You are on page 1of 37

PENERAPAN KREDENSIAL

DI RUMAH SAKIT & DAMPAKNYA


TERHADAP PT KEPERAWATAN
BERDASARKAN PERMENKES Nomor: 49 Tahun 2013
ACUAN NORMATIF
1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah;
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan;
4. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2012 tentang Rumah Sakit;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 49/2013 tentang Komite
Keperawatan di Rumah Sakit;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
HK.02.02/MENKES/148/I/2010 tentang Izin dan
Penyelenggaraan Praktik Perawat sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2013
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
1796/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Registrasi Tenaga
Kesehatan.
ISTILAH & DEFINISI
• Komite Keperawatan
Wadah non-struktural rumah sakit yang mempunyai
fungsi utama mempertahankan dan meningkatkan
profesionalisme tenaga keperawatan melalui
mekanisme kredensial, penjagaan mutu profesi, dan
pemeliharaan etika dan disiplin profesi.
• Rumah Sakit
Institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna
yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan,
dan gawat darurat.
ISTILAH & DEFINISI
• Kewenangan Klinis Tenaga Keperawatan
Uraian intervensi keperawatan dan kebidanan yang
dilakukan oleh tenaga keperawatan berdasarkan area
praktiknya.
• Penugasan Klinis
Penugasan kepala/direktur Rumah Sakit kepada tenaga
keperawatan untuk melakukan asuhan keperawatan
atau asuhan kebidanan di Rumah Sakit tersebut
berdasarkan daftar Kewenangan Klinis.
ISTILAH & DEFINISI
• Kredensial
Proses evaluasi terhadap tenaga keperawatan untuk
menentukan kelayakan pemberian Kewenangan Klinis.
• Rekredensial
Proses re-evaluasi terhadap tenaga keperawatan yang
telah memiliki Kewenangan Klinis untuk menentukan
kelayakan pemberian Kewenangan Klinis tersebut.
ISTILAH & DEFINISI
• Peraturan Internal Staf Keperawatan
Aturan yang mengatur tata kelola klinis untuk menjaga
profesionalisme tenaga keperawatan di Rumah Sakit.
• Audit Keperawatan
Upaya evaluasi secara profesional terhadap mutu
pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien
dengan menggunakan rekam medisnya yang
dilaksanakan oleh profesi perawat dan bidan.
ISTILAH & DEFINISI
• Mitra Bestari
Sekelompok tenaga keperawatan dengan reputasi dan
kompetensi yang baik untuk menelaah segala hal yang
terkait dengan tenaga keperawatan.
• Buku Putih
Dokumen yang berisi syarat-syarat yang harus dipenuhi
oleh tenaga keperawatan yang digunakan untuk
menentukan Kewenangan Klinis.
KOMITE KEPERAWATAN
TUJUAN:
• Meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan
serta mengatur tata kelola klinis yang baik agar mutu
pelayanan keperawatan dan pelayanan kebidanan
yang berorientasi pada keselamatan pasien di Rumah
Sakit lebih terjamin dan terlindungi.
• Mewujudkan tata kelola klinis yang baik
STRUKTUR KOMITE KEPERAWATAN

DIREKTUR RS

KETUA KOMITE
KEPERAWATAN

SEKRETARIS KOMITE

SUB KOMITE MUTU SUB KOMITE SUB KOMITE ETIK &


PROFESI KREDENSIAL DISIPLIN PROFESI
STRUKTUR KOMITE KEPERAWATAN

melakukan audit
keperawatan dan DIREKTUR RS
merekomendasikan
kebutuhan
pengembangan
profesional KETUA KOMITE
berkelanjutan bagi KEPERAWATAN
tenaga keperawatan

SEKRETARIS KOMITE

SUB KOMITE MUTU SUB KOMITE SUB KOMITE ETIK &


PROFESI KREDENSIAL DISIPLIN PROFESI
STRUKTUR KOMITE KEPERAWATAN

DIREKTUR RS merekomendasikan
Kewenangan Klinis yang
adekuat sesuai
KETUA KOMITE kompetensi yang dimiliki
setiap tenaga
KEPERAWATAN keperawatan

