You are on page 1of 222

 KELAINAN kONGENITAL

PADA SENDI TEMPORO MANDIBULA


 KELAINAN KONGENITAL CLEFT LIP DAN
PALATE
JULIANI KUSUMAPUTRA
PRODI KG YARSI
 HEMIFACIAL MICROSOMIA
 BILTERAL FIRST AND SECOND
PHARYNGEAL ARCH DEFECTS
 HFM MERUPAKAN DEFORMITAS
KRANIOFASIAL YANG BERVARIASI,
PROGRESIF, DAN ASIMETRIS
 HMF MELIPUTI SKELETAL, SOFT TISSUE, DAN
NEUROMUSCULAR COMPONENTS OF THE
FIRST AND SECOND PHARYNGEAL
ARCHES
 HFM MERUPAKAN KELAINAN
KONGENITAL KEDUA TERBANYAK ( 1 DARI
5600 KELAHIRAN BAYI HIDUP) SETELAH
CELAH BIBIR DAN LANGIT-LANGIT
 MEKANISME HFM PADA MANUSIA TIDAK
DIKETAHUI, TETAPI POSWILLO
MENJELASKAN BAHWA KEMUNGKINAN
SEPERTI PADA TIKUS TERJADI
PERDARAHAN ARTERI STAPEDIAL
MENYEBABKAN HEMATOMA PADA AREA
PHARYNGEAL ARCHES PERTAMA DAN
KEDUA.
 PERTUMBUHAN FASIAL PADA
HEMIFASIAL MIKROSOMIA:

MANIFESTASI SKELETAL AWAL ADALAH


PERTUMBUHAN MANDIBULA YANG
ASIMETRI DAN BERPERAN PENTING
DALAM PROGRESIFITAS DEFORMITAS
FACIAL SKELETON IPSILATERAL DAN
KONTRALATERAL
YANG TURUT BERPERAN DALAM
PROGRESIFITAS DISTORSI SKELETON :

 DEFISIENSI JARINGAN LUNAK


 HIPOPLASIA OTOT-OTOT PHARYNGEAL
ARCHES PERTAMA DAN KEDUA
 FACIAL NERVE PALSY
 KLASIFIKASI :

- DEFEK SKELETAL
- DEFEK JARINGAN LUNAK
- KLASIFIKASI OMENS ( MELIPUTI ORBITA,
MANDIBULA TERMASUK TMJ, TELINGA,
NERVUS, DAN JARINGAN LUNAK)
DERAJAT DEFORMITAS SKELETAL
TERAHIR HFM ADALAH :
 RAMUS MANDIBULA DAN TMJ YANG
PENDEK DAN DIPLACE KE MEDIAL.
MANDIBULA FLAT DAN DAGU
BERDEVIASI KEARAH SISI YANG
TERKENA.
 WAJAH TENGAH PENDEK , TULANG
ZYGOMATIK FLAT, DAN ORBITA
KADANG DISPLACE KE ANTERIOR
KASUS YANG TERPARAH :

 MALFORMASI TELINGA
 MALFORMASI TULANG TEMPORAL
TERMASUK TIDAK ADANYA FOSSA
GLENOID, PROSESUS KONDILUS DAN
KORONOID
 RUDIMENTER OTOT-OTOT
 RUDIMENTER NERVUS FASIALIS
 PADA KONDISI TERSEBUT, STRUKTUR-
STRUKTUR YANG PENTING UNTUK
PERTUMBUHAN MANDIBULA TERKENA
DAN GANGGUAN PERTUMBUHAN
DATARAN OKLUSAL DAN MANDIBULA
SELALU ADA NAMUN DALAM DERAJAT
YANG BERVARIASI TERGANTUNG DARI
DEFISIENSI JARINGAN PRIMER .
 ELEMEN TULANG DAN JARINGAN
LUNAK KURANG BERKEMBANG PADA
SISI YANG TERKENA, MENYEBABKAN
FACIAL ASYMETRY DENGAN DEVIASI
MIDLINE DAN CANTING OF NASAL
FLOOR, DAN DATARAN OKLUSAL DAN
MANDIBULA
TREATMENT
 INTERVENSI PEMBEDAHAN DI INDIKASIKAN
JIKA ASIMETRI FASIAL KELUAR DARI
VARIASI NORMAL
 DUA PERTANYAAN PENTING SEBELUM
MELAKUKAN PROSEDUR PEMBEDAHAN :
1. KAPANKAH SAAT REKONSTRUKSI
PEMBEDAHAN YANG PALING
BERMANFAATSEBAGAI JALAN KELUAR
2. JENIS PROSEDUR APA YANG DAPAT
MEMBERIKAN HASIL TERBAIK JANGKA
PANJANG
HASIL STUDI PADA 25 INDIVIDU
DENGAN HFM DIJUMPAI BAHWA :

 15 INDIVIDU YANG MENJALANI KOREKSI


PEMBEDAHAN SETELAH SELESAI
PERTUMBUHAN , DIPEROLEH HASIL SIMETRI
YANG TETAP STABIL KARENA TIDAK
TERLIHAT ADANYA PERTUMBUHAN LAGI
DIKEDUA MANDIBULA
HASIL STUDI PADA 25 INDIVIDU DENGAN
HFM DIJUMPAI BAHWA :

