You are on page 1of 76

TINJAUAN PUSTAKA

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN


AMBLIOPIA

Oleh :
SARKIAH HUSENG

Pembimbing :
dr. Noor Syamsu, Sp.M., MARS
dr. Marliyanti Akib, Sp.M., M.Kes
PENDAHULUAN

amblyos = penglihatan kabur


AMBLIOPIA ops = mata
Definisi : Penurunan tajam penglihatan,
perbedaan interokuler > 2 baris tanpa
kerusakan struktur anatomi mata dan
lintas penglihatan

Ambliopia organik vs
Ambliopia fungsional

Penyebab utama hilangnya penglihatan


monokuler usia 20-70 tahun TERAPI
PERKEMBANGAN PENGLIHATAN NORMAL

Penting untuk :
- mengenal lingkungan
- edukasi Periode kritis
- interaksi sosial

1/300-20/400
Fovea : multiple cell layers. Cone sedikit
Neuron NGL 60% ukuran normal
PERKEMBANGAN PENGLIHATAN
NORMAL
Periode kritis

1/300-20/400

- redirtribusi fotoreseptor
- sel-sel cone fovea meningkat
PERKEMBANGAN PENGLIHATAN
NORMAL
Periode kritis

1/300-20/400

- myelin sheaths meningkat


- volume NGL meningkat
PERKEMBANGAN PENGLIHATAN NORMAL

Sondhi. 2271
Eksodeviasi 67 %
Sejajar 30%
Eso-Ekso 2%
Esodeviasi 1%
ABNORMALITAS PERKEMBANGAN PENGLIHATAN

retinogenikulokortikal

Periode Kritis :
- Lahir – 3/5 tahun : perkembangan penglihatan
- Lahir – 7/8 tahun : deprivasi dapat menyebabkan ambliopia
- Deprivasi – dewasa muda : pemulihan ambliopia
EPIDEMIOLOGI
Ambliopia : masalah kesehatan komunitas yang penting sebab kerusakan
visual mempengaruhi produktifitas dan kualitas hidup jangka lama
1% - 3 % dalam populasi

Penelitian Negara/tahun Jumlah/usia populasi Prevalensi Ambliopia (%)

2015/30 – 72
Chia et al11 Singapura/2009 1.19 %
minggu
2003 : 86531
Jepang/ 2003 : 0.14 %
Matshuo et al12 2005 : 84619
2003 dan 2005 2005 : 0.20 %
/6-12 tahun
Woldeyes et al13 Ethiopia/2007 2020/< 15 tahun 9.1 %
Usia 1.5 tahun : 0 %
Jepang/ 6500/1.5 tahun
Matshuo et al14 Usia 3 tahun : 0.13-0.18
2000-2004 6900/3 tahun
%
Australia/
Robaei et al15 ,16 2238/5-8 tahun 1.8 %
2003-2004
PATOFISIOLOGI
PATTERN DISTORTION SUPRESI KORTIKAL
Interaksi kompetitif
antara neuron yang
membawa informasi
visual kedua mata
Bayangan
Penglihatan jatuh tidak
buram fokus di
fovea Dominasi kortikal
mata normal

Sensitifitas
neuron kortikal
menurun Menghambat
neuron kortikal
mata ambliopia
PATOFISIOLOGI
Perubahan patologik :
• Perubahan pada NGL
- sel Magno & Parvo

Lapisan M : Lapisan P : 80%


• berasal dari
magnosystem di retina •berasal dari parvosystem
• ukuran sel besar di retina
•Bersinaps dengan sel • ukuran sel sedang
rod •Bersinaps dengan sel cone
• berperan dalam : • berperan dalam : bentuk,
gerakan, night vision warna, tekstur, day vision
• kecepatan akson tinggi • kecepatan akson medium
(2 msec) (4 msec)
PATOFISIOLOGI
Perubahan patologik :
• Perubahan pada NGL
- sel Magno & Parvo
PATOFISIOLOGI
Perubahan korteks striata
Penurunan jumlah sel-sel binokuler & ocular dominance columns
Penurunan ukuran akson di lapisan 4C
Penurunan aliran darah kortikal
Penurunan metabolisme glukosa di korteks
PATOFISIOLOGI
Perubahan korteks striata
Adaptasi sensoris kortikal
PATOFISIOLOGI

