukan kegiatan
Kemitraan

1. Saling menghormati, saling menghargai,& mentaati


kesepakatan yg telah dibuat bersama
2. Melakukan kegiatan Kemitraan secara terbuka &
bertindak proaktif utk membahas kemajuan &
permasalahan yg ada,
3. Menghargai hasil kerja mitranya,
4. Memenuhi hak & kewajiban sesuai dgn jadwal waktu
5. Melakukan kegiatan sesuai dgn aturan & perundangan
yg berlaku
6. Mengutamakan musyawarah-mufakat dlm
menyelesaikan masalah secara bersama

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Pokok bahasan 2:
Merancang dan Mengembangkan
jejaring kemitraan dalam upaya
promosi kesehatan.

2014 | Promosi Kesehatan


Pokok Bahasan-2
• Kegiatan merancang pengembangan
jejaring kemitraan dengan:
1. lintas sektor,
2. swasta/dunia usaha serta
3. organisasi kemasyarakatan
dalam upaya promosi kesehatan di
puskesmas, mengacu pada langkah-
langkah pembentukan/ pengembangan
jejaring kemitraan, tersebut diatas.

2014 | Promosi Kesehatan


Pengertian Jejaring
Suatu sistem yg saling mendukung dlm berbagi
informasi & jasa diantara individu-individu atau
kelompok yg memiliki minat yg sama.
Jejaring kemitraan/jejaring kerja/sering disebut
partnership, merupakan suatu bentuk
persekutuan antara dua pihak/lebih yg
membentuk satu ikatan kerjasama di suatu
bidang usaha tertentu/tujuan tertentu sehingga
dapat memperoleh hasil yg lebih baik.

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-2
Pengembangan jejaring kemitraan dengan
lintas sektor

2014 | Promosi Kesehatan


Pengembangan jejaring kemitraan
dengan lintas sektor
Penyusunan rencana kegiatan
pengembangan jejaring kemitraan
dengan lintas sektor dalam upaya
promosi kesehatan
• Puskesmas membuat rencana kegiatan
pengembangan jejaring kemitraan dengan lintas
sektor dalam upaya promosi kesehatan
mendukung pencapaian SPM.

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-3
Pengembangan jejaring kemitraan
dengan swasta

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok Bahasan-4

Pengembangan jejaring kemitraan dengan


organisasi kemasyarakatan

2014 | Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Sub-pokok bahasan 4:
Identifikasi serta penjajagan potensi dan
peran organisasi kemasyarakatan
potensial

2014 | Promosi Kesehatan


Sub-pokok Bahasan-3
Pengembangan jejaring kemitraan dengan organisasi
kemasyarakatan

Identifikasi serta penjajagan potensi


dan peran organisasi kemasyarakatan
potensial

• Puskesmas melakukan identifikasi pihak organisasi


kemasyarakatan potensial yang dapat berkontribusi atau
mendukung upaya promosi kesehatan dalam upaya
kesehatan wajib maupun upaya kesehatan
pengembangan/pilihan untuk pencapaian pelayanan
minimal Promkes.

2014 | Promosi Kesehatan


Pengembangan jejaring kemitraan dengan
organisasi kemasyarakatan
 Penyusunan rencana kegiatan
pengembangan jejaring kemitraan
dengan organisasi kemasyarakatan
dalam upaya promosi kesehatan
• Puskesmas membuat rencana kegiatan
pengembangan jejaring kemitraan
dengan organisasi kemasyarakatan
dalam upaya promosi kesehatan
mendukung pencapaian pelayanan
minimal Promkes.
2014 | Promosi Kesehatan
KHOBCAI
KHOBKUN
KYAYZU TINBARTE
SALAMAT PO
SIE-SIE
OBRIGADO BARAK THANK YOU !
CAO NG
SUKRIYA DOSTO
KAMSA HAMIDAH
ARIGATO GOZAIMAS TERIMA KASIH!

2014 | Promosi Kesehatan