You are on page 1of 12

Typoid abdominalis

Kelompok 4:

Nama kelompok :
1. Tri Nugroho Saputro ( 1611010068 )
2. Refangga Destiara F.k ( 1611010040 )
3. Risa Listiyani ( 1611010047 )
4. Aida Hikmatul Aliya ( 1611010051 )
5. Azima Fitriana ( 1611010056 )
6. Yoanita wuryandani ( 1611010057 )
7. Sherly Prahesti L ( 1611010062 )
8. Annisa Al Hidayah ( 1611010064 )
9. Isnaini Mukharomah (1611010065 )
Definisi :

 Typhoid fever (Demam Tifoid) yang biasa juga disebut typhus atau types oleh
orang awam, merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella Enterica,
khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi (S. Typhi) yang menyerang bagian
saluran pencernaan (Anonim_a, 2009).
 Typhus merupakan penyakit infeksi menular yang dapat terjadi pada anak
maupun orang dewasa. Tetapi demam tifoid lebih sering menyerang anak.
Walaupun gejala yang dialami anak lebih ringan daripada orang dewasa. Menurut
Darmowandowo, selama terjadi infeksi bakteri S. typhi bermultiplikasi dalam sel
fagositik mononuklear dan secara berkelanjutan dilepaskan ke aliran darah
(Anonim_b, 2007).
Etiologi / penyebab :

 Etiologi thypoid abdominalis adalah salmonella typhi yang berhasil diisolasi pertama
kali dari seorang pasien thypoid abdominalis oleh Gaffkey di Jerman pada tahun
1884, mikroorganisme ini merupakan bakteri gram negatif yang motil dan bersifat
aerob. Kuman Salmonella thypii masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan
dan minuman yang tercemar. (Soegeng Soegijanto, 2002)
 Salmonella thyphi terdiri dari , Salmonella parathyphi A, Salmonella parathyphi B,
dan Salmonella parathyphi C. Salmonella thyphi merupakan basil gram negatif yang
bergerak dengan rambut getar, tidak berspora, mempunyai sekurang-kurangnya
empat macam antigen yaitu antigen O (somatik, terdiri dari zat
kompleklipolisakarida), antigen H (flagela), antigen V1 dan protein membran hialin.
Kuman tumbuh pada suasana aerob dan fakultatif anaerob pada suhu 15 – 41°C
(optimum 37°C) dan pH pertumbuhan 6 – 8.
Reservoir :

 Penularan penyakit demam tifoid oleh basil Salmonella typhike manusia melalui
makanan dan minuman yang telah tercemar oleh feses atau urin dari penderita
tifoid. Ada dua sumber penularan Salmonella typhi, yaitu:
a. Penderita Demam Tifoid
Yang menjadi sumber utama infeksi adalah manusia yang selalu mengeluarkan
mikroorganisme penyebab penyakit, baik ketika ia sedang menderita sakit
maupun yang sedang dalam penyembuhan
b. Karier Demam Tifoid
Penderita tifoid karier adalah seseorang yang kotorannya (feses atau urin)
mengandung Salmonella typhi setelah satu tahun pasca demam tifoid, tanpa
disertai gejala klinis
Cara Penularan Penyakit Typhus
Abdominalis.
 Media penularan :
a. Kuman tipes masuk/ menular melalui mulut dengan makanan atau minuman
yang tercemar.
b. Pencemaran kuman tipes dapat terjadi : Dengan perantaraan lalat.Melalui aliran
sungai.
Masa inkubasi :

 Masa inkubasi Tifus abdominalis umumnya 10-20 hari. Inkubasi terpendek 3 hari
dan terlama 60 hari. Masa inkubasi ini bergantung pada jumlah bakteri yang
tertelan dan faktor host. Bakteri Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh manusia
melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Setelah bakteri masuk ke
saluran pencernaan manusia dan sampai di lambung maka timbul usaha
pertahanan non spesifik yang bersifat kimiawi yaitu dengan adanya suasana asam
oleh asam lambung dan enzim yang dihasilkannya. Keadaan asam lambung
tersebut menghambat multiplikasi Salmonella dan pada pH 2,0 sebagian besar
bakteri akan mati dengan cepat sedangkan sebagian bakteri yang tidak mati akan
mencapai usus halus. Selain itu, adanya bakteri anaerob di usus juga menghalangi
pertumbuhan bakteri dengan pembentukan asam lemak rantai pendek yang akan
menimbulkan asam
Masa penularan :