Perubahan korteks striata


Demer dkk, J AAPOS1997, Sep(3):158-71
“PET study of Human Amblyopia with Use of Defined Visual stimuli”
– Penurunan aliran darah kortikal
– Penurunan metabolisme glukosa di korteks
PATOFISIOLOGI
Perubahan patologik : AbN histologik dan
elektrofisiologi
• Perubahan pada NGL
• Perubahan di korteks striata
– Penurunan jumlah sel-sel binokuler & ocular
dominance columns
– Penurunan ukuran akson di lapisan 4C
– Penurunan aliran darah kortikal
– Penurunan metabolisme glukosa di korteks
• Perubahan pada retina ???
• Perubahan pada retina ???
• Kee SY,Korean J Ophthalmol,2006; 20(3):177-81. “Thicknesses of the fovea and
retinal nerve fiber layer in amblyopic and normal eyes in children”
– Fovea mata normal =157.4 dan fovea mata ambliopia 158.8 (p =
0.551).
– RNFL mata normal VS mata ambliopia tidak berbeda bermakna

• Altintas O, J Pediatr Ophthalmol Strabismus, 2005 Jul-Aug; 42(4):216-21. Turkey.


“Thickness of the retinal nerve fiber layer, macular thickness, and
macular volume in patients with strabismic amblyopia”
– RNFL dan makula mata normal VS ambliopia strabismik tidak
berbada bermakna
Abnormalitas visual pada Ambliopia

• Sensitifitas kontras
• Spatial Distortion
• Crowding
• Adaptasi gelap-terang
• Pergerakan bola mata
• Fiksasi eksentrik
KLASIFIKASI AMBLIOPIA

KLINIS : MEKANISME :
• AMBLIOPIA STRABISMIK • DEPRIVASI
• AMBLIOPIA REFRAKTIF • INTERAKSI
– AMBLIOPIA ANISOMETROP BINOKULER
– AMBLIOPIA ISOAMETROP ABNORMAL
– Ambliopia meridional

• AMBLIOPIA DEPRIVASI

• Ambliopia kombinasi
Ambliopia strabismik
• 90 % = ambliopia strabismik SUPRESI KORTIKAL
Interaksi kompetitif
• Strabismus: ketidaksejajaran antara neuron yang
membawa
informasi visual
aksis visual akibat defisit sensoris kedua mata

atau motoris dalam bentuk


Dominasi
esotropia, eksotropia, hipertopia, kortikal mata
normal
atau hipotropia

Menghambat
• >>> tropia non alternan yang neuron kortikal
menetap seperti esotropia mata ambliopia
Ambliopia strabismik
Ambliopia Anisometrop
• 80-90 %
• Gangguan refraksi yang tidak seimbang dan tidak
terkoreksi pada kedua mata

• >> mata hipermetrop & miop aksial tinggi

• Semakin tinggi derajat anisometropia,semakin


berat derajat ambliopia
• T’deteksi di usia sekolah
Ambliopia Anisometrop
PATTERN DISTORTION
ANISOMETROPIA DIOPTRI

Bayanga HIPERMETROPIA >1.00 D


n jatuh
Penglihata
n buram
tidak
fokus di MIOPIA >3.00 D
fovea
ASTIGMAT >1.50 D
Sensitifitas
neuron
kortikal
menurun
Ambliopia Isometrop
• 1% - 2% dari ambliopia refraktif
• Gangguan refraksi yang tinggi dan tidak
terkoreksi, seimbang pada kedua mata
• >> mata hipermetrop & astigmat tinggi
• Ambliopia meridional

ISOAMETROPIA DIOPTRI

HIPERMETROPIA >5.00 D

MIOPIA >8.00 D

ASTIGMAT >2.50 D
Ambliopia Deprivasi
• Paling jarang
• Akibat kekeruhan media refrakta
kongenital/dapatan
– >>> katarak kongenital
– Ptosis, kekeruhan kornea, hifema, perdarahan
vitreus,dll.
• Usia < 6 tahun:
katarak kongenital unilateral berukuran
Ø ≥3mm di sentral Ambliopia
berat
DETEKSI DINI AMBLIOPIA
• Di usia dini, anak dan keluarga tidak menyadari adanya
ambliopia
• Semakin cepat terdeteksi semakin tinggi keberhasilan terapi
– Lebih cepat ditangani
– Plastisitas perkembangan visual
• Faktor ambliogenik
SKRINING TAJAM PENGLIHATAN

Anak Pre Usia Pra


Verbal Sekolah

Skrining
Tajam
Penglihatan

Usia Sekolah
SKRINING TAJAM PENGLIHATAN

Anak Pre • refleks fundus, Tes Bruckner


Verbal
• Fix & follow/CSM, refleks kornea
• preferential looking
• visual evoked potential
• nistagmus optokinetik

‘Hundreds and Cardiff


thousands’ sweet test cards
SKRINING TAJAM PENGLIHATAN

Anak Pre Usia Pra


Verbal Sekolah

Skrining
Tajam
Penglihatan

Usia Sekolah
SKRINING TAJAM PENGLIHATAN
Usia 2 tahun
Usia Pra
Sekolah

• optotip
• fotoskrining
Kay single picture Multiple pictures
Usia 3 4 tahun • retinoskopi

Sheridan-Gardiner HOTV
SKRINING TAJAM PENGLIHATAN

Anak Pre Usia Pra


Verbal Sekolah

Skrining
Tajam
Penglihatan

Usia Sekolah
SKRINING TAJAM PENGLIHATAN

crowding phenomenon

Usia Sekolah
DIAGNOSIS
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Oftalmologi
a. Visus

b. Kesejajaran dan gerakan bola mata

Fungsi sensoris

c. Pupil

d. Pemeriksaan Segmen anterior

e. Refraksi/retinoskopi sikloplegik

f. Funduskopi

g. Stereopsis
DIAGNOSIS
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Oftalmologi
a. Visus
b. Kesejajaran dan gerakan bola mata
Fungsi sensoris
c. Pupil
d. Pemeriksaan Segmen anterior
e. Refraksi/retinoskopi sikloplegik
f. Funduskopi
g. Stereopsis
DIAGNOSIS
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Oftalmologi
a. Visus
b. Kesejajaran dan gerakan bola mata
Fungsi sensoris
c. Pupil
d. Pemeriksaan Segmen anterior
Worth four-dot test Bagolini striated glasses
e. Refraksi/retinoskopi sikloplegik
f. Funduskopi
g. Stereopsis
DIAGNOSIS
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Oftalmologi
a. Visus
b. Kesejajaran dan gerakan bola mata
Fungsi sensoris
c. Pupil RAPD
d. Pemeriksaan Segmen anterior
e. Refraksi/retinoskopi sikloplegik
f. Funduskopi
g. Stereopsis
DIAGNOSIS
1. Anamnesis Titmus TNO
2. Pemeriksaan Oftalmologi
a. Visus

b. Kesejajaran dan gerakan bola mata

Fungsi sensoris
Frisby Lang
c. Pupil

d. Pemeriksaan Segmen anterior

e. Refraksi/retinoskopi sikloplegik

f. Funduskopi

g. Stereopsis
KRITERIA DIAGNOSIS

Ambliopia Unilateral

Fixation preference Fiksasi tidak seimbang

Preferential looking Berbeda 2-oktaf


Best corrected visual Perbedaan interokular
acuity (BCVA) 2-baris
Ambliopia Bilateral
Best corrected visual Tajam penglihatan <
acuity (BCVA) 20/40 tiap mata
DERAJAT AMBLIOPIA

• PEDIG
– Ringan - Sedang : BCVA ≥ 20/80
– Berat : BCVA 20/100 – 20/400
TERAPI AMBLIOPIA

• Dikenal sejak tahun 900 M, Thabit Ibn Qurrah


(Mesopotamia) oklusi mata normal

Prinsip Terapi :
 Koreksi kekeruhan media refrakta
 Terapi kelainan refraksi
 Stimulasi mata ambliopia
 Follow-up ketat
TERAPI AMBLIOPIA
KOREKSI
REFRAKTIF

OKLUSI PENALISASI

TERAPI

BEDAH SISTEMIK
KOREKSI REFRAKTIF

BEDAH
KACAMATA
REFRAKTIF
KACAMATA

• Selalu koreksi kelainan refraksi,


kaca mata >>> direkomendasikan
PEDIG:ATS 5:KACAMATA SAJA
• Usia 3 - < 7 tahun
• 27% sembuh
• 77% ≥ 2 baris membaik
• Follow up sampai 7 bln
• Perbaikan visus juga pada ambliopia strabismik
KACAMATA
PEDIG:ATS 7:KACAMATA SAJA pada AMBLIOPIA
REFRAKTIF BILATERAL
• P↑ visus rata2 ≥ 4 baris
• Follow up sampai 1 tahun
• 20/100  20/25
STEWART dkk,2004, AMBLIOPIA UNILATERAL
• 65 anak usia 3-8 tahun
• P↑ visus rata2 ≥ 3 baris
• 18 minggu
COTTER dkk,2007, AMBLIOPIA STRABISMIK
• 9 dari 12 anak P↑ visus ≥ 2 baris
• 3 anak sembuh
• Mekanisme ???menurunkan strabismus angle
BEDAH REFRAKTIF

• Bedah keratorefraktif kontroversial


• Kasus tertentu
• Resiko - keuntungan
• Paysse dkk, 2006, AMBLIOPIA ANISOMETROPIA diR/
photorefractive keratectomy
– 11 anak, 2-11 tahun, fu 3 tahun
– Reduksi dan stabilitas refraksi,stereoacuity,kekeruhan kornea
– Perbaikan visus (70% > 2 baris) dan stereopsis
Konsensus Petunjuk Peresepan Kaca Mata
untuk Anak dibawah Usia 3 Tahun
Diopters
Kelainan Refraksi Usia 0-1 Usia 1-2 tahun Usia 2-3 tahun
tahun
Isometropia
Myopia ≥ –5.00 ≥ –4.00 ≥ –3.00
Hyperopia (tanpa ≥ +6.00 ≥ +5.00 ≥ +4.50
deviasi manifest)
Hyperopia dengan ≥ +3.00 ≥ +2.00 ≥ +1.50
esotropia
Astigmatism ≥ 3.00 ≥ 2.50 ≥ 2.00
Anisometropia
Myopia ≥ –2.50 ≥ –2.50 ≥ –2.00
Hyperopia ≥ +2.50 ≥ +2.00 ≥ +1.50
Astigmatism ≥ 2.50 ≥ 2.00 ≥ 2.00
Faktor Lain yang perlu dipertimbangkan :
Riwayat terapi sebelumnya
Tajam penglihatan
Kemampuan menggunakan kaca mata
Esotropia akomodatif/sindrom monofiksasi
TERAPI OKLUSI
• Oklusi mata normal
• Ambliopia strabismik, ambliopia anisometrop,
katarak kongenital

Oklusi penuh waktu Oklusi paruh waktu

24 jam < 6 jam per hari

Full waking hours Ambliopia ringan-sedang

6 jam per hari Pertahankan fusi lebih baik

Ambliopia berat
TERAPI OKLUSI

• Anak < 1 tahun = 1 jam per usia (bulan)


kontrol berikutnya per 1-2 minggu
• Anak besar = ≥ 6 jam/hari
kontrol per 1-2 minggu per usia (tahun)
• PEDIG,2003, ATS 2A,OKLUSI 6 JAM vs FULL
WAKING HOURS HARI PADA AMBLIOPIA
BERAT
• PEDIG,2003, ATS 2B,OKLUSI 2 JAM vs 6
JAM/HARI PADA AMBLIOPIA SEDANG
TERAPI OKLUSI

Katarak kongenital unilateral :


Terapi oklusi penuh waktu
sampai usia 7 tahun, interval
pendek
Clarke,2006
TERAPI OKLUSI
Oklusi Oklusi
Usia (≥ 70% waking (<70% waking hours/ Terapi
Pasien hours / <6 jam per hari) pemeliharaan
(tahun) >6 jam per hari) Penalisasi

0-1 1 - 4 minggu 2 - 8 minggu 1 - 4 bulan

1-2 2 - 8 minggu 2 - 4 bulan 2 - 4 bulan

2-3 3 - 12 minggu 2 - 4 bulan 2 - 4 bulan

3-4 4 - 16 minggu 2 - 6 bulan 2 - 6 bulan

4-5 4 - 16 minggu 2 - 6 bulan 2 - 6 bulan

5-7 6 - 16 minggu 2 - 6 bulan 2 - 6 bulan

7-9 8 - 16 minggu 3 - 6 bulan 3 - 12 bulan


TERAPI OKLUSI
OPAK &
MELEKAT

JENIS
OKLUDER

TEMPEL DI LENSA
KACAMATA KONTAK
PENALISASI
Mengaburkan penglihatan mata sehat

PENALISASI PENALISASI
OPTIK FARMAKOLOGIK
PENALISASI OPTIK
Ambliopia ringan – sedang

- Tidak membaik dgn R/ atropin


- sudah menggunakan kaca mata atau lensa kontak
- afakia atau pseudofakia
- menolak menggunakan okluder

Filter
kacamata Lensa Bangerter
kontak
PENALISASI FARMAKOLOGIK
• >> Atropin 1%, homatropin, sklopolamid
• Efektif :
 Hipermetrop, miop ringan
 Tidak bisa diR/ oklusi
 Terapi pemeliharaan
• PEDIG,ATS 1
– R/ atropin(74%) sama efektif R oklusi(79%) pada ambliopia sedang
– Kepatuhan >> atropin
• PEDIG,ATS 4
– Usia 3-7 tahun, ambliopia sedang
– Dosis setiap hari sama efektif dosis 1-2 kali perminggu
– P↑ visus 4 baris, 4 bulan fu
TERAPI BEDAH

Ekstraksi Katarak kongenital uni/bilateral


 PPP Amblyopia,AAO,2007 = 6 minggu
 Birch dkk,1998 = 8 minggu
 Wright dkk,1992 = 9 minggu
 ekstraksi katarak + koreksi optik

Koreksi blefaroptosis/hemangioma
Keratoplasti
Bedah strabismus
Lain2:lensektomi,vitrektomi
TERAPI SISTEMIK
Levodopa - kontroversial
TERAPI AMBLIOPIA REMAJA/DEWASA

• PEDIG, ATS 3,2005, R/ AMBLIOPIA USIA 7-<18


TAHUN
– 507 anak
– Dibagi 2 kelompok:usia 7-12 tahun dan usia 13-<18 tahun
– R/ kacamata saja vs kacamata+oklusi 2-6 jam/hari atau atropin
– Perbaikan 53 % (7-12 tahun,terapi kombinasi)
– Peningkatan visus 2 baris 47 % (13-18 tahun,terapi kombinasi)
• R/ ambliopia remaja memberikan RESPON BAIK
terutama jika belum pernah mendapat terapi ambliopia
EVALUASI DAN TERAPI PEMELIHARAAN

Oklusi
Usia Oklusi
(<70% waking hours/ Terapi
Pasien (≥ 70% waking hours /
(tahun) >6 jam per hari)
<6 jam per hari) pemeliharaan • Oklusi 1-2
Penalisasi
jam/hari
• Penalisasi
0-1 1 - 4 minggu 2 - 8 minggu 1 - 4 bulan optik
• Penalisasi
1-2 2 - 8 minggu 2 - 4 bulan 2 - 4 bulan atropin 1x/
1-2 minggu
2-3 3 - 12 minggu 2 - 4 bulan 2 - 4 bulan

3-4 4 - 16 minggu 2 - 6 bulan 2 - 6 bulan

4-5 4 - 16 minggu 2 - 6 bulan 2 - 6 bulan

5-7 6 - 16 minggu 2 - 6 bulan 2 - 6 bulan

7-9 8 - 16 minggu 3 - 6 bulan 3 - 12 bulan


PENGHENTIAN TERAPI

• Berhasil : visus normal atau optimal/seimbang di


kedua mata (fiksasi sudah seimbang) setelah
melalui terapi
• Gagal : Tidak terdapat perbaikan visus 3x
kunjungan, interval 6 – 8 minggu
• Keberhasilan terapi :
– Kepatuhan pasien
– Usia
– Derajat ambliopia
ALGORITME PENTALAKSANAAN AMBLIOPIAPPP Amblyopia AAO, 2007

Patient with amblyopia


diagnosis

Correct refractive
errors

Mild-moderate (visual acuity in Severe (visual acuity in the


the amblyopic eye > 20/80) amblyopic eye 20/100 – 20/400)
Stress need for
Follow-up as Treatment Occlusion Treatment Follow-up Treatment occlusion as best
Penalization Occlusio
in Table 15 successful successful as in Table unsuccessf treatment for
n severe amblyopia
15 ul
Treatment Treatment Treatment successful
unsuccessfu unsuccessfu
l l Treatment
Follow-up as unsuccessfu
Treatment Treatment
Penalization Occlusion in Table 15 l
successful successful

Treatment Treatment
unsuccessfu unsuccessfu
l l

Treatment Consider
Stress need for
Treatment penalization or
occlusionor successful penalization
unsuccessfu
penalization plus occlusion
l

Treatment
successful

Follow-up as in Treatment Consider


Table 15 successful filters
Treatment Eye protection and Treatment
unsuccessfu routine follow-up unsuccessfu
l care l
KOMPLIKASI TERAPI

• Ambliopia iatrogenik/reverse/oklusi
– Hentikan terapi untuk sementara,evaluasi ulang
– Oklusi dan atropin
• Efek samping okluder
efek sistemik atropin
• Atropin : proteksi thd UV
PROGNOSIS Dipegaruhi :
• Kepatuhan pasien
• Tipe ampliopia
• Usia
• Visus awal
Flynn dkk,1999
keberhasilan terapi 73,3 %, visus ≥ 20/40
77,2% amb strabismik, 67,2% amb kombinasi,
66% amb anisometrop
Usia pasien & visus awal sebelum terapi

Mohan dkk,2004
keberhasilan R/oklusi pada usia 11-15 tahun
kepatuhan ↑ dan oklusi penuh waktu
PROGNOSIS
Birch dkk,1998
ambliopia deprivasi e.c katarak kongenital
prognosis baik jika R/ ekstraksi diikuti koreksi optik
dalam 8 minggu pertama

Wright dkk,1992
katarak kongenital unilateral diR/ ektraksi katarak
usia 9 minggu
60% fungsi sensoris bagus
38% kedua bola mata sejajar (1 tahun)
PENUTUP

• Ambliopia : penurunan tajam penglihatan yang sering


terjadi pada anak-anak dan dewasa
• strabismus, refraktif, dan kekeruhan media refrakta
• Faktor ambliogenik pada anak deteksi dini
• Semakin cepat terdiagnosa,semakin cepat terapi
diberikan,semakin besar peluang mencapai perbaikan
visus
• Prinsip Terapi :
 Koreksi kekeruhan media refrakta
 Terapi kelainan refraksi
 Stimulasi mata ambliopia
 Follow-up ketat
terima kasih...
PEDIG

• P
• E
• Diatric ophthalmology
• Investigator
• Group
North American Community based
Ophthalmology and optometry
MOTAS
• Monitored
• Occlusion
• Treatment of
• Amblyopia
• Study

England Alistair Fielder


No. of Patients (Age
Study Design Follow-up Period Result
at enrollment)

RCT 419 6 months  VA improvement in both groups was 3.16 lines patching
Occlusion vs pharmacologic theraphy for (3 to < 7 years) group; 2.48 lines in atropine group
moderate amblyopia (ATS 1)  VA > 20/30 and/or improve by > 3 lines n 79% of patching
groups 74 % in atropine group
RCT 419 2 years  VA improvement in both groups was 3.7 lines patching group;
Occlusion vs pharmacologic theraphy for (3 to < 7 years) 3.6 lines in atropine group
moderate amblyopia (ATS 1)  Atropine or patching for 6 monthsperiod produces a similar
improvement in amblyopia 2 years after R/
Randomized trial comparing part-time versus RCT 175 4 months VA improvement in both groups was 4.8 lines in the 6 hours
fulll-time patching for severe amblyopia (ATS (3 to < 7 years) patching group; 4.7 lines in thefulltime patching group
2A)
Randomized trial comparing part-time versus RCT 189 4 months  VA improvement in both groups was 2.40 lines
minimal-time patching for moderate amblyopia (3 to < 7 years)  VA > 2032 and/or > 3 lines n 62% of patients in both groups
(ATS 2B)  VA improvement similar for 2 hours of daily patching and 6
hours of daily patching

Evaluation of treatment of amblyopia in 7 to <18 RCT 507 6 months  For moderate amblyopia in patients 7 to < 13 years old, 36%
year olds (ATS3) (age 7 to 17 years) achieved 20/25 or better with optical correction/patching use
compared with 14% with optical correction alone
 For moderate amblyopia in patients 13 to 17 years old, 14%
achieved 20/25 or better with optical correction/patching
compared with 11% with optical correction alone
 For severe amblyopia in patients 13 to 17 years old, 14%
achieved 20/40 or better with optical correction/patching
compared with 0% with optical collection alone

Randomized trial comparing daily atropine RCT 168 4 months  VA improvement in both groups was 2.3 lines
versus weekend atropine for moderate (3 to < 7 years)  47% of daily group and 53% of the weekend group either had
amblyopia (ATS 4) VA > 220/25 or greater than or equal to that of the
nonamblyopic eye
Randomized trial to evaluate 2 hours of dairy Prospective 84 Up to 30 weeks  Amblyopia improved with optical correction by > 2 lines in
patching for amblyopia in children 3 to <7 years multicenter (3 to < 7 years) 77%
old (ATS 5 – eyeglasses phase) noncomparative  Amblyopia resolved with optical correction in 27%
intervention
Randomized trial to evaluate 2 hours of dairy RCT 180 5 weeks  After a period of treatment with eyeglasses until vision
patching for amblyopia in children 3 to <7 years (3 to < 7 years) stopped improving, patients treated with 2 hours of daily
old (ATS 5-randomization phase) patching combined with 1 hour of near visual tasks ted an
improvement in VA of 1.1 lines compared with 0.5 lines in the
control group
Synoptophore

• Grading of binocular vision


• Detection of suppression and ARC
• Measurement of angle
• Measurement of fusional amplitudes
Motility tests
• Tests versions and ductions
• Grades under/overaction

Left inferior oblique overactionLeft lateral rectus underaction


Lens Prescription:
• Very Conservative
• Develop Fixation in Each Eye for
Anisometropia, Amblyopia and
Emmetropization
• Prescribe Equal Minimal Spheres
• Titrate Up or Down the Rx Bi-Monthly
• WHEN IN DOUBT, ASK FOR HELP
FROM YOUR PEDIATRIC O. D.
– Smith et al. UH Refractive Errors
Visual acuity scales
Foot Metre Decimal LogMAR

20/200 6/60 0.10 1.00


20/160 6/48 0.125 0.90
20/125 6/38 0.16 0.80
20/100 6/30 0.20 0.70
20/80 6/24 0.25 0.60
20/63 6/19 0.32 0.50
20/50 6/15 0.40 0.40
20/40 6/12 0.50 0.30
20/32 6/9.5 0.63 0.20
20/25 6/7.5 0.80 0.10
20/20 6/6 1.00 0.00
20/16 6/4.8 1.25 -0.10
20/12.5 6/3.8 1.60 -0.20
20/10 6/3 2.00 -0.30
• 0.8 = 2 jam
• 0.6 – 0.8 = 3-4 jam
• 0.2 – 0.6 = 4 jam
• < 0.2 = 6 jam