You are on page 1of 20

INTERAKSI OBAT

“INTERAKSI PADA
PROSES METABOLISME”

Mydea Ratna Putri (15330009)
INTERAKSI OBAT
• Interaksi obat adalah perubahan efek suatu obat
akibat pemakaian obat lain (interaksi obat-obat) atau
oleh makanan, obat tradisional dan senyawa kimia lain
• Interaksi obat yang signifikan dapat terjadi jika dua
atau lebih obat digunakan bersama-sama sehingga
dapat mengubah kerja obat menjadi lebih atau kurang
aktif.

• Interaksi obat dapat terjadi minimal melibatkan 2 jenis
obat yaitu:
1. Obat obyek
obat yang aksinya atau efeknya dipengaruhi atau
diubah oleh obat lain.
2. Obat presipitan
obat yang mempengaruhi atau mengubah aksi atau
efek obat lain.
Mekanisme Interaksi Obat

terjadi ketika suatu obat mempengaruhi absorbsi, distribusi,
Interaksi
metabolisme dan ekskresi obat lainnya sehingga
farmakokinetik
meningkatkan atau mengurangi jumlah obat yang tersedia
untuk menghasilkan efek farmakologisnya.

Interaksi farmakodinamik adalah interaksi di mana efek suatu obat
Interaksi diubah oleh obat lain pada tempat aksi. Interaksi ini dapat terjadi
farmakodinamik karena kompetisi pada reseptor atau terjadi antara obat-obat yang
bekerja pada sistem fisiologis yang sama.
Tipe Interaksi Obat-Obat

• Duplikasi, yaitu ketika dua obat yang sama efeknya
diberikan, efek samping mungkin dapat meningkat.

• Opposition, yaitu ketika dua obat dengan aksi
berlawanan diberikan bersamaan dapat berinteraksi,
akibatnya menurunkan efektivitas obat salah satu atau
keduanya.

• Alteration, yaitu ketika suatu obat mungkin dirubah
melalui absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi
obat lain.
Faktor-Faktor Interaksi Obat

Efek dan keparahan interaksi obat dapat sangat bervariasi
antara pasien yang satu dengan yang lain. Berbagai faktor
dapat mempengaruhi kerentanan pasien terhadap
interaksi obat. Pasien yang rentan terhadap interaksi obat
antara lain:
• Pasien lanjut usia
• Pasien yang minum lebih dari satu macam obat
• Pasien yang mempunyai ganguan fungsi hati dan ginjal
• Pasien dengan penyakit akut
• Pasien dengan penyakit yang tidak stabil
• Pasien yang mempunyai karakteristik genetik tertentu
Penatalaksanaan Interaksi Obat

Strategi pelaksanaan interaksi obat
meliputi :
 Menghindari kombinasi obat yang
berinteraksi.
 Penyesuaian dosis obat
 Pemantauan pasien
 Melanjutkan pengobatan seperti
sebelumnya
Metabolisme Obat

• Metabolisme obat adalah proses modifikasi
biokimia senyawa obat oleh organisme
hidup, pada umumnya dilakukan melalui
proses enzimatik

• Beberapa metabolisme obat berlangsung
dalam serum, ginjal, kulit dan usus, tetapi
proporsi terbesar dilakukan oleh enzim yang
ditemukan di membran retikulum
endoplasma sel-sel hati.
Mekanisme Metabolisme Obat

Obat dimetabolisme oleh dua jenis reaksi utama yaitu reaksi fase I dan fase II,
Suatu senyawa dapat melewati satu atau kedua fase metabolisme tersebut
hingga tercapai bentuk yang larut dalam air.

• Fase I
Pada Metabolisme fase I, terjadi oksidasi, demetilasi, hidrolisa, dan sebagainya
oleh enzim mikrosomal hati yang berada di endothelium, menghasilkan
metabolit obat yang lebih larut dalam air (polar).

• Fase II
Pada metabolisme fase II, obat bereaksi dengan molekul yang larut air
(misalnya asam glukuronat, sulfat, dsb) menjadi metabolit yang tidak atau
kurang aktif, yang larut dalam air.
Interaksi pada proses metabolisme

Interaksi fase metabolisme dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu :

• Induksi enzim
Obat penginduksi enzim dapat menurunkan kadar dari salah satu obat di
dalam plasma dan mempercepat eliminasinya. Hal ini dikarenakan enzim
pemetabolisme diinduksi sehingga produksi enzim lebih banyak dan lebih
aktif untuk memetabolisme obat. Obat penginduksi enzim ini dapat
menurunkan kerja dari obat lain.
• Inhibisi enzim
Obat penginhibisi enzim dapat meningkatkan kadar obat lain di dalam plasma
dan memperlama eliminasinya. Interaksi ini dapat meningkatkan kerja obat,
tetapi juga dapat menimbulkan toksisitas.
Tabel Interaksi Pada Proses Metabolisme

