You are on page 1of 38

ASUHAN KEPERAWATAN

KLIEN DIABETES MELLITUS

Nur Isnaini
Review pankreas
 Pankreas merupakan sekumpulan kelenjar yang
panjangnya kira – kira 15 cm, lebar 5 cm, mulai
dari duodenum sampai ke limpa dan beratnya
rata – rata 60 – 90 gram. Terbentang pada
vertebrata lumbalis 1 dan 2 di belakang lambung.
Sekresi hormon pankreas dikendalikan oleh mekanisme
umpan balik negatif dengan kadar GLUKOSA DARAH

 GLUKOSA DARAH setelah makan  peningkatan INSULIN  penurunan


Glukosa darah  penurunan INSULIN

 Meningkatkan Glycogenesis di hati dan otot, Lipogenesis


(glukosa dikonversi mjd lemak untuk disimpan), Menghambat
peningkatan ambilan dan penggunaan GLUKOSA oleh otot dan
jaringan adiposa/lemak, Meningkatkan Glycogenolysis
(pemecahan protein) dan Lipolysis (penggunaan lemak untuk
energi)

Penurunan GLUKOSA DARAH


Peningkatan penyimpanan lemak dan glycogen
Sistem kerja pangkreas
Pengertian

 Kelainan metabolik akibat dari


kegagalan pankreas untuk mensekresi
insulin (hormon yang responsibel
terhadap pemanfaatan glukosa) secara
adekuat.
 Akibat yang umum adalah terjadinya
hiperglikemia.
Tanda gejala
2 macam DM
1. DM Tipe I atau IDDM
2. DM Tipe II atau NIDDM
Penyebab
 Faktor genetik

 Faktor imunologi

 Faktor lingkungan
Patofisiologi Tipe I : Insulin Dependent Diabetes
Melitus (IDDM)

 Hampir 90-95 % islet sel prankreas


hancur sebelum terjadi hiperglikemia
akibat dari antibodi islet sel
 Kondisi tersebut menyebabkan insufisiensi
insulin dan meningkatkan glukosa
 Glukosa menumpuk dalam serum
sehingga menyebabkan hiperglikemia.
 Kemudian glukosa dikeluarkan melalui
ginjal (glukosuria) dan terjadi osmotik
diuresis
 Osmotik diuresis menyebabkan
terjadinya kehilangan cairan dan terjadi
polidipsi
 Penurunan insulin menyebabkan tubuh
tidak bisa menggunakan energi dari
karbohidrat sehingga tubuh
menggunakan energi dari lemak dan
protein sehingga mengakibatkan
ketosis dan penurunan berat badan
 Polipagi dan kelemahan tubuh akibat
pemecahan makanan cadangan
PERJALAN PENYAKIT DM TIPE I
ß-cell function
100%

tolerance restablish

clinical onset

5-10%
Tipe II : NIDDM

 Besar dan jumlah sell beta pankreas


menurun tidak diketahui sebabnya
 Pada obesitas, kemampuan insulin
untuk mengambil dan memetabolisir
glukosa ke dalam hati,
muskulosekeletal dan jaringan
adiposa menurun
 Gejala hampir sama dengan DM Tipe I
dengan gejala non spesifik lain (pruritus,
mudah infeksi)
KOMPLIKASI DM


1. Hiperglikemia
 Insulin menurun
 Glukagon meningkat
 Pemakaian glukosa perifer terhambat
2. Hipoglikemia
 KGD < 60 mg %
 Akibat terapi insulin
3. Ketoasidosis diabetik
 Insulin menurun
 Lipolisis
 Ketonbodi meningkat
 Koma
4. Neuropati diabetik
 Kesemutan
 Lemas
 Baal
 Mual
 Muntah
 Kembung
5. Nepropati diabetik : proteinuria
6. Retinopati diabetik : pengelihatan kabur
7. Ulkus/Gangren
8. Kelainan vaskuler:
 Mikrovaskuler
 Makrovaskuler
Perawatan preventif
 Identifikasi
 Penderita membawa keterangan tentang: jenis DM, komplikasi,
regimen pengobatan
 Vaksinasi
 Merupakan tindakan yang baik terutama terhadap
pneumokokus dan influensa
 Tidak merokok
 Deteksi dan penatalaksanaan hipertensi dan hiperlipidemia
 Perawatan kaki
A. Diagnosa Keperawatan
 Kekurangan volume cairan sehubungan
dengan diuresis osmotik
 Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari
kebutuhan sehubungan dengan defisiensi
insulin
 Resiko terjadinya perubahan persepsi sensori
sehubungan dengan perubahan kimia
endogen
 Kelelahan sehubungan dengan perubahan
kimia tubuh
 Risiko terhadap cedera sehubungan dengan penurunan
sensasi taktil, pengurangan ketajaman pandangan.
 Nutrisi : lebih dari kebutuhan sehubungan dengan masukan
yang melebihi aktivitas, kurang pengeluaran
 Resiko terhadap ketidak patuhan sehubungan dengan
kompleksitas dan kronisitas aturan
perawatan / pengobata
 Ketakutan sehubungan dengan Dx DM,
potensial komplikasi, injeksi insulin
 Risiko terhadap ketidakefektifan koping
sehubungan dengan penyakit kronis, aturan
perawatan, masa depan yang tidak pasti
 Putus asa sehubungan dengan menderita
penyakit kronis
 Kurang pengetahuan tentang penyakit
yang diderita dan cara perawatannya
4 Pilar penanganan DM