SEKRETARIS KOMITE

SUB KOMITE MUTU SUB KOMITE SUB KOMITE ETIK &


PROFESI KREDENSIAL DISIPLIN PROFESI
STRUKTUR KOMITE KEPERAWATAN

DIREKTUR RS

merekomendasikan
KETUA KOMITE pembinaan etik dan
KEPERAWATAN disiplin profesi

SEKRETARIS KOMITE

SUB KOMITE MUTU SUB KOMITE SUB KOMITE ETIK &


PROFESI KREDENSIAL DISIPLIN PROFESI
FUNGSI KREDENSIAL
KOMITE KEPERAWATAN
1. menyusun daftar rincian Kewenangan Klinis dan Buku
Putih;
2. melakukan verifikasi persyaratan Kredensial;
3. merekomendasikan Kewenangan Klinis tenaga
keperawatan;
4. merekomendasikan pemulihan Kewenangan Klinis;
5. melakukan Kredensial ulang secara berkala sesuai waktu
yang ditetapkan;
6. melaporkan seluruh proses Kredensial kepada Ketua
Komite Keperawatan untuk diteruskan kepada
kepala/direktur Rumah Sakit
FUNGSI PEMELIHARAAN MUTU
PROFESI
KOMITE KEPERAWATAN
1. menyusun data dasar profil tenaga
keperawatan sesuai area praktik
2. merekomendasikan perencanaan
pengembangan profesional berkelanjutan
tenaga keperawatan;
3. melakukan audit keperawatan dan kebidanan;
dan
4. memfasilitasi proses pendampingan sesuai
kebutuhan
FUNGSI PENJAGAAN DISIPLIN &
ETIKA PROFESI KOMITE
KEPERAWATAN
1. melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga
keperawatan;
2. melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga
keperawatan;
3. merekomendasikan penyelesaian masalah pelanggaran
disiplin dan masalah etik dalam kehidupan profesi dan
pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan;
4. merekomendasikan pencabutan Kewenangan Klinis; dan
5. memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan
etis dalam asuhan keperawatan dan kebidanan
KEWENANGAN
KOMITE KEPERAWATAN
1. memberikan rekomendasi rincian Kewenangan Klinis;
2. memberikan rekomendasi perubahan rincian
Kewenangan Klinis;
3. memberikan rekomendasi penolakan Kewenangan Klinis
tertentu;
4. memberikan rekomendasi surat Penugasan Klinis;
5. memberikan rekomendasi tindak lanjut audit keperawatan
dan kebidanan;
6. memberikan rekomendasi pendidikan keperawatan dan
pendidikan kebidanan berkelanjutan; dan
7. memberikan rekomendasi pendampingan dan
memberikan rekomendasi pemberian tindakan disiplin
PROSEDUR KREDENSIAL
1. Perawat mengajukan permohonan kepada Ketua Komite
Keperawatan untuk memperoleh kewenangan klinis.
2. Ketua Komite Keperawatan menugaskan kepada Subkomite
Kredensial untuk melakukan proses kredensial.
3. Subkomite Kredensial membentuk panitia adhoc untuk melakukan
review, verifikasi dan evaluasi dengan metode yang telah
disepakati.
4. Subkomite memberikan laporan kepada Ketua Komite Keperawatan
hasil kredensial sebagai bahan rapat menentukan kewenangan
klinis.
5. Seluruh proses kredensial dan hasil rapat penentuan kewenangan
klinis selanjutnya dilaporkan secara tertulis oleh subkomite kredensial
kepada Ketua Komite Keperawatan untuk diteruskan kepada direktur
dan dijadikan bahan rekomendasi kepada direktur.
6. Direktur mengeluarkan Penugasan Klinis terhadap perawat/bidan
bersangkutan
SISTEM KREDENSIAL
PERAWAT DI INDONESIA
1. Kompetensi
• Uji Kompetensi adalah suatu proses untuk mengukur
pengetahuan, keterampilan, dan sikap seorang
perawat sesuai jenjangnya dalam melakukan praktik
keperawatan sesuai standar kompetensi dan standar
profesi.
2. Sertifikasi
• Sertifikat Kompetensi adalah surat tanda pengakuan
terhadap kompetensi seorang perawat untuk
menjalankan praktik keperawatan dan/atau pekerjaan
profesinya di seluruh Indonesia setelah lulus uji
kompetensi. Sertifikat Kompetensi sebagai syarat
utama pembuatan surat tanda registrasi.
SISTEM KREDENSIAL
• Registrasi adalah PERAWAT DIsuatu
INDONESIA
3. Registrasi
pencatatan resmi oleh lembaga resmi
