You are on page 1of 19

Blefaritis

Vivi Anisa Putri


1310211057
ANATOMY
Blefaritis
Radang yang terjadi pada kelopak mata dan tepi mata (margo
palpebral)

ETIOLOGI :
• Infeksi (streptococcus beta atau alfa, pneumococcus, dan
pseudomonas)
• Alergi yang berjalan kronis atau menahun (debu, asap, bahan kimia
iritatif, dan bahan kosmetik)
• Dermodex folliculorum  vector infeksi staphylococcus
KLASIFIKASI :
• Blefaritis skuamosa
• Blefaritis seboroik
• Blefaritis ulseratif
• Blefaritis angularis

GEJALA & MANIFESTASI KLINIS :


• Kelopak mata merah
• Bengkak
• Sakit / nyeri
• Eksudat lengket
• Epifora  keluarnya air mata yang berlebihan
dapat dalam bentuk folikulitis, impetigo dan dermatitis ekzematoid
(sering disertai dengan konjungtivitis dan keratitis)
TATALAKSANA :
Dibersihkan dengan garam fisiologik hangat kemudian diberi antibiotic yang
sesuai kuman penyebab, jika ada krusta diangkat dahulu dengan kapas basah
Infeksi ringan  antibiotic local (salep) dan kompres basah dengan asam
borat
Infeksi berat  antibiotic sistemik

PENYULIT :
• konjungtivitis
• Keratitis
• Hordeolum
• Kalazoin
• Madarosis
BLEFARITIS SEBOROIK
Biasa terjadi pada usia lanjut (50 tahun), merupakan radang menahun yang sukar penanganannya

ETIOLOGI :
Infeksi bakteri

GEJALA :
• Mata kotor
• Panas
• Rasa kelilipan
• Sekret yang keluar dari kel. Meibom
• Air mata berbusa pd kantus lateralis
• Hiperemia dan hipertrofi pada papil konjungtiva
• Pada kelopak dapat terbentuk (kalazoin, hordeolum, madarosis, poliosis, dan jaringan keropeng)
TATALAKSANA :
Memperbaiki kebersihan dan membersihkan kelopak dari kotoran
• Pembersihan dengan kapas lidi hangat dapat dengan nitrat argenti 1%
• Diberikan keratolitik salep sulfonamide
• Kompres hangat selama 5-10 menit , kel. Meibom ditekan dan dibersihkan dengan
shampoo bayi
Antibiotik local atau sistemik (tetrasiklin oral 4 kali 250 mg)

PENYULIT :
• Flikten
• Keratitis marginal
• Ulkus kornea
• Vaskularisasi
• Hordeolum
• madarosis
BLEFARITIS SKUAMOSA
Blefaritis disertai terdapatnya skuama atau krusta pada pangkal bulu
mata yang bila dikupas tidak mengakibatkan terjadinya luka kulit.
Peradangan tepi kelopak terutama mengenai kelenjar kulit daerah akar
bulu mata

EPIDEMIOLOGI :
Banyak diderita pada orang dengan kulit berminyak
ETIOLOGI :
Kelainan metabolic atau infeksi jamur

GEJALA & MANIFESTASI KLINIS :


• Panas dan gatal
• Terdapat sisik berwarna halus
• Penebalan margo palpebral disertai madarosis
• Sisik mudah dikupas dari dasarnya tanpa menyebabkan perdarahan
TATALAKSANA :
Membersihkan tepi kelopak dengan shampoo bayi, salep mata, dan
steroid topical disertai dengan memperbaiki metabolism pasien

PENYULIT :
• Keratitis
• Konjungtivitis
BLEFARITIS ULSERATIF
Peradangan tepi kelopak atau blefaritis dengan tukak akibat infeksi
staphylococcus, bersifat sangat infeksius

MANIFESTASI KLINIS :
• Keropeng berwarna kekuning-kuningan yang bila diangkat akan
terlihat ulkus kecil dan mengeluarkan darah di sekitar bulu mata
• Skuama yang terbentuk kering dan keras
• Ulserasi dapat berlanjut ke jaringan lebih dalam dan merusak folikel
rambut sehingga rambut rontok (madarosis)
TATALAKSANA :
• Antibiotik (sulfasetamid, gentamisin, atau basitrasin)
Apabila ulseratif luas  antibiotic sistemik dan diberi roboransia
• Jaga hygienitas dengan baik

PENYULIT :
• Madarosis
• Trikiasis (bila ulkus sembuh terjadi tarikan jaringan parut)
• Keratitis superfisial
• Keratitis pungtata
• Hordeolum
• Kalazion
BLEFARITIS ANGULARIS
Infeksi staphylococcus pada tepi kelopak di sudut kelopak atau kantus sehingga
dapat mengakibatkan gangguan pada fungsi punktum lakrimal. Biasanya bersifat
rekuren

ETIOLOGI :
Staphylococcus aureus atau Morax Axenfeld (diplobacillus)

TATALAKSANA :
Antibiotik sulfa, tetrasiklin, dan Sengsulfat

PENYULIT :
Penyumbatan duktus lakrimalis
REFERENCE
• Ilmu Penyakit Mata Edisi ke-5 UI
• Emedicine
• Google (image)