You are on page 1of 73

TATA LAKSANA PENYAKIT DIARE

DINAS KESEHATAN KOTA BLITAR


BLITAR, 24 Juli 2018
faktor2 yg
mempengaruhi
“Derajad Perilaku
Lingkungan
Kesehatan”

Keturunan YanKes
ENVIRONMENTAL OF HEALTH : HENDRIK L. BLUM ( 1974 )
MASALAH SANITASI LINGKUNGAN DAERAH URBAN
POTRET KONDISI SANITASI KITA
Definisi
Penyakit Diare

adalah penyakit yang ditandai dengan


perubahan bentuk & konsistensi tinja
lembek sampai mencair & bertambahnya
frekuensi berak lebih dari biasanya
( biasanya lebih dari 3 kali dalam sehari )

5
Diare pada Anak :

 Diare Akut :
Diare yang berlangsung < 7 hari
 Diare Bermasalah :
Tdd disentri, diare berkepanjangan, diare
persisten/kronik , diare dengan malnutrisi
serta diare dengan penyakit penyerta

6
feel
clueless
“ what so important
in dealing with
diarrheal ”
disease
“ etiology is one that
matters “
ETIOLOGI DIARE AKUT
VIRUS

INFEKSI BAKTERI

PARASIT

PENYEBAB MALABSORPSI
PENYAKIT
DIARE
AKUT

KERACUNAN
MAKANAN

DIARE TERKAIT PENGGUNAAN


ANTIBIOTIK (DTA)
Penyebab di negara berkembang

Rota Virus Shigella

Campylobacter Cryptosporidium
Tinja pada diare karena Rotavirus
Diarrheal Disease is a “Syndrome”

Infectious Non-Infectious
• Viruses • Inflammatory
• Bacteria • Immunology
• Parasites • Endocrinology
Etiology

• Epidemiology
• Pathogenesis
• Pathology
• Pathophysiology
Location, location, location
SMALL BOWEL ILEO-COLONIC
POSSIBLE
GERMS
“ one germ
one pathogenesis
one pathophysiology

Mechanism of Diarrhea
• Secretory
• Osmotic
• Inflammatory
• Motility
• How to Differentiate ??
PARTIALLY TOXICGENIC &
INVASIVE ADHERENT
INVASIVE NON - INVASIVE

Shigella species
Salmonella sp. Rotavirus
V cholerae
Y enterocilitica Norwalk Agent EAEC
ETEC
C jejuni Giardia Lamblia EPEC
A hydrophilis
V parahaemolitycus Cryptosporidium
E histolytica

20
 Nutrition
 Habit
 Environment
 Immune System
Systemic symptoms

 Fever
 Vomiting
 Irritability
 Seizure
 Cough – Runny Nose – Ear Pain
Underlying disease

 Nephrotic Syndrome
 Malignancies  Immunocompromised
 Transplant patient  Graft Rejection
 Tuberculosis  Intestinal TB
 etc
TUJUAN

25
TUJUAN :
 Mencegah dehidrasi
 Mengobati dehidrasi
 Mencegah gangguan nutrisi
dengan memberikan makan
selama dan sesudah diare
 Memperpendek lamanya sakit dan
mencegah diare mencegah berat
26
TUJUAN PENGOBATAN PENDERITA DIARE

DEHIDRASI
GANGGUAN LAMA,BERAT
NUTRISI DAN EPISODE
P P
E E
N N
C G
E O
G B
A A
H T
A A
N N

PEMBERIAN ZINC
AIR &
MAKANAN
ELEKTROLIT
27
PRINSIP
TATALAKSANA
PENDERITA
DIARE
28
PRINSIP TATALAKSANA 29

LINTAS DIARE

1. ORALIT
osmolaritas rendah
2. Obat ZINC selama
10 hari
3. ASI dan Makanan
sesuai umur
4. Antibiotika selektif
5. Nasihat pada
ibu/pengasuh
PERKEMBANGAN TATALAKSANA DIARE

Tahun Tahun SAAT INI


70 - <80 80 - 2000

ORT, ORS, ORALIT


Cairan
Intravenous Osmolaritas
Intraenous
Terbatas rendah
“ALL”

Pemberian ZINC 10 hari


Puasa makanan
(selama dan pemberian ASI
setelah diare) dan makanan
Antibiotik
Antibiotik Antibiotik
Antidiare
Antidiare Selektif
Nasihat
Nasihat
30
PROSEDURE TATALAKSANA DIARE

