You are on page 1of 60

Imunologi

Danny Luhu
lim a
Pendahuluan
Immunology (Latin): Immunis + Logos
0 Imunologi (Immunology): Studi tentang
mekanisme biologis dari Seluler, Molekular serta
fungsional Sistim Imun.
0 Sistem Imun : Sistem yg tdd molekuler, Seluler,
Jaringan & Organ yang berperan dalam proteksi/
kekebalan tubuh
0 Imunitas (Immunity): Proteksi dari Penyakit
Infeksi
Sistem Imun
Ada 2 sistem imun imun nonspesifik & spesifik:

a. Sistem imun nonspesifik / alamiah / innate,


Meliputi External defense (contoh : selaput lendir,
cilia, bersin, asam lambung) dan Internal defense
(contoh : CRP, sistem Complement)
b. Sistem imun spesifik / acquired
Membutuhkan waktu untuk mengenal Ag
sebelum dpt memberikan respon spesifik.
Meliputi Limfosit T (sel T) dan limfosit B (sel B).
Komponen Sistem Imun
Beberapa hal yg perlu diketahui
pada imunologi:
1. MHC (Major Histocompability complex)
2. KOMPLEMEN
3. SITOKIN & HANTARAN SIGNAL
4. ANTIGEN & ANTIBODI
Major Histocompatibility Complex
(MHC)
0 Sekumpulan gen yg ditemukan pd
vertebrata & terletak dikromosom no 17
0 Produknya dipaparkan pd permukaan sel.
0 Berperan penting pd respon imun thp
protein antigen
0 Protein MHC yang disandikan berperan
untuk mengikat & mempresentasikan Ag ke
sel T
0MHC pertama kali ditemukan pd th 1950. 
Saat transfusi drh ditemukan Ab yg
bereaksi dgn glikoprotein baru pd
permukaan leukosit donor. Protein ini
disebut human leukocyte antigens (HLA).
0Istilah HLA sebagai sinonim dgn protein
MHC.
0Molekul HLA diketahui dapat menjadi target
dari imunitas seluler.
sel T dr individu A akan
A B
inkubasi bereaksi melawan HLA yg
diekspresikan oleh sel T “
Lekosit Lekosit B” (aktifasi dan proliferasi)
Individu A Individu B

Hal ini menjadi dasar transplantasi jaringan/organ

HLA bertindak sbg marker untuk membedakan sel


individu seseorang dalam populasi dan protein
MHC bertindak sbg barier untuk terjadinya
histokompatabilitas (kemampuan jaringan dari satu
individu yang ditransplantasikan untuk dapat
diterima oleh individu lain)
Contoh fungsi MHC
Complement (C)
Complement (C)
Bagian sistem
Merupakan imun alamiah Menghilangkan
respon utama dan atau
langsung thp Ag mengeliminasi
asing imun kompleks

Meningkatkan
permeabilitas
C Ada 26 jenis 
pembuluh darah enzim / proteinase

Memicu sekresi
molekul Kemotaksis
immunoregulator shg (perekrutan
terjadi peningkatan monosit & neutrofil
respon imun ke daerah
13antigen)
0Normal “C” berada dlm bentuk tdk
aktif (proenzim atau zimogen).
0Sebagian “C” disintesis dlm Hati
kecuali C1 (C1q, C1r, dan C1s)
disintesis oleh sel epitel
gastrointestinal / urogenital & Faktor
D disintesa oleh jaringan adiposa.
0Dlm keadaan normal “C” diperlukan
untuk regenerasi jaringan.
0 “C” teraktivasi & berinteraksi dgn sel
imun shg peningkatan atau penurunan
dpt dijadikan sbg penanda reaksi
tubuh thp infeksi atau autoimun.
Respon utama + langsung
thp Ag asing

Kemotaksis (monosit+neutrofil)

Menghilangkan / Eliminasi
FUNGSI imun kompleks

KOMPLEMEN
Meningkatkan permeabilitas
vaskuler

Memicu sekresi molekul


immunoregulator yg ↑ respon imun
16
Fungsi Komponen Komplemen
Komponen Fungsi
C5-9 Melisiskan sel
C3B, IC3B Opsonisasi pada proses
pagositosis
C5A>C3A >>C4A Anafilaktosin / implamasi
(pengeluaran mediator vasoditasi,
↑ fermiabilitas pembuluh darah)
C5A Aktivasi sel polimorfonuklear,
kemotaksis, ↑ respon antibodi.
Jalur klasik komplemen, C3B, Menghilangkan kompleks imun,
C3dg aktivasi limfosit B
C1-5 Aktivasi endotoksin
C14, C1423 Neutralisasi virus
C3a Menekan resfon antibodi

17
Aktivasi Sistem Complement

MB-LECTIN
KLASIK ALTERNATIVE
Diaktifkan :
Diaktifkan : -Rx non Ag-Ab
Diaktifkan oleh:
Rx Ag–Ab, -Inulin, zymogen
Kompleks manose
-Kompleks
sel yg apoptosis, binding protein
polisakarida
virus, pada permukaan jamur, endotoksin
bakteri Gr (-), sel patogen bakteri
CRP, - Agregat Ig (IgG,
nekrosis IgA, dan IgE)
- Eritrosit (PNH)
Tutor Imunologi I 18
Jalur Klasik Jalur Alternatif

Jalur Lectin

MASP 1 & 2

Jalur Klasik (C3 convertase) Jalur alternatif(C3 convertase)

MAC
Tutor Imunologi I 19
Jalur Klasik
0 Pada jalur ini menggunakan hampir
semua “C” , (C1 sd C9).
0 C3 merupakan “C” yg terdapat di
plasma dlm jumlah paling besar & sbg
pusat dari semua jalur aktivasi “C”.
Jalur Klasik
0Jalur klasik diawali rangsangan Ag – Ab,
sel yang apoptosis, virus, bakteri Gram
negatif, C-RP atau nekrosis yang akan
mengaktivasi C1q.
0Akhir jalur Klasik: membentuk kompleks
C5b6789 (dikenal sbg Membrane Attack
Complex (MAC) dan akan menyebabkan
lisis pada sel, bakteri atau jamur.
Jalur MB - Lectin
(Manose - Binding Lectin)

Diawali oleh stimulasi kompleks manose binding


protein pd permukaan sel patogen, kemudian
menstimulasi MBL (Manose-Binding Lectin),
MASP-1 (Mannose binding lectin associated
serin protease 1) yg akan mengaktifkan C3
secara langsung
Jalur MB - Lectin
MASP-2 (Mannose binding lectin associated
serin protease 2) akan memecah C4, shg
terbentuk C4a & C4b.
C2a dan C4b akan membentuk ikatan C4b2a
(C3 konvertase) yg merubah C3  C3b dan
bergabung membentuk C4b2a3b (C5
konvertase).
C5 konvertase akan mengaktivasi Terminal
Pathway bersama jalur klasik dan jalur alternatif.
Jalur Alternatif
0 Jalur ini memiliki kesamaan dgn jalur klasik (menghasilkan C3
konvertase yg akan mengaktifkan C3)
0 Aktivasi jalur alternatif diawali dgn rx non Ab (bakteri, virus,
jamur, sel kanker, mikroba atau permukaan sel mamalia tanpa
melalui Ag-Ab kompleks spesifik.
0 Faktor lain yg dpt mengaktivasi jalur alternatif : inulin, zymogen,
kompleks polisakarida jamur, polisakarida & endotoksin bakteri,
agregat imunoglobulin (IgG, IgA, dan IgE), eritrosit (PNH).
0 Jalur alternatif melibatkan Faktor B, Faktor D dan Properdin
tanpa melibatkan komponen C1, C4 dan C2 sehingga jalur
alternatif tetap berlangsung meski tanpa ada ketiga komponen
tersebut.
0 Faktor D disintesis pd sel lemak sedangkan Properdin dibuat
oleh makrofag.
Jalur Alternatif
0 Diawali rangsangan aktivator diatas  C3  C3a & C3b,
selanjutnya C3b + faktor D, properdin, & fragmen faktor B
(Bb) yg dipecah oleh faktor D  C3bBb (C3 konvertase).
0 C3 konvertase mengaktifkan C3  C3b & C3a, selanjutnya
C3b + C3bBb  C3bBb3b (C5 konvertase).
0 C5 konvertase mengaktivasi Lytic Pathway yang akan
merubah C5  C5b + C6, C7, C8, & C9  C5b6789
(Membrane Attack Complex (MAC).
0 Hasil akhir jalur ini  lisis sel ( bakteri atau jamur).
0 C3b tanpa berikatan dgn C3bBb dapat memicu opsonisasi
dgn cara berikatan langsung dgn sel mikrobiologis,
demikian juga C3b dapat berikatan dengan Fakor B &
Faktor D membentuk C3 konvertase (C3bBb).
Persamaan ke - 3 jalur tsb:
- Mengaktivasi pusat katalitik sistem
C3
- Pada akhirnya menginduksi C9;
- bersama-sama membentuk Membran
Attack Complex (MAC).
Perbedaan antara ketiga jalur tsb adalah :
0 Stimulusnya beda. Jalur Klasik distimulasi oleh
kompleks Ag-Ab, Jalur MB-Lectin distimulasi
kompleks manose-binding Lectin, dan Jalur
Alternatif distimulasi LPS (lipopolisakarida) dari
permukaan patogen.
0 Komponen yang distimulasi oleh stimulus
berbeda, Jalur Klasik selanjutnya mengaktivasi
C1q, C1r, C1s, C4 dan C2; jalur MB Lectin
selanjutnya mengaktivasi MBL, MASP-1,
MASP-2, C4 dan C2; dan jalur Alternatif
mengaktivasi C3, Faktor B, dan Faktor D.
SITOKIN & HANTARAN
SIGNAL
Sitokin
- Sekresi protein yang menjembatani dan mengatur
sistem imun, inflamasi dan hematopoiesis
- Diproduksi sebagai respon stimulus dari proses
imunitas
- Biasanya bekerja dalam waktu singkat, jarak antar
sel yg dekat, & dlm jumlah (konsentrasi) kecil
- Bekerja dgn melekat pd membran reseptor yg
spesifik, kemudian memberi signal pd sel melalui
messenger kedua.
Sitokin
0 Tidak seperti hormon yg tersimpan dalam
kelenjar, sitokin disintesis dan disekresikan oleh
sel yg berbeda setelah ada stimulus.
0 Berefek thdp sel yg mensekresinya sendiri
(autokrin)
0 Berefek thdp sel didekatnya (parakrin)
0 Berefek pada sel yg sama tp berjauhan (endokrin)
0 Produser sitokin paling banyak  sel –Th &
makrofag
Efek Sitokin
1. Pleiotropism
2. Redunden
3. Sinergik
4. Antagonis
5. Membentuk network sitokin
Pleiotropism
Adalah kemampuan 1 sitokin dapat
menyebabkan multiplikasi dari tipe sel
target
Redunden : Multipel sitokin yg dapat
memiliki defek sama atau overlaping
Sinergik yaitu; ≥ 2 sitokin mempunyai
efek saling menguatkan
AntagonismeKemampuan satu
sitokin untuk menghambat aksi sitokin
lainnya
Klasifikasi Sitokin
1. Interleukin (IL)
2. Interferon (IFN)
3. Tumor necrosis factor (TNF)
4. Colony stimulating factor (CSF)
5. Chemokine
6. Transforming growth factor
Interleukin Sitokin yg disekresi oleh
leukosit yg mampu memberi tanda /
menjembatani aktivitas leukosit lainnya
Interferon (IFN) : glikoprotein yang
disekresi oleh sel vertebrata akibat
rangsangan biologis, spt virus, bakteri,
protozoa, mycoplasma dll.

Types Produced cells Main functions


IFN- (type I) leukocyte anti-virus, immune regulation
IFN- (type I) fibroblast anti-tumor
IFN- (type II) Th1,NK weaker anti-virus effect
stronger immune regulation
effect, anti-tumor
interferon
0 Tipe I INF dapat diproduksi oleh hampir semua sel
pada stimulasi oleh virus; Fungsi utama adalah
untuk menginduksi resistensi virus dalam sel.
0 Tipe II INF disekresikan hanya oleh sel NK dan
limfosit T; Tujuan utamanya adalah sbg sinyal
sistem kekebalan tubuh.
Interferon
0 Bentuk alpha dapat mengobati infeksi virus hepatitis
B, C dan kondiloma acuminata.
0 Bentuk beta dapat digunakan mengobati bentuk
hilang-timbul dari multiple sclerosis.
0 Bentuk Gamma digunakan untuk terapit
granulomatosa kronis (sebuah kondisi kelainan
genetik di mana lekosit gagal untuk membunuh
bakteri)
Ⅲ.Tumor necrosis factor
(TNF)
TNF adalah protein yg terutama dihasilkan
oleh monosit & makrofag sbg akibat
respon thp endotoksin yg menyebabkan
inflamasi, menginduksi kerusakan sel
tumor serta aktivasi lekosit
(http://www.merriam-webster.com/dictionary/tumor% 20necrosis%
20factor)
TNF
Terbagi 2:
a. TNF α,
Diaktifkan oleh monosit dan makrofag yg di
implikasikan pd regresi tumor, septic shock,
and cachexia.
Selain itu TNF α jg diproduksi oleh sel limfoid,
sel mast, sel endotel, miosit jantung, jaringan
adiposa, fibroblas, dan jaringan saraf .

b. Lymphotoxin-alpha (TNF-β)
diproduksi diaktifkan oleh Th 0 & Th 1.
TNF α
Cara kerja TNF A :
- mengatur aktivasi, diferensiasi, &
proliferasi sel pd inflamasi
- mengatur kelangsungan hidup sel tsb
- memiliki aktivitas kuat dlm
mempromosikan apoptosis
- membunuh sel.
Lymphotoxin-alpha (TNF-β)

- Sel target: fagosit & sel tumor.


- Fungsi: Fagositosis, sel mati
Colony stimulating factor
(CSF)
Merupakan sitokin yg menstimulasi proliferation
atau differentiation hematopoietic stem cell &
different progenitors.
Misal:
Granulocyte macrophage-CSF(GM-CSF)
Monocyte-CSF(M-CSF)
Granulocyte-CSF(G-CSF)
Stem cell factor(SCF)
Erythropoietin(EPO)
Chemokine
Chemokines are cytokines which recruiting
monocytes, granulocytes and lymphocytes
in blood to the sites of inflammation.

CXC chemokines(α subgroup):IL-8


CC chemokines(β subgroup):MCP-1
C chemokines(γ subgroup)
CX3C chemokines(δ subgroup)
Transforming growth factor
Growth-factor are cytokines which stimulate
the growth of their target cells.

Transforming growth factor-(TGF- )


Epithelia growth factor(EGF)
Vascular endothelia cell growth factor(VEGF)
Fibroblastic growth factor(FGF)
Antigen - Antibodi
Antibodi
Antibodi adalah protein yg dihasilkan
oleh sel B yg berperan dalam sistim
imun
Peran Antibodi:
0•Netralisasi toksin dan virus
0•Aktivasi komplemen
0•Opsonisasi pada proses fagositosis
Ada 5 Kelas Antibodi:
1. IgM: pertama Terbentuk
2. IgG: konsentrasi terbanyak dalam tubuh,
menembus Plasenta
3. IgA: di sekresi oleh kelenjar dan
Mukosa, ASI
4. IgD: sebagai reseptor sel B
5. IgE: menangkap alergen-reaksi Allergy
Antigen

Ag Binding
site

Antibodi
IgG
- 73% dr total Ig
IgG, D, E - BM 150.000
- Dpt melewati
placenta
Dimer IgM
IgA - 8% dr total Ig
- BM 900.000
- Tdk dpt melewati
placenta
- Dapat mengagglutinasi
IgM eritrosit
Ig sudah digunakan secara luas pada dunia
kedokteran, al:
- IgG, IgM dengue
- Salmonella IgM
- Sifilis
- TORCH

55
Gambaran IgG dan IgM secara umum

Detection of specific IgG can’t differentiate between acute


and convalescent cases.
IgM➘ IgG➚ time
IgM➚
IgG

3 hari 3 bln tahun

0 IgM become positive as early as in the first week of the fever.


0 IgG can persist > 2 years (Ex. typhoid infection).
0 Detection of specific IgG can’t differentiate between acute
and convalescent cases.

Zohra Begum, 2008


59
Antigen
ANTIGEN ( IMUNOGEN )  suatu bahan asing jika masuk ke
tubuh dapat membangkitkan respon imun baik seluler
maupun humoral
Imunogenitas Ag ditentukan oleh:
1. KEASINGAN
2. UKURAN MOLEKUL
3. SUSUNAN KIMIA
4. CARA MEMASUKKAN
5. DOSIS PEMBERIAN
6. KONSTITUSI GENETIK

IMUNOGENESITAS sangat bergantung pd EPITOP


(antigenik determinant) yaitu bagian dari molekul Ag yg
menentukan rx Ag-Ab dan respon imun yg ditimbulkannya