You are on page 1of 14

Glaukoma

Neovasucul
ar
Annisa Aba
dia
110201002
6
Pembimbin
g
dr Bambang
Rianto S pM
LATAR BELAKANG
Retinopati
diskus
optikus

Defek
lapang
pandang GLAUKOMA D/C > 0,4
progresif

TIO
meningkat >
20 mmhg
POAG

Glaukoma
sudut
terbuka Normoten
si
glaucoma Akut
Glaukom
a Primer
subakut

Glaukoma
sudut Kronik
tertutup

Plateau ieis
Glaukom Glaukoma pigmentasi
a
kongenit
al
Dislokas
Etiologii Glaukoma i
eksfoliative
Intumese
n
Glaukoma
fakogenik Uveitis
fakolitik
Sinekia
Glaukoma posterio
sekunder Perubahan traktus uvealis r

Postoperatif Trauma

Sindrom
iridocorneoendothelial
Glaukoma
absolut
Glaukoma
neovaskuler
Glaukoma sekunder

Adanya membran fibrovaskular pada iris dan COA

Glaucoma kongestif, rubeosis iridis


EPIDEMIOLOGI

Oklusi vena sentralis 36%

Retinopati diabetika proliratif 32 %

Oklusi arteri karotis 13%


PATOGENESIS
Faktor Proliferasi
neovaskular
Iskemik retina angiogenik endothel
isasi
VEGF kapiler

Retinopati
Iskemik retina
diabetik

Inflamasi Uveitis kronik


ETIOLOGI

Melanoma iris

tumor
retinoblastom
a
Klasifikasi menurut
neovaskularisasi pada iris
No iris neovascularization

Less than 2 quadrants of NV at iris pupillary zone

More than 2 quadrants of NV at iris pupillary zone

More than 3 quadrants of NV at ciliary zone / ectropion uveae


HISTOPATOLOGI
• TIO normal
Stage 1 (rubeosis • Kapiler dilatasi di sekitar pupil
iridis) • Reaksi pupil lambat
• Gejala : nyeri periokular atau
periorbital

Stage 2 Glaukoma • Stage 1


sekunder sudut • Penaikan TIO
terbuka

Stage 3 Glaukoma
sekunder sudut
tertutup

• komplit/parsial akibat membran


fibrovaskular
• Nyeri hebat, akut, sakit kepala, mual
muntah
DIAGNOSIS
Gejala Riwayat
Anamnesis tergantung DM,
stage hipertensi

Pemeriksaan Funduscop
Slit lamp Gonioscopy TIO Visual field
Fisik y

Pemeriksaan Flourescent Carotid


angiograph Fluorophotometry USG B scan
penunjang doppler
y
Diagnosis Banding
Glaukoma sudut • Pupil middilatasi
tertutup primer • Tidak ada neovaskularisasi
akut • Tidak ada ektropion uvea

Glaukoma tertutup • Terdapat sinekia posterior total


sekunder karena • Tidak ada neovascularisasi
uveitis

Fuchs’ • Kelainan sudut terbuka


Heterochormic • TIO meningkat namun tidak ada
Iridocyclitis neovaskularisasi
Penatalaksanaan
• Topical steroid ( prednisolon acetate 1%
Untuk mengurangi inflamasi dan • Cyclopegic ( atropin 1% )
nyeri

• Topical beta blocker ( timolol 0,5%)


• Alpha 2 agonist ( brimonidine 0,1 – 0,2%)
• CAI ( acetazolamide 500 mg , dorzolamide 2 %)
Mengurangi TIO • Prostaglandin (Latanoprost)

• Glaucoma filtration surgery


• Pan Retinal Photocoagulation
Bedah • Cryotheraphy

• Intra vitreal VEGF ( ranibizumab, bevacizumab)


Lainnya • Goniophotocoagulation

• DM
• Oklusi arteri retina sentralis
Treat underlying disease
0 KOMPLIKASI
0 Glaukoma absolut
0 PROGNOSIS
0 Tergantung penyakit yang mendasarinya
0 Biasanya buruk
Daftar Pustaka
0 Ilyas S, Tanzil. 2006 . Glaukoma . Ilmu Penyakit Mata. Edisi 3. FKUI : Jakarta . Hal :
212 – 218.
0 Vaughan, Asbury . 2007 . Glaucoma Vascular. Edisi 17 . EGC : Jakarta . Hal : 212 –
219
0 Kingman. 2004 . Glaucoma is second leading cause of blinding globally. Available at
: http://www.who.int/bulletin/volumes/82/11/feature1104/en/index1.html
(diakses pada 1 oktober 2014)
0 Cook,C. Foster P. 2012 . Epidemiology of Glaucoma : ‘What’s new?”. Can J Opthamol
47(3). Pp : 223-226. Available at :
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22687296 (diakses pada 1 oktober 2014)
0 Cornish, Kurt. Neovascular Glaucoma . Aberdeen Royal Infirmary. Pp : 128 – 144.
Available at : http://cdn.intechopen.com/pdfs-wm/22971.pdf (diakses pada 1
oktober 2014)
0 Gerstenblith, Adam.1994. Glaukoma . The Wills Eye Manual. Edisi 2.
0 Kanski . Clinical Opthalmology a systematic approach.