You are on page 1of 60

BY: INDRIANI

KOMUNIKASI, MEDIA DAN
KOMUNIKASI KESEHATAN
WHAT IS COMMUNICATION?
• Komunikasi adalah proses berbagi makna secara
berkesinambungan dan dinamis di antara pelaku-pelaku
komunikasi melalui lambang-lambang verbal maupun
nonverbal, bermedia ataupun tidak, dimana masing-masing
pihak dapat saling memberikan pengaruh secara timbal balik

VARIABEL KUMONIKASI:

• Pengirim (source, sender, encoder, communicator, who)
• Penerima (receiver, audience, decoder, destination)
• Pesan (message, speech, says what)
• Saluran (channel, media)
• Konteks (context, setting)
• Umpan balik (feedback)
• Gangguan (noise)
• Hasil akhir (effect
PENGERTIAN KOMUNIKASI

MENURUT EFFENDI (1995) KOMUNIKASI ITU
SENDIRI BISA DIARTIKAN SEBAGAI S U AT U
P R O S E S P E N YA M PA I A N P E S A N O L E H S E S E O R A N G
K E PA D A O R A N G L A I N U N T U K M E M B E R I K A N ATA U
UNTUK MENGUBAH S I K A P, P E N D A PAT ATA U
PERILAKU BAIK SECARA LANGSUNG (LISAN)
M A U P U N TA K L A N G S U N G

ISTILAH ‘KOMUNIKASI’ ( C O M M U N I C AT I O N )
B E R A S A L D A R I B A H A S A L AT I N ‘ C O M M U N I C AT U S ’
YA N G A R T I N YA B E R B A G I ATA U M E N J A D I M I L I K
BERSAMA. DENGAN DEMIKIAN KOMUNIKASI
M E N U N J U K PA D A S U AT U U PAYA YA N G B E R T U J U A N
B E R B A G I U N T U K M E N C A PA I K E B E R S A M A A N .
K O M U N I K A S I A D A L A H S U AT U P R O S E S M E L A L U I
MANA SESEORANG ( K O M U N I K AT O R )
M E N YA M PA I K A N STIMULUS ( B I A S A N YA DALAM
B E N T U K K ATA - K ATA ) D E N G A N T U J U A N M E N G U B A H
ATA U MEMBENTUK PERILAKU ORANG LAIN
( K H A L AYA K ) . ( H O V L A N D , J A N I S D A N K E L L E Y :
1953)

KOMUNIKASI ADALAH PROSES P E N YA M PA I A N
INFORMASI, GAGASAN, EMOSI, KEAHLIAN DAN
LAIN-LAIN MELALUI PENGGUNAAN SIMBOL-
S I M B O L S E P E R T I K ATA - K ATA , G A M B A R - G A M B A R ,
ANGKA-ANGKA DAN LAIN-LAIN. (BARELSON DAN
STEINER, 1964)
FRANK E.X. DANCE (1976) DALAM BUKUNYA,
‘HUMAN COMMUNICATION THEORY’ ANTARA
LAIN MENGINVENTARISASI 126 BUAH DEFINISI
TENTANG KOMUNIKASI YANG DIBERIKAN
BERBAGAI AHLI.

JADI KOMUNIKASI ITU APA?.....
KARAKTERISTIK KOMUNIKASI
• Komunikasi adalah suatu proses artinya komunikasi merupakan
serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan-
serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.
Sebagai proses komunikasi tidak ‘statis’ tapi ‘dinamis’ dalam arti
akan mengalami perubahan secara terus menerus.

• Komunikasi adalah upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan.

• Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para
pelaku yang terlibat.

• Komunikasi bersifat simbolis.

• komunikasi bersifat transaksional.

• Komunikasi menembus faktor waktu dan ruang.
KOMPONEN KOMUNIKASI
• Komunikator : orang atau lembaga yang menyampaikan
pesan

• pesan : pernyataan yang didukung oleh lambang
yang mempunyai arti

• komunikan : orang yang menerima pesan

• media : sarana atau saluran yang mendukung proses
penyampaian pesan

• efek : dampak atau akibat yang ditimbulkan oleh pesan
LINGKUNGAN/KONTEKS KOMUNIKASI
LINGKUNGAN (KONTEKS) KOMUNIKASI SETIDAK-
T I D A K N YA MEMILIKI TIGA DIMENSI : FISIK,
SOSIO-PSIKOLOGIS DAN TEMPORAL