1. Diet Diabetes Mellitus


a. Syarat
 Perbaiki keadaan umum
 Arahkan berat badan normal
 Pertahankan KGD normal
 Tekan angiopati
 Sesuaikan keadaan
 Menarik dan mudah diberikan

b. Prinsip
 Jumlah sesuai kebutuhan
 Jadwal diet tepat
 Jenis : boleh dimakan/tidak
Komposisi Makanan

 Karbohodrat
 50 - 60 %
 Penting ubtuk pemasukan kalori yang cukup

 Protein
 10- 20 %
 Mempertahankan keseimbangan nitrogen dan
mendorong pertumbuhan
 Lemak
 25 - 30 %
 Pemasukan kolesterol kurang dari 300 mg/hari

 lemak jenuh diganti lemak tak jenuh

 Serat
 25g/1000 kkal
 Memperlam penyerapan gula
2. Latihan Fisik
a. Keuntungan
 Insulin jadi lebih efektif
 Reseptor insulin tambah
 Tekan kenaikan BB
 Turunkan kadar LDL dan ting-
katkan kadar HDL
 Tingkatkan aliran darah
 Turunkan kolestrol
Sintesis glikogen
b. Prinsip
 Frekfensi : 3 - 5 X/minggu
 Intensitas : ringan dan sedang
 Time : 30 - 60 menit/ latihan
 Tipe : OR aerobik (jalan,
renang , joging, ber-sepeda)
Mekanisme Pengaturan Glukosa
Pada Gerak Badan

* Ambilan glukosa otot meningkat


* Produksi glukosa hepatik meningkat
(hasil pemecahan glikogen)
Asumsi:
@ Insulin memacu MAF (muscle activating factor)
@ Aliran darah meningkat
@ Adanya hipoksia lokal
@ Adanya kenaikan kalsium sitoplasma
3. Obat Anti Diabetik
 OAD : Sulfonilurea, daonil
 Obat injeksi insulin
4. Penyuluhan Kesehatan
 Penyakit DM
 Diet
 Kebersihan
 Latihan fisik
 Hindari Trauma/ luka
 Tak boleh menahan kencing
 Kontrol
BERAT BADAN RELATIF ( BBR )

BB
BBR = X 100 %
TB – 100

1. Kurus : BBR < 90 %


2. Normal : BBR 90–110 %
3. Gemuk : BBR > 110 %
4. Obesitas : BBR > 120 %
 Ringan : 120 – 130 %
 Sedang : 130 – 140 %
 Berat : 140 – 200 %
Morbit : > 200 %
PEDOMAN JUMLAH KALORI

1. Kurus : BB x 40–60 Kalori/Hr


2. Normal : BB x 30 Kalori/Hr
3. Gemuk : BB x 20 Kalori/Hr
4. Obesitas : BB x 10–15 Kalori/Hr
Defisiensi Insulin berat
Prinsip Penatalaksanaan Ulkus Diabetik

 Perawatan Luka
 Antibiotika
 Istirahat Daerah Yang Sakit
Perawatan Luka

 Teknik steril
 Cairan antiseptik
 Nekrotomi
Antibiotika

 Berdasarkan kultur dan sensitivitas


 Bila hasil belum ada dpt diberikan
antibiotik spektrum luas
Derajat Kaki Diabetik menurut
Wagner

 Derajat 0: tidak ada lesi terbuka, kulit masih utuh,


dg kemungkinan ada callus
 Derajat 1: Ulkus superfisial terbatas pada kulit
 Derajat 2: Ulkus dalam menembus tendon dan
tulang
 Derajat 3: Abses dalam, dengan atau tanpa
osteomilitis
 Derajat 4: Gangren jari kaki atau bagian
distal kaki dengan atau tanpa selulitia
 Derajat 5: Gangren seluruh kaki atau
sebagian tungkai bawah
TERIMA KASIH