You are on page 1of 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK

DENGAN GANGGUAN SISTEM


KARDIOVASKULER
“VENTRIKEL SEPTUM DEFECT”
DISUSUN OLEH:
1. ALMUHARIS
2. FAUZIAH AMANDA
3. LISA NINA SARI
4. MAHDALENA
5. NORAPIDENO AVANDI
6. NURUL HAYATI
7. RAJA SANUSI
8. TRIA RAHMADANI
definisi
Istilah defek septum ventrikel
menggambarkan suatu lubang pada
sekat ventrikel. Defek tersebut
dapat terletak di manapun pada
sekat ventrikel, dapat tunggal atau
banyak, dan ukuran serta
bentuknya dapat bervariasi (Fyler,
1996).
Klasifikasi VSD Berdasarkan lokasi
lubang, dibagi 3, (Chandrasoma, 2006;
Purwaningtyas, 2007) :
a.Tipe perimembran (60%)
b.Tipe subarterial (37%)
c.Tipe muskuler (3%)
Etiologi
Faktor prenatal yang
berhubungan dengan VSD :
1. Rubella atau infeksi virus
lainnya pada ibu hamil
2. Gizi ibu hamil yang buruk
3. Ibu yang alkoholik
4. Usia ibu di atas 40 tahun
5. Ibu menderita diabetes
Faktor genetik
1. ayah/ibu menderita PJB
2. anak yang lahir sebelumnya
menderita PJB
3. kelainan kromosom seperti
syindrom down
4. lahir dengan kelainan
bawaan lain
Patofisiologis
Defek ventrikel

Darah dari VD masuk ke VS

GJK Tekanan di VS karna ada shunting

Atrium sinistra

Resistensi pada vena pulmonal

Darah balik ke pulmonal

Edema paru, Tekanan volume darah di pulmonal


takipneu
Resistensi di arteri pulmonal

Tekanan di VD

sianosis Darah miskin O2 balik ke VS


Manifestasi Klinis
Pasien dengan VSD ringan umumnya tidak
menimbulkan keluhan. Pada kelainan ini, darah dari
paru-paru yang masuk ke jantung, kembali dialirkan
ke paru-paru. Akibatnya jumlah darah dalam
pembuluh darah paru-paru meningkat dan
menyebabkan :
•Sesak nafas, takipneu (napas cepat)
•Bayi mengalami kesuliatan ketika menyusui
•Keringat yang berlebihan
•Berat badan tidak bertambah. Gagal tumbuh
•Gagal jantung kongestif
Infeksi saluran pernapasan berulang
Pemeriksaan
Penunjang
1. Rontgen dada
Dapat ditemukan kardiomegali dengan LVH, vaskularisasi paru
meningkat, bila terjadi penyakit vaskuler tampak pruned tree disertai
penonjolan pulmonal.
2. EKG : LVH, LAH
Ekokardiogram Dengan M-mode dapat diukur dimensi atrium kiri dan
ventrikel kiri, dengan ekokardiografi 2 dimensi dapat dideteksi dengan
tepat ukuran dan lokasi defek septum ventrikel, dengan defek Doppler
dan warna dapat dipastikan arah dan besarnya aliran yang melewati
defek tersebut.
3. Katerisasi jantung
Dilakukan pada penderita dengan hipertensi pulmonal, dapat mengukur
rasio aliran ke paru dan sistemik serta mengukur tahanan paru; angigrafi
ventrikel kiri dilakukan untuk melihat jumlah dan lokasi VSD.
4. Angiografi jantung.
Dengan menggunakan echocardiography dua dimensi dapat ditentukan
posisi dan besarnya VSD. Pada defek yang sangat kecil terlebih pada
pars muskular, defek sangat sulit untuk dicritakan sehingga
membutuhkan visualisasi dengan pemeriksaan Doppler berwarna.
Konsep Asuhan
Keperawatan
Pengkajian
1. Keluhan Utama
a.Data subyektif
b.Data obyektif

2. Riwayat penyakit saat ini (PQRST)


a) Provoking incident
b) Quality of pain
c) Region, radiation, relief
d) Severity (scale of pain)
e) Time
3. Riwayat penyakit dahulu
Menanyakan apakah klien sebelumnya pernah menderita
nyeri dada, hipertensi, iskemia, miokardium, infark
miokardium, diabetes melitus, dan hiperlipidemia.
4. Riwayat keluarga
Perawat menanyakan tentang penyakit yang pernah
dialami oleh keluarga, anggota keluarga yang meninggal
terutama pada usia produktif, dan penyebab kematiannya.

5. Riwayat pekerjaan dan pola hidup


Perawat menanyakan situasi tempat klien bekerja dan
lingkungannya. Kebiasaan sosial dengan menanyakan
kebiasaan dan pola hidup misalnya minum alkohol atau
obat tertentu.
6. Pengkajian psikososial
Perubahan integritas ego yang ditemukan pada klien
adalah klien menyangkal, takut mati, perasaan ajal sudah
dekat, marah pada penyakit/perawatan yang tak perlu,
kuatir tentang keluarga, pekerjaan, dan keuangan. Kondisi
ini ditandai dengan sikap menolak, menyangkal, cemas,
kurang kontak mata, gelisah, marah, perilaku menyerang,
dan fokus pada diri sendiri.
Diagnosa
Keperawatan
•Penurunan curah jantung b.d malformasi jantung
•Gangguan pertukaran gas b/d kongesti pulmonal
•Tidak toleransi tehadap aktivitas b/d ketidakseimbangan
antara pemakaian oksigen oleh tubuh dan suplai oksigen ke sel
•Perubahan pertumbuhan dan perkembangan b/d tdk
adekuatnya suplai oksigen dan nutrisi kejaringan
•Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d kelelahan
pd saat makan danmeningkatnya kebutuhan kalori
•Resiko infeksi b/d menurunnya status kesehatan
•Perubahan peran orang tua b/d hospitalisasi, kekhawatiran
terhadap penyakit anak
Intervensi & Implentasi

Evaluasi
Fase akhir dari proses keperawatan adalah evaluasi asuhan
keperawatan, hal-hal yang di evaluasi adalah keakuratan,
kelengkapan dan kualitas data, teratasi atau tidaknya
masalah klien, serta pencapaian tujuan serta ketepatan
pada praktek.