You are on page 1of 31

Bismillahirrahmanirrahiim..

Upper and Lower Limbs

Anindya Khairunnisa Zahra - Annisaa’ Pelita Harti - Prenali Dwisthi Sattwika
Upper Limb
Winged Scapula: Shoulder Separation
• Cedera n. thoracis longus  paralisis m. serratus
anterior  bagian medial-inferior scapula bergerak ke Grade 2
lateral dan posterior menjauhi dinding thorax 
scapula tampak seperti sayap (terutama saat
mengangkat lengan).

Shoulder Separation:
• Dislokasi art. Acromioclavicula. Terjadi bila terjadi
ruptur lig. acromioclavicular dan lig. coracoclavicular
 bahu terpisah dari clavicula dan jatuh.

Grade 3
Dislokasi art. glenohumeral:
• Dislokasi >> ke arah inferior, krn ada arcus
coraco-acromial dan rotator cuff  cegah
dislokasi ke superior.
• Dibagi menjadi: dislokasi anterior dan
posterior, tergantung gerakan caput humeri thd
tuberculum infraglenoidale.

Tendinopathy and Impingement of rotator
cuff:
• Rotator cuff muscles: m. supraspinatus, m.
infraspinatus, m. teres minor, dan m.
subscapularis  fiksasi art. glenohumeral.
• Cedera >> pada tendo m. supraspinatus 
tidak bisa menginisiasi abduksi.
• Degenerative tendinitis of rotator cuff: krn
repetitive use (misal baseball pitcher)
• Impingement of rotator cuff:
m. rotator cuff bergesekan dgn arcus
coracoacromial  inflamasi.
Fraktur clavicula: Fraktur scapula:
>> di 1/3 lateral, pada anak2. Banyak terjadi pada acromion.
• Fragmen medial clavicula terangkat
krn m. SCM, fragmen lateral jatuh Fraktur scaphoid:
(shoulder drop), dan proksimal humerus Fraktur carpal tersering.
tertarik ke medial krn m. pectoralis major. Fraktur – avaskuler – nekrosis –
• Pada anak, fraktur terjadi inkomplit, degenerasi; diTx bedah penyatuan
disebut greenstick fracture. os carpal = arthrodesis

Fraktur Humerus: Fraktur hamatum:
• >> di collum chirurgicum, pada lansia Bisa melukai n. et a. ulnaris
osteoporosis.
• Pada tuberculum majus : avulsion Fraktur metakarpal:
fracture. Fraktur metakarpal 5 (boxer’s
• Direct contact bagian humerus dgn fracture)
nervus:
1) collum chirurgicum: n. axillaris, Fraktur falang:
2) sulcus radialis: n. radialis, Distal – comminuted, painful
3) akhir distal: n. medianus, hematome. Proksimal – hati2
4) epicondylus medial: n. ulnaris tendon flexor
Humeral fracture

Clavicle fracture

Scaphoid fracture
Colles’ Fracture:
Subluksasi caput radii (Incomplete
Fraktur distal radius dimana fragmen dislocation):
distal terdorong ke dorsal, sering = Nursemaid’s elbow, pulled elbow
disertai fraktur proc. styloideus ulna >> Anak kecil, perempuan.
 dinner fork deformity.
>> wanita tua, osteoporosis, jatuh
bertumpu pd tangan (dorsifleksi).

Smith’s Fracture:
Fraktur distal radius dimana fragmen
distal terdorong ke dorsal (kebalikan
Colles)

Galleazzi’s Fracture:
Fraktur corpus radius dengan
dislokasi ujung distal ulna
Nursemaid’s elbow
Monteggia’s Fracture:
Fraktur corpus ulna dengan dislokasi
caput radii.
Monteaggi’s fracture
Galeazzi’s fracture
Claw Hand
Claw Hand (main en griffe):
Karena lesi n.ulnaris bagian distal 
atrofi m. interosseus tangan dengan
hiperekstensi art. metacarpophalangeal
dan fleksi art. interphalangeal

Drop Hand/ Wrist Drop:
Karena lesi pada n. radialis  paralisis Drop Hand
extensor pergelangan tangan dan jari2

Ape hand:
Karena lesi n. medianus  deformitas
dgn ekstensi ibu jari di bidang yg sama
dgn telapak dan jari

Ape Hand
Obstetrical Hand (accoucheur’s hand):
Posisi tangan pada tetanus atau muscular dystrophy; jari terfleksi pada
art. metacarpophalangeal dan terekstensi pada art. phalangeal,
dengan ibu jari terfleksi dan adduksi ke telapak tangan, seperti tangan
saat vaginal exam.

