You are on page 1of 40

ATOM DAN MOLEKUL

Disusun Oleh:
Florencia wulandari
Shinta Marantika
Zaeyanul Surya Prayoga
Struktur Elektron Dari Atom
• Setiap kulit elektron berhubungan dengan
sejumlah energi tertentu.
• Elektron yang paling dekat dengan inti lebih
tertarik oleh proton dalam inti daripada
elektron yang lebih jauh kedudukannya.
• Kulit elektron yang terdekat ke inti adalah kulit
yang terendah energinya, dan elektron dalam
kulit ini dikatakan berada pada tingkatan
energi pertama.
Orbital Atom
• Daerah atau ruang dimana elektron dapat
ditemukan disebut orbital.
• Orbital atom adalah bagian dari ruang di
mana kebolehjadian ditemukannya sebuah
elektron dengan kadar energi yang khas
adalah tinggi (90-95%).
Gambar orbital atom
Pengisian Orbital
Asas Aufbau

Asas Aufbau menyatakan bahwa pengisian


elektron pada orbital dimulai dari tingkat energi
terendah ke tingkat energi yang lebih tinggi.
 Aturan Hund

Pada pengisian elektron dalam orbital-orbital yang


tingkat energinya sama, elektron tidak boleh
berpasangan sebelum masing-masing orbital terisi oleh
satu elektron dan pengisian dilakukan ke atas terlebih
dahulu, setelah penuh pengisian dilakukan ke bawah.
 Larangan Pauli
1. Tidak ada dua elektron dalam suatu atom
yang boleh mempunyai keempat bilangan
kuantum sama.
2. Setiap orbital hanya dapat berisidua elektron
dengan spin (arah putar) yang berlawanan.
3. Dengan adanya larangan Pauli,maka elektron
yang dapat menempati suatu subkulit
terbatas hanya dua kali dari jumlah
orbitalnya.
Jari-Jari Atom
Jari-jari atom adalah jarak dari pusat inti ke
elektron paling luar.
 Jari-jari atom berubah ubah bergantung pada
besarnya tarikan yang lebih besar terhadap
elektron-elektronnya.
 Faktor yang mempengaruhi:
1. jumlah proton dalam inti
2. jumlah kulit yang mengandung elektron
Tabel dari Jari-jari atom dari beberapa
unsur
Keelektronegatifan
 Keelektronegatifan adalah ukuran kemampuan
atom untuk menarik elektron luarnya, atau
elektron valensi.
 Keelektronegatifan berguna dalam meramalkan
dan menerangkan kereaktifan kimia.
 Keelektronegatifan juga dipengaruhi oleh jumlah
proton dalam inti dan jumlah kulit yang
mengandung elekton.
 Keelektronegatifan cenderung makin kecil
nilainya sejalan dengan bertambahnya lintasan-
lintasan elektron dan cenderung makin besar
dikarenakan dengan bertambahnya muatan inti
atau jumlah proton.(Shahira,2011)
Tabel Nilai Keelektronegatifan Unsur-
unsur
Pengantar Ke Ikatan Kimia
Ikatan Ion
• Dihasilkan dari perpindahan elektron dari satu atom ke
atom yang lain. Satu atom memberikan satu atau lebih
dari elektron terluarnya, ke atom lain.

Ikatan Kovalen
• Terbentuk dari pemakaian bersama pasangan elektron
bebas. Ikatannya digambarkan dengan menggunakan
struktur Lewis, yaitu menggambarkan sejumlah elektron
valensi berupa titik.
Contoh Ikatan ion Contoh Ikatan Kovalen

• Unsur Na dengan Cl yang • Unsur H dengan N


membentuk senyawa NaCl. membentuk senyawa NH3
11Na : 2,8,1  Na
+
1H : 1  H+
 7N : 2, 5  N
- -3
17Cl : 2,8,7 Cl
Na+ + Cl-  NaCl H+ + N-3  NH3