tertentu terhadap perawat yang telah memiliki sertifikat kompetensi
dan telah mempunyai kualifikasi tertentu lainnya serta diakui secara
hukum untuk menjalankan praktik dan/atau pekerjaan profesinya.
Karena diakui secara hukum, praktik keperawatan yang diberikan
bisa dipertanggung gugat dan dipertanggungjawabkan. Registrasi
ini dalam wujud Surat Tanda Registrasi (STR). Tanpa memiliki STR,
seorang perawat tidak diperbolehkan melakukan praktik
keperawatan. Hal yang sama juga berlaku bagi tenaga medis.
Dokter yang tidak memiliki STR tidak diperbolehkan melakukan
praktik kedokteran. Uji kompetensi, Sertifikasi, dan Registrasi adalah
kebijakan dalam Permenkes no 1796 tahun 2011.
4. Lisensi
• Adalah bukti tertulis pemberian kewenangan kepada perawat
untuk menjalankan praktik keperawatan di fasilitas pelayanan
kesehatan dan/atau di tempat praktik mandiri. Lisensi ini dikeluarkan
oleh dinas kesehatan kab/kota dalam bentuk Surat Ijin Kerja
Perawat (SIKP: lisensi untuk menjalankan praktik keperawatan di
fasilitas pelayanan kesehatan) sesuai Permenkes no 17 tahun 2013,
dan Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP: lisensi untuk menjalankan praktik
keperawatan mandiri) sesuai Permenkes no 148 tahun 2010
KONSEP QUALITY ASSURANCE
PENILAIAN BAIK BURUKNYA SEBUAH
RUMAH SAKIT
1. Aspek Klinis, yaitu komponen yang menyangkut
pelayanan dokter, perawat dan terkait dengan teknis
medis.
2. Efisiensi dan efektivitas, yaitu pelayanan yang murah,
tepat guna, tidak ada diagnosa dan terapi yang
berlebihan.
3. Keselamatan pasien, yaitu upaya perlindungan
pasien dari hal-hal yang dapat membahayakan
keselamatan pasien seperti jatuh, kebakaran, dll.
4. Kepuasan Pasien, yaitu yang berhubungan dengan
kenyaman, keramahan, dan kecepatan pelayanan
MENGUKUR KEPUASAN PASIEN DI
RUMAH SAKIT
1. Kenyamanan
Aspek ini dijabarkan dalam pertanyaan tentang lokasi rumah sakit,
kebersihan, kenyamanan ruangan, makanan dan minuman, peralatan
ruangan, tata letak, penerangan, kebersihan WC, pembuangan sampah,
kesegaran ruangan dll.
2. Hubungan pasien dengan petugas Rumah Sakit
Dapat dijabarkan dengan pertanyaan yang menyangkut keramahan,
informasi yang diberikan, sejauh mana tingkat komunikasi, responsi,
support, seberapa tanggap dokter/perawat di ruangan IGD, rawat jalan,
rawat inap, farmasi, kemudahan dokter/perawat dihubungi, keteraturan
pemberian meal, obat, pengukuran suhu dsb.
3. Kompetensi teknis petugas
Dapat dijabarkan dalam pertanyaan kecepatan pelayanan pendaftaran,
ketrampilan dalam penggunaan teknologi, pengalaman petugas medis,
gelar medis yang dimiliki, terkenal, keberanian mengambil tindakan, dsb.
4. Biaya
Dapat dijabarkan dalam pertanyaan kewajaran biaya, kejelasan
komponen biaya, biaya pelayanan, perbandingan dengan rumah sakit
yang sejenis lainnya, tingkat masyarat yang berobat, ada tidaknya
keringan bagi masyarakat miskin. dsb
INSTRUMEN SISTEM
KREDENSIAL PRAKTIK
KEPERAWATAN
1. Tersertifikasinya tenaga Asesor Kompetensi yang
kompeten mengelola dan melaksanakan asesmen
(uji kompetensi) dengan penguasaan pada standar:
• TAA.ASS.401.C: Plan & Organize Assessment
• TAA.ASS.402.C: Assess Competency
• TAA.ASS.403.B: Develop Assessment Tools
2. Tersusunnya Dokumen Sistem Mutu Kelembagaan
Sertifikasi di RSUD, berupa:
• Panduan Mutu Sertifikasi
• Standar Operating Procedures
• Work Instructions
• Formulir
• Dokumen Penunjang Sertifikasi
INSTRUMEN SISTEM KREDENSIAL
PRAKTIK KEPERAWATAN
3. Tersertifikasinya Tenaga Auditor Mutu (Asesor Lisensi) yang kompeten dalam
mengawal kredibilitas dan profesionalitas penyelenggaraan sistem kredensial
keperawatan di RSUD yang menguasai Teknik Audit ISO-19011/2012.

4. Tersusunnya direktori (profil) kompetensi bidang keperawatan berdasarkan


level jenjang karir pada area praktik keperawatan, seperti misalnya:
a. Keperawatan Anak i. Keperawatan Onkologi
b. Keperawatan Neonatus j. Keperawatan Hematologi
c. Keperawatan Gawat darurat k. Keperawatan Pengendali Infeksi
d. Keperawatan Intensif l. Keperawatan HIV/AIDS dan TB
e. Keperawatan Penyakit dalam, m. Keperawatan Maternitas
f. Keperawatan Geriatri n. Keperawatan Gigi
g. Keperawatan Bedah o. Kamar Bersalin
h. Keperawatan Kamar Bedah p. Dll…
INSTRUMEN SISTEM
KREDENSIAL PRAKTIK
KEPERAWATAN
5. Tersusunnya sitem asesmen kompetensi yang terdiri atas:
• Dokumen Standar Kompetensi
• Dokumen Skema Asesmen
• Dokumen Perencanaan dan
Pengorganisasian Asesmen
• Dokumen Perangkat-perangkat asesmen
• Dokumen Standar prosedur-prosedur
operasional Pelaksanaan asesmen
• Dokumen Perangkat validasi asesmen
• Dokumen Perangkat-perangkat credentialing
• Dokumen Pedoman Credentialing
INSTRUMEN SISTEM
6. KREDENSIAL
Teridentifikasinya data PRAKTIK
pekerjaan perawat
7. Tersusunnya uraian pekerjaanKEPERAWATAN
perawat
8. Teridentifikasinya kompetensi
9. Tersusunnya profil kompetensi
10. Tersusunnya standar kompetensi
11. Tersusunnya skema asesmen
12. Tersusunnya rencana asesmen
13. Tersusunya perangkat asesmen
14. Tersusunnya pedoman pelaksanaan asesmen
kompetensi
15. Tersusunnya perangkat validasi asesmen
16. Tersusunnya pedoman kredentialing
17. Tersusunnya pedoman sosialisasi dan tindak lanjut
PENAHAPAN PROGRAM
A. FASE INISIASI
1. Workshop Awareness
2. Seminar Sadar Mutu (Quality Awareness
Workshop)
3. Pengembangan Kepemimpinan Mutu
4. Menetapkan Tujuan Peningkatan Mutu
5. Menyusun Rencana Stratejik Dan
Operasional
PENAHAPAN PROGRAM
B. FASE TRANSFORMASI
1. Pemilihan proses prioritas yang akan ditingkatkan
dalam bentuk proyek percontohan.
2. Pembentukan kelompok kerja yang kompeten
terhadap proses tersebut.
3. Identifikasi anggota untuk masing masing kelompok
kerja.
4. Proses dalam kelompok kerja untuk melakukan
perbaikan yang berkesinambungan dengan siklus
PDCA atau PDSA.
5. Pelatihan penyusunan standar dan dokumentasi
mutu.
6. Pelatihan internal audit mutu and corective action.
7. Pelatihan manajemen stratejik.
8. Evaluasi
PENAHAPAN PROGRAM
C. FASE INTEGRASI
1. Mengintegrasikan pelaksanaan CQI pada seluruh
jajaran organisasi.
2. Membentuk dan mempertahankan komitmen terhadap
mutu melalui optimalisasi dan proses perbaikan yang
berkesinambungan.
3. Pelatihan pada seluruh karyawan.
4. Penetapan indikator mutu.
5. Pengembangan sistem surveilance dan evaluasi mutu
yang tepat.
6. Penerapan proses perbaikan mutu yang
berkesinambungan pada semua unit dan lintas unit
dengan membentuk kelompok kerja yang mandiri
1. Akreditasi Rumah Sakit END PROGRAM
suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah kepada
rumah sakit karena telah memenuhi standar mutu yang
ditentukan. Akreditasi pada dasarnya adalah proses menilai
RSUD sejauh mana telah menerapkan standar
2. Persiapan Akreditasi
dilakukan oleh rumah sakit dimulai dengan membentuk
Pokja (Kelompok Kerja) untuk masing-masing bidang
pelayanan, misalnya: Pokja Yan Gawat Darurat, Pokja Yan
Medis, Pokja Keperawatan, dsb
3. Akreditasi ISO 9001:2008
memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara efektif dan
efisian untuk memberikan pelayanan terbaik yang
melampaui harapan pelanggan
TRAINING UNTUK PERSIAPAN
AKREDITASI