 Penularan salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang dikenal
dengan 5 F yaitu Food (makanan), Fingers (jari tangan/kuku), Fomitus (muntah),
Fly (lalat), dan melalui Feses. Feses dan muntah pada penderita typhoid dapat
menularkan kuman salmonella thypi kepada orang lain. Kuman tersebut dapat
ditularkan melalui perantara lalat, dimana lalat akan hinggap dimakanan yang
akan dikonsumsi oleh orang yang sehat. Apabila orang tersebut kurang
memperhatikan kebersihan dirinya seperti mencuci tangan dan makanan yang
tercemar kuman salmonella thypi masuk ke tubuh orang yang sehat melalui mulut.
Kemudian kuman masuk ke dalam lambung, sebagian kuman akan dimusnahkan
oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus bagian distal dan
mencapai jaringan limpoid. Di dalam jaringan limpoid ini kuman berkembang
biak, lalu masuk ke aliran darah dan mencapai sel-sel retikuloendotelial
Tanda dan gejala :
 Gejala awal yang perlu dikenali, yang dialami selama beberapa hari yaitu :
 Demam lebih seminggu, mulainya seperti flu akan tetapi jika tipus umumnya muncul sore dan
malam hari.
 Demam sukar turun
 Nyeri kepala hebat
 Perut terasa tidak enak
 Tidak bisa buang air besar
 Mengalami buang-buang air
 Lidah tampak putih susu, bagian tepinya merah terang
 Bibir kering
 Kondisi fisik lemah
 Gejala tipus ringan (paratipus), yaitu : demam yang naik turun, nafsu makan menurun, lemas, lelah,
penurunan denyut jantung, bintik pada kulit tubuh
 Gejala tipus stadium lanjut, yaitu: muncul gejala kuning, karena pada tipus organ hati bisa
membengkak seperti gejala hepatitis.
Patofisiologi :

 Salmonella typhi masuk kedalam tubuh manusia dengan melalui makanan dan air
yang tecemar. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian
lagi masuk kedalam usus halus dan mencapai jaringan limfoid plak peyeri di
ileum terminalis yang hipertrofi. Bila terjadi komplikasi pendarahan dan perforasi
intestinal, kuman menembus lamina propia, masuk aliran limfe mencapai kelanjar
limfe mesentrial dan masuk aliran darah melalui duktus torasikus (Mansjoer et, al
2008).
 Salmonella typhi dapat mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus.
Salmonella typhi bersarang di plak peyeri, limfa, hati dan bagian-bagian lain
sistem retikuloendotelial. Endotoksin salmonella typhi berperan dalam proses
inflamasi lokal padda jaringan tempat kuman tersebut berkembang biak.
Salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan pelepasan zat
pirogen dan leukosit pada jaringan yang meradang, sehingga terjadi demam.
Cara pencegahan :
 Pencegahan yang dapat di lakukan yaitu:
 Dengan mengetahui cara penyebaran penyakit, maka dapat dilakukan pengendalian.
 Menerapkan dasar-dasar hygiene dan kesehatan masyarakat, yaitu melakukan deteksi dan
isolasi terhadap sumber infeksi. Perlu diperhatikan faktor kebersihan lingkungan.
 Pembuangan sampah dan klorinasi air minum, perlindungan terhadap suplai makanan dan
minuman, peningkatan ekonomi dan peningkatan kebiasaan hidup sehat serta mengurangi
populasi lalat (reservoir).
 Memberikan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan (pemeriksaan tinja) secara
berkala terhadap penyaji makanan baik pada industri makanan maupun restoran.
 Sterilisasi pakaian, bahan, dan alat-alat yang digunakan klien dengan menggunakan
antiseptik. Mencuci tangan dengan sabun.
 Deteksi karier dilakukan dengan tes darah dan diikuti dengan pemeriksaan tinja dan urin
yang dilakukan berulang-ulang. Klien yang karier positif dilakukan pengawasan yang
lebih ketat yaitu dengan memberikan informasi tentang kebersihan personal.
Terapi / pengobatan :

 Pengobatan pada penderita ini meliputi tirah baring, diet rendah serat – tinggi
kalori dan protein, obat-obatan berupa antibiotika, serta pengobatan terhadap
komplikasi yang mungkin timbul. Obat untuk penyakit Types adalah antibiotika
golongan Chloramphenikol, Thiamphenikol, Ciprofloxacin dll yg diberikan
selama 7 – 10 hari. Lamanya pemberian antibiotika ini harus cukup sesuai resep
yg dokter berikan. Jangan dihentikan bila gejala demam atau lainnya sudah reda
selama 3-4 hari minum obat. Obat harus diminum sampai habis (7 – 10 hari). Bila
tidak, maka bakteri Tipes yg ada di dalam tubuh pasien belum mati semua dan
kelak akan kambuh kembali
SUWUN
,SEMOGA
BERMANFAAT