You are on page 1of 20

PERUNDANG-UNDANGAN

NARKOTIKA & PSIKOTROPIKA

Naomi Date Mentaruk 16010


Restye Septiana Christian 1601017
Sarah Patintingan 1704025
Tri Irianti Satria 1704030
Pengertian

 Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau
bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri,
dan dapat menimbulkan ketergantungan.
(Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 (pasal 1))
Tujuan UU Narkotika
(Pasal 4)
 Menjamin ketersediaan narkotika untuk kepentingan
pelayanan kesehatan dan / untuk pengembangan IPTEK,
 Mencegah, melindungi, dan menyelamatkan bangsa Indonesia
dari penyalahgunaan narkotika,
 Memberantas peredaran gelap narkotika dan prekursor
narkotika,
 Menjamin pengaturan rehabilitasi medis dan sosial bagi
penyalah guna dan pecandu narkotika
Penggolongan Narkotika
 Narkotika Golongan I
 Heroin, opium, kokain
 Narkotika Golongan II
 Morfin, metadona
 Narkotika Golongan III
 Asetilhidrokodeina, Dihidrokodein, Dekstropropoksifena,
Etilmorfin, Kodeina

Permenkes RI No. 2 Thn 2017 Ttg Perubahan Penggolongan


Narkotika.
Pengadaan

Pasal 9
 Menteri menjamin ketersediaan Narkotika untuk
kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau untuk
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
 Untuk keperluan ketersediaan Narkotika
Pasal 10
 Narkotika untuk kebutuhan dalam negeri diperoleh dari
impor, produksi dalam negeri, dan/atau sumber lain dengan
berpedoman pada rencana kebutuhan tahunan Narkotika
Produksi
 Menteri memberi izin khusus untuk memproduksi Narkotika
kepada Industri Farmasi tertentu yang telah memiliki izin
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
setelah dilakukan audit oleh BPOM.
 Menteri melakukan pengendalian terhadap produksi
Narkotika sesuai dengan rencana kebutuhan tahunan
Narkotika
 BPOM melakukan pengawasan terhadap bahan baku, proses
produksi, dan hasil akhir dari produksi Narkotika sesuai
dengan rencana kebutuhan tahunan Narkotika
Penyimpanan
 Narkotika yang berada dalam penguasaan Industri
Farmasi, pedagang besar farmasi, sarana penyimpanan
sediaan farmasi pemerintah, apotek, rumah sakit, pusat
kesehatan masyarakat, balai pengobatan, dokter, dan
lembaga ilmu pengetahuan wajib disimpan secara khusus.
 Tempat penyimpanan psikotropika dapat berupa gudang,
ruangan atau lemari khusus.
 Tempat penyimpanan Psikotropika dilarang digunakan
untuk menyimpan barang selain psikotropika.
Distribusi

IMPOR

Izin Khusus dan Surat


Persetujuan Impor

EKSPOR

Mentri
Penyaluran

 Industri Farmasi tertentu hanya dapat menyalurkan Narkotika


kepada:
a. pedagang besar farmasi tertentu;
b. apotek;
c. sarana penyimpanan sediaan farmasi pemerintah tertentu;
d. rumah sakit.
Penandaan

Pasal 45
 Industri Farmasi wajib mencantumkan label pada kemasan
Narkotika, baik dalam bentuk obat jadi maupun bahan baku
Narkotika.
Pidana
Pasal 111
menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau
menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman

Penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan


pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 dan paling
banyak Rp8.000.000.000,00
Lanjutan Pidana…..

Pasal 112
Narkotika Golongan I bukan tanaman

Pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun


dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 dan
paling banyak Rp8.000.000.000,00
Pencegahan dan Pemberantasan
Pasal 64 BNN

Lembaga Pemerintah Non-kementriana

Berkedudukan dibawah Presiden dan


Bertanggungjawab kepada Presiden
PSIKOTROPIKA

UU no. 5 Tahun 1997 dan Permenkes No. 3 Tahun


2017
Pengertian Psikotropika

 Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah


maupun sintetis, bukan narkotika yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada SSP yang
menyebabkan perubahan khas pada aktivitas
mental dan perilaku.
Penggolongan Psikotropika :

 Psikotropika golongan 1
Contoh : Broloamfetamine, Mescaline,
Tenamfetamine, Tenocyclidine.

 Psikotropika golongan 2
Contoh : amfetamin, metamfeamin(sabu),
dexamphetamine, fenetilin, zipeprol.
 Psikotropika golongan 3
Contoh : amobarbital, brupronorfina, flunitrazepam,
pentazocine, pentobarbital.

 Psikotropika golongan 4
Contoh : allobarbital, alprazolam, diazepam, nitrazepam,
camazepam, clobazam, cloxazolam, lexotan, obat
penenang(sedative), obat tidur(hipnotika).
Penandaan Obat Psikotropika :

 Ditandai dengan lingkaran bulat berwarna merah, dengan


huruf K berwarna hitam yang menyentuh garis tepi yang
berwarna hitam.
Penyimpanan obat psikotropika :
 Tempat penyimpanan psikotropika dapat berupa
gudang, ruangan atau lemari khusus.
 Tempat penyimpanan Psikotropika dilarang digunakan
untuk menyimpan barang selain psikotropika.
 Penyimpanan obat psikotropika wajib memenuhi Cara
Produksi Obat yang Baik, Cara Distribusi Obat yang
baik, dan standar pelayanan kefarmasian sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.