FISIK

R U A N G ATA U B A N G S A L ATA U TA M A N D I M A N A
KOMUNIKASI BERLANGSUNG DISEBUT KONTEKS
ATA U LINGKUNGAN FISIK - A R T I N YA ,
LINGKUNGAN N YATA ATA U BERWUJUD
( TA N G I B L E ) . L I N G K U N G A N F I S I K I N I , A PA P U N
B E N T U K N YA , M E M P U N YA I P E N G A R U H T E R T E N T U
ATA S K A N D U N G A N P E S A N K I TA ( A PA YA N G K I TA
S A M PA I K A N ) SELAIN JUGA BENTUK PESAN
( B A G A I M A N A K I TA M E N YA M PA I K A N ) .
Dimensi sosial-psikologis,

Meliputi misalnya tata hubungan status diantara mereka yang
terlibat, peran dan permainan yang dijalankan orang, serrta
aturan budaya mesayarakat di mana mereka berkomunikasi.
Lingkungan atau konteks ini juga mencakup rasa persahabatan
atau permusuhan, formalitas atau informalitas, situasi serius atau
senda gurau. Komunikasi yang diperbolehlan pada suatu pesta
wisuda mungkin tidak diperbolehkan di rumah sakit.
Dimensi temporal (waktu)

Mencakup waktu dalam sehari maupun wakti dalam hitungan
sejarah dimana komunikasi itu berlangsung. Bagi banyak orang,
siang hari bukanlah waktu yang tepat untuk berkomunikasi
dengan orang lain, tapi bagi banyak orang, pagi hari justru paling
ideal berkomunikasi. Waktu dalam sejarah tidak kurang
pentingnya. karena kelayakan dan dampak dari suatu pesan
bergantung, sebagian pada waktu atau moment pesan
dikomunikasikan. Bayangkan misalnya, bagaimana pesan-pesan
mengenai sikap dan nilai rasial, seksual, atau keagamaan
disampaikan dan ditanggapi dalam waktu sepanjang sejarah.
KOMUNIKASI KESEHATAN
Terhitung sampai Selasa tanggal 02 Maret 2004 Pemerintah
menyebut angka 360 yang meninggal dari puluhan ribu yang
terserang penyakit yang dijangkitkan oleh nyamuk aedes aegypti
itu. Bagaimana kegiatan kampanye promosi kesehatan dalam
upaya preventif dan menurunkan jumlah penderita penyakit
demam berdarah? apakah program kampanye selama ini belum
efektif dalam menguatkan jaringan-jaringan sosial dan dukungan-
dukungan sosial dalam upaya membentuk lingkungan yang
berdampak pada kesehatan?
Terminologi Kesehatan

Kesehatan adalah salah satu konsep yang sering digunakan namun sukar
untuk dijelaskan artinya.
Faktor yang berbeda menyebabkan sukarnya mendefinisikan kesehatan,
kesakitan dan penyakit (Gochman,1988; De Clercq,1993)

Setidaknya definisi kesehatan harus mengandung paling tidak komponen :
biomedis,personal dan sosiokultural
WHO (1947)

“ ....keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani), dan
sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari
penyakit, cacat dan kelemahan...”

Perilaku Kesehatan menurut Gochman (1988)

“those attributes such as beliefs, expectations, motives, values,
perceptions, and other cognitive elements, personallity
characteristics, including affective and emotional states and
habits that relate to health maintenance, to health restoration and
to health improvement”
Definisi tersebut tidak hanya meliputi tindakan yang dapat
secara langsung diamati dan jelas tetapi juga kejadian mental
dan keadaan perasaan yang diteliti dan diukur secara tidak
langsung.

Komponen perilaku kesehatan dapat dilihat dalam dua aspek
perkembangan penyakit (Gerace dan Vorp, 1985). Pertama,
adalah perilaku yang mempengaruhi faktor resiko penyakit
tertentu. Faktor resiko adalah ciri kelompok individu yang
menunjuk mereka sebagai at-high-risk terhadap penyakit
tertentu. Kedua, perilaku itu sendiri dapat berupa faktor resiko.
Komunikasi Kesehatan

Setelah tahu pengertian komunikasi dan kesehatan,
apa itu Komunikasi Kesehatan ?