PERAWAT BIDAN
• BTCLS / PPGD • PPGDON
• PPI • PPI
• MANAJEMEN & • APN
KEPEMIMPINAN BANGSAL • MANAJEMEN &
• CLINICAL INSTRUCTOR KEPEMIMPINAN BANGSAL
• SE • CLINICAL INSTRUCTOR
• SE
TRAINING UNTUK PERSIAPAN
AKREDITASI
(NON NAKES)
• PPI
• SE
• BLS
PENDAMPINGAN – SIMULASI
AKREDITASI

• PELATIHAN PESIAPAN AKREDITASI


• PENDAMPINGAN PERSIAPAN AKREDITASI
• SIMULASI PERSIAPAN AKREDITASI
• FINALISASI SISTEM DAN DOKUMEN PERSIAPAN
ERAKREDITASI
• EVALUASI PERSIAPAN AKREDITASI
• PELAKSANAAN AKREDITASI
• EVALUSAI SUMATIF AKREDITASI
PEMELIHARAAN KOMPETENSI
SDM & ORG
• REORIENTASI
• RETRAINING
• REORGANIZING
• TO BUILT CORPORATE CULTURE  PKOPO  HCHPO
• KEUNGGULAN DAYA SAING  KM
• RENUMERASI
DAMPAK TERHADAP PT
KEPERAWATAN
• Proses  dasarnya standar kompetensi (memiliki
Kompetensi yang kompeten)  OUTCOMES (RS)
• Sertifikasi  sertifikat kompetensi sbgai prasyarat utk
registrasi ( oleh PT bekerjasama dg LSP atau badan
hukum )
• Registrasi  wujud nyata STR (oleh badan hukum /
MTKP/MTKI) – saat ini
• Lisensi  SIKP (praktek di yankes) atau SIPP (praktek
mandiri)  dikeluarkan oleh pemerintah (Dinkes)
DAMPAK
TERHADAP LULUSAN

KEPERAWATAN
Bisa berpraktek bila : memiliki lisensi (SIKP atau SIPP)
• Dosen bisa membimbing bila mempunyai sertifikat CI (PK-1)

•? bila bekerja tanpa memiliki SIKP atau SIPP.

•? sebagai CI bila tidak memiliki sertifikat CI

•? sebagai karu bila tidak bersertifikat karu (kepemimpinan


dan manajemen bangsal)
• Dosen PT Kep mengacu kpd Sisdiknas, STANDAR dampaknya
bila tdk STANDAR , lulusannya bisa tdk diakui secara legal
Yang tidak berlisensi  Penyisiran oleh POLRI  ranah Hukum Pidana
TERIMA
KASIH