PADA10 INDIVIDU YANG MENJALANI


KOREKSI PEMBEDAHAN SAAT
PERTUMBUHAN MASIH BERLANGSUNG
 SISI KONTRALATERAL TETAP TUMBUH
NORMAL
 SISI YANG MENGALAMI OPERASI
SEBAGIAN INDIVIDU MENGALAMI
PENINGKATAN, NAMUN MASIH KURANG
DARI SISI KONTRALATERALNYA.
 3 INDIVIDU MEMBUTUHKAN OPERASI
KEDUA.
CATATAN
 METODA MEMPERPANJANG MANDIBULA
PADA KASUS YANG TIDAK BEGITU PARAH
ADALAH DENGAN DISTRAKSI.
 UNTUK TEHNIK DISTRAKSI DIPERLUKAN
ADANYA SISA RAMUS MANDIBULA.
 BILA EKSTENSI PROKSIMAL TIDAK MEMILIKI
KONDILUS DENGAN KARTILAGO NYA,
MAKA BAGIAN ATAS STRUKTUR AKAN
MENGALAMI REMODELLING DAN AKAN
MEMENDEK SAAT DIA DIDORONG KE
TULANG TEMPORAL SELAMA FASE
DISTRAKSI. HAL INI PERLU
DIPERHITUNGKAN
WAKTU PROSEDUR PEMBEDAHAN
 BILA DIPERKIRAKAN PERTUMBUHAN
PANJANG RAMUS MANDIBULA YANG DI
REKONSTRUKSI MEMADAI, MAKA
REKONSTRUKSI DINI LEBIH DIPILIH
 HAL INI AKAN MEMBERIKAN
LINGKUNGAN YANG BAIK UNTUK
PERKEMBANGAN JARINGAN LUNAK DAN
PERTUMBUHAN MAKSILA PADA DAERAH
YANG TERKENA,DAN MENGUNTUNGKAN
BAGI KESELURUHAN PERKEMBANGAN
ANAK.
 BILA
REKONSTRUKSI DINI INI SERING
MENGHASILKAN REKURENSI ASIMETRI
DAN PERLU MELAKUKAN PROSEDUR
PEMBEDAHAN KEDUA, MAKA
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
PROSEDUR INI HARUS DIEVALUASI
SECARA HATI-HATI DAN DIDISKUSIKAN
DENGAN PASIEN DAN ORANG
TUANYA
 PADA SAAT DINI TIDAKLAH DAPAT
DIPASTIKAN BAHWA REKONSTRUKSI
RAMUS MANDIBULA AKAN
BERBARENGAN DENGAN PERTUMBUHAN
SISI MANDIBULA SATUNYA
 PROSEDUR PENAMBAHAN JARINGAN
LUNAK JANGAN DILAKUKAN SAMPAI
PEKERJAAN SKELETAL SELESAI
DIKERJAKAN.
 TOTAL KONSTRUKSI KONDILUS KIRI,
LENGKUNG ZIGOMA, DAN GLENOID
FOSSA DAN KOMBINASI GRAFT
KOSTOKHONDRA DAN ILIAKA.
 INTRA OPERATIF : CRICOTOMY
HORIZONTAL MANDIBULA
 ALAT DISTRAKSI DITANAM DALAM
TULANG
 GIGI DI FIKSASI DENGAN IMF
 DISTRAKTOR DIAKTIVASI SETELAH 48 JAM
 GAMBAR RO : SEDANG DAN AHIR
TREATMENT
1. TREACHER COLLINS SYNDROME
2. BILATERAL CRANIOFACIAL MICROSOMIA
PASIEN DENGAN TREACHER COLLINS
SYNDROME ( MANDIBULO FACIAL
DYSOSTOSIS) DAN BILATERAL
KRANIOFASIAL MIKROSOMIA
MEMPUNYAI KARAKTERISTIK ANOMALI
YANG MELIPUTI:
- HIPOPLASTIK TMJ
- RAMUS MANDIBULA PENDEK
- PENGURANGAN TINGGI WAJAH
POSTERIOR.
 SENDI NORMAL ADALAH DALAM POSISI
SEHARUSNYA, TETAPI JIKA FOSSA
GLENOID TERLALU LANDAI PERLU
DILAKUKAN REKONSTRUKSI UNTUK
MEMPEROLEH STABILITAS DALAM
MEMPERPANJANG RAMUS MANDIBULA
 MERUPAKAN AUTOSOMAL DOMINANT
INHERITED TRAIT
 INSIDENSI : 1:10.000 PADA KELAHIRAN
HIDUP
 DEFORMITAS YANG TERJADI ADALAH
AKIBAT SUATU GANGGUAN PADA SEL
PREOTIC NEURAL CREST PADA MINGGU
KEEMPAT SAMPAI KEENAM
KLINIS :
 BERVARIASI DENGAN SPEKTRUM LUAS
ANOMALI YANG KARAKTERSTIK
BILATERAL DAN SIMETRI.
 TERDAPAT ANTIMONGOLOID CANT PADA
FISURA PALPEBRA ,
 SERING ADA COLOBOMA PADA
BAGIAN LUAR DAN SEPERTIGA TENGAH
PERTEMUAN KELOPAK MATA BAWAH
 TIDAK ADA BULU MATA SEPANJANG
SEPERTIGA MEDIAL MATA
 TELINGA LUAR HIPOPLASTIK
 ADA KEHILANGAN PENDENGARAN
DALAM HUBUNGAN DENGAN
ABNORMALITAS TELINGA TENGAH DAN
LUAR.
 HIDUNG BESAR
 TULANG ZIGOMA DAN ARKUS ZYGOMA
HIPOPLASTIK ATAU TIDAK ADA.
 AKIBATNYA SUTURA
FRONTOZYGOMATIKA BERPINDAH KE
INFERIOR DAN BENTUK ORBITA SEPERTI AIR
MATA.
 TERDAPAT DEFORMITAS SKELETAL DI
MANDIBULA,TMJ, DAN REGIO ZYGOMA
YANG SAMA DENGAN TREACHER
COLLINS SYNDROME TETAPI TIDAK PUNYA
DEFEK JARINGAN LUNAK SEKITAR MATA.
 PADA BILATERAL CRANIOFASIAL
MICROSOMIA, DEFEK SKELETAL DAN
JARINGAN LUNAK BIASANYA SIMETRIS
 PASIEN MEMPUNYAI ALIS MATA DI
SEPERTIGA MEDIAL
 TERDAPAT DEFISIT NERVUS FASIALIS
UNILATERAL DAN BILATERAL
 TERDAPAT MAKROSTOMIA YANG TIDAK
TERDAPAT PADA TREACHER COLLINS
SYNDROME.
 BILA TREACHER COLLINS SYNDROME
DITURUNKAN SEBAGAI SUATU
AUTOSOMAL DOMINANT TRAIT, BILATERAL
MICROSOMIA BIASANYA TANPA POLA
YANG DITURUNKAN
 DEFEK ORBITAL DIKOREKSI DENGAN
ONLAY BONE GRAFT KE ZIGOMA DAN
DASAR ORBITA DAN
REKONTURINGSUPRAORBITA RI MS.
 KOREKSI DEFORMITAS SKELETAL TMJ
MELIPUTI ELONGASI RAMUS MANDIBULA
DAN MEMAJUKAN MANDIBULA.
 TUJUAN UTAMA PEMBEDAHAN ADALAH
MENINGKATKAN TINGGI WAJAH
POSTERIOR
 PADA ORANG DEWASA DENGAN
DEFORMITAS TAHAP AHIR, DILAKUKAN
PEMBEDAHAN MAKSILA LE FORT 1 ATAU LE
FORT 2.
 MAKSILA DIROTASI BERLAWANAN ARAH
JARUM JAM DENGAN PUSAT ROTASI
DIREGIO NASOFRONTAL ATAU SPINA
NASALIS ANTERIOR UNTUK
MEMPERPANJANG WAJAH BAGIAN
POSTERIOR.
 RAMUS MANDIBULA DIPERPANJANG
DENGAN SAGITAL SPLIT OSTEOTOMI,
OSTEOTOMI DAN BONE GRAFT, ATAU
KONSTRUKSI RAMUS DAN TMJ BARU
 PADA ANAK YANG SEDANG TUMBUH ,
RAMUS MANDIBULA DIPERPANJANG, BODY
DI MAJUKAN DAN DIROTASI BERLAWANAN
ARAH JARUM JAM UNTUK MENUTUP OPEN
BITE ANTERIOR YANG ADA.
 MANDIBULA DILETAKKAN DALAM
HUBUNGAN PROGNATI TERHADAP MAKSILA
DAN DIBUAT BILATERAL OPEN BITE
POSTERIOR. OPEN BITE INI DI TANGGULANGI
DENGAN ALAT ORTONDONTI, MEMFASILITASI
MAKSILA DAN WAJAH TENGAH UNTUK
TUMBUH SECARA VERTIKAL
SERTAMEMPERTAHANKAN PENINGKATAN
TINGGI WAJAH POSTERIOR.
TERIMAKASIH
JULIANI KUSUMAPUTRA
PRODI KG YARSI
 A CLEFT IS A CONGENITAL ABNORMAL
SPACE OR GAP IN THE UPPER LIP,
ALVEOLUS, OR PALATE
 ISTILAH YANG LEBIH JELAS ADALAH :
CLEFT LIP, CLEFT PALATE, ATAU CLEFT LIP
AND PALATE
 CLEFT OF THE LIP AND PALATE ADALAH
ANOMALI KONGENITAL YANG PALING
SERIUS YANG MENIMPA REGIO
OROFASIAL
 PENAMPILAN AWAL SUATU CLEFT
ADALAH BURUK. DEFORMITAS CLEFT
MERUPAKAN SUMBER SYOK PADA
ORANG TUA BAYI.
 PENDEKATAN YANG MEMADAI ADALAH
MEMBERI PENJELASAN DAN KEPASTIAN
BAHWA DEFEK DAPAT DIKOREKSI DAN
TIDAK MEMBUAT MASALAH PADA
MASADEPAN ANAK. NAMUN MEREKA
HARUS MENJALANI SERANGKAIAN TERAPI
UNTUK MENGKOREKSI DEFORMITAS
 KARENA LOKASINYA, MEREKA ADALAH
DEFORMITAS YANG MELIBATKAN DOKTER
GIGI SPESIALIS SEPANJANG MASA
PERAWATANNYA
 THE GENERAL DENTIST AKAN TERLIBAT
DALAM ME MANAGE KEBUTUHAN
PASIEN INI, KARENA BIASANYA MEREKA
MENGALAMI PARTIAL ANADONTIA DAN
SUPERNUMERARY TEETH
 CELAH BIBIR DAN CELAH LANGIT-LANGIT
ADALAH SUATU KEADAAN YANG
DISEBABKAN OLEH KEGAGALAN
MENYATUNYA WAJAH PADA SAAT
PERKEMBANGAN JANIN.
 DEFEK FISIK ADALAH CELAH ATAU
RONGGA YANG MELIBATKAN BIBIR ATAS,
ALVEOLUS MAKSILA ANTERIOR, SERTA
PALATUM DURUM DAN MOLLE
 CELAH DAPAT COMPLETE ATAU
INCOMPLETE TERGANTUNG DARI KE 4
STRUKTUR ANATOMI YANG TERLIBAT
 KEARAH ANTERIOR, CELAH BISA
UNILATERAL ATAU BILATERAL . CELAH
BILATERAL MENYEBABKAN SEGMEN
MIDLINE JARINGAN MENGGANTUNG
DARI NASAL COLUMELLA ATAU NASAL
SEPTUM
 UNTUK MENGETAHUI PENYEBAB ORAL
CLEFTS, PERLU DI REVIEW EMBRIOLOGI
HIDUNG , BIBIR, DAN PALATUM, DIMANA
PROSESNYA BERLANGSUNG PADA
MINGGU KE LIMA SAMPAI KESEPULUH
FETAL LIFE
 CLEFTS OF PRIMARY PALATE DISEBABKAN
KEGAGALAN MESODERM UNTUK
BERPENETRASI KEDALAM GROOVES
ANTARA MEDIAL NASAL DAN PROSESUS
MAKSILARIS SEHINGGA MENGHAMBAT
KEDUANYA UNTUK BERSATU
 CLEFTS OF SECONDARY PALATE
DISEBABKAN OLEH KEGAGALAN THE
PALATINE SHELVES UNTUK BERFUSI SATU
SAMA LAIN.
 SALAH SATU PENYEBABNYA ADALAH
KEGAGALAN LIDAH UNTUK BERGERAK
TURUN KEDALAM RONGGA MULUT
 PENYEBAB CLEFT FASIAL TELAH DITELITI ,
NAMUN PADA BEBERAPA KASUS
PENYEBAB YANG PASTI MASIH BELUM
DAPAT DIKETAHUI.
 PERLU DIBEDAKAN :
- ISOLATED CLEFT (PASIEN TIDAK
MEMPUNYAI MASALAH KESEHATAN
YANG BERHUBUNGAN DENGAN CLEFT)
- CLEFT ASSOCIATED WITH OTHER BIRTH
DISORDERS OR SYNDROMES
 DARI PENELITIAN YANG ADA,
DISIMPULKAN BAHWA OROFASIAL CLEFT
DIHASILKAN OLEH MEKANISME YANG
BELUM DIMENGERTI SECARA LENGKAP,
BAIK SECARA GENETIK MAUPUN SECARA
LINGKUNGAN.
 TANPA ADANYA PENGETAHUAN
MENGENAI PENYEBABNYA, MAKA
PENCEGAHAN YANG EFEKTIF BELUMLAH
ADA
 SEKITAR 1 PER 650 ATAU 1,7 PER 1000
DARI KELAHIRAN BAYI HIDUP
 CELAH BIBIR LEBIH BANYAK TERJADI PADA
LAKI-LAKI (2:1).
 CELAH LANGIT LEBIH BANYAK TERJADI
PADA PEREMPUAN
 PREDILEKSI RASIAL : MONGOLIAN > WHITE
> BLACK
ISTILAH
 PRIMARY PALATE (KANAN DAN KIRI) :
PRIMARY PALATE ADALAH DAERAH
YANG MELIPUTI BIBIR DAN PROSESUS
ALVEOLARIS

 SECONDARY PALATE :
SECONDARY PALATE ADALAH DAERAH
YANG MELIPUTI PALATUM DURUM DAN
MOLLE
GRUP 1 : CLEFT MENYANGKUT PALATUM
PRIMER ( BIBIR DAN/ATAU ALVEOLUS)

GRUP 2 : COMPLETE CLEFT MENYANGKUT


PALATUM PRIMER DAN SEKUNDER (BIBIR,
ALVEOLUS, PALATUM DURUM DAN
MOLLE )
GRUP 3 : CLEFT YANG MELIPUTI PALATUM
SEKUNDER ( PALATUM DURUM DAN/ATAU
PALATUM MOLLE )
 - CLEFT SUBMUKOSA
 - UVULA BIFIDA
 - DIASTEMA OTOT
 - NOTCH DI PALATUM DURUM
 POOR APPEARARANCE
 SPEECH IMPAIRMENT
 HEARING LOSS
 FEEDING DIFFICULTIES BECAUSE OF NASAL
REGURGITATION
 PERILAKU ORANG TUA , TEMAN-TEMAN
SEBAYA, DAN MASYARAKAT YANG
MENOLAK. KEADAAN YANG MENYULITKAN
INI MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN DAN
TINGKAH LAKU ANAK SEPERTI SAAT DIA
BERBAUR KEDALAM MASYARAKAT (SAAT
BERSEKOLAH ATAU MENCARI KERJA)
1. DENTAL PROBLEMS
2. MALOCLUSSION
3. NASAL DEFORMITY
4. FEEDING
5. EAR PROBLEMS
6. SPEECH DIFFICULTIES
 CELAH ALVEOLUS SERING
MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN GIGI
SUSU DAN PERMANEN, SERTA
RAHANGNYA.
 MASALAH UTAMA ADALAH
BERHUBUNGAN DENGAN TIDAK ADANYA
GIGI DAN KEMUNGKINANN ADANYA
GIGI SUPERNUMERARY
 CLEFT BIASANYA MELIPUTI DAERAH KANINUS
DAN INSISIF LATERAL , OLEH KARENANYA
GIGI INI SERING TIDAK ADA. KALAUPUN ADA
GIGI SERING SALAH TEMPAT ATAU
MENGALAMI DEFORMASI BENTUK ATAU
HIPOMINERALISASI
 GIGI TERSEBUT PERLU DIPERTAHANKAN 2-3
BULAN SEBELUM DILAKUKAN ALVEOLAR
CLEFT BONE GRAFTING DENGAN TUJUAN
MEMPERTAHANKAN TULANG ALVEOLAR
DISEKITARNYA.
 DEFORMITAS CLEFT TERUTAMA YANG
MELIBATKAN PALATUM MENYEBABKAN
UKURAN, BENTUK, DAN POSISI RAHANG
YANG TIDAK SERASI YAITU TERJADINYA
MALOKLUSI KELAS 3.
 MALOKLUSI KELAS 3 TERJADI LEBIH
DIKARENAKAN RETRUSI MAKSILA BUKAN
KARENA PROTRUSI MANDIBULA. HAL
YANG BERPERAN ADALAH ADANYA
MISSING TEETH ATAU EXTRA TEETH , DAN
TARIKAN JARINGAN PARUT PASCA
BEDAH PENUTUPAN CLEFT
 PERAWATAN ORTODONTI DIPERLUKAN
SEPANJANG USIA KANAK-KANAK
MAUPUPUN DEWASA. MENJAGA
RUANGAN DIPERLUKAN PADA SAAT
KANAK-KANAK.
 SERINGKALI DIPERLUKAN ALAT UNTUK
MENDAPATKAN ATAU
MEMPERTAHANKAN PANJANG
LENGKUNG RAHANG
 PERAWATAN ORTODONTI INI DIMULAI
PADA SAAT ERUPSI GIGI MOLAR
PERTAMA PERMANEN.
 PERAWATAN ORTODONTI YANG
KOMPREHENSIF DITUNDA SAMPAI GIGI
PERMANEN SELURUHNYA ERUPSI.
 UNTUK MENGKOREKSI KETIDAK SERASIAN
SKELETAL DAN DISHARMONI OKLUSAL,
KADANG DIPERLUKAN BEDAH
ORTOGNATIK
 DEFORMITAS BENTUK NASAL NORMAL
SERING TERLIHAT PADA INDIVIDU
DENGAN CLEFT LIPS.
 JIKA CLEFT MELUAS KE DASAR HIDUNG,
ALAR CARTILAGE PADA SISI TERSEBUT
AKAN MENGEMBANG DAN COLUMELLA
HIDUNG TERTARIK KE SISI NONCLEFT
 TIDAK ADANYATULANG PENYANGGA DI
BASIS HIDUNG, MENAMBAH MASALAH.
 BEDAH KOREKSI DEFORMITAS HIDUNG
BIASANYA DITUNDA SAMPAI SELURUH CLEFT
DAN MASALAH YANG BERHUBUNGAN TELAH
TERKOREKSI, KARENA KOREKSI DEFEK
ALVEOLAR CLEFT DAN RETRUSI SKELETAL
MAKSILA AKAN MENGGANGGU TULANG
DASAR HIDUNG
 JADI, REVISI NASAL ADALAH PROSEDUR
BEDAH YANG TERAHIR DILAKUKAN PADA
PASIEN CLEFT.
 BAYI DENGAN CLEFT PALATE DAPAT
MENELAN NORMAL SAAT MAKANAN
MENCAPAI HIPOFARING TETAPI SANGAT
SULIT UNTUK MENGHASILKAN TEKANAN
NEGATIF YANG DIPERLUKAN UNTUK
DAPAT MENYEDOT SUSU DARI
PAYUDARA ATAU DARI BOTOL NORMAL ,
NAMUN
 SEBETULNYA REFLEK BAYI SAAT
MENYEDOT DAN MENELAN NORMAL,
NAMUN OTOT TIDAK BERKEMBANG
SEHINGGA BAYI MENYEDOT KURANG
EFEKTIF .
 MASALAH INI BISA DIATASI DENGAN DOT
SUSU YANG MELEBAR DAN LUBANGNYA
DIPERBESAR . CARA LAIN ADALAH
DENGAN MENGGUNAKAN TETES MATA
ATAU SYRINGE BESAR YANG DIBERI
SELANG UNTUK MENGINJEKSIKAN SUSU.
 ANAK YANG MENDERITA CLEFT PADA
PALATUM MOLLE MEMPUNYAI
KECENDERUNGAN UNTUK MENGALAMI
INFEKSI TELINGA TENGAH
 PENYEBABNYA ADALAH OTOT LEVATOR DAN
TENSOR VELI PALATINI YANG NORMALNYA
BER INSERSI PADA OTOT YANG SAMA PADA
SISI LAWANNYA , TIDAK MELEKAT. OTOT INI
BERORIGO PADA ATAU DEKAT DENGAN
TUBA AUDITORY. OTOT INI MEMBERI JALAN
PEMBUKAAN OSTIUM KEDALAM
NASOFARING
 TELINGA TENGAH NORMALNYA
MERUPAKAN RUANG TERTUTUP. CAIRAN
SEROUS DAPAT BERAKUMULASI DISINI DAN
MENYEBABKAN OTITIS MEDIA. JIKA BAKTERI
DARI NASOFARING MASUK , MAKA AKAN
BERKEMBANG MENJADI INFEKSI (OTITIS
MEDIA SUPPURATIF).
 KEADAAN MEMBURUK KARENA TUBA
AUDITORY PADA BAYI BERBENTUK
MENYUDUT SEHINGGA TIDAK ADA DRAINASE
 ANAK DENGAN CLEFT PALATE
SERINGKALI MEMERLUKAN PEMBUKAAN
PADA TELINGA TENGAHNYA. HAL INI
DAPAT DILAKUKAN OLEH DOKTER SP THT,
YANG AKAN MEMBUAT LUBANG DI ASPEK
INFERIOR MEMBRAN TIMPANI, DAN
MENGINSERSIKAN PLASTIC TUBE KECIL
SEBAGAI DRAINASE KELUAR, BUKAN KE
NASOFARING (MYRINGOTOMY)
 INFLAMASI SEROUS OTITIS MEDIA KRONIS
DAPAT MENYEBABKAN GANGGUAN
PENDENGARAN.
 PADA AWALNYA SYARAF OTAK BERJALAN
NORMAL, TETAPI SUARA TIDAK DAPAT
MENCAPAI ORGAN SENSOR AUDITORY
SECARA EFISIEN KARENA ADANYA
INFLAMASI. LAMA KELAMAAN BILA TIDAK
DIPERBAIKKI MAKA NERVUS SENSOR
AUDITORY AKAN MENGALAMI KERUSAKAN
YANG TIDAK DAPAT DIPERBAIKKI
 GANGGUAN PENDENGARAN PADA
PEDERITA CLEFT PALATE ADALAH BESAR.
KEHILANGAN PENDENGARAN BISA
KURANG DARI SETENGAH VOLUME YANG
DIHARAPKAN.
 SEBAGAI TAMBAHAN, SUARA BICARA
SEPERTI SUARA S, SH, DAN T SULIT
TERDENGAR . AUDIOGRAM ADALAH
ALAT BERGUNA UNTUK MEMONITOR
KEMAMPUAN PENDENGARAN
 EMPAT MASALAH BICARA DITIMBULKAN
OLEH DEFORMITAS CLEFT LIP DAN
PALATE . YANG PALING SERING DIJUMPAI
ADALAH KETIDAK MAMPUAN
MENGUCAPKAN SUARA KONSONAN
(P,B,T,D,K,G)
 HIPERNASALITY UMUM TERJADI PADA
PASIEN DENGAN CLEFT PADA SOFT
PALATE DAN TETAP ADA SETELAH
KOREKSI PEMBEDAHAN
 PADA INDIVIDU NORMAL, PROSES
BICARA TERJADI SEBAGAI BERIKUT :
UDARA KELUAR DARI PARU-PARU
MELEWATI PITA SUARA, DAN MASUK
RONGGA MULUT. POSISI LIDAH, BIBIR,
RAHANG BAWAH DAN PALATUM MOLLE
BEKERJA SAMA MENGHASILKAN SUARA.
 PALATUM MOLLE TERANGKAT SELAMA
PRODUKSI SUARA, MENCEGAH UDARA
KELUAR MELALUI HIDUNG
 UNTUK SUARA YANG YANG JELAS
DIBUTUHKAN KONTROL LENGKAP
PERJALANAN UDARA DARI OROFARING KE
NASOFARING
 PALATUM DURUM MERUPAKAN PENYEKAT
ANTARARONGGA NASAL DAN ORAL.
PALATUM MOLLE BERFUNGSI SEBAGAI KATUP
YANG MENGONTROL DISTRIBUSI UDARA
YAN KELUAR DARI OROFARING DAN
NASOFARING. HAL INI DISEBUT MEKANISME
VELOPHARYNGEAL.
 PADA INDIVIDU YANG MENDERITA CLEFT
PALATE, MEKANISME VELOPHARYNGEAL
TIDAK BERFUNGSI KARENA ADANYA
DISKONTINYUITAS OTOT DARI SATU SISI KESISI
LAINNYA
 PALATUM MOLLE TIDAK DAPAT TERANGKAT
UNTUK BERKONTAK DENGAN DINDING
PHARYNGEAL . HAL INI MENGAKIBATKAN
KELUARNYA UDARA KEDALAM RONGGA
HIDUNG, YAITU HYPERNASAL SPEECH
 SPEECH PATOLOGIST DAPAT MEMBANTU
ANAK DENGAN DEFORMITAS CLEFT
UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN
ARTIKULASI NORMAL. MAKIN CEPAT
DITANGANI, HASILNYA MAKIN BAIK
 JIKA ADA MASALAH PENDENGARAN,
MAKA KEMAMPUAN BICARA JUGA
TERGANGGU KARENA ANAK TIDAK
DAPAT MENDENGAR DAN KEMUDIAN
MENIRU BICARA SECARA NORMAL
TEAM APPROACH
REHABILITASI LENGKAP DENGAN TREATMENT
MULTIDISIPLIN YANG TERKOORDINASI
 DENTAL; oral and maxillofacial surgeon,
orthodontist, prosthodontist, and
pedodontist
 MEDICAL : spesialis anak, bedah plastik,
bedah THT
 PARAMEDIS : speech therapist, psikolog,
pekerja sosial
 1-4 MINGGU : PARENTAL COUNSELING,
PRESURGICAL ORTHOPAEDIC
 8 -12 MINGGU : LIP REPAIR
 12 -18 BULAN : PALATAL REPAIR
 6 -11 TAHUN 1 : SPEECH THERAPY
 7 -14 TAHUN : ORTHODONTIC TREATMENT
 8 -11 TAHUN : ALVEOLAR CLEFT BONE
GRAFTING
 9 -19 TAHUN : PHARYNGOPLASTY
 17-19 TAHUN : BEDAH ORTOGNATIK
- Lip revision
- Rhynoplasy
- Fixed prosthodonti
- Social and vocational counseling
 ADULT :
- Closure of oronasal fistula
- Preprosthetic surgery (vestibuloplasty)
- Removable prosthodontic
PRIMARY SURGERY
 Lip repair
 Palatal repair
SECONDARY SURGERY
 LIP :
- Removal of scar tissue
- Correction of the vermilion border
- Reconstruction of the orbicularis muscle
 NOSE :
- Straightening and lengthening of the
columella
- Normalization of the alar base and
nares

 PALATE : Closure of oronasal fistulas


 ALVEOLUS:
- Bone grafting
- Vestibuloplasty to deepen the sulcus
 JAWS :
- Orthognathic surgery
 VELOPHARYNGEAL INCOMPETENCE :
- Pharyngoplasty
OBJECTIVES
 Facilitate feeding
 Improve the psychologic state of the
parents
 Restore functionality of the orbicularis oris
muscle and lip seal
 Improve esthetics : Restore normal
anatomy of the upper lip and nasal base
PRINCIPLES
 PERFORM ACURRATE ANATOMIC
REPOSITIONIN OF THE SKIN , MUSCLE , AND
MUCOSA IN SEPARATE LAYERS:
- Rekonstruksi otot sphincter
- Tepi vermilion yang simetris
- Bibir sedikit naik keatas
- Dasar lubang hidung yang simetris
 MENCEGAH ADANYA JARINGAN PARUT
YANG BERBENTUK GARIS LURUS
WAKTU
 BANYAK AHLI BEDAH YANG MASIH
MENGIKUTI ‘RULE OF 10’ DALAM
MELAKSANAKAN PRIMARY LIP REPAIR
 - Usia 10 minggu
 - Berat badan !0 lb
 - Hemoglobin 10 g/dl
NORMALNYA PEMBEDAHAN DILAKUKAN
SAAT BAYI BERUSIA 8 – 12 MINGGU,
NAMUN ADA PENDAPAT BAHWA :
 Usia 48 jam :
- Pembedahan pada neonatus
memberikan jaringan parut yang
minimal
- Pembedahan yang segera dapat
memberikan efek psikologi positif bagi
orang tua
 USIA 6 BULAN :
- Penundaan waktu pembedahan
mememberi kesempatan untuk
perkembangan yang lebih awal fungsi
bicara
- Penggunaan presurgical orthopedic
memberikan hasil yang terbaik
 BANYAK TEHNIK PEMBEDAHAN YANG
SUDAH DIKEMBANGKAN SEJAK DAHULU,
NAMUN TEHNIK SAAT INI ADALAH
DIFOKUSKAN PADA PERBAIKKAN
JARINGAN FUNGSIONAL DALAM OTOT
ORBIKULARIS ORIS YANG PENTING UNTUK
PERTUMBUHAN JANGKA PANJANG DAN
PERKEMBANGAN BIBIR ATAS YANG
SUDAH DIPERBAIKKI
LE MESURIER (1949)
 RIGHT-ANGLED FLAP LIP REPAIR
 KOREKSI SEKUNDER SULIT JIKA BIBIR
TERLALU PANJANG ATAU TERLALU
PENDEK
TENNISON-RANDALL (1952)
 TRIANGULAR LIP REPAIR
 SECONDARY CORRECTION IS DIFFICULT
MILLARD ROTATION ADVANCEMENT (1958)
 KEUNTUNGAN :
- Tehnik yang paling populer
- Flap bisa dimodifikasi setelah pemotongan
pertama
- Hanya sedikit jaringan yang dikorbankan
dari tepi cleft
- Diperoleh penutupan tiga lapis
- Jaringan parut yang ditimbulkannya
sangat baik untuk revisi selanjutnya
- Dihasilkan nasal philthrum yang terbaik
MILLARD ROTATION ADVANCEMENT (1958)
 KERUGIAN
- Penutupan sulit untuk diperoleh pada
cleft yang lebar
- Prosedur tampaknya terlalu radikal
untuk cleft yang minimal
- Pergerakkan philthral collumn tidak
alami
 A&B: LE MESURRIER TECHNIQUE, TEHNIK
UNTUK INCOMPLETE UNILATERAL CLEFT
 C&D: TENNISON OPERATION
 E&F : WYNN OPERATION
 G&H : MILLARD OPERATION ( ROTATION
ADVANCEMENT TECHNIQUE)
 TARIKAN BIBIR MENYEBABKAN LENGKUNG
MAKSILA COLLAPS
PROSEDUR YANG LEBIH KOMPLEK (MISAL
: PENUTUPAN DALAM 3 LAPIS) AKAN
MENGHASILKAN JARINGAN PARUT YANG
LEBIH BANYAK SEHINGGA
MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
 CLEFT PALATE DAPAT DIPERBAIKKI PADA
SATU KALI PEMBEDAHAN, DAPAT JUGA
DALAM DUA PROSEDUR PEMBEDAHAN
 PEMBEDAHAN PERTAMA ADALAH
PERBAIKKAN PALATUM MOLLE,
PEMBEDAHAN KEDUA ADALAH
PERBAIKKAN PALATUM DURUM
WAKTU
 PERBAIKKAN PALATAL BIASA DILAKUKAN
KETIKA PASIEN BERUSIA !2-!5 BULAN, NAMUN
ADA PENDAPAT DILAKUKAN PADA USIA
YANG LAIN
- USIA 4 BULAN : DESAI (1983) PERCAYA
BAHWA PEMBEDAHAN YANG LEBIH AWAL
MEMBERI KEMUDAHAN DISEKSI YANG LUAS
PADA PENUTUPAN TANPA JARINGAN PARUT
DAN MEMINIMALISIR TERJADINYA MASALAH
PENDENGARAN
 UMUR 5 TAHUN : TIM DARI SWISS, HOTZ
DAN GOINSKI (1979) MELAKUKAN
PERBAIKKAN PALATUM DALAM 2 TAHAP.
PALATUM MOLLE DITUTUP PADA UMUR 6-
18 BULAN DAN PALATUM DURUM
DIPERBAIKKI PADA UMUR 5 TAHUN.
 MEMFASILITASI PENELANAN TANPA
NASAL REGURGITATION
 MENGIJINKAN PERKEMBANGAN NORMAL
BICARA
 MEMBANTU PERTUMBUHAN MAKSILA
YANG NORMAL
 PEMBEDAHAN PALATAL MEMPUNYAI TIGA
TUJUAN :
1. MEMBUAT PENYEKAT ANTARA RONGGA
HIDUNG DAN RONGGA MULUT
2. MENCIPTAKAN PALATUM MOLLE YANG
PANJANG DAN BERGERAK DAN
KARENANYA MENGHASILKAN MEKANISME
VELOPHARYNGEAL YANG KOMPETEN
UNTUK PENELANAN DAN BICARA
3. MEMINIMALISIR TRAUMA PEMBEDAHAN
YANG DAPAT MENGGAGG U
PERTUMBUHAN MAKSILA
 SEPERTI PRIMARY LIP REPAIR, BEBERAPA
TEHNIK DIGUNAKAN UNTUK PERBAIKKAN
CLEFT PALATE. PROSEDUR VON
LANGENBECK DAN VARIASINYA ADALAH
TEHNIK PALATAL CLEFT SURGERY YANG
PALING SERING DIGUNAKAN.
HARD PALATE REPAIR
 BUAT INSISI SEPANJANG TEPI CLEFT
DEFECT
 BUAT INSISI LATERAL RELIEFING YANG
SEJAJAR DEFEK CLEFT. BIARKAN INI
SEBAGAI LUKA TERBUKA YANG AKAN
SEMBUH DENGAN CARA SECONDARY
INTENTION
HARD PALATAL REPAIR (LANJUTAN)
 DISEKSI MUKOSA PALATAL DARI BONY
PALATAL SHELVES
 APROKSIMASI INSISI CLEFT DI MIDLINE
UNTUK MENUTUPDEFEK CLEFT DAN JAHIT
DENGAN CARA WATERTIGHT CLOSURE
HARD PALATAL REPAIR (LANJUTAN)
 LEBIH DIPILIH PENUTUPAN DUA LAPIS :
PINDAHKAN MUKOSA NASAL PADA
BASIS DEFEK DAN DIJAHIT BERSAMA
SEBELUM DILAKUKAN PENUTUPAN
MUKOSA ORAL. TIDAK ADA TULANG
YANG DIGUNAKAN UNTUK MENUTUP
CELAH LANGIT-LANGIT, HANYA MUKOSA
 JIKA PALATUM MOLLE PENDEK GUNAKAN
PROSEDUR W-Y ATAU U-SHAPE
PUSHBACK UNTUK MEMPERPANJANG
PALATUM
 PADA PALATUM MOLLE DIGUNAKAN
PENUTUPAN TIGA LAPIS, YAITU NASAL
LINING, OTOT, DAN MUKOSA MULUT.
 A&B : FOUR-FLAP OPERATION FOR
EXTENSIVE CLEFT
 C&D : THREE-FLAP OPERATION FOR
SHORTER CLEFT

 NOTE AMOUNT OF DENUDED PALATAL


BONE LEFT AFTER THIS OPERATION
VON LANGENBECK PROSEDURE (1861)
 MEMBUAT LATERAL RELEAVING INCISIONS
UNTUK MEMPERKENANKAN JARINGAN
LUNAK PALATAL UNTUK DIPINDAHKAN KE
MEDIAL UNTUK DIDEKATKAN.
 GANGGUAN LUKA OLEH ANAK
 HEMATOMA
 INFEKSI
 JARINGAN PARUT YANG MENGHALANGI
PERTUMBUHAN MAKSILA DALAM ARAH
VERTIKAL MAUPUN ARAH HORIZONTAL
 DEFORMITAS SEKUNDER TIMBUL SEBAGAI
AKIBAT PERTUMBUHAN DAN INTERVENSI
PEMBEDAHAN.
 MASALAH FUNDAMENTAL PADA
REPAIRED CLEFT ADALAH :
- TIDAK ADANYA JARINGAN ATAU
HIPOPLASTIK JARINGAN SEBAGAI AKIBAT
DEFISIENSI EMBRYONIK DAN
TERHAMBATNYA POTENSI PERTUMBUHAN
- MISPLACED JARINGAN KERAS DAN
LUNAK AKIBAT PEMBEDAHAN PRIMER
ATAU INTERSEPTIF YANG TIDAK ADEKWAT
ATAU INCOMPLETE
- DEFORMITAS YANG DISEBABKAN OLEH
EFEK JARINGAN PARUT YANG
DIHASILKAN OLEH PEMBEDAHAN
INTERSEPTIF SAAT PERKEMBANGAN
 HIDUNG DAN BIBIR ATAS : MERUPAKAN
HAL YANG PALING SERING DIKELUHKAN
PASIEN KARENA MASALAH ESTETIKA
 HIPOPLASIA MIDFASIAL : ADA PADA
DIMENSI ANTEROPOSTERIOR DAN
VERTIKAL
 OKLUSI : MUNGKIN DIPERLUKAN BEDAH
ORTOGNATIK, ORTODONTIK, RESTORATIF
DENTISTRY, DAN PROSTETIK
 ORONASAL FISTULAS DAN ALVEOLAR
DEFECTS :
- KEBOCORAN UDARA DAN CAIRAN
- DEFISIENSI TULANG ANTERIOR
- RETENSI PROTESA YANG BURUK DAN TIDAK
ADANYA KEDALAMAN SULKUS
- DEFISIENSI TULANG YANG MENSUPPORT
GIGI
 BICARA : PEMBEDAHAN TIDAK LAGI
COMPROMISE POOR SPEECH
1. ALVEOLAR CLEFT BONE GRAFTING
2. ORTHOGNATHIC SURGERY
3. CLOSURE OF SECONDARY ORONASAL
FISTULAS
4. PREPROSTHETIC SURGERY
- VESTIBULOPLASTY
- ALVEOLAR RIDGE AUGMENTATION
5. IMPLANTS
GRAFTING ALVEOLAR CLEFT PERTAMAKALI
DITEMUKAN OLEH DRACHTER (1914)
OBJECTIVES :
 ORONASAL FISTULA DITUTUP SIMTOMATIK
 MEMBERIKAN ALAR BASE SUPPORT
 MENINGKATKAN STABILITAS SEGMEN
MAKSILA
 MEMBERIKAN SUPPORT UNTUK GIGI-GIGI
YANG BERDAMPINGAN DENGAN CLEFT
(KANINUS DAN INSISIF LATERAL)
WAKTU
 PRIMARY
- SCHRUDDE DAN STELLMACH (1958)
MEREKOMENDASIKAN BONE GRAFTING
SEBAGAI PROSEDUR PRIMER PADA BAYI.
 PRIMER
- JOHANSEN SEORANG SPESIALIS BEDAH
PLASTIK DARI SWEDIA TAHUN 1960 DAN
1970 MELAPORKAN HASIL PENELITIAN
JANGKA PANJANG PADA PRIMARY
BONE GRAFTING TERLIHAT ADANYA
INTERFERENCE DAN RETRIKSI
PERTUMBUHAN MAKSILA DAN
TERBENTUKNYA MALOKLUSI
SEKUNDER
 EARLY (5-7 TAHUN): MEMFASILITASI ERUPSI
INSISIF LATERAL
 NORMAL (9-11 TAHUN) : BOYNE DAN
SANDS (1972)MELAPORKAN BAHWA
WAKTU IDEAL UNTUK ALVEOLAR CLEFT
BONE GRAFTING ADALAH SESAAT
SEBELUM GIGI CANINUS PERMANEN
ERUPSI DENGAN PEMBENTUKKAN AKAR
33% SAMPAI 50%
SEKUNDER (LANJUTAN)
 IDEALNYA PADA SAAT INI DAERAH
GRAFT HARUS RESPOND TERHADAP
STIMULI
- EKSPANSI RAHANG
- GERAKAN GIGI ORTODONTIK
- ERUPSI KANINUS
 ALVEOLAR GRAFTING DAPAT DILAKUKAN
BERSAMA DENGAN MAXILLARY
OSTEOTOMY, ATAU BILA PERLU
MENUNGGU 6-12 BULAN SETELAH
GRAFTING SEBELUM MAXILLARY
OSTEOTOMY DAPAT DILAKUKAN
LATE (ADULT)
 PENUTUPAN ORONASAL FISTULA DAN
MEMBERIKAN SUPPORT TULANG UNTUK
ALAT PROSTETIK
GRAFT MATERIAL
 IDEAL GRAFT MATERIAL :
- MAMPU MENYATUKAN SEGMEN MAKSILA
- PERMIT ERUPTION OF TEETH (INSISIF
LATERAL. ATAU BILA ADA KANINUS)
- RESPOND TERHADAP KEBUTUHAN
PERTUMBUHAN TULANG , STIMULUS
ORTOPEDIK SELANJUTNYA, DAN EKSPANSI
LENGKUNG
 CLOSE THE NASAL LINING
 INSERT THE AUTOGENOUS
(CORTICOCANCELOUS) BONE GRAFT
 TUTUP LAPISAN ORAL DENGAN FLAP
LOKAL :
- BUKAL (MUIR) FLAPS : FINGER FLAPS
ANTERIOR ATAU POSTERIOR MUKOSA
LABIAL .
CLEFT DENTOFACIAL DEFORMITY
 PSEUDO CLASS III MALOCLUSSION :
- HYPOPLASTIC MAXILLA
- NORMAL MANDIBLE
 ANTERIOR OPEN BITE AND POSTERIOR
CROSSBITE
WAKTU
 TERDAPATDERAJAT RELAPS YANG TINGGI
BILA OSTEOTOMI DILAKUKAN SEBELUM
PASIEN BERUSIA 16 TAHUN. KARENA ITU BILA
UNTUK ALASAN PSIKOLOGI OSTEOTOMI
RAHANG PERLU DILAKUKAN SEGERA, MAKA
PERLU DIANTISIPASI KEMUNGKINAN
PERLUNYA BEDAH ORTHOGNATHIC
SEKUNDER SETELAH USIA PERTUMBUHAN
SELESAI:
 - LAKI-LAKI : 18 TAHUN
 - PEREMPUAN : 17 TAHUN
LE FORT I MAXILLARY ADVANCEMENT
 MERUPAKAN TINDAKAN BEDAH
OSTEOTOMIYANG PALING SERING
DILAKUKAN PADA PASIEN CLEFT PALATE .
 SURGICAL TECHNIQUE : SAMA DENGAN
NON CLEFT
PROSEDUR ADJUNCTIVE
 PRESURGICAL ORTHODONTICS : RAPID
MAXILLARY EXPANSION
 ALVEOLAR GRAFTING MEMFASILITASI
PEMBEDAHAN YANG
MEMPERKENANKAN GERAKAN EN BLOC
MAXILLA SECARA KESELURUHAN
 ORONASAL FISTULA ADALAH KOMPLIKASI
YANG UMUM TERJADI YAITU 10% - 20%
DARI KASUS PALATE REPAIR
 LOKASI TERUTAMA PADA PERTEMUAN
PALATUM DURUM DAN PALATUM MOLLE,
ATAU DAPAT JUGA PADA VESTIBULUM
LABIAL, ALVEOLUS, ATAU PALATUM
DURUM
SIMTOM DAN INDIKASI UNTUK REPARASI
 TERGANTUNG DARI PERLUASAN PADA
TEMPAT FISTULA :
- NASAL SPEECH
- KEBOCORAN CAIRAN KE HIDUNG
- MAKANAN YANG MENYANGKUT PADA
DEFEK
FAKTOR PREDISPOSISI
 METODE LANGENBECK UNTUK PALATAL
REPAIR LEBIH MENYEBABKAN ORONASAL
FISTULA DARIPADA PROSEDUR PALATAL
PUSH-BACK
 INFEKSI SALURAN NAPAS ATAS
MENYEBABKAN WOUND BREAKDOWN
WAKTU
 USIA 9 – 10 TAHUN BILA PRIMARY REVISION
BURUK DAN DIINDIKASIKAN BONE GRAFTING
ALVEOLUS .
 ATAU BIBIR DIBIARKAN SAMPAI USIA REMAJA
DIMANA MERUPAKAN SAATNYA UNTUK
REVISI MINOR DAPAT DILAKUKAN.
 REVISI BIBIR BIASANYA DAPAT DILAKUKAN
BERSAMAAN DENGAN PENUTUPAN FISTULA
ALVEOLAR BONE GRAFTING
INDIKASI
 ESTETIKA BIBIR SANGAT TERGANTUNG
DARI STANDARD BEDAH PRIMER
 SCHENDEL DAN DELAIRE (1981)
MENEKANKAN PENTINGNYA PENATAAN
OTOT DALAM MENGKOREKSI ASIMETRI
INTRINSIKS PADA UNILATERAL CLEFT LIP
PADA ORANG DEWASA.
OBJECTIVES
 MEREKONSTRUKSI OTOT ORBIKILARIS DAN
MENGOREKSI ORIENTASI SERAT-SERAT OTOT.
 ADJUST LIP LENGTH:
- BIBIR YANG PANJANG DIPERPENDEK
DENGAN MEMBUANG JARINGAN DARI
ALAR BASE
- BIBIR YANG PENDEK DIPERPANJANG
DENGAN Z-PLASTY ATAU ABBE FLAP YANG
DITRANSFER DARI BIBIR BAWAH
 OBJECTIVES ( LANJUTAN)
- MENINGKATKAN VERMILION BORDER
DENGAN MEMBUANG JARINGAN BERLEBIH
DAN MENGKOREKSI KETIDAK SIMETRIAN
DAN KETIDAK RATA AN.
- MEMBUANG JARINGAN PARUT
- MEMFASILITASI APPROACH PEMBEDAHAN
UNTUK MENUTUP DEFEK ALVEOLAR DALAM
RANGKA MENCAPAI BASIS SIMETRI UNTUK
RHINOPLASTY
OBJECTIVES
 MEMPERBAIKKI VELOPHARYNGEAL
INCOMPETENCE
 MEMPERSEMPIT PEMBUKAAN
VELOPHARYNGEAL DALAN RANGKA
MENGURANGI NASAL ESCAPE,
SEKALIGUS MEMPERBAIKKI BICARA
KERUGIAN:
 DRAINASE NASAL GAGAL
 INSIDENSI INFEKSI TELINGA TENGAH
MENINGKAT
 DERAJAT PENYEMPITAN PEMBUKAAN
VELOPHARYNGEAL TIDAK BISA
DIPERKIRAKAN KARENA PEMBENTUKKAN
PARUT
2 TIPE
 PENAMBAHAN DINDING POSTERIOR FARING
: IMPLANT GRAFT DIINSERSIKAN DIBELAKANG
DINDING POSTERIOR FARING UNTUK
MENGHASILKAN BULGE UNTUK DIRAIH OLEH
PALATUM MOLLE
 FLAP SUPERIOR ATAU BASIS INFERIOR FARING
: FLAF DIANGKAT DARI DINDING POSTERIOR
FARING DAN DIJAHIT KE TEPI BEBAS
PALATUM MOLLE, MENINGGALKAN DUA
RUANGAN LATERAL UNTUK JALAN UDARA
NASAL.
 DEFORMITAS NASAL
 BISA TERDAPAT BEBERAPA DERAJAT
HIPOPLASIA KARTILAGO ALAR
 DEFEK ALVEOLAR MEMPUNYAI EFEK
FUNDAMENTAL TERHADAP BENTUK
NASAL
 SEPTUM NASAL BERDEVIASI KEARAH SISI
NONCLEFT
OBJECTIVES
 RHINOPLASTY HANYA DILAKUKAN SETELAH
REKONSTRUKSI BASIS MAKSILA, TERMASUK
DEFEK ALVEOLAR.
 RHINOPLASTY MELIBATKAN KOREKSI DARI :
- DEFISIENSI ANTEROPOSTERIOR NASAL SEAL
DAN TIP
- ASIMETRIS LUBANG HIDUNG DAN BASIS
- OBSTRUKSI JALAN NAPAS MELALUI
SEPTOPLASTY
 DEFEEK SPEECH PRIMER
- VELOPHARYNGEAL INCOMPETENCE
- NASAL ESCAPE

 DEFEK SPEECH SEKUNDER


- HEARING LOSS
- KELEMAHAN OTOT FUNGSIONAL
KETRAMPILAN BURUK AKIBAT FAKTOR
PSIKOSOSIAL
- DEFEK OROFASIAL
 TE RAPI WICARA
 RESPONS BARU DIPEROLEH DARI LATIHAN
OTOT UNTUK MENINGKATKAN :
- VELOPHARYNGEAL COMPETENCE
- PENEMPATAN LIDAH
 TERAPI WICARA LEBIH EFEKTIF SETELAH
SELESAI PEMBEDAHAN DAN PERAWATAN
GIGI.
 ORTHOGNATHIC SURGERY
 MEMAJUKAN MAKSILA (MAXILLARY
ADVANCEMENT)AKAN MENAMBAH
DEFEK BICARA
 FLAP PHARYNGEAL AKAN MEMBATASI
JUMLAH MAXILLARY ADVANCEMEN T
SEKITAR 5 MM
 Dimitroulis,G. : illustrated Lecture Notes in
Oral & Maxillofacial Surgery,
Qintessence Publishing Co, Chicago,
Berlin, Tokyo, 2008, pp.221 – 236
 Kaban,L.B.,Troulis,M. : pediatric Oral and
Maxillofacial Surgery, Saunders, USA,
2004, pp. 302-337, 410-423
 Peterson,Ellis, Tucker : Contemporary
Oral and Maxillofacial Surgery , 4th ed.,
Mosby, 2003, pp. 623-645
TERIMAKASIH

JAKARTA OKTOBER 2014


Nama : Juliani Kusumaputra Isbandiono
Pendidikan
 SMA Tarakanita Jakarta, lulus 1971
 FKG UNPAD, Lulus 1977
 PPDGS Bedah Mulut FKGUI, lulus 1994
Pekerjaan
 1978-1987 Puskesmas Kec. PuloGadung Jakarta
Timur
 1987-1989 RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur
 1995-2013 RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur
(pensiun)
Lain-lain
 Ikatan profesi : Sekretaris 2 PP PABMI dan Sekretaris
Umum PABMI JAYA
 Praktek swasta di RS Harapan Bunda, RS THT
Proklamasi,