You are on page 1of 31

Neovascular

Glaucoma

Precent by:
Early Yuri Cintia
17360053

Perceptor:
dr. Rahmad Syuhada, Sp.M
Patient identity
• Name : Mr. M
• Age : 64 y.o
• Gender : Male
• Address : Susunan baru, west tj. Karang
• occupation : Laborer
• No. MR : 116082
History taking
• Main complaint: sore in the left eye
• Additional complaint: watery in the left eye and headache
• Current disease history: The patient came to the Eye Polyclinic
of Pertamina Bintang Amin Hospital with sore in his left eye and
decreased vision since 1 month ago. He said that sore
especially at night until he felt headache and could not sleep.
His left eye was watery
• Past medical history: denied
• Family disease history: denied
• Previous treatment history: denied
Physical examination
A. Patient Status
• General condition : No pain
• Consciousness : Compos mentis
• Vital Sign
o Blood pressure : 130/80 mmHg
o Heart rate : 78x/m
o Respiration rate : 22x/m
o Temperature : 36,20C
Physical examination
B. Generalist Status

• HEAD • Abdomen
o Shape : Normal o Liver : No inspection
o Eye :
ophthalmological status o Lien : No inspection
o Ear : Simmetric, • Extremities
normal o Are no inspections
o Mouth : Normal
• THORAX
o Heart : No inspection
o Lung : No inspection
Physical examination
RE LE
C. Ophthalmological 20/20 VISION 1/60
- CORRECTION Vision not progressing
status +3,00 ADDITION +3,00
Orthophoria EYEBALL Orthophoria
Trichiasis (-), Madarosis EYEBROW & EYELASH Trichiasis (-), Madarosis
(-) (-)
Within normal limits SUPERIOR PALPEBRA Within normal limits
Within normal limits INFERIOR PALPEBRA Within normal limits
Injection CONJUNCTIVA Injection
Arcus senilis (+) CORNEA Arcus senilis (+),
edema
Within normal limits CAMERA OCULI Narrow, shadow test
ANTERIOR (+), fibrovascular in the
angle
Brown IRIS Brown
Reflex(+) PUPIL Reflex(+)
Clear LENS Cloudy
Left eye
Supporting examination
• Snellen chart
• Slit lamp
Resume
• A man 64 years old
• Sore in the left eye with watery and decreased vison since 1 month
ago
• The sore especially at night until he felt headache and could not
sleep
• In Patient and generalist status is normal
• In Ophthalmological status found in the right eye visions 20/20,
conjunctiva injections, arcus senilis (+) in the cornea, while in the
left eye visions 1/60 (visions not progressing), conjunctiva
injections, arcus senilis (+) and edema in the cornea, anterior
chamber was narrow, shadow test (+), and there was fibrovascular
in the angle, cloudy lens. Addition +3,00
Differential diagnosis
• Primary close angle acute glaucoma
• Neovascular glaucoma

Diagnosis
• Neovascular glaucoma
Treatment
• Glaoplus ED 2x gtt I left eye
(latanoprost 0,05mg, timolol)
• Glauceta 250mg 3x tab I
(acetazolamid)
• Na diclofenac 50mg 2x tab I
Tinjauan
Pustaka
Glaukoma Neovaskular
Fisiologi humor aquos
Humor aquos merupakan cairan jernih yang mengisi kamera
okuli anterior dan posterior. Volume humor aquos sekitar 250 µL, dan
kecepatan pembentukannya 2,5 µL/menit. Komposisi humor aquos
hampir sama dengan komposisi plasma, yaitu mengandung askorbat,
piruvat, laktat, protein, dan glukosa.
Glaukoma
Glaukoma berasal dari
bahasa Yunani glaukos yang
berarti hijau kebiruan, yang
memberikan kesan warna
tersebut pada pupil penderita
galukoma. Kelainan mata
pada glaukoma ditandai
dengan meningkatnya
tekanan bola mata, atrofi papil
saraf optik, dan menciutnya
lapang pandang.
Klasifikasi glaukoma
A. Glaukoma primer C. Glaukoma sekunder
• Galukoma sudut terbuka • Glaukoma pigmentasi
• Glaukoma sudut tertutup • Sindrom eksfoliasi
• Akibat kelainan lensa
B. Glaukoma kongenital (fakogenik)
• Glaukoma kongenital primer • Akibat kelainan traktus uvea
• Glaukoma berkaitan dengan • Sindrom iridokorneoendotelial
kelainan perkembangan mata (ICE)
lain • Trauma
• Glaukoma berkaitan dengan • Pasca operasi
kelainan perkembangan • Glaukoma neovaskular
ekstraokular • Peningkatan tekanan vena
episklera
• Akibat steroid
D. Glaukoma absolut
Glaukoma Neovaskular
Glaukoma neovaskuler adalah glaukoma sekunder sudut
tertutup yang terjadi akibat pertumbuhan jaringan fibrovaskuler pada
permukaan iris dan anyaman trabekula yang menimbulkan gangguan
aliran humor akuos dan meningkatkan tekanan intraokuler.
Epidemiologi
Weiss dan kawan-kawan membuat istilah glaukoma
neovaskular pada tahun 1963 berdasarkan diagnosis dan hadirnya
pembuluh darah baru pada iris dan menyebabkan terjadinya
peningkatan tekanan intraokular. 36% dari semua kasus glaukoma
neovaskular berasal dari oklusi vena sentral retina, 32% dari retinopati
diabetic proliferative, dan 13% dari penyakit oklusif arteri karotid.
Etiologi
1. Retinopati diabetik
2. Oklusi vaskular retina
3. Sindrom iskemik okular
4. Radiasi okular
5. Tumor okular
Patofisiologi

