You are on page 1of 35

Disampaikan Pada

Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)


Bagi Tenaga Pendidik
PPSDM KEMENKES RI PONTIANAK, Tanggal 28 – 31 AGUST
2015
 Pendahuluan
 Tujuan
 Jenis alat pelindung diri(APD)
 Hal – hal yang harus diperhatikan
 Penyimpangan penggunaan APD
 Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
merupakan salah satu bagian dari
kewaspadaan standar.

 Penggunaan APD perlu pengawasan


karena dengan penggunaan APD yang
tidak tepat akan menambah cost
TUJUAN PENGGUNAAN APD

Melindungi kulit dan selaput lendir


petugas dari resiko pajanan darah,
semua jenis cairan tubuh , sekret,
ekskreta, kulit yang tidak utuh dan
selaput lendir pasien.

5-4
 Topi
 Sarung tangan
 Masker
 Kaca mata/ Pelindung wajah
 Baju kerja/gaun
 Sepatu karet/ bot

5-5
Tujuan :
Mencegah jatuhnya
mikroorganisme yang ada di
rambut dan kulit kepala petugas
terhadap alat-alat daerah steril
dan juga sebaliknya untuk
melindungi kepala/rambut
petugas dari percikan bahan-
bahan dari pasien
5-6
Petugas
Terhindar dari paparan/percikan darah
dan cairan tubuh

Pasien
Mencegah jatuhnya mikroorganisme
dari rambut dan kulit petugas kepada
pasien
Tindakan yang memerlukan area steril
yang luas, seperti:
Operasi
Pemasangan kateter vena sentral
Tujuan:
Melindungi tangan dari kontak dengan
darah, cairan tubuh, sekret, ekskreta,
mukosa, kulit yang tidak utuh dan benda
yang terkontaminasi
Jenis sarung tangan
 sarung tangan bersih
 sarung tangan steril
 sarung tangan rumah tangga
Tindakan yang kontak atau diperkirakan
akan terjadi kontak dengan darah,
cairan tubuh, sekret, ekskreta, kulit
yang tidak utuh, selaput lendir pasien,
dan benda yang terkontaminasi
 PETUGAS
Mencegah kontak tangan dengan darah,
cairan tubuh,benda yang terkontaminasi

 PASIEN
Mencegah kontak mikroorganisme dari
tangan petugas
 Lakukan kebersihan tangan sesuai prosedur
 Pakai sarung tangan pada kedua tangan
 Ganti sarung tangan bila tampak rusak/bocor
 Segera lepas sarung tangan jika telah selesai
tindakan
 Buang sarung tangan ke tempat pembuangan
sampah sesuai prosedur
 Lakukan kebersihan tangan sesuai prosedur

5-13
1. Cuci tangan sebelum memakai dan
sesudah melepaskan sarung tangan
2. Gunakan sarung tangan berbeda untuk
setiap pasien
3. Hindari jamahan pada benda-benda
lain
4. Teknik memakai dan melepaskan
sarung tangan harus dipahami

5-14
Tujuan : melindungi selaput lendir
hidung,mulut, dan mata

Jenis alat yang digunakan :


- masker
- kaca mata
- face sheild

5-15
Tindakan yang memungkinkan
menimbulkan percikan terhadap mukosa
(mulut,mata,selaput lendir hidung).
Masker : hanya digunakan pada saat
yang memungkinakan terjadi
kontaminasi melalui airbone
atau droplet.
Petugas

Mencegah membran mukosa petugas terkena


kontak dengan percikan darah dan cairan tubuh
pasien

Pasien
Mencegah kontak droplet dari mulut dan hidung
petugas yang mengandung mikroorganisme
saat bicara, batuk , bersin
Tujuan
Melindungi petugas dari
kemungkinan genangan atau
percikan darah atau cairan
tubuh lainnya yang dapat
mencemari baju

5-24
Jenis Gaun
- Gaun pelindung tidak kedap
air
- Gaun pelindung kedap air
- Gaun steril
- Gaun non steril

5-25
 Tindakan atau penangan alat yang memungkinkan
pencemaran/kontaminasi pada pakaian petugas, seperti:
 Membersihkan luka
 Tindakan drainase
 Menuangkan cairan terkontaminsai kedalam lubang
pembuangan/WC/toilet
 Menangani pasien perdarahan masif
 Tindakan bedah
 Perawatan gigi

 Segera ganti gaun/pakaian kerja jika terkontaminsai


cairan tubuh pasien (darah)
Petugas
Mencegah kulit petugas kontak dengan
percikan darah dan cairan tubuh pasien

Pasien
Mencegah kontak mikroorganisme
dengan tangan, tubuh dan pakaian
petugas kepada pasien
Tujuan :
melindung kaki petugas dari tumpahan/
percikan darah atau cairan tubuh lainnya
dan mencegah dari kemungkinan tusukan
benda tajam atau kejatuhan alat kesehatan

5-28
Jenis :
sepatu karet atau plastik
yang menutupi seluruh
ujung dan telapak kaki
HAL-HALYANG HARUSDIPERHATIKAN

1. Alat pelindung diri sebaiknya selalu tersedia


disetiap ruangan dalam keadaan siap pakai.
2. Umumnya sekali pakai atau dipakai terpisah
untuk setiap pasien.
3. Setiap alat pelindung yang terkontaminasi harus
disingkirkan dan segera diganti .
4. Alat kotor ditempatkan dalam tempat
penampungan sementara tanpa mencemari
lingkungan.
5. Alat tersebut diproses dengan dekontaminasi,
pencucian dan sterilisasi atau dibuang.
5-30
 Sarung tangan hanya digunakan satu tangan
terutama tangan kanan saja

 Sarung tangan hanya digunakan pada tindakan


menyentuh benda yang menjijikan (faeces,
muntah)

 Sarung tangan habis pakai diletakan pada meja


atau perkumaan bukan segera dibuang
 Masker digunakan untuk menutupi leher petugas

 Masker dibawa keluar ruangan


perawatan/tindakan

 Tidak segera cuci tangan setelah melepaskan


sarung tangan atau gaun

 Masker disimpan didalam saku baju petugas


untuk digunakan kembali
 Gaun/baju kerja dibawa keluar ruangan untuk
melanjutkan pekerjaan lain

 Masker diangap bukan barang infeksius

 Penggunaan sarung tangan rumah tangga


malas digunakan dengan alasan panas dan licin

 Petugas dalam bekerja tidak menggunakan


sepatu untuk melindungi kaki.
KESIMPULAN
 Penggunaan APD yang baik dan benar
sesuai indikasi bertujuan memutus mata
rantai infeksi, namun jika digunakan tidak
benar akan menyebarkan infeksi
 Penggunaan APD jika terpapar atau
kemungkinan terpapar darah dan cairan
tubuh, sekresi, ekskresi, kecuali keringat
pasien