Ikatan Kovalen Tunggal
Merupakan ikatan kovalen dengan jumlah
pasangan elektron yang digunakan bersaam
berjumlah satu pasang. Contohnya ikatan pada
beberapa senyawa diatomik dari unsur golongan 7
seperti Cl2, Br2, dan F2.
Berikut mekanisme pembentukan ikatan kovalen
tunggal pada Cl2
Ikatan kovalen rangkap 2
Dalam ikatan kovalen rangkap dua ada dua
pasang (4 buah) elektron yang digunakan
bersama.
Contohnya pada senyawa oksigen (O2)
Ikatan kovalen rangkap 3
ikatan kovalen rangkap 3 adalah 3 pasang (6
buah elektron).
Contohnya pada pembentukan senyawa
diatomik dari N2.
Ikatan Kovalen Polar
 Ikatan kovalen polar terjadi apabila
pasangan elektron yang digunakan
bersama mengutub pada salah satu
atom atau gugus atom.
 Hal ini karena terjadi perbedaan
elektronegativitas (kecenderungan
suatu atom menarik elektron) yang
cukup besar antara atom-atom yang
berikatan.
 Karena elektron mengutub maka
terbentuklah momen dipol ada sisi
yang positif dan ada bagian lain yang
negatif.
Ikatan kovalen nonpolar
 Ikatan kovalen non polar dapat
terjadi pada senyawa diatomik,
senyawa yang bentuk molekulnya
simetris seperti senyawa metan
(CH4) dimana satu atom diikat oleh
beberapa atom sejenis.
 Sehingga terjadi keseimbangan
keelektronegtifan dan pasangan
elektron tidak mengutub ke satu
atom.
 Perbedaan ikatan kovalen polar dari
senyawa diatomik dan senyawa
dengan struktur simetris adalah
keberadaan momen dipol.
Ikatan kovalen koordinasi
o Jenis ikatan kovalen ini adalah ikatan
kovalen yang terbentuk apabila elektron
yang digunakan bersama tidak berasa
dari masing-masing atom yang
berikatan melainkan dari hanya salah
satu atom.
Ikatan kovalen koordinasi
o Jenis ikatan kovalen ini adalah ikatan
kovalen yang terbentuk apabila elektron
yang digunakan bersama tidak berasa
dari masing-masing atom yang
berikatan melainkan dari hanya salah
satu atom.
Rumus Kimia Dalam Kimia Organik

Empiris

Senyawa
Struktur
Rumus Siklik dan
Kimia rumus
Poligon

Molekul
Panjang Ikatan dan Sudut Ikatan
Panjang Ikatan Sudut Ikatan
 panjang ikatan adalah jarak  sudut ikatan adalah apabila
yang memisahkan inti dari ada dua atom atau lebih
dua atom yang terikat dalam suatu molekul, yang
kovalen. ikatannya membentuk
 Panjang ikatan kovalen yang sudut.
dapat ditentukan secara  Sudut ikatan bervariasi dari
eksperimen mempunyai kira-kira 600 sampai 1800.
selang harga dari dari 0,74
Amstrong sampai 2
Amstrong.
Energi Disosiasi Ikatan
 Energi yang diperlukan untuk memutuskan
salah satu ikatan 1 mol suatu molekul gas
menjadi gugus-gugus molekul gas.

ΣH = Σ Energi ikatan pereaksi – Σ Energi
ikatan hasil reaksi

 Energi ikatan rata-rata merupakan energi rata-


rata yang diperlukan untuk memutus sebuah
ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas
menjadi atom-atom gas.
Macam-Macam Energi Disosiasi
Energi Disosiasi Ikatan Molekul Energi Disosiasi Ikatan Molekul
Poliatom Diatom
 Energi disosiasi ikatan  Energi disosiasi ikatan
molekul diatom merupakan moleku poliatom
energi yang diperlukan merupakan energi yang
untuk memutuskan salah diperlukan untuk
satu ikatan 1 mol suatu memutuskan salah satu
molekul gas diatom menjadi ikatan 1 mol suatu molekul
gugus-gugus molekul gas. gas poliatom menjadi
gugus-gugus molekul gas.
Tabel Energi Disosiasi
Ikatan Radikal hidrokarbon Energi disosiasi ikatan (kcal/mol)

CH3−H Metil 103

C2H5−H Etil 98

(CH3)2HC−H Isopropil 95

(CH3)3C−H ters-butil 93

CH2=CH−H vinil 112

C6H5−H fenil 110

CH2=CHCH2−H Alil 88

C6H5CH2−H Benzil 85

OC4H7−H tetrahidrofuranil 92
Momen Ikatan dan Momen Dipol
Momen Ikatan Momen Dipol
• Momen ikatan terbentuk jika • Momen dipol merupakan
dua atom yang berikatan
suatu besaran vektor yang
dalam suatu senyawa
memiliki perbedaan digambarkan menggunakan
keelektronegatifan. moment ikatan.
• Elektron yang yang ditarik oleh • Jika jumlah vektor momen-
atom yang lebih elektronegatif momen ikatan lebih besar dari
menunjukan arah momen nol, maka molekul tersebut
ikatan dan ditunjukan bersifat polar, sebaliknya jika
menggunakan tanda → dari jumlah vektor momen-momen
atom yang kurang ikatan sama dengan nol, maka
elektronegatif menuju atom
maka molekul tersebut
yang lebih elektronegatif.
bersifat nonpolar.
Tarikan Antar Molekul
Antraksi dipol – dipol

Ikatan hidrogen

Pengaruh ikatan hidrogen


Antaraksi Dipol – Dipol
• Gaya tarik yang lemah disebabkan oleh dipol
imbasan sesaat, yang terjadi antara semua
molekul, bahkan juga molekul yang non polar
sekalipun.
• Gaya tarik Van der Waals yang kuat, disebut
gaya tarik dipol-dipol, terjadi antara molekul
yang memiliki momen dipole permanen.
• Gaya london terjadi bila molekul nonpolar
saling ditarik antaraksi dipol-dipol yang lemah
Ikatan Hidrogen
• Ikatan Hidrogen adalah Tarikan antara dua
molekul yang menggunakan bersama-sama
sebuah proton.
• Ikatan hidrogen dapat terjadi inter molekul dan
intra molekul. Jika Ikatan hidrogen terjadi
diantara molekul-molekul yang berbeda maka
disebut ikatan hidrogen intermolekul atau antar
molekul.
• Ikatan hidrogen terjadi antara atom-atom dalam
molekul yang sama maka disebut ikatan hidrogen
intramolekul atau didalam molekul.
Pengaruh Ikatan Hidrogen
• Ikatan hidrogen dapat terjadi inter molekul
dan intra molekul. Jika Ikatan hidrogen terjadi
diantara molekul-molekul yang berbeda maka
disebut ikatan hidrogen intermolekul atau
antar molekul.
• Ikatan hidrogen terjadi antara atom-atom
dalam molekul yang sama maka disebut ikatan
hidrogen intramolekul atau didalam molekul.
Asam dan Basa
Asam Basa
Kuat dan
Lemah

Asam dan
Asam dan
Basa
Basa lewis
Konjugat

Tetapan Tetapan
keabsaan keasaman
Asam Basa
Senyawa Arrhenius Bronsted -Lowry Lewis

Asam Senyawa yang jika Zat yang dapat Ion atau olekul yang
dilarutkan dalam air memberi proton dapat bertindak
akan menghasilkan (donor ion H+). sebagai penerima
ion H+. (akseptor) pasangan
elektron.

Basa Senyawa yang jika Zat yang dapat Ion atau molekul
dilarutkan dalam air menerima Proton yang bertindak
akan menghasilkan (akseptorH+). sebagai pemberi
ion 0H−. (donor) pasangan
elektron.
Perbedaan Asam Kuat dan Asam
Lemah
No Asam Kuat Asam Lemah

1. Untuk asam kuat dengan α Untuk asam lemah dengan 0<


≈ 1, hamper semua asam α<1, hanya sebagian asam
terurai menjadi ion-ionnya. yang akan terurai menjadi ion-
ionnya.

2. Nilai Ka sangat besar ( Nilai Ka sangat kecil ( Ka = α2


Ka>> ) [HA] )

3. Mempunyai basa konjugasi Mempunyai basa konjugasi


yang lemah. yang kuat.
Perbedaan Basa Kuat dan Basa Lemah
NO Basa Kuat Basa Lemah

1. Untuk basa kuat dengan α ≈ Untuk basa lemah dengan


1, hamper semua basa terurai 0< α<1, hanya sebagian
menjadi ion-ionnya. basa yang akan terurai
menjadi ion-ionnya.

2. Nilai Kb sangat besar ( Kb>> ) Nilai Kb sangat kecil ( Kb =


α2 [B] )

3. Mempunyai asam konjugasi Mempunyai asam konjugasi


yang lemah. yang kuat.
Asam Basa Konjugasi
Tetapan Kebasaan
Tetapan Keasaman
THANK YOU