Iskemik retina Faktor angiogenesis VEGF & FGF

Mengikuti
Neovaskularisasi dan
Glaukoma aliran humor
membran fibrovaskuler
aquos
Manifestasi klinis
Memiliki 3 stadium:
1. Stadium preglaukoma (rubeosis iridis)
2. Stadium glaukoma sekunder sudut terbuka
3. Stadium glaukoma sekunder sudut tertutup
Stadium preglaukoma (rubeosis iridis)
• TIO normal
• sedikit neovaskularisasi
• neovaskularisasi pada iris
• neovaskularisasi pada sudut bilik mata
depan (bisa terjadi dengan atau tanpa
neovaskularisasi iris)
• reaksi pupil jelek.
• Gejala yang timbul bisa berupa nyeri
pada periokular atau periorbita karena
iskemia
Stadium glaukoma sekunder sudut terbuka
• Peningkatan TIO
• neovaskular iris yang akan berlanjut
menjadi neovaskular pada sudut bilik
mata
• membran fibrovaskular (yang
berkembang sirkumferensial melewati
sudut bilik mata, dan memblock
anyaman trabekular)
• Gejala yang timbul adalah visus kabur
namun mata tidak merah dan tidak
nyeri. Stadium ini bisa terjadi antara 8
– 15 minggu .
Stadium glaukoma sekunder sudut tertutup
• nyeri hebat yang akut
• sakit kepala
• nausea dan atau muntah
• Fotopobia
• penurunan tajam penglihatan (hitung
jari hingga lambaian tangan)
• peningkatan TIO (> 60 mm Hg)
• injeksi konjungtiva
• edema kornea
• Hifema
• flare akuos
• penutupan sudut bilik mata akibat
sinekia, rubeosis yang sudah lanjut,
neovaskularisasi retina dan atau
perdarahan retina
Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan TIO
2. Gonioskopi
3. Pemeriksaan lapang pandang
4. Uji lain
• Uji kopi
• Uji minum air
• Uji steroid
• Uji kamar gelap
Diagnosis
• Anamnesa: mata merah, nyeri, lakrimasi,
penglihatan kabur mendadak
• Pemeriksaan fisik: injeksi konjungtiva, edema
kornea, flare aquos, hifema, neovaskularisasi iris
dan COA
Diagnosis banding
1. Glaukoma primer sudut tertutp akut
2. Glaukoma sekunder sudut tertutup karena uveitis
3. Fuch’s heterochromic iridocyclitis/ fuch’s uveitis
syndrome
Penatalaksanaan
1. Kortikosteroid topical dan sikloplegik  mengurangi rasa
tidak nyaman pada mata terutama serangan akut,
mencegah sinekia, dan melepas perlengketan bila telah
terjadi sinekia
2. ß-blocker, α-agonis dan inhibitor  untuk mengurangi
produksi humor aquos
3. farmakologik anti-angiogenik  mengurangi atau
mencegah terjadinya neovaskularisasi, seperti
bevacizumab (avastin, genentech). Pemberian obat
diaplikasikan secara topikal.
Pembedahan
Tindakan pembedahan dilakukan bila TIO tidak
dapat diturunkan dengan obat-obatan
1. Aquos drainase
2. Siklodestruktif
3. Trabekulektomi

- PRP (Panretinal photocoagulation) untuk mengurangi


pembentukan neovaskularisasi di iris dan mencegah terjadi sinekia
anterior dan posterior dan menurunkan TIO
- Panretinal criotherapy  bila PRP tidak memberikan hasil yang
memuaskan dan jika lensa/ media penglihatan keruh
Prognosis
Prognosis glaukoma neovaskular ditentukan
berdasarkan derajat berat ringannya penyakit yang
mendasarinya. Prognosis glaukoma neovaskular
pada umumnya buruk.
TERIMA KASIH