Proses penyampaian pesan kesehatan oleh komunikator melalui
saluran/media tertentu kepada komunikan dengan tujuan untuk
mendorong perilaku manusia tercapainya kesejahteraan sebagai
kekuatan yang mengarah kepada keadaan (status) sehat utuh
secara fisik, mental (rohani), dan sosial.
Faktor-faktor penunjang komunikasi yang efektif

Komponen pesan :
• Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa
menarik perhatian komunikan.
• Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada
pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan,
sehingga sama-sama mengerti.
• Pesan harus mampu membangkitkan kebutuhan pribadi
komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh
kebutuhan tersebut.
• Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh
kebutuhan tadi yang layak bagi situasi kelompok dimana
komunikan berada pada saat ia digerakan untuk memberikan
tanggapan yang dikehendaki.
Komponen komunikan :

• Ia dapat dan benar-benar mengerti pesan komunikasi.

• Pada saat mengambail keputusan ia sadar bahwa
keputusannya itu sesuai dengan tujuannya.

• Pada saat mengambil keputusan ia sadar bahwa
keputusannya itu bersangkutan dengan kepentingan
pribadinya.

• Ia mampu untuk menepatinya baik secara mental
maupun fisik.
Komponen komunikator :

• Trustworthiness atau kepercayaan pada
komunikator.

• Attractiveness atau daya tarik komunikator.

• Source power atau kekuasaan : kemampuan
untuk menimbulkan ketundukan atau kepatuhan
(Kelman dalam Rakhmat, 1992 : 255)

• Expertise atau keahlian komunikator.
TEORI PEMAHAMAN SOSIAL
THEORY OF SOCIAL LEARNING
(BANDURA 1977)

Konsep :

Menekankan pada hubungan antara “orang”, ”perilaku” dan
“lingkungan” dalam suatu proses “deterministik resiprokal”

Kalau lingkungan menentukan atau menyebabkan terjadinya
perilaku kebanyakan maka individu menggunakan kognisinya untuk
menginterpretasi lingkungan maupun perilaku yang dijalankan,
serta memberikan reaksi dengan cara merubah lingkungan dan
menerima hasil perilaku yang lebih baik
Self Efficacy Kognisi

Self confidance Outcome expectation

Perilaku Lingkungan

Reinforcement
Analisa Perilaku terapan
Antecedent - Behavior - Consequence

Anteseden :
Peristiwa lingkungan yang membentuk tahap atau pemicu perilaku
(“naturally occuring antecedents”)
Konsekuen :
Peristiwa lingkungan yang mengikuti sebuah perilaku, yang juga
menguatkan, melemahkan/menghentikan perilaku
- Reinforcement positif
- Reinforcement negatif (juga menguatkan)

- Punishment : konsekuensi (-) yg melemahkanperilaku
Ciri-ciri Konsekuen untuk Komunikasi kesehatan :

• Konsekuen yang segera mengikuti perilaku, jauh lebih kuat
mempengaruhi perilaku daripada yang tertunda

• Makin menonjol, relevan, penting dan bermakna bagi individu,
konsekuen makin berguna

• Konsekuen yang kongkret lebih berdayaguna daripada
abstrak

• Satu kali perilaku berhasil dipelajari, maka konsekuen yang
menyenangkan tidak perlu mengikuti setiap kejadian untuk
memelihara perilaku
A1 B1 C1

Siaran Radio Kunjungan ke Pelayanan
klinik Kesehatan

A2 B2 C2
Kembali Penghargaan
dari perawat
Berkunjung
lainnya

Rantai A-B-C
MANAJEMEN PROGRAM KOMUNIKASI
KESEHATAN
PENGEMBANGAN PROGRAM
KOMUNIKASI KESEHATAN
- Analisa kebijakan komunikasi kesehatan apa yang sedang berjalan
(dari pemerintah)

• Kebijakan pemerintah tentang kesehatan saat ini
• Issue-issue kesehatan yang sedang bergulir di tingkat nasional
maupun internasional

- Analisa kelembagaan mana yang sejauh ini berperan aktif baik
public sector, privat sector maupun NGO
• Kompetensi
• Komitmen
• Pengaruh
• Cakupan garap/jangjauan
• Kontinuitas
- IDENTIFIKASI SUMBER-SUMBER KOMUNIKASI MANA
YANG PALING EFEKTIF MENJANGKAU AUDIEN
(PRIMER/SEKUNDER)

- Data collecting sebagai informasi dalam
perumusan program komunikasi
kesehatan
Metodologi Penyusunan Program Komunikasi Kesehatan (a
decision-making approach)

Assess
Plan

Evaluate Prepare
material
Implement
FIVE STEP METHODOLOGY

• Assessing
• Planning
• Developing, testing materials, and refining the elements of
plan
• Implementing communication activities
• Evaluate communication effects

ASSESSING
An assessment of yhe the communication needs of the expanded on :
• Practices are being promote
• Which are the primary target groups is to reach
PLAN

• Target audience
• The health practice to be promoted
• The channels of communication
• The strategy to be used

DEVELOP, TEST, REFINE

• What communication material do we need to
produce,and what will be the purpose of each of
these material?
• What is media mix,or the combination of
communication channels, that will we use?
•How are we going to reach the network with
messages about the communication program?
IMPLEMENT

• Ready to deliver that messages
• Question :
- Are the massages reaching the target audience ?
- Are the materials reaching ?
- Are there any operational problems ?

EVALUATE COMM. EFFECT
• Regular monitoring of the comm. program
• Pre- and post-campaign measures of
knowledges, and attitudes
MEDIA DAN JENIS KOMUNIKASI
DALAM MASYARAKAT

INDRIANI
TUJUAN INSTRUKSIONAL
PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti perkuliahan, karyasiswa diharapkan
mampu:
 Mendefinisikan dan menyebutkan berbagai jenis media
dan saluran komunikasi masyarakat
 Memahami jenis-jenis media dan komunikasi
masyarakat
 Memilih media dan saluran komunikasi masyarakat
yang sesuai dalam melaksanakan program promosi
kesehatan
KEGIATAN-KEGIATAN
1. Memahami definisi-definisi
2. Identifikasi media dan saluran komunikasi dalam
masyarakat contoh kasus
3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan media dan
saluran komunikasi
4. Menentukan media dan saluran komunikasi yang
sesuai untuk program contoh kasus
STRATEGI KOMUNIKASI

Perencanaan strategi marketing communication
meliputi sejumlah strategi pesan dan visual,
yang secara bertahap mengikuti alur perubahan
dan perubahan tersebut harus diukur secara
tepat melalui riset komunikasi pemasaran
(marketing communication research).
SEGMENTASI POTENSIAL
Segmentasi memiliki ciri khusus yang
dibatasi oleh: usia, jenis kelamin,
pekerjaan, pendidikan, dan batasan
geografis.
Segmentasi potensial adalah segmen yang
memiliki demand.
Kesalahan penetapan segmentasi potensial
dapat berakibat terhadap penghamburan
biaya promosi dan waktu yang sia-sia.
PERENCANAAN MEDIA
Pemilihan media dihubungkan dengan berapa besar
biaya yang harus disiapkan berbanding dengan
jumlah raihan. Hal tersebut dilakukan melalui
penelitian media/riset media.

Hasil riset dapat dijadikan input untuk membantu
menetapkan kapan sebuah iklan diekspos
(exposure), berapa lama (duration) waktu ekspos,
dan berapa kali (frequency) iklan harus diekspos.

Pada media luar ruangan (outdoor promotion)
pemilihan lokasi yang tepat, ukuran, dan bentuk
menjadi pertimbangan penting selain faktor pesan
dan visual.
KREATIF PESAN DAN VISUAL
Pada media massa seperti media televisi,
efek suara (sound effect), efek visual (visual
effect), dan isi cerita (scenario), harus
dirancang secara kreatif sehingga memiliki
tingkat diferensiasi yang tinggi.
BIAYA KOMUNIKASI DAN BELANJA
IKLAN
Agar produk tidak gagal di pasar, maka
strategi promosi harus dijaga secara terus
menerus, dan strategi ini tentu akan
berpengaruh terhadap penetapan belanja
iklan dalam jangka menengah dan panjang.
RISET KOMUNIKASI PEMASARAN

• Riset tentang Ad. Likebility
• Riset tentang Media Effectiveness
• Riset tentang Sikap dan Perilaku Konsumen
• Riset tentang kompetitor (Marketing
Communication Intelligence)
DEFINISI-DEFINISI
Media komunikasi:
 Medium= Perantara untuk menyampaikan suatu pesan
kepada sasaran
 Contoh:
 Printed media: Harian, poster, leaflet ,etc.
 Audiovisual media: TV, VCD, internet

Saluran komunikasi:
 Event di mana media dapat diakses sasaran
 Contoh:
Pertemuan RT
Belajar di SMP
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Komunikasi dalam pemberdayaan masyarakat dilakukan
sesuai kondisi masyarakat:

 Sifat dan perilaku anggota masyarakat
 Perilaku organisasi
 Kebutuhan manusia dan masyarakat.
 Partisipasi dalam pengambilan keputusan
 Pengalaman program pemberdayaan masyarakat
PERAN AGEN PERUBAH
Agen perubah perlu diidentifikasi.
Peran agen perubah:
1. Membantu memecahkan masalah
2. Membantu proses perubahan
3. Sebagai penghubung sumber-sumber yang diperlukan
JENIS MEDIA
Tipe Tipe media Sub-tipe
transmisi
Electronik TV Nasional, regional, kabel, video
Radio Nasional, regional, metropolitan,
AM/FM, ethnic, religious
Bioskop Nasional, distribusi terbatas
Cetak Koran Nasional, metropolitan, lokal,
pedesaan, ethnic, khusus
penggemar, harian, mingguan,
bulanan
Majalah Nasional, peminat khusus, profesi
tertentu, mingguan, bulanan
Leaflet, booklet, brosur Pemerintah, komersial
Poster, stiker Pemeritnah, komersial
Luar ruang Baliho Pinggir jalan, even sport, even
budaya
Rambu, poster Dinding bus, taxi, bemper mobil, T-
shirt
PEMBAGIAN JENIS MEDIA YANG LAIN
(EGGER G, 1993)

Dasar klasifikasi Variasi Jenis
Jangkauan Luas Terbatas
Upaya sasaran Pasif Aktif
(TV, Radio) (koran)
Penyebaran boradcasting narrowcasting
(TV, radio) (video, newsletter)
Dampak hot cool
(TV) (majalah)
Lokasi paparan ex-home in-home
(bioskop, luar ruang) (radio, TV)
Arah komunikasi two-way one-way
(interactive radio) (cinema)
KARAKTERISTIK MEDIA KOMUNIKASI
Ada 2 macam: above the line & below the line
Bisa dikombinasikan untuk sinergisme
Media above the line
 Media cetak:
Untung: permanen, space organized (rinci), tak terikat
waktu u/komunikan
Rugi: Kemampuan membaca, kemauan baca, harga
mahal, konsentrasi komunikan yg tinggi
 Media radio:
 Untung:Santai/praktis, auditif, daya langsung, daya tembus,
mengatasi buta huruf, personal/akrab
 Rugi: sekilas dengar, banyak gangguan, pesan simple, pesan tak
atraktif
 Media TV:
 Untung:Tingkat distorsi rendah, bisa berulang, multiple efek
(audiovisual), Dapat u/ ide abstrak, bisa dengan tokoh panutan
 Rugi: mahal, komunikan relatif dituntut intensitas perhatiannya,
kurang akrab
 Media film:
 Untung dan rugi mirip dg media TV
Media lini bawah:
 Poster:
Untung: bahasa singkat, sederhana, mudah
dipahami; komposisi huruf cukup besar, atraktif,
pesan sederhana kuat menunjuk produk, pilihan
lokasi pada wilayah
Rugi: Jangkauan lokal, tak memilah khalayak secara
rinci, sepintas lalu

 Leaflet: lembaran tanpa lipatan, sendiri/distaples
 Folder: lembaran dilipat. Halaman luar seperti cover
 Booklet: bentuk buku dijilid meski hanya 2 lb
 Direct mail: brosur yang diirim langsung lewat pos
 Brodsis: lembaran besar dilipat agar tiap bag lipatan
memuat info berdiri sendiri
Untung: bisa disimpan, dibaca berulang-ulang, isi
terinci, desain atraktif, mampu memilah khalayak
Rugi: khalayak terbatas, tak cocok u/ audiens
pendidikan rendah, eye catcher sangat penting
 Pameran:
Untung: intensitas komunikasi baik, dapat melihat &
mencoba produk, efek pendalaman pesan, mampu
mengenalkan hal baru
Rugi: mahal, kurang baik menjangkau audiens,
hiburan bisa mengganggu pameran
BAGAIMANA MENENTUKAN MEDIA YANG
SESUAI?
1. Topik yang hendak disampaikan
Penghentian merokok
Kesehatan reproduksi
2. Sasaran yang hendak disasar
• Usia
• Jenis kelamin
• Tingkat pendidikan
3. Kedalaman perubahan perilaku yang diinginkan
• Pengetahuan, sikap dan praktek
4. Keluasan perubahan perilaku yang dihendendaki
 Individual, kelompok, organisasi, sosial
5. Ketersediaan sumber daya
SALURAN KOMUNIKASI DALAM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
JENIS SALURAN KOMUNIKASI
MASYARAKAT (FORMAL)
Saluran formal
 Pertemuan warga (PKK, Dasa wisma, RT, RW, Dukuh, Desa)
 Pertemuan wakil warga (Dukuh, Desa, Kecamatan)
 Posyandu, Polindes, Pustu, Puskesmas
JENIS SALURAN KOMUNIKASI MASYARAKAT
(NON FORMAL)
Keagamaan:
 Khotbah jum’at, Khotbah hari raya, Upacara keagamaan
Budaya:
 HUT kemerdekaan, Hari Kartini, dll
Sosial:
 Kerja bakti
 Kelahiran, Pernikahan, khitanan
Sebutkan saluran yang unik dari daerah asal anda
MENGIDENTIFIKASI SALURAN KOMUNIKASI DI
MASYARAKAT
1. Metode penelitian kualitatif
2. Adakah pengalaman para anggota masyarakat
bekerja bersama-sama untuk menangani masalah
masyarakat?
3. Darimana biasanya mendengar informasi tentang
kesehatan?
4. Bagaimana cara masyarakat melakukan perubahan?
APLIKASI KE CONTOH KASUS
Mari ingat kembali lokasi Blok I
Diskusikan dengan rekan semeja:
 Identifikasi berbagai media komunikasi yang ada di lokasi Blok I
 Identifikasi berbagai saluran komunikasi yang ada di lokasi Blok I
Mari kita bertukar pikiran dengan rekan-rekan sekelas
CONTOH KASUS
Sejak tahun 1980 di Kota X teridentifikasi sebagai daerah endemis DBD, tapi akhir-akhir ini masalah DBD
mendapat perhatian ekstra dari masyarakat karena tingginya kasus DBD dan banyaknya korban yang
meninggal dunia baik anak-anak, remaja dan dewasa.

Telah diketahui dari survey terdahulu bahwa pengetahuan masyarakat tentang penyakit DBD cukup tinggi.
Masyarakat tahu bahwa DBD disebabkan karena gigitan nyamuk pada pagi hingga sore hari, sedangkan
pencegahannya adalah dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M (menguras,
menutup, mengubur). Hanya saja sarang nyamuk masih tetap banyak terutama di bak-bak mandi dan di
kebun-kebun kosong (survey jumantik).

Biasanya masyarakat enggan untuk melakukan 3M hingga munculnya kasus di daerah tempat tinggal. Merasa
terancam, langsung saja masyarakat menuntut dilakukan penyemprotan (fogging). Tuntutan ini bahkan
didukung oleh anggota dewan. Meskipun telah dijelaskan kerugian penyemprotan, tetap saja masyarakat
bersikukuh dilakukan penyemprotan. Banyak sekali isu DBD yang diangkat menjadi tulisan di Koran daerah
yang intinya memandang petugas kesehatan tidak mampu menangani DBD bahkan terkesan mempersulit
penyemprotan yang diinginkan masyarakat.

Di lain pihak, petugas promosi kesehatan dibuat kalang kabut dengan banyaknya permintaan penyemprotan.
Petugas merasa bahwa sudah banyak sekali dilakukan sosialisasi bahaya DBD dan ajakan melakukan 3M
melalui berbagai media: baliho, penempelan poster, penyebaran leaflet, penyuluhan-penyuluhan langsung
ke warga. Belum ada bukti apakah pesan melalui berbagai media tersebut dapat diterima oleh warga. Yang
jelas, tetap saja warga enggan melakukan pemberantasan nyamuk.
INSTRUKSI
Bacalah contoh kasus di atas
Diskusikan dengan rekan sebelah dan tentukan:
 Sebaiknya siapa yang menjadi sasaran utama program?
 Apa media komunikasi yang sebaiknya dipakai? Alasannya?
 Apa saluran komunikasi yang sebaiknya dipilih? Alasannya?
REFERENSI
Maibach E., Parrott R.L., 1995, Designing health messages,
approaches from communication theory and public health
practice, Sage Publication, California
US Dept. of health and human service, NIH, 1992, Making health
communication program work, a planner’s guide, NIH publication
No 92-1493