Volkmann’s Contracture:
• Deformitas fleksi pada jari tangan, dan kadang pergelangan tangan,
tungkai bawah, juga kaki.
• Compartment syndrome → ischemia → nekrosis irreversibel jaringan
otot → pemendekan otot secara permanen → fleksi terus menerus.
Lateral humeral epicondylitis
(tennis elbow):
Penggunaan berulang otot2
extensor superficial antebrachii
→ inflamasi epicondylus lateral
(tempat perlekatan dari tendo Tennis Elbow
otot2 extensor)

Dupuytren’s Contracture

Dupuytren’s Contracture:
Fascia dan aponeurosis
palmaris memendek,
menebal, dan fibrosis →
menarik jari 4 dan 5
sehingga mengalami
fleksi parsial.
Grade 1 Grade 2 Grade 3
Cubital Tunnel syndrome:
Penekanan n. ulnaris saat melewati cubital tunnel.
Cubital tunnel = saluran yang terbentuk oleh arcus tendineus m. flexor
carpi ulnaris yang mengubungkan humerus dan ulna.
Tanda gejala: lesi n. ulnaris pada sulcus ulnaris di posterior epycondylus
medialis.

Guyon Tunnel Syndrome:
Penekanan n. ulnaris saat melewati canalis ulnaris (Guyon tunnel).
Guyon tunnel = saluran yanng dibentuk oleh os pisiform dan hammulus os
hammati

Carpal Tunnel Syndrome:
Penekanan struktur-struktur yang melewati carpal tunnel (canalis carpalis),
terutama n. medianus.
Canalis carpalis = saluran yang berada di pergelangan tangan dan dibentuk
oleh os carpal dan retinaculum flexorum.
Tanda gejala: paresthesia, hypoesthesia, atau anesthesia pada 3 ½ lateral
jari tangan
Cubital Tunnel
Syndrome

GuyonTunnel
Syndrome

Carpal Tunnel
Syndrome
Ectrodactyly
Polydactyly : Jumlah jari tangan/kaki >5

Syndactyly: Jari-jari menyatu, bisa membranosa
(dihubungkan membran, seperti kaki bebek)
atau osseosa (tulangnya ikut menyatu).

Ectrodactyly: Kelainan kongenital dimana tidak
terdapat 1/lebih jari. Disebut juga split
hand/foot, atau capit lobster.

Polydactyly Syndactyly
Amelia: Tidak ada salah satu anggota
gerak atau keduanya secara kongenital.

Meromelia: Ada anggota gerak, tapi
tidak sempurna (kongenital), misal:
phocomelia, hemimelia.
Phocomelia
Phocomelia: Anomali meromelia yang
ditandai dengan tidak adanya bagian
proksimal 1 ekstremitas / lebih 
kaki/tangan langsung melekat pada
batang tubuh melalui tulang kecil yang
ireguler.
Lower Limb
Coxa vara:
Penurunan sudut inklinasi antara
collum femoris dan corpus femoris.

Coxa valga:
Peningkatan sudut inklinasi antara
collum femoris dan corpus femoris.
Coxa vara Normal Coxa valga
Fraktur femur: (<120O) (120O -135O) (>135O)
• >> di collum femoris, terutama pada
wanita tua dgn osteoporosis. Femoral neck fracture
• Bisa juga terjadi interthrochanterica,
intracapsular, spiral (di corpus), dll.
• Fraktur caput femoris: rotasi lateral
lower limb & gangguan supply darah →
aseptic vascular necrosis.
Fraktur tibia: Fraktur fibula:
• >> di corpus pada bagian 1/3 • >> di bagian distal (2-6 cm
distal (paling sempit) proksimal dari malleolus
• Tipe fraktur: 1) open, lateralis) dan berhubungan
2) transverse stress (march), dengan ankle injury
atau 3) diagonal. • Fraktur malleolus medial
Fraktur calcaneus: (tibia) et lateral (fibula) → >>
Biasanya comminuted fracture pada pemain sepakbola dan
(remuk) krn jatuh pada tumit basket
Clergyman’s knee: edema yang terjadi pada ujung
proximal tibia, yang terjadi pada bursitis infrapatela
subcutan yang disebabkan oleh friksi berlebih antara
kulit dan tuberositas tibia

Housemaid’s knee: prepatelar bursitis dengan distensi
bursa karena penumpukan dan membentuk
pembengkakan didepan lutut.

Patellar dislocation: Dislokasi
patella, biasanya ke arah lateral.
Knee arthroscopy:
Arthroscopy
Visualisasi bagian dalam cavitas synovialis
sendi lutut. Bisa juga digunakan untuk
debridement dan perbaikan ligamen.

Aspirasi articulatio genu (sendi lutut):
Mengambil cairan pada sendi, misalnya pada
effusi sendi.

Knee replacement arthroplasty: Prosedur
penggantian sendi lutut dengan sendi buatan,
misalnya pada osteoarthritis

Aspirasi

Arthroplasty
Genu valgum (knock-knee):
Angulasi lateral dari tungkai bawah terhadap paha.
Karena tekanan di bagian lateral lutut jadi lebih besar maka bagian
ini jadi rawan mengalami arthrosis (destruksi kartilago sendi).
Genu varum (bowleg) :
Angulasi medial dari
tungkai bawah terhadap
paha.
Karena tekanan di
bagian medial lutut jadi
lebih besar maka bagian
ini jadi rawan
mengalami arthrosis
(destruksi kartilago
sendi).
Ankle Sprain
merupakan injury pada ligamentum pada ankle. Dibagi menjadi
eversion dan inversion sprain
Inversion Sprain Eversion Sprain
Terjadi saat pedis mengalami putar Terjadi saat pedis mengalami putar
paksa di mana telapak kaki paksa di mana telapak kaki
mengarah ke medial mengarah ke lateral
Letak cedera : ligamentum lateral Letak cedera : ligamentum medial

Inversion sprain Eversion sprain
Pott’s fracture
• Peregangan ligamentum deltoideum yang kuat →
fraktur malleolus medialis → talus bergeser ke lateral →
mengikis lepas malleolus lateralis, atau menyebabkan
patahnya fibula di bagian proksimal dari articulatio
tibiofibularis inferior.
• Dislokasi-fraktur pada
pergelangan kaki ini sering
disebut Pott’s Fracture
Compartement syndrome :
• Peningkatan tekanan
jaringan dalam ruang
anatomis berbatas → jepit
vasa dan saraf → otot
ischemia→ nekrosis →
nyeri, kelemahan otot,
hilangnya sensorik, dan
ketegangan yang dapat
diraba pada ruang yang
bersangkutan.
Fasciotomy :
Prosedur bedah insisi/
transeksi fascia dengan
tujuan dekompresi
(mengurangi tekanan di
kompartemen)
Intramuscular Gluteal Injection:
• Aman bila dilakukan pada kuadran
superolateral gluteus atau superior
terhadap garis penguhubung antara
SIAP dan trochanter mayor.
• Dapat dilakukan juga pada daerah
anterolateral, dimana jarum
menembus pada tensor fascia lata.
Jari telunjuk ditempelkan pada
SIAS,jari tengah menempel di
tuberculum illiacum  injeksi di
area segitiga antara jari tengah dan
telunjuk.
Plantar Fasciitis Pes Cavus (claw foot):
Arcus longitudinal kaki sangat tinggi,
Inflamasi pada fascia plantaris, bisa karena kongenital atau kontraktur
biasanya disebabkan overuse. ataupun gangguan keseimbangan
Nyeri dirasa paling parah setelah otot.
duduk atau memulai berjalan di
pagi hari. Pes Valgus:
Eversi permanen dari kaki

Pes Varus:
Inversi permanen dari kaki

Clubfoot (talipes equinovarus):
Kaki inversi, ankle plantar fleksi, dan
forefoot adduksi (menuju midline
secara abnormal)
Clubfoot

Pes cavus
(claw foot)

Pes valgus

Pes varus
Pes planus (flatfeet):
Tidak ada arcus longitudinalis medialis pada
permukaan palmar kaki.
• Flexible: loose/ degenerasi ligamen intrinsik
→ flat saat menumpu beban, tetapi terlihat Pediatric flatfoot
normal saat biasa.
• Rigid: flat meskipun tidak menumpu beban
• Acquired: sekunder akibat disfungsi m. tibialis
posterior.

Drop foot Normal pediatric foot

Drop Foot:
Terkulainya kaki akibat
lesi n. peronealis atau n.
tibialis → kelumpuhan
otot anterior betis
Hallux valgus :
• Deviasi lateral dari hallux (ibu jari
kaki), krn tekanan dari sepatu atau
degenerative joint diseases.
Hallux
• Terkadang terjadi inflamasi pada valgus
kulit yang menebal pada proximal
interphalang joint, terutama di
kelingking (corn).

Bunion:
Penonjolan abnormal sisi dalam capitulum
metatarsal I, disertai pembentukan bursa
Bunion
dan dapat disebabkan / menyebabkan
hallux valgus.
Hammer toe:
Phalanx proximal mengalami Hammer toe
dorsofleksi permanen pada art.
metatarsophalangea, sedangkan
phalanx media mengalami
plantarfleksi permanen pada art.
Claw toe
interphalangea proximal.

Claw toe:
Hiperekstensi art.
metatarsophalangea dan fleksi
art. interphalangea distal Mallet toe
Arthritis : Proses inflamasi pada sendi
Goutyarthritis : inflamasi pada sendi
disebabkan akumulasi kristal asam
urat . Biasanya di Metatarsophalang I
(jempol kaki)
Osteoarthritis : Inflamasi pada sendi
karena proses degenerasi kartilago
Biasanya di sendi lutut,hip, dan DIP
Rheumathoid arthritis : inflamasi kronis
degeneratif pada sendi, ada proses
autoimmun. Biasanya di sendi PIP,
MCP