1. Riwayat Penyakit
(berapa lama,berapa kali diare,adakah
darah dalam tinja,muntah,demam,jenis
makanan yang dimakan sebelumnya, dll)

2. Menilai derajat dehidrasi

3. Menentukan rencana pengobatan

31
APAKAH ANAK MENDERITA DIARE
?
 TANYA :
1. Berapa hari anak diare ?
2. Berapa kali buang air besar dalam satu hari ?
3. Apakah ada darah dalam tinja ?
4. Apakah ada muntah ? berapa kali ?
5. Apakah ada demam
6. Makanan apa yang diberikan sebelum diare ?
7. Jenis makmin apa yang diberikan selama sakit ?
8. Obat apa yang sudah diberikan ?
9. Imunisasi apa saja yang sudah didapat ?
10. Apakah ada keluhan lain?

32
Lanjutan APAKAH ANAK MENDERITA DIARE ?

PERIKSA
1. Periksalah keadaan umum anak
2. Bila ditawarkan minum apakah anak
terlihat haus, sangat haus atau tidak dapat
minum.
3. Periksa mata anak (cekung,sangat cekung)
4. Periksa turgor kulit dari cubitan dinding
perut.

33
Menurut banyaknya kehilangan cairan

DIARE TANPA DEHIDRASI

DIARE DEHIDRASI RINGAN/SEDANG

DEHIDRASI BERAT

34
Hati-hati dalam mengartikan cubitan kulit :

• Pada penderita gizi buruk, kulitnya mungkin


saja kembali dengan lambat walaupun dia
tidak dehidrasi
• Pada penderita obesitas, kulitnya mungkin
saja kembali dengan cepat walaupun
penderita mengalami dehidrasi

36
TABEL PENILAIAN DERAJAT DEHIDRASI

A B C
PENILAIAN Bila ada 2 tanda atau lebih
LIHAT :
- Keadaan Umum Baik,sadar Gelisah,rewel Lesu,lunglai, tidak
sadar
- Mata Normal Cekung Sangat cekung

- Rasa haus (beri Minum biasa/ Haus, ingin minum Malas/tidak bisa
air minum Tidak haus banyak minum

PERIKSA
- Turgor kulit Kembali cepat Kembali lambat Sangat lambat
(lebih 2 detik)
Derajat Dehidrasi Tanpa dehidrasi Dehidrasi ringan- Dehidrasi berat
sedang
Rencana Rencana terapi A Rencana Terapi B Rencana terapi C
Pengobatan

37
• RENCANA TERAPI A
Untuk penderita diare tanpa dehidrasi di rumah
• RENCANA TERAPI B
Untuk penderita diare dehidrasi ringan – sedang
disarana kesehatan untuk diberikan pengobatan
selama 3 jam
• RENCANA TERAPI C
Untuk penderita diare dengan dehidrasi berat di
sarana kesehatan dengan pemberian cairan
intravena
38
RENCANA TERAPI A
UNTUK TERAPI DIARE TANPA DEHIDRASI
GUNAKAN CARA INI UNTUK MENGAJAR IBU:
 Teruskan mengobati anak diare di rumah.
 Berikan Terapi awal bila terkena diare lagi.

MENERANGKAN 5 CARA TERAPI DIARE DI RUMAH

1.BERIKAN ANAK LEBIH BANYAK CAIRAN DARIPADA BIASANYA UNTUK MENCEGAH DEHIDRASI
 Teruskan memberi ASI lebih sering dan lebih lama
 Anak yang mendapat ASI eksklusif, beri oralit atau air matang sebagai tambahan
 Anak yang tidak mendapat ASI eksklusif, beri susu yang biasa diminum dan oralit atau cairan rumah tangga sebagai tambahan (kuah sayur, air tajin, air matang, dsb)
 Oralit diberikan sampai diare berhenti. Bila anak muntah, tunggu 10 menit dan dilanjutkan sedikit demi sedikit.
- Anak umur< 1 tahun diberi 50-100 ml setiap kali berak
- Anak umur > 1 tahun diberi 100-200 ml setiap kali berak.

2. Berikan tablet/sirup Zinc

Zinc diberikan 10 hari berturut-turut walaupun diare sudah berhenti. Dapat diberikan dengan cara dikunyah atau dilarutkan dalam 1 sendok air matang atau ASI.
- Anak umur < 6 bulan diberi 10 mgr (1/2 tablet) per hari
- Anak > 6 bulan diberi 20 mgr (1 tablet) per hari.

