You are on page 1of 18

Materi biologi kelas X

Semester 2
Standar Kompetensi
Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem,
perubahan materi dan energi serta peranan manusia
dalam kehidupan

Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran
energi dan daur biogeokimia serta pemanfaatan
komponen ekosistem bagi kehidupan
Dalam suatu ekosistem, meskipun energi kimia sebagian
besar hilang pada setiap tingkatan tropik, tetapi
materi pada setiap tingkatan tropik tidak hilang.
Materi berupa unsur – unsur penyusun bahan organik
tersebut di daur ulang.

Daur biogeokimia adalah :
daur / perputaran unsur – unsur kimia yang terdapat
pada komponen biotik maupun komponen abiotik
suatu ekosistem.
DAUR NITROGEN
Nitrogen bebas diikat oleh bakteri yang hidup pada tumbuhan
terutama yang berbintil akar dan beberapa jenis alga.
Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau
oksigen dengan bantuan petir.
Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah dalam bentuk
amonia, ion nitrit, dan ion nitrat.
Nitrogen yang diikat oleh tumbuhan dan bakteri biasanya dalam
bentuk amonia.
 Amonia diperoleh dari hasil penguraian jaringan yang mati oleh
bakteri.
Amonia ini akan mengalami nitrifikasi oleh bakteri nitrit
sehingga menghasilkan nitrat yang dapat diserap oleh akar
tumbuhan.
oleh bakteri denitrifikan, nitrat diubah menjadi amonia kembali
melalui denitrifikasi, dan amonia dilepaskan ke udara.
DAUR NITROGEN
DAUR NITROGEN
 Unsur nitrogen diudara berupa N2 (nitrogen), diserap
tumbuhan dari tanah berupa nitrat
 N2 di udara difiksasi oleh :
a. Bakteri Rhizoboium radicicola yang bersimbiosis
dengan akar leguminoceae (kacang-kacangan)
b. Bereaksi dengan hidrogen dan oksigen dengan
bantuan kilat petir
c. Azotobacter sp, Clostridium sp
d. Cyanophyta (Gloeocapsa sp, Anabaena sp, Nostoc sp)
 Nitrogen difikasasi menjadi amonia dan mengalami
amonifikasi amonium
DAUR NITROGEN
NITRIFIKASI
 Hasil pembusukan organisme yang mati oleh
dekomposer menjadi amonia / amonium
 Amonia dioksidasi menjadi nitrit oleh bakteri
Nitrosomonas dan Nitrosococcus
 Nitrit dioksidasi menjadi nitrat oleh bakteri
Nitrobacter dan Bactoderma
2NH3+ 3O2 2 NO2 + 2H2O + 2 H+ + E
Amonia nitrit
2NO2 + O2 2 NO3 + E
nitrat
 Nitrat direduksi oleh bakteri denitrifikasi menjadi N2
DAUR FOSFOR
Di alam fosfor terdapat dalam dua bentuk :
1. senyawa fosfat organik(pada tumbuhan dan hewan)
Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati
diuraikan oleh dekomposer menjadi fosfat anorganik.

2. senyawa fosfat non organik( pada tanah dan air).
Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut
akan mengendap di sedimen laut. Oleh karena itu, fosfat
banyak terdapat di batu karang dan fosil. Fosfat dari
batu dan fosil akan terkikis dan kembali membentuk
fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat
anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar
tumbuhan.
DAUR FOSFOR
DAUR FOSFOR
DAUR KARBON
Karbon dioksida berasal dari :
1. Respirasi manusia dan hewan,
 Erupsi vulkanik,
1. Pembakaran batu bara,
2. Asap pabrik.

 Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan
untuk fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang akan
digunakan makhluk hidup untuk respirasi.

 Tumbuhan yang telah lama mati dapat membentuk batu bara
di dalam tanah. Batu bara dimanfaatkan sebagai bahan bakar
sehingga kadar karbon dioksida di udara bertambah.
 Di ekosistem air, pertukaran karbon dioksida
dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung.
Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk
asam karbonat yang akan terurai menjadi ion
bikarbonat.

 Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang
memproduksi makanan untuk dirinya sendiri dan
organisme lain yang heterotrof.

 Saat organisme air berespirasi karbon dioksida
yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat.
DAUR KARBON
DAUR KARBON

balanced
DAUR SULFUR
Sebagian besar sulfur tersimpan dalam batuan
bumi.
Sulfur di atmosfer secara alami berasal dari :
letusan gunung berapi berupa hidrogen sulfida
 aktivitas mikroorganisme anaerob di rawa.
Batuan sulfur bisa tererosi oleh angin dan air.
 Sebagian kecil sulfur digunakan oleh tumbuhan
dan memasuki rantai makanan sebelum terlepas
lagi ke tanah oleh aktivitas mikroorganisme.
 Sulfur dioksida (SO2) yang ada di atmosfer bereaksi
dengan oksigen membentuk sulfur trioksida (SO3) .
Produk ini akan bereaksi dengan air di udara kemudian
jatuh membentuk hujan asam.
 Hujan asam terutama disebabkan oleh pembakaran bahan
bakar fosil
 Melepaskan oksida sulfur dan oksida nitrogen
 Bereaksi dengan air di atmosfer membentuk asam sulfat dan
asam nitratJatuh kembali sebagai air hujan yang bersifat asam
(pH<5,6).
 Membunuh tanaman dan hewan, merusakkan bangunan.
DAUR SULFUR
 OLEH :
 ELISABETH KUSUMA ADI P. (X4/10)
 REGINA ARSYA VIDIA (X4/30)
 PAXIA NOVARIN (X4/28)
 INTAN PRATIWI (X4/15)
 NAFIRI KHARISMAWATI SISWOYO (X4/24)
 NINDY SUNTING PRAMESTI (X4/25)