You are on page 1of 27

PSORIASIS

TERAPI
Tujuan terapi :
 Normalisasi kulit dengan mengurangi atau
menghilangkan eritema, papula, sisik dan
plak.
 Meningkatkan kualitas hidup penderita
 Meminimalisasi kontak pasien dengan
faktor penyebab
Pertimbangan terapi
Terapi untuk psoriasis terdiri dari terapi
nonfarmakologi dan farmakologi. Dalam
terapi psoriasis, hal-hal yang menjadi dasar
pertimbangan pemilihan terapi adalah:
 Umur dan kondisi kesehatan pasien
 Jenis psoriasis
 Bagian tubuh dan luas area lesi
 Terapi yang pernah dilakukan (gagal atau
berhasil)
 Pengaruh psoriasis pada kehidupan pasien
Terapi nonfarmakologi
 Terapi nonfarmakologi untuk psoriasis terdiri dari
emolien, balneoterapi, dan fototerapi.
 Emolien merupakan terapi pertama yang umum
digunakan pada penderita psoriasis.
Tujuan penggunaan emolien ini adalah untuk
meminimalkan penyebaran lesi, mengobati sisik dan
kulit yang pecah-pecah, dan mencegah kekeringan
kulit yang dapat memperparah kerusakan kulit.
Emolien tersedia dalam bentuk sediaan lotion, krim,
dan salep. Efek samping dari pemakaian emolien
adalah reaksi alergi, iritasi, dan kerontokan rambut.
 Balneoterapi merupakan metode terapi dengan
merendam tubuh dalam air garam di bawah
paparan sinar matahari. Kombinasi garam dengan
sinar UV dapat mereduksi jumlah sel T yang
teraktivasi pada kulit.
 Fototerapi adalah metode terapi yang memakai
sinar UVA dan UVB. Terapi UVB biasanya
dikombinasikan dengan penggunaan emolien,
methotrexate, atau retinoid oral karena dapat
meningkatkan efikasi UVB. Jika pasien
menggunakan terapi sediaan topikal, terapi-terapi
tersebut boleh digunakan minimal 2 jam sebelum
atau sesudah terapi karena UVB dapat merusak
sebagian besar zat aktif pada sediaan topikal
 Terapi UVA (PUVA) lebih diperuntukkan
untuk pasien penderita psoriasis sedang-
berat yang tidak peka terhadap
pengobatan topikal maupun sistemik.
 Dua jam sebelum menjalani terapi UV-A,
pasien dianjurkan memakan obat
methoxalen (8-methoxypsoralen) dosis
0.6-0.8 mg/kg (dosis tergantung keadaan
maupun sejarah pengobatan pasien
terhadap penggunaan radiasi).
 Pengobatan ini dapat dilakukan 2-3 kali
dalam seminggu.
Terapi farmakologi – topikal
 Keratolitik
•Asam salisilat dipakai di kulit kepala dan
area penebalan kulit yang parah
• Untuk mengurangi pelebaran lesi,
menghaluskan kulit, dan menurunkan
hiperkeratosis
• Penggunaan: 2 – 10% gel atau lotion
dua/tiga kali sehari
• Dapat terabsorbsi dan menyebabkan
salisilasmik: nausea, muntah, tinnitus,
hiperventilasi
 Kortikosteroid
• Fluorinate, triamcinolone 0,1 % dan flucinolone
topikal -> untuk anak
• Preparat hidrokortison 1%-2,5% -> untuk fase
akut dan pemeliharaan.
• Kombinasi dengan asam salisilat
• Sediaan: gel, lotion, larutan, krim, serta salep
• Penggunaan: diaplikasikan dua/empat kali sehari
selama terapi
• ES: atropi jaringan, degradasi kulit, pemakaian
jangka panjang : hypothalamic pituitary adrenal axis
(HPA) -> pemeriksaaan level serum kortisol.
Analog vit D
• Merupakan sintetik vit D; Calciotriene
(Dovonex), calcitriol, tacalcitol
• MK: menghambat diferensiasi dan proliferasi
keratinosit, dan sebagai antiinflamasi.
• Penurunan sisik dan eritema dengan cepat;
bersih, tidak bau.
Penggunaan: Calcipotriene 0.005% krim, salep,
dan suspensi diaplikasikan satu/dua kali sehari
ES: hiperkalsemia, rasa terbakar dan tersengat.
 Tazarotene (Tarozac)
• Retinoid sintetik; derivat vitamin A
• MK: mengatur proliferasi dan diferensiasi
keratinosit
• Untuk psoriasis plak ringan-sedang
• Bila dikombinasikan dengan steroid topikal
(kortikosteroid) dpt mengurangi efek
samping lokal (iritasi) dan meningktakan
efikasi dan mempercepat penyembuhan.
• Penggunaan: 0.05% atau 0.1% gel atau krim
diaplikasikan sekali sehari (sore hari)
• ES: pruritus, rasa terbakar, eritema
 Coal tar
- MK: Aktivitas antimitotik
- Untuk psoriasis sedang
- Sediaan: lotion, krim, sampo, salep, gel,
suspensi
- Penggunaan: 2-5% tar diaplikasikan pada lesi
(sore hari)
- Menyebabkan iritasi lokal, bau tidak
sedap, kotor pada tangan dan pakaian, sensitif
terhadap UV (matahari), karsinogenik
 Anthralin
• Efektif pada Psoriasis Gutatte.
• MK: menurunkan kecepatan pembelahan
keratin
• Konsentrasi 0,2-0,8% dalam pasta, salep, atau
krim.
• Metode Ingram: kombinasi anthralin + tar +
UVB -> lesi menghilang dalam 2-3 minggu
• Cara pakai: kulit normal sekitar lesi harus
ditutupi parafin putih dulu sebelum area lesi
dioles pasta anthralin
• Penggunaan: Lama pemakaian hanya ¼ – ½
jam sehari sekali untuk mencegah iritasi;
penyembuhan dalam 3 minggu
• Dapat mewarnai kulit dan pakaian.
Terapi farmakologi – sistemik
 Infliximab (Remicade)
• TNF-α sangat berperan dalam patogenesis
psoriasis = stimulasi sintesis sitokin dan
keratinosit.
• Dosis: iv, 5 atau 10 mg/kg, 3x dalam seminggu
(minggu 0,2, dan 6)
• ES: sakit kepala, demam, diare, hipersensitivitas
• Tidak menyebabkan toksisitas pada organ,
darah, enzim hati, fungsi ginjal
 Etanercept (Enbrel)
• Untuk psoriasis arhtritis
• ES: Rx lokal di tempat penyuntikan, infeksi GIT
dan sal.pernapasan
• Dosis: sk, 50 mg, 2x dalam seminggu

 Adalimumab (Humira)
• Untuk psoriasis arthritis
• Dosis: sk, initial dose minggu pertama 80mg,
selanjutnya 40mg, sekali dalam seminggu
• ES: faringitis, sakit kepala, sakit dan radang di
tempat penyuntikan
 Alefacept (Amevive)
• Untuk proriasis sedang-berat, psoriasis arthitis
• ES: faringitis, mual, peradangan di tempat
penyuntikan,
• Dosis: im, 15 mg, 1x dalam seminggu, selama 12
minggu

 Efalizumab (Raptiva)
• Untuk psoriasis ringan-sedang
• ES: sakit kepala, mual, demam
• Dosis: sk, 1 mg/kg, 1x dalam seminggu
 Acitretin (Soriatane)
- Retinoid (turunan vitamin A sintetik)
- Vitamin A diperlukan dalam ekspresi gen
untuk keratinisasi normal
- Untuk psoriasis berat, tipe pustular dan
eritroderma
- Dosis: oral, 25-30 mg perhari selama 2-4
minggu; makanan dapat meningkatkan
absorpsi obat
- ES:Bibir dan rongga hidung kering (diatasi dgn
emolien); Meningkatkan kolesterol dalam
darah (perlu interval 3-6 bulan)
- KI: kehamilan (Teratogenik)
 Cyclosporine
• Imunosupresif -> Digunakan bila tidak memberikan
respon dengan pengobatan konvensional.