3.BERI ANAK MAKANAN UNTUK MENCEGAH KURANG GIZI

• Berikan makanan yang sesuai degan umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat
• Tambahkan 1-2 sendok teh minyak sayur setiap porsi makan
• Berikan makanan kaya Kalium seperti sari buah segar, pisang, air kelapa hijau.
• Berikan makanan lebih sering dari biasanya dengan porsi lebih kecil (setiap 3-4 jam)
• Setelah diare berhenti, berikan makanan yang sama dan makanan tambahan selama 2 minggu

4. BILA DIARE BERDARAH, BERIKAN ANTIBIOTIKA SECARA SELEKTIF

5.BAWA ANAK KEPADA PETUGAS KESEHATAN BILA :

 Dberak cair lebih sering


 Muntah berulang
 Sangat haus
 Makan dan minum sangat sedikit
 Timbul demam
 Tberak berdarah
 Tidak membaik dalam 3 hari

ANAK HARUS DIBERI ORALIT DI RUMAH BILA:


 Setelah mendapat Rencana Terapi B atau C.
 Tidak dapat kembali kepada petugas kesehatan bila diare memburuk.

39
RENCANA TERAPI A
UNTUK TERAPI DIARE TANPA DEHIDRASI

MENERANGKAN 5 CARA TERAPI DIARE DI RUMAH

1. BERIKAN CAIRAN LEBIH BANYAK DARI BIASANYA

2. BERIKAN OBAT ZINC

3. BERI ANAK MAKAN UNTUK MENCEGAH KURANG GIZI

4. ANTIBIOTIKA HANYA DIBERIKAN SESUAI INDIKASI


Misal : Disentri, Kolera

5. BAWA ANAK KEPADA PETUGAS KESEHATAN BILA :


LANJUTAN RENCANA TERAPI A (1)

1. BERIKAN CAIRAN LEBIH BANYAK DARI BIASANYA

 Teruskan memberi ASI lebih sering dan lebih lama


 Anak yang mendapat ASI eksklusif, beri oralit atau air matang sebagai
tambahan
 Anak yang tidak mendapat ASI eksklusif, beri susu yang biasa diminum
dan oralit atau cairan rumah tangga sebagai tambahan (kuah sayur, air
tajin, air matang, dsb)
 Oralit diberikan sampai diare berhenti. Bila anak muntah, tunggu 10
menit dan dilanjutkan sedikit demi sedikit.
- Anak umur< 1 tahun diberi 50-100 ml setiap kali berak
- Anak umur > 1 tahun diberi 100-200 ml setiap kali berak.
• Anak harus diberi 6 bungkus oralit (200 cml) di rumah bila :
- Telah diobati dengan Rencana Terapi B atau C
- Tidak dapat kembali kepada petugas kesehatan jika diare memburuk
• Ajari ibu cara mencampur dan memberikan oralit

42
LANJUTAN RENCANA TERAPI A (2)

2. BERIKAN OBAT ZINC

• Zinc diberikan 10 hari berturut-turut walaupun diare sudah


berhenti
• Dapat diberikan dengan cara dikunyah atau dilarutkan dalam
1 sendok air matang atau ASI.
- Umur < 6 bulan diberi 10 mgr (1/2 tablet) per hari
- Umur > 6 bulan diberi 20 mgr (1 tablet) per hari.

43
LANJUTAN RENCANA TERAPI A (3)

3. BERI ANAK MAKAN UNTUK MENCEGAH KURANG GIZI

• Beri makanan yang sesuai degan umur anak dengan


menu yang sama pada waktu anak sehat
• Tambahkan 1-2 sendok teh minyak sayur setiap porsi
makan
• Berikan makanan kaya Kalium seperti sari buah segar,
pisang, air kelapa hijau.
• Berikan makanan lebih sering dari biasanya dengan porsi
lebih kecil (setiap 3-4 jam)
• Setelah diare berhenti, berikan makanan yang sama dan
makanan tambahan selama 2 minggu

44
LANJUTAN RENCANA TERAPI A (4)

4. ANTIBIOTIKA HANYA DIBERIKAN SESUAI INDIKASI

5. NASIHAT IBU / PENGASUH

• Untuk membawa anak kembali ke petugas kesehatan bila :


- Berak cair lebih sering
- Muntah berulang
- Sangat haus
- Makan dan minum sangat sedikit
- Timbul demam
- Berak berdarah
- Tidak membaik dalam 3 hari

45
Keunggulan ORALIT osmolaritas rendah :
a.Mengurangi volume tinja hingga 25%
b. Mengurangi mual-muntah hingga 30%
c. Mengurangi pemberian cairan intravena hingga 33%

ORALIT ORALIT
(WHO/ UNICEF (WHO/ UNICEF
1978) 2004)

Na 90 mEq/l 75 mEq/l
K 20 mEq/l 20 mEq/l
HCO3 30 mEq/l 10 mEq/l
Cl 80 mEq/l 65 mEq/l
Glucose 111 mmol/l 75 mmol/l

osmolar 331 mmol/l 245 mmol/l

46
ZINC
• Di negara berkembang, pdu anak sudah alami defisiensi Zinc
• Bila anak diare akan kehilangan Zinc bersama tinja,
menyebabkan defisiensi menjadi lebih berat

• PEMBERIAN ZINC SELAMA DIARE :


1. Mengurangi lama dan tingkat keparahan diare;
2. Mengurangi frekuensi BAB
3. Mengurangi volume tinja
4. Menurunkan kekambuhan diare pada 3 bulan berikutnya.
(Black 2003)
48
48
ZINC
Mengurangi durasi diare akut sebesar 25%
Mengurangi durasi diare persisten sebesar 29%
Mengurangi kegagalan terapi atau kematian akibat diare
persisten sebesar 40%

Source: Zinc Investigators’ Collaborative Group.


Am J Clin Nutr 2000.

49
DOSIS ZINC dan cara pemberian

Umur < 6 bulan


10 mg (1/2 tablet) / hari
selama 10 hari.
Umur > 6 bulan
20 mg (1 tablet)/hari
selama 10 hari

Cara pemberian :
Tablet dilarutkan dalam
satu sendok air matang
atau ASI.
50
CARA PEMBERIAN TABLET ZINC
Larutkan tablet zinc dengan sedikit (beberapa tetes) air
matang atau ASI dalam sendok teh

Apabila anak muntah sekitar setengah jam setelah


pemberian tablet zinc, berikan kembali tablet zinc dengan
cara memotong tablet tersebut menjadi potongan kecil
untuk dilarutkan dan diberikan beberapa kali dalam satu
hari.

Sebaiknya jangan mencampur tablet zinc dengan segelas


oralit

Bila anak menderita dehidrasi berat dan memerlukan


cairan infus, tetap berikan tablet zinc segera setelah anak
dapat minum atau makan.
Antibiotik Selektif

• Pemberian antibiotika hanya atas indikasi


 Indikasi : diare berdarah (disentri), kolera,
infeksi diluar saluran pencernaan
yang berat seperti pneumonia
• Disentri
Beri antibiotik selama 5 hari yang masih sensitif
terhadap shigella menurut pola setempat
Akibat pemberian antibiotik
irasional

• Memperpanjang lamanya diare


– mengganggu keseimbangan flora usus
– Clostridium difficile tumbuh

• Mempercepat resistensi kuman terhadap


antibiotik
Pencegahan penyakit diare yg efektif

# Perilaku Sehat
a. Pemberian ASI
b. Makanan Pendamping ASI
c. Menggunakan air bersih yang cukup
d. Mencuci tangan
e. Pengelolaan makanan
f. Membuang tinja bayi yg benar
g. Imunisasi campak
# Penyehatan Lingkungan
a. Gunakan jamban
b. Penyediaan air bersih
c. Pengelolaan sampah
d. Sarana pembuangan air limbah
56
57
RENCANA TERAPI B
UNTUK TERAPI DEHIDRASI RINGAN/SEDANG

JUMLAH ORALIT YANG DIBERIKAN DALAM 3 JAM PERTAMA:

ORALIT yang diberikan dihitung dengan mengalikan BERAT BADAN penderita (kg) dengan 75 ml

Bila berat badan anak tidak diketahui dan atau untuk memudahkan di lapangan, berikan oralit sesuai tabel di bawah ini:

Umur < 1 Tahun 1 - 4 Tahun > 5 Tahun Dewasa


Jumlah Oralit 300 ml 600 ml 1.200 ml 2.400 ml
 Bila anak menginginkan lebih banyak oralit, berikanlah.
 Bujuk ibu untuk meneