You are on page 1of 17

KOROSI MERATA

KELOMPOK 1
Markus Dwi M. 105214006
Julius Debby K. 105214007
Prasetyo Edi W. 105214008

akibat adanya kandungan zat asam pada udara dari tanah. .Pengertian Umum Korosi  Korosi atau secara awam lebih dikenal dengan istilah pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan-bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan. baik yang kontak dengan udara bebas dan permukaan tanah. Korosi Eksternal yaitu korosi yang terjadi pada bagian permukaan dari sistem perpipaan dan peralatan. Hal ini akan menyebabkan timbulnya aliran-aliran elektron dari suatu tempat ke tempat yang lain pada permukaan metal. sehingga apabila terjadi kontak dengan air akan membentuk asam yang merupakan penyebab korosi.  Korosi adalah suatu proses elektrokimia dimana atom-atom akan bereaksi dengan zat asam dan membentuk ion-ion positif (kation). Secara garis besar korosi ada dua jenis yaitu : Korosi Internal yaitu korosi yang terjadi akibat adanya kandungan CO2 dan H2S pada minyak bumi.

tembaga. korosi dapat kita jumpai terjadi pada berbagai jenis logam. . Bangunan-bangunan maupun peralatan elektronik yang memakai komponen logam seperti seng.Dalam kehidupan sehari-hari. besi-baja dan sebagainya semuanya dapat terserang oleh korosi ini.

Hampir seluruh permukaan logam menampakkan terjadinya proses korosi. Definisi Korosi Merata Salah bentuk korosi yang terjadi pada logam adalah korosi merata.A. . Korosi merata adalah jenis korosi dimana pada korosi tipe ini laju korosi yang terjadi pada seluruh permukaan logam atau paduan yang terpapar atau terbuka ke lingkungan berlangsung dengan laju yang hampir sama.

Korosi merata yang terjadi pada logam besi prosesnya bisa diuraikan sebagai berikut : Reaksi yang terjadi adalah : Fe(s) Fe2+ + 2e (reaksi oksidasi) O2 + 2H2O + 4 e 4 – OH (reaksi reduksi) 2Fe + O2 + 2H2O 2Fe(OH)2 . Korosi pada logam terjadi karena adanya reaksi redoks antara logam dengan lingkungannya. Korosi merata berlangsung secara lambat dan korosi ini dipicu oleh korosi yang mula-mula terjadi pada sebagian permukaan logam sehingga dengan bertambahnya waktu akan menyebar ke seluruh permukaan logam.

B. Penyebab Korosi Korosi merata terjadi karena proses anodik dan katodik yang berlangsung pada permukaan logam terdistribusi secara merata. . Korosi seperti ini umumnya dapat kita temukan pada baja di atmosfer dan pada logam atau paduan yang aktif terkorosi (potensial korosinya berada pada daerah kestabilan ionnya dalam diagram potensial- pH). Ini terjadi karena adanya pengaruh dari lingkungan sehingga kontak yang berlangsung mengakibatkan seluruh permukaan logam terkorosi.

02 < 25 <2 Excellent 1-5 0.02-0.5-1 500-1000 50-150 Poor 50-200 1-5 1000-5000 150-500 Unexceptable 200+ 5+ 5000+ 500+ .1-0.1 25-100 2-10 Good 5-20 0.5 100-500 10-150 Fair 20-50 0. Kerusakan material yang diakibatkan oleh korosi merata umumnya dinyatakan dengan laju penetrasi yang ditunjukkan sebagai berikut : Ketahanan Relatif Mpy Korosi Satuan laju korosi mm/yr m/yr nm/h (mil per year) Outstanding <1 < 0.

baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik. kelembaban. teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam. basa serta garam.Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua. . keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. a) Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan. struktur bahan. suhu. unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan. bentuk kristal. yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. b) Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara.

Besi (besi untuk pagar dapat terkorosi). Baja (Jembatan dari baja maupun badan mobil dapat menjadi rapuh karena korosi). Tembaga. 5. Peralatan elektronik. MATERIAL YANG DAPAT TERSERANG KOROSI MERATA 1. . Seng (Seng untuk atap dapat bocor karena korosi). 2. 4. 3.C.

Material yang terendam air dengan kadar asam/pH yang tinggi. aneka barang mulai dari komponen elektronika renik sampai jembatan baja semakin mudah rusak. . 3.D. 2. Rusaknya susunan atom suatu material. Dalam lingkungan dengan kondisi yang ekstrim. bahkan hancur karena korosi. Kondisi Pengkorosian 1.

E. Chemical Inhibitor . Proteksi Katodik 2. Coating 3. Pencegahan Korosi Merata 1.

 Dalam hal diatas elektron disuplai pada logam yang diproteksi oleh anoda buatan sehingga elektron yang hilang dari daerah anoda tersebut selalu diganti. . Daerah anoda adalah suatu bagian logam yang kehilangan elektron. sehingga akan mengurangi proses korosi dari logam yang diproteksi.Proteksi Katodik  Pemasangan suatu anoda buatan di luar logam yang akan diproteksi.  Karena perbedaan potensial maka arus elektron akan mengalir dari anoda yang dipasang dan akan menahan melawan arus elektron dari logam yang didekatnya. sehingga logam tersebut berubah menjadi daerah katoda. Ion positifnya meninggalkan logam tersebut dan masuk ke dalam larutan yang ada sehingga logam tersebut berkarat.

Coating Cara ini dilakukan dengan cara melapisi logam (coating) dengan suatu material yang lebih kuat agar logam tersebut terhindar dari korosi Contoh: ◦ Pelapisan dengan cat ◦ Pelapisan dengan gemuk (grease) .

Chemical Inhibitor Bekerja dengan membentuk lapisan pelindung pada permukaan metal. Untuk memperlambat reaksi korosi digunakan bahan kimia yang disebut inhibitor corrosion yang bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung pada permukaan metal. . Karena inhibitor tersebut merupakan masalah yang penting dalam menangani kororsi maka perlu dilakukan pemilihan inhibitor yang sesuai dengan kondisinya. Lapisan molekul pertama yang terbentuk mempunyai ikatan yang sangat kuat yang disebut chemis option. Corrosion inhibitor umumnya berbentuk fluid atau cairan yang diinjeksikan pada production line.

Gambar Akibat Proses Korosi Merata .