• Untuk psoriasis berat, imunosupresif
• Cepat menghilangkan lesi; lesi muncul lagi jika
pengobatan dihentikan
• Dosis: Oral; Inisial: 2-4 mg/kg perhari, pemeliharaan:
0.5-1 mg/kg perhari; jika dalam 1 bulan tidak sembuh,
dosis ditingkatkan hingga 5 mg/kg perhari
• Efek ke ginjal berat (perlu pemeriksaan TD tiap bulan,
creatinine clearance tiap 3-6 bulan)
• Bersifat nefrotoksik dan hepatotoksik,
gastrointestinal, flu like symptoms, hipertrikosis,
hipertrofi gingiva, serta hipertensi
 Tacrolimus
• Makrolida
• Dosis untuk proriasis plak: oral, 0.05 mg/kg
perhari, meningkat sampai 0.1 mg/kg perhari
mulai minggu ketiga, 0.15 mg/kg perhari mulai
minggu keenam
• ES: diare, mual, hipertensi, tremor, dan
insomnia
 Methotrexate
• Untuk psoriasis berat,tipe psoriasis arthritis;
kerja cepat
• Dosis: Oral, intravena, intramuscular; 7.5-15
mg perminggu, dosis ditambah 2.5 mg setiap 2-
4 minggu hingga timbul respon; dosis maksimal
perminggu 25 mg
• ES: depresan sumsum tulang, fibrosis hati, nyeri
kepala, alopesia, kerusakan kromosom, aktivasi
tuberkulosis, nefrotoksik, juga terhadap saluran
cerna
• KI : kelainan hepar, insufisiensi ginjal, sistem
hematopoietik, kehamilan (teratogenik), penyakit
infeksi aktif (misalnya tuberkulosis), ulkus
peptikum, kolitis ulserosa, dan psikosis.
 Mycophenolate mofetil (CellCept)
• Digunakan sebagai obat kombinasi proriasis
sedang-berat tipe plak
• MK: Memblok sintesis guanin pada nukleotida
dalam pembentukan DNA dan RNA
• ES: toksisitas pada sal.pencernaan, efek
hematologi, peningkatan infeksi oleh bakteri
maupun virus
• Dosis: 500 mg 4x sehari, ditingkatkan hingga
4g perhari
 Sulfasalazine
• MK: Obat antiinflamasi yang
menghambat 5-lipoxygenase
• Untuk psoriasis arthritis (alternatif)
• Memiliki rentang keamanan relatif tinggi
• Dosis: oral, 3-4 g per hari selama 8
minggu
 6-Thioguanine
• Hepatotoksik: 6-thioguanine < methotrexate
• Obat alternatif bagi penderita prosiasis berat
yang disertai penyakit hati
• ES: supresan terhadap sumsum tulang,
komplikasi pada sal.pencernaan, fungsi hati
menjadi berat
• Dosis: 80 mg 2x dalam seminggu, dosis
ditambah 20mg setiap 2-4 minggu; dosis
maksimum 160 mg 3x dalam seminggu
 Hydroxyurea
• Jarang dipakai
• Alternatif retinoid, cyclosporin, dan
methotrexate
• Dosis: 1 g perhari, bisa ditingkatkan hingga 2g
perhari
• ES: Depresan sumsum tulang, reaksi kutan,
anemia megaloblastik
• KI: kehamilan (teratogenik), pemakaian
dihentikan 6 bulan sebelum hamil