You are on page 1of 14

TOLERANSI PADA OPERASI ANASTHASIA

INTERNSHIP TANJABTIM 2018


APA ITU TOLERANSI OPERASI ?
Kesimpulan yang didapat baik dari dokter penanggung
jawab setelah mengumpulkan informasi data pasien &
hasil konsul dari ranah spesialisasi lain ( Penyakit Dalam ,
Anak , Onkologi , Saraf , dll ) tentang keadaan seorang
pasien dimana pasien itu sudah layak atau tidak untuk
mendapatkan tindakan operasi.
DARIMANA KESIMPULAN TOLERANSI OPERASI DI
DAPAT ?
PERSIAPAN PRE OPERATIF

INFOR
MASI

TINGKAT RESIKO OPERASI

( RENDAH , SEDANG , TINGGI )

KESIM
PULAN

TOLERANSI OPERASI ( RINGAN , SEDANG , BERAT )


APA SAJA ISI PERSIAPAN PRE OPERATIF ?
Persiapan Pre Operatif.
1. Anamnesis.
2. Pemeriksaan Fisik.
3. Pemeriksaan Lab, EKG , Radiologi .
4. Hasil Konsul dari dokter yang lain.
5. Pemeriksaan Status Anastesi ( ASA , Malampati , dll ).
6. Pemberian obat premedikasi.
7. MEXT score
8. Mental Health Status
Anamnesis PJ Pemeriksaan Konsul ke dokter
Lab spesialis lain

dr Anastesi Jika Setuju ,


memberikan maka dikonsul ke Setuju / Tidak di
kesimpulan dari Anastesi operasi
stasus anastesi
Anamnesis

PJ

Pemeriksaan
Lab

Konsul ke dokter spesialis lain

Setuju / Tidak di operasi Jika tidak setuju , dirawat hingga


mencapai toleransi yang di inginkan

Jika Setuju , maka dikonsul ke


Anastesi

dr Anastesi memberikan
kesimpulan dari stasus anastesi
PERSIAPAN PRE OPERATIF
ANAMNESIS :
Identitas pasien ( NUP3AS)
Keluhan Utama
Sacred 7 ( lokasi , onset, kronologis , kualitas , kuantitas , faktor memperingan ,
factor memperberat , keluhan yang menyertai . )
Riwayat penyakit pasien ( Riwayat penyakit dahulu & sekarang )
Riwayat peyakit keluarga
Riwayat kebiasaan
Riwayat Alergi
Sistem Organ
Diagnosa Utama
Diagnosa Pembanding ( DD )
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN MENYELURUH DARI KEPALA – KAKI , LALU DISIMPULKAN DARI
TANDA- TANDA POSITIF , DAN HASIL KESIMPULAN TERSEBUT DISINKRONISASI
DENGAN HASIL ANAMNESIS DAN JUGA UNTUK MENDAPATKAN KELAINAN LAIN YG
TIDAK DIDAPATKAN DI ANAMNESIS.
CONTOH
Pasien 65 tahun , berjenis kelamin laki – laki dengan fraktur femur pastinya akan ditemukan
kronologis pasien jatuh dari motor /jatuh dengan femur ( paha ) sebagai tumpuan ketika jatuh .
Lalu pada pemeriksaan fisik akan ditemukan :
1. Inspeksi : perubahan warna kulit , ada / tidak nya bengkak , dan perbedaan Anatomical
length & True length , dasar luka jika fraktur terbuka .
2. Palpasi : Krepitasi pada tulang femur , baal / tidak , vaskularisasi di vena femoris bagus
atau tidak, ada tidak nya sindrom kompartemen, dll.
3. TERNYATA SETELAH DI PERIKSA VITAL SIGN NYA , TD PASIEN TERSEBUT 160/ 100.
UMUR 65 TAHUN & TD 160 / 100 ADALAH FAKTOR RESIKO.
SEBELUM KONSUL KE DOKTER SPESIALIS YG LAIN , HARUS DI FOTO THORAX PA, CHECK
LAB , DAN EKG.
PEMERIKSAAN LAB , EKG , DAN RADIOLOGI PENTING DILAKUKAN UNTUK
MENGETAHUI HAL – HAL APA SAJA YG TERLAMPAUI DI ANAMNESIS & PJ .
TERNYATA SETELAH DI CEK LAB , PASIEN MEMILIKI GDS YG TINGGI ( 400 mg/dL) &
PEMERIKSAAN PADA FOTO THORAX NORMAL , EKG NORMAL.
BERARTI PASIEN SUDAH PUNYA FAKTOR RESIKO :
1. UMUR 65 TAHUN
2. TD 160 / 100
3. GDS 300 mg /dL
KONSUL KE DOKTER LAIN
PENYAKIT DALAM : 1. GERIATRI >> 65 TAHUN & TD 160 / 100
2. ENDOKRIN – METABOLIK >> GDS 300 mg/ dL
3. AHLI GIZI >> Diet DM tipe 2
KENAPA HARUS DIKONSUL ??
1. USIA 65 TAHUN MEMILIKI SISTEM IMUNOLOGI YG RENDAH BAHKAN BURUK .
2. GDS 300 mg/ dL >> 1. RESIKO PENYEMBUHAN LUKA YG LAMA.
2. INFEKSI PASCA OPERASI
3. EMBOLI PASCA OPERASI
3. TD 160 / 100 BERESIKO PADA PENDARAHAN DAN SYOK HEMORAGIK PADA SAAT OPERASI.
3. Diet apa yg cocok untuk menurunkan kadar GDS sehingga bisa << 150 mg / dL