Obat Obat Mekanisme Efek yang Penanganan
Obyek Presipitan Interaksi Ditimbulkan Interaksi
(Obat A) (Obat B)

S-Warfarin Fenilbutazon Fenilbutazon Kadar S-warfarin Dosis
menghambat  antikoagulan
enzim CYP2C9  Perdarahan diperkecil dahulu
saat memulai
terapi dengan obat
lain tersebut, baru
di an lagi setelah
pengobatan
dengan obat
tersebut selesai.
Obat Obat Mekanisme Efek yang Penanganan
Obyek Presipitan Interaksi Ditimbulkan Interaksi
(Obat A) (Obat B)

Triazolam Ketokonazol Ketokonazol Kadar Tidak
menghambat Triazolam  dianjurkan
enzim  Sedasi penggunaan
CYP3A4 hebat kedua obat ini
secara
bersamaan.
Obat Obat Mekanisme Efek yang Penanganan
Obyek Presipitan Interaksi Ditimbulkan Interaksi
(Obat A) (Obat B)

Metoprolol Kuinidin Kuinidin Kadar Diperlukan
menghambat Metoprolol penyesuaian
enzim  Bradikardia dosis dan
CYP2D6 hebat pemantauan
tekanan darah
apabila kedua
obat digunakan
bersama-sama
Obat Obat Mekanisme Efek yang Penanganan
Obyek Presipitan Interaksi Ditimbulkan Interaksi
(Obat A) (Obat B)

Teofilin Simetidin Simetidin Kadar Dosis teofilin harus
menghambat Teofilin  diturunkan untuk
enzim menghindari
CYP1A2 toksisitas.
Jika simetidin
dihentikan, maka
dosis teofilin perlu
disesuaikan.
Obat Obat Mekanisme Efek yang Penanganan
Obyek Presipitan Interaksi Ditimbulkan Interaksi
(Obat A) (Obat B)

Diazepam Simetidin Simetidin Kadar Interaksi obat
menghambat Diazepam  ini biasanya
enzim tidak
CYP2C19 menyebabkan
kerusakan
atau
membutuhkan
perubahan
dalam terapi.
Mungkin
hanya perlu
diatur waktu
penggunaanya
.
Obat Obat Mekanisme Efek yang Penanganan
Obyek Presipitan Interaksi Ditimbulkan Interaksi
(Obat A) (Obat B)

Siklosporin Rifampisin Rifampicin  Kadar hati-hati jika
menginduksi Siklosporin kedua obat ini
enzim P- diminum
glikoprotein bersamaan.
Diperlukan
penyesuaian
dosis atau tes
khusus jika
menggunakan
kedua obat
tersebut.
Obat Obat Mekanisme Efek yang Penanganan
Obyek Presipitan Interaksi Ditimbulkan Interaksi
(Obat A) (Obat B)

Paracetam INH INH Metabolit Diperlukannya
ol menginduksi reaktif dari penyesuaian
enzim Paracetamol  dosis untuk
CYP2E1 Resiko pemakaian kedua
hepatotoksisita obat secara
s akibat aman.
Paracetamol
Obat Obat Mekanisme Efek yang Penanganan
Obyek Presipitan Interaksi Ditimbulkan Interaksi
(Obat A) (Obat B)

S-Warfarin Fenobarbital Fenobarbital  Kadar Warfarin Perlu  dosis
menginduksi warfarin 2-10 kali
enzim CYP2C9 lipat (dalam waktu
1-4 minggu), untuk
mengembalikan
efektivitasnya.
Sewaktu obat
induksi dihentikan,
dosis warfarin
diturunkan kembali
(secara bertahap)
untuk mencegah
terjadinya
perdarahan.
Obat Obat Mekanisme Efek yang Penanganan
Obyek Presipitan Interaksi Ditimbulkan Interaksi
(Obat A) (Obat B)

Simvastatin Ketokonazol Ketokonazol  kadar Menggunakan
menghambat simvastatin simvastatin
enzim  miopati bersama dengan
CYP3A4 (myositis dan ketokonazol
rabdomiolisis) tidak
dianjurkan.
Obat Obat Mekanisme Efek yang Penanganan
Obyek Presipitan Interaksi Ditimbulkan Interaksi
(Obat A) (Obat B)

Fluvastatin Flukonazol Flukonazol kadar Diperlukan
menghambat Fluvastatin penyesuaian
enzim miopati dosis atau tes
CYP2C9 khusus untuk
mengambil
kedua obat
dengan aman.