STRATEGI DJP DALAM PENINGKATAN KAPASITAS REVITALITAS BIMBINGAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERPAJAKAN BAGI KOPERASI DAN UKM

1

STRATEGI PENCAPAIAN TARGET PENERIMAAN PAJAK DARI SEKTOR KUKM

EDUKASI

SOSIALISASI

BIMBINGAN TEKNIS

‡ LEAFLET ‡ BOOKLET ‡ BUKU ‡ WEBSITE

‡ SOSIALISASI LANGSUNG ‡ MELALUI INSTANSI PEMBINA DAN INSTANSI LAINNYA

‡ MELALUI AR DI MASING-MASING KPP

2

KERJASAMA DENGAN PIHAK KETIGA DALAM RANGKA PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK DARI KUKM INSTANSI PEMERINTAH / LEMBAGA ASSOSIASI/ PERKUMPULAN 3 .

84 979.78% 4 .06% 60.63 990.77 661.98 298.92 636.29% 60.TAHUN 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 PENERIMAAN PAJAK DJP PENERIMAAN DALAM NEGERI (TRILIUN RUPIAH) 97.52 869.10 565.34 358.06% 66.23 571.53% 52.53 340.50 PERAN DJP 47.58 176.33 300.49 (TRILIUN RUPIAH) 205.03% 59.32 204.75% 59.15 704.05 426.40% 56.30% 65.28% 60.66 238.60 158.60 298.10 493.47% 58.93 403.

Dalam Triliun Rupiah Penerimaan DJP Plus PPh Migas Penerimaan DJP Tanpa PPh Migas 5 .

Rp 5 Milyar 3.534 6 .d.d.641 2009 (milyar) 65.142. Koperasi Rp 1 s. Usaha Kecil. Rp 50 Milyar Kontribusi Peneriman KUKM Wajib Pajak KUKM 2008 (milyar) 54. Menengah baik dalam bentuk Orang Pribadi dan Badan adalah : 1. Usaha Kecil Rp 301 juta s.012.d. tanpa batasan 2. Usaha Menengah Rp 5 Milyar s.KONTRIBUSI PAJAK DARI KUKM Omset yang diterima selama setahun oleh Koperasi.

39% 2.0 120.78% 7 .97% 1.346.68% 42.14% 3.838.10% 36.81% 1.PERBANDINGAN PENERIMAAN PPh OP DAN PPh BADAN JENIS PAJAK PPh Pasal 25/29 OP PPh Pasal 25/29 Badan Peranan PPh OP thd Total Penerimaan PPh Peranan PPh Badan thd Total Penerimaan PPh Rasio PPh OP thd PPh Badan *dalam miliar rupiah 2005 2006 1.94% 3.3 51.05% 2.569.815.574.7 81.12% 1.9 3.1 0.608.173.316.47% 44.44% 1.391.368.25% 41.80% REALISASI 2007 2008 2009 1.61% 39.1 1.8 64.2 106.9 1.1 3.

491 TOTAL 95.610 5.247 2.820 1.343 4.051 3.421 2.247 4.909 KANWIL DJP NUSA TENGGARA 2.795 1.086 KANWIL DJP JAWA TIMUR II 3.031 KANWIL DJP JAWA BARAT II 5.009 1.060 3.559 2.343 KANWIL DJP SUMSEL DAN KEP.486 KANWIL DJP DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 933 996 1. DAN MALUT 5.858 KANWIL DJP JAKARTA TIMUR 1.568 4.984 4. SULBAR DAN SULTRA 5.416 7.SULTENG.775 6.300 1.816 6.411 1.053 1.848 KANWIL DJP KALSEL DAN KALTENG 2.094 5.744 4.602 1.601 KANWIL DJP PAPUA DAN MALUKU 2.766 KANWIL DJP JAWA TENGAH II 4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Sampai dengan Sampai dengan Sampai dengan tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 KANWIL DJP NANGGROE ACEH DARUSSALAM 3.144 6.342 2.440 5.453 KANWIL DJP JAKARTA UTARA 669 707 726 KANWIL DJP BANTEN 3.597 2.365 5.744 2.215 KANWIL DJP BENGKULU DAN LAMPUNG 2.589 3.974 KANWIL DJP SUMATERA UTARA II 2.475 2.672 KANWIL DJP RIAU DAN KEPULAUAN RIAU 3.353 1.585 1.310 KANWIL DJP SULUT.802 3.779 2.979 3.040 4.528 KANWIL DJP KALIMANTAN BARAT 1.721 8.564 KANWIL DJP JAWA TIMUR III 5.782 KANWIL DJP JAKARTA PUSAT 1.223 KANWIL DJP SUMATERA BARAT DAN JAMBI 3.570 2.798 1.411 KANWIL DJP JAWA TENGAH I 4.746 1.No.193 4.879 3.102 KANWIL DJP SULSEL.047 6.375 KANWIL DJP JAKARTA BARAT 557 600 618 KANWIL DJP JAKARTA SELATAN 1.913 1.BABEL 2.994 KANWIL DJP SUMATERA UTARA I 1. GOR.046 KANWIL DJP JAWA TIMUR I 1.398 2.881 KANWIL DJP KALIMANTAN TIMUR 2.857 4.196 KANWIL DJP JAWA BARAT I 7.345 1.226 3.735 1.428 2.341 Kantor Wilayah Ditjen Pajak 8 .043 4.352 4.852 KANWIL DJP BALI 1.

452.808 10. TAHUN 2009 DAN TAHUN 2010 TAHUN S.JUMLAH WAJIB TERDAFTAR S.999.720.796 9 .414 18.D 2008 S.D 2006 S.D 2009 2010* * s.876 16.761.D TAHUN 2008.599.614 6.D 2007 S.d 2 Agustus 2010 TOTAL 4.

BAGAIMANA MENJARING KUKM YG BELUM MEMILIKI NPWP ? MEMANFAATKAN DATA YG DIMILIKI INSTANSI/ PEMERINTAH YG MEMILIKI DATA KUKM MEMANFAATKAN DATA YG DIMILIKI DJP EKSTENSIFIKASI 10 .

KETENTUAN PERPAJAKAN BAGI KOPERASI dan UMKM 11 .

memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. dikuasai. . yang dilakukan oleh orang Perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut: 1. memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta sampai dengan paling 12 banyak Rp 2. memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta sampai dengan paling banyak Rp 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.5 miliar. Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut: 1.POINTERS KEWAJIBAN PERPAJAKAN UMKM USAHA MIKRO adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). atau 2. atau 2. atau menjadi bagian baik langsung maupun Tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM. memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300 juta USAHA KECIL Adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri.

memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.USAHA MENENGAH usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri. yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki. Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut: 1. atau 2. dikuasai. 13 . 5 miliar sampai dengan paling banyak Rp 50 miliar. memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500 juta sampai dengan paling banyak Rp 10 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM.

d Rp500. 20 Tahun 2008) 14 .000.000.000.000.d.000.000 Paling banyak Rp300. (2). > Rp50.000 s.000 > Rp300.500. Rp2.000.000 s.000 > Rp2.000 Menengah > Rp500.000 (Pasal 6 ayat (1).000.000 Kecil > Rp50. dan (3) UU No.000 s.000.000.500.000.Definisi & Kriteria Umum ³UMKM´ ³UM Kriteria Kekayaan bersih (tidak termasuk tanah/bangunan) tanah/bangunan) Hasil penjualan tahunan Mikro Paling banyak Rp50.d.

000.500.000 sangat kompetitif apabila dibandingkan dengan deposito/tabungan/SBI.000. Perlakukan khusus tersebut adalah : 1. PP No. Dasar pertimbangannya adalah perbandingan perhitungan batas pokok simpanan koperasi dengan investasi sejenis yaitu deposito/tabungan/SBI: Simpanan Koperasi Suku bunga per tahun (tahun 2009) Batas penghasilan berupa bunga simpanan yang di kenakan pajalk Batas jumlah simpanan yang dikenakan pajak 9% atau 0.00 (dua ratus empat puluh ribu rupiah) per bulan dikenakan tarif PPh atau 0% (nol persen) dan bersifat final.5% per bulan Tidak ada Rp7.000.36 tahun 2008 tentang perubahan Keempat UU No.Rp240.000. . Sedangkan penghasilan berupa bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi yang besarnya melebihi dari Rp.Perlakuan Khusus Perpajakan Untuk UMKM UU Perpajakan khususnya UU PPh yang terakhir diubah (UU No.= Rp32..00 (dua ratus empat puluh ribu rupiah) per bulan dikenakan tarif PPh sebesar 10% (sepuluh persen) dan bersifat final (Pasal 4 ayat (2) jo.75% per bulan Rp240. 240. Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan koperasi kepada para anggotanya merupakan objek 15 pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) yaitu dividen (termasuk SHU Koperasi kpd anggotanya) yg diterima oleh WP OP dengan tarif 10%.7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan) banyak memberikan perlakukan khusus untuk Wajib Pajak Koperasi dan UKM. 2.000. 240.000 Kesimpulannya jumlah bunga simpanan sebesar Rp240.000 0.15 Tahun 2009).75% Deposito/Tabungan/SBI 6% atau 0. Atas penghasilan berupa bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi yang besarnya tidak melebihi dari Rp.

1.000.650. Rp 50.d.000 s.000 Tarif Lama 5% 10 % 15% 25% Di atas Rp 500.17.03/2009). ditentukan besarnya yaitu : 0.d.21.000.000.000.000 Di atas Rp 100.000.81/PMK.000.1.1.800.35% 30 % Lapisan Penghasilan Kena Pajak (mulai 1-1-2009) s.1.500.000.000 Di atas Rp 200.000.000.300.400.400.000.SEBULAN(Rp) 1.d.000.2000.000.1.000.000.d.000.000 s.000.Di atas Rp 25.000.- *Tanggungan adalah anggota keluarga sedarah dan semenda dalam satu garis keturunan lurus. Bagi UMKM berbentuk perseorangan tarif PPh Orang pribadi diturunkan.000.000.480.000.d.840.s.000.000 Tarif Baru 5% 15 % 25 % 4.d. Rp 500.000.3.18.. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Rp 200..s. .000.1. 50% dari piutang dgn kualitas diragukan setelah dikurangi dengan nilai agunan dan 16 100% dari piutang dgn kualitas macet setelah dikurangi nilai agunan (Permenkeu No.000.19.14.000. Rp 100.000.1..000.760.320.160.000.000.16.15.d.000.1.540.000.SEBULAN(Rp) 1.600.18.000. PTKP LAMA Sebelum 1-1-2009 SETAHUN(Rp) UNTUK DIRI PEGAWAI (TK/-) UNTUK DIRI PEGAWAI YG KAWIN/NIKAH (K/-) UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & MEMILIKI 1 TANGGUNGAN* (K/1) UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & MEMILIKI 2 TANGGUNGAN* (K/2) UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & MEMILIKI 3 TANGGUNGAN* (K/3) 13.000.s.Di atas Rp 50.000.100. 10% dari piutang dgn kualitas kurang lancar setelah dikurangi dengan nilai agunan. Rp 25. Tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a yaitu Lapisan Penghasilan Kena Pajak (sebelum 1-1-2009) 1s. Rp 50.000.800.Di atas Rp 250. Rp 250.PTKP BARU Mulai 1-1-2009 SETAHUN(Rp) 15.000.000.000.5% dari piutang dgn kualitas lancar.000.Di atas Rp 50.000. dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebagai pengurang dalam menghitung besarnya PPh terutang dinaikkan.430. Pembentukan atau pemupukan dana cadangan khusus bagi koperasi simpan pinjam yang menyalurkan kredit kepada masyarakat.000. serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya.120.000.200.000.

Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri. satu) diterbitkan.00. PMK 187/PMK. menerima atau memperoleh peredaran usaha dari kegiatan usaha atau menerima penerimaan bruto dari pekerjaan bebas dalam Tahun Pajak sebelumnya tidak lebih dari Rp600.000. usaha kecil adalah :  Wajib Pajak orang pribadi usaha kecil: kecil: a. bertambah.  Sesuai Pasal 9 UU KUP jo. serta Putusan Keberatan.Perlakuan Khusus Lainnya Sesuai Pasal 9 UU KUP : Bagi Wajib Pajak usaha kecil.00. b. 17 .000. SKPKB.  Wajib Pajak badan usaha kecil a.000. dua) bulan. Kriteria Wajib Pajak jo. bertambah. menerima atau memperoleh peredaran usaha dalam Tahun Pajak sebelumnya tidak lebih dari Rp900.00. b.Putusan Banding.000. SKPKBT. jangka waktu pelunasan STP. SK Pembetulan. modal Wajib Pajak badan 100% dimiliki oleh Warga Negara Indonesia.000. Rp900. Peninjauan Kembali.000. serta kecil. yakni dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan. dan negeri. dan SK Keberatan.03/2007. yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar Kembali. dapat diperpanjang paling lama menjadi 2 (dua) bulan.

Deviden atau bagian laba yang diterima atau diperoleh koperasi dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat deviden berasal dari cadangan laba yang ditahan dan (Pasal 4 ayat 3 huruf f UU PPh) bukan merupakan objek PPh. Peraturan Menteri keuangan Nomor : 245/PMK. atau b.03/2008) bukan merupakan objek Pajak Penghasilan. Dengan demikian. Insentif PPh 1. maka 18 atas dividen yang diterima tidak dikenakan PPh . Orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan usaha kecil adalah orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan usaha kecil yang memiliki dan menjalankan usaha produktif yang memenuhi kriteria sebagai berikut : a. memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. milyar.2 UU PPh jo. Harta hibahan yang diterima oleh koperasi atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil (Pasal 4 ayat (3) huruf a. 2.Insentif Perpajakan Bagi UMKM Dalam UU Perpajakan terdapat beberapa ketentuan yang dapat dimanfaatkan Koperasi dan UKM untuk mengembangkan kegiatan usahanya. memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 2. apabila Koperasi dan UKM yang berbentuk badan usaha menanamkan modal pada badan usaha lainnya di Indonesia dan menerima dividen dari badan usaha tersebut.

d.62 Tahun 2008) 19 .1 Tahun 2007 jo. Penyusutan dan amortisasi yang dipercepat. PP No. pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari jumlah Penanaman Modal.Insentif PPh 3. c. dibebankan selama 6 tahun masing-masing sebesar 5% / tahun b. Kompensasi kerugian yang lebih lama dari 5 (lima) tahun tetapi tidak lebih dari 10 tahun (PP No. Pengenaan Pajak Penghasilan atas deviden yang dibayarkan kepada Subjek Pajak Luar Negeri sebesar 10% atau tarif yang lebih rendah menurut Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda yang berlaku. UMKM yang berbentuk berbadan hukum termasuk Koperasi yang melakukan penanaman modalnya pada usaha-usaha tertentu dan di daerah-daerah tertentu di berikan fasilitas PPh berupa : a.

000 (tiga puluh miliar rupiah) dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp3.000 = Rp 60.000.000.000.000. Jumlah Penghasilan kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang memperoleh fasilitas : (Rp4.000.000.000.520.800.000.500.000.000 (dua miliar lima ratus juta rupiah) dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp200.000. (tiga miliar rupiah).000 = Rp480. maka perhitungan pajak terhutangnya : 1.520.000.000.000) x Rp3.000.800.000 x (25% x 50%) = Rp25.000) mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% dari 25% atau menjadi 12. maka perhitungan pajak terhutangnya : Rp200. Contoh : Koperasi X tahun 2010 peredaran brutonya Rp2.000 ± Rp480.000 (+) 20 Jumlah PPh yang terutang Rp 690.000 : Rp30.000..000.000.000.000 = Rp2.000.000.000.000.Contoh : UKM (PT.000 = Rp 630.000.000.000.5% yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp4. tarif PPh badan menjadi tarif tunggal yaitu 25% dan apabila memenuhi syarat (peredaran bruto setahun tidak melebih Rp50.(Pasal 31 E UU PPh).X) tahun 2010 peredaran brutonya Rp30.000.000 PPh yang terutang : (50% x 25%) x Rp480.000 .000 25% x Rp2.000. Jumlah Penghasilan kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang tidak memperoleh fasilitas : Rp3.4.000.000.000.000 2.000. Bagi UMKM yang berbentuk badan usaha.

unggas dan ikan dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak. peternakan. PPN-nya ditanggung oleh Pemerintah (Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 25/PMK. PPh Pasal 22 import dan cukai (PP No. Dengan demikian. Koperasi dan UMKM yang telah menjadi Pengusaha Kena Pajak melakukan kegiatan menyerahkan minyak goreng sawit curah dan minyak goreng kemasan sederhana dengan Merek MINYAKKITA. tidak akan dikenakan PPN (Peraturan Pemerintah Nomor : 12 Tahun 2001 jo. penangkaran atau perikanan serta barang hasil peternakan PPN nya dibebaskan. 2.011/2010 ttg PPN DTP atas Penyerahan Minyak Goreng Kemasan Sederhana di Dalam Negeri utk Tahun 2010). 3. bibit dan atau benih dari barang pertanian. Bintan dan Karimun di bebaskan dari pengenaan PPN termasuk apabila melakukan impor barang dari luar daerah tersebut. Koperasi dan UMKM melakukan kegiatan usaha (melakukan penyerahan barang dagangan atau jasa) di Batam. kehutanan. 21 .Insentif PPN 1. unggas dan ikan. apabila Koperasi dan UMKM membeli jenis barang tersebut. perkebunan. Koperasi dan UMKM melakukan kegiatan usaha Impor dan penyerahan di dalam negeri berupa Barang hasil makanan ternak. juga dibebaskan dari PPN.2 Tahun 2009). Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2007 .

BuahEXISTING PERUBAHAN Dibebaskan dari pengenaan PPN Tidak dikenakan PPN 2. Sayuran dan Buah-buahan. Susu. Barang Hasil Tambang Golongan C adalah barang yang Tidak dikenakan PPN 3.Beberapa Ketentuan Terbaru tentang PPN dan PPnBM yg Penting Bagi UMKM Berlaku 1 April 2010 1. EXISTING PERUBAHAN Barang Hasil Tambang Golongan C adalah BKP yang dikenakan PPN. Telur. Daging. 22 . Barang Hasil Tambang Golongan C yang telah dikenakan Pajak Daerah. Jasa Keuangan EXISTING PERUBAHAN PPN tidak dikenakan atas jasa perbankan PPN tidak dikenakan atas jasa keuangan (termasuk jasa pembiayaan atau gadai yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah).

uang. jasa keagamaan. jasa tenaga kerja. jasa pelayanan kesehatan medik. jasa pendidikan. dan Jasa boga atau katering ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Jenis barang dari kelompok barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. rumah makan. jasa asuransi. Seluruh barang & jasa yg sebelumnya telah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah EXISTING Jenis barang dari kelompok barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. jasa asuransi. warung dan sejenisnya. jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum. jasa pendidikan. restoran. jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum. Makanan dan minuman yang disajikan dihotel. jasa penyiaran yang bukan bersifat iklan. surat-surat berharga. barang kebutuhan pokok. Jasa di bidang penyediaan tempat parkir. Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam. di air. barang kebutuhan pokok. jasa angkutan umum di darat. uang. jasa perhotelan. di air. dan Jasa boga atau katering ditetapkan langsung di dalam UU 23 PERUBAHAN . dan jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri. jasa pelayanan kesehatan medik. 2. dan jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri. Menjadi tidak dikenakan PPN PERUBAHAN 5. jasa angkutan umum di darat. warung dan sejenisnya. jasa tenaga kerja. jasa kesenian dan hiburan. jasa kesenian dan hiburan. jasa pelayanan sosial. jasa penyiaran yang bukan bersifat iklan. Jasa-Jasa Tertentu EXISTING PPN dikenakan atas: 1. restoran. rumah makan. surat-surat berharga. jasa keagamaan. emas batangan. jasa pelayanan sosial.Beberapa Ketentuan Terbaru tentang PPN dan PPnBM yg Penting Bagi UMKM Berlaku 1 April 2010 4. Makanan dan minuman yang disajikan dihotel. emas batangan. jasa perhotelan.

Beberapa Ketentuan Terbaru tentang PPN dan PPnBM yg Penting Bagi UMKM Berlaku 1 April 2010 6. 2. PKP Eksportir (BKP dan/atau JKP) .03/2010 tentang Batasan Kegiatan dan Jenis Jasa Kena Pajak yang atas Ekspornya Dikenai Pajak Pertambahan Nilai) Pengenaan PPN atas penyerahan aktiva yg menurut tujuan semula tidak diperjualbelikan meliputi seluruh aktiva.65/PMK. serta penyerahan aktiva berupa sedan dan station wagon Barang Kena Pajak yang dialihkan dalam rangka merger tidak dikenakan PPN. Restitusi dapat dimintakan oleh : 1. (Peraturan Menteri Keuangan . Ketentuan lainnya (menunggu peraturan pelaksanaan) No. kecuali atas penyerahan aktiva yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. PKP yg menyerahkan kpd Pemungut PPN.03/2010 tantang Tata Cara Pengembalian Kelebihan Pajak Pertambahan Nilai Atau Pajak Pertambahan Nilai Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) 24 1 2 3 4 5 6 . dapat melakukan restitusi pada setiap masa pajak. (Peraturan Menteri Keuangan .72/PMK. dapat melakukan restitusi pada akhir tahun buku. Ekspor JKP. 2. Pokok Perubahan Dikenakan PPN sebesar 0% atas: 1.03/2010 tentang Tata Cara Pengurangan Pajak Pertambahan Nilai Atau Pajak Pertambahan Nilai Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Barang Kena Pajak Yang Dikembalikan Dan Pajak Pertambahan Nilai Atas Jasa Kena Pajak Yang Dibatalkan) Tarif PPnBM Paling rendah 10% dan Paling Tinggi 200%. Ekspor BKP tidak berwujud (Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK. Selain PKP tersebut di atas. PKP yang mendapat fasilitas tidak dipungut PPN. dan PKP yang masih dalam tahap belum berproduksi. dengan syarat semua perusahaan yang terlibat telah terdaftar sebagai PKP (Pasal 1A ayat 2 huruf d UU PPN) PPN atas penyerahan JKP yang dibatalkan dapat dikurangkan dari PPN yang terutang.

ketentuan. 2. dengan syarat: syarat: 1.No. Faktur Pajaknya memenuhi ketentuan. ribu. Pabean. atau 2. serta nama dan tanda tangan untuk FP yang diterbitkan oleh pedagang eceran (Pasal 14 ayat (1) UU KUP) Pemusatan tempat pajak terutang cukup dengan pemberitahuan oleh WP (Pasal 12 ayat (1) UU PPN) PM yang boleh dikreditkan oleh Pengusaha Kena Pajak yang masih dalam tahap belum berproduksi terbatas PM yang berasal dari perolehan dan/atau impor barang modal Perlakuan Pajak Masukan atas Barang Kena Pajak yang dialihkan yang belum dikreditkan oleh Pengusaha Kena Pajak yang mengalihkan dapat dikreditkan oleh Pengusaha Kena Pajak yang menerima pengalihan. Nilai PPN minimal sebesar Rp. 3. Pembelian BKP dilakukan dalam jangka waktu 1(satu) bulan sebelum keberangkatan ke luar Daerah Pabean. Rp. Identitas pembeli. 500 ribu. Identitas pembeli. Penyetoran dilakukan paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak dan sebelum Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai disampaikan dan pelaporan dilakukan paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak 25 8 9 10 11 12 13 . sepanjang Faktur Pajaknya diterima setelah terjadinya pengalihan dan Pajak Masukan tersebut belum dibebankan sebagai biaya atau dikapitalisasi. direstitusi. dikapitalisasi. 7 Pokok Perubahan PPN atas barang bawaan yang dibawa ke luar negeri oleh turis asing dapat direstitusi. Hanya ada istilah ³Faktur Pajak´ PKP tidak dikenai sanksi apabila menerbitkan Faktur Pajak yang tidak memuat: 1.

26 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful