You are on page 1of 39

Laporan Kasus Tiroid

dr.Patrico Rillah
Identitas

• Nama : Ny. R
• Usia : 44 thn
• No CM : 183930
• Alamat : Bulaksari Sragi
Anamnesis
Kel utama : Benjolan di leher
RPS:
± 3 tahun yll pasien merasa muncul 1 buah benjolan pada leher Kiri sebesar
telur puyuh, tidak nyeri, kenyal, pasien merasa benjolan ikut bergerak saat
menelan
± 2bulan ini benjolan dirasakan semakin besar seukuran telur ayam, nyeri (-
), riwayat tangan gemetaran (-), riwayat dada berdebar (-), riwayat keringat
berlebihan (-), suara serak (-), sesak saat beraktifitas (-), penurunan berat
badan (-), gelisah (-), sulit menelan (-)
RPD:
Riwayat paparan radiasi pada daerah leher di sangkal

Riwayat Penyakit Keluarga :


Riwayat keluarga dengan benjolan dileher (-)

Riwayat Sos-ek :
Ibu Rumah Tangga
Pemeriksaan Fisik :
Status generalis
• Keadaan Umum :baik, kesadaran: composmentis
Status gizi: TB: 150 cm, BB 50 kg, BMI: 22,2
• Tanda Vital
TD = 110/70 mmHg N = 88 x/ mnt
RR = 24 x/mnt t = 36,2°C
• Kepala : mesosefal
• Leher : Trakea di tengah
• Mata : conjungtiva palpebra anemis -/-, eksoftalmus (-/-)
• Thorax :
Pulmo : Ins : simetris saat statis dan dinamis
Pal : stem fremitus ka=ki
Per : sonor pada kedua hemithoraks
Aus : SD: vesikuler +/+. ST -/-, Rh -/-
Jantung :
Ins : IC tak tampak
Pal : IC teraba di SIC V LMCS
Per : konfigurasi jtg dbn
Aus : bunyi jantung 1 & 2 normal, murmur (-), gallop (-)
Abdomen :
Ins : datar
Pal : nyeri tekan (-), massa (-), Hepar dan Lien tidak teraba
Per : timpani, PS (+)N, PA (-)
Aus : BU (+)N
Genitalia : perempuan dbn
Ekstremitas :
Akral dingin -/- -/-
Sianosis -/- -/-
Capp. Refill < 2” / < 2 “
Oedema -/- -/-
Tremor -/- -/-
Status lokalis : Regio Colli

Inspeksi :
Tampak massa warna kulit sama
dengan Sekitar, ikut bergerak saat
menelan
Palpasi :
teraba 1 buah massa ,ukuran 4cm
x 2 cm, konsistensi kenyal,
permukaan rata, batas tegas,
mobile, nyeri tekan (-).
Trakea di tengah
Pembesaran KGB leher :
(-)
• Lab
Hb : 13,5 gr %
Leko : 9,31/mmk FT4 : 8,18 nmol/l (9 – 20)
Tr : 404.000/mmk TSH : 0,84 uIU/ml (0,25 – 5,00)
GDS : 85 mg/dl

EKG : normal sinus ritme


Diagnosis
Struma nodusa non toksik sinistra c/ Jinak
H+1
H+10
Anatomi
Etiologi

• Penyebab pasti (?)


- Genetik → ca medulare
- Defisiensi Yod :
- Def. Yod → inducer
- TSH → promoter
- Radiasi
- Bahan kimia
Hipophise

TSH

T3
T4

Thyroid

Bagian Bedah Onkologi,


Bedah FK UNDIP /
Struma

Bagian Bedah Onkologi, Bedah FK


UNDIP / RSDK
Data Kelainan Thyroid di RS. Dr. Kariadi Semarang

No. Jenis Kelainan Thyroid Jumlah %


1. Neoplasma
a. Jinak 58 8,40
b. Ganas 73 10,5
2. Non Neoplasma
a. Struma Koloid 356 51,30
b. Struma adenomatous 132 19,00
c. Struma Basedow 2 0,30
d. Struma Limfomatous 1 0,15
e. Kista Duktus Thyroglosus 1 0,15
f. Thyroiditis 71 10,2

Jumlah 694 100

Bagian Bedah Onkologi, Bedah FK


UNDIP / RSDK
Data jenis Karsinoma Thyroid di lab. Patologi Anatomi
RS. Dr. Kariadi Semarang

No. Jenis Jumlah %


1. Karsinoma Papillifer 44 75,9
2. Karsinoma Follikuler 10 17,2
3. Karsinoma Anaplastik 4 6,9
4. Karsinoma Meduler 0 0

Jumlah 58 100

Bagian Bedah Onkologi, Bedah FK


UNDIP / RSDK
Distribusi Jenis Kelamin Karsinoma Thyroid
di lab. Patologi Anatomi RS. Dr. Kariadi Semarang

No. Sex Papillifer Folikuler Anaplastik Medulare Jumlah

1. ♀ 38 10 3 0 51
2. ♂ 6 0 1 0 7

Jumlah 44 10 4 0 58

Bagian Bedah Onkologi, Bedah FK


UNDIP / RSDK
• Keganasan pada thyroid :
– 1,5% - 3% dari semua keganasan
– 92% dari keganasan kelenjar endokrin
– ♀:♂=4:1
– 70% - 80%  jenis papiler
Diagnosis
I. Anamnesis
 Jenis kelamin, usia, geografis
 Kecepatan Tumbuh
 Keluhan
 Perubahan Suara
 Sesak nafas
 Dysphagia
 Penyinaran leher pada masa anak-anak
 Riwayat Keluarga
Diagnosis (lanjutan)
II. Pemeriksaan Fisik
– Padat
– Keras
– Batas tidak tegas
– Permukaan tidak
rata
– Nodul soliter
( 15 - 20% ganas )
– Ikut bergerak saat
menelan
– KGB leher positif
Diagnosis (lanjutan)
III. Pemeriksaan Penunjang
a. X-foto Leher dan toraks
- Mikrokalsifikasi
- Pendesakan / pergeseran trachea
- Ada tidaknya retrosternal thyroid

b. USG Thyroid (sensitivitas 95%)


- Konsistensi
- Kistik/Solid  80% malignansi
adalah nonkistik
Diagnosis (lanjutan)
III. Pemeriksaan Penunjang
c. Sidik Thyroid
- Yod 131
- Nodul
Nodul Panas
- Hangat → Normal
- Panas → Hiperthyroid
- Dingin → Kista thyroid
/ malignansi
Nodul Dingin
Diagnosis (lanjutan)
III. Pemeriksaan Penunjang
d. Laboratorium Tumor Marker
- Thyroglobulin  utk Ca papillary
- Calcitonin  utk Ca medullare

e. BAJAH (Biopsi Jarum Halus)


- Akurasi diagnostik sekitar 95%
- Tidak bisa membedakan adenoma dan
adenokarsinoma folikuler.
Terapi
1. Operasi
- Lobektomi
FS Ganas
- Total Thyroidektomi

KGB (+)
- RND
2. Radioterapi
• Eksterna
– Inoperable
– Anaplastik

• Interna
– Jod 131
– Post total thyroidektomi
– Deferensiasi Baik
3. Supresi

• Ekstrak kelenjar thyroid


• Menekan TSH
• Fungsi lain substitusi

4. Sitostatika
Komplikasi Pasca Operasi
1. Segera (24 - 48 jam)
– Perdarahan : 0.3 – 1%
– Dyspnoea disebabkan
• Trauma n recurrent laryngeus bilateral
• Haemorrhagi
• Tracheomalasia atau trachea collaps
– Krisis tiroid
2. Lama
– Suara kasar karena kerusakan n. recurren laryngeus :
• 0 – 2.1%
• 2 – 12%  yang menjalani operasi ulangan
• 4 – 6.6%  nervus yang tidak diidentifikasi selama operasi
– Thyrotoxicosis recurrent
– Deficiensi Parathyroid :
• 0.4 – 13.8%  permanent hypoparathyroid
• 2 – 53%  temporary hypoparathyroid
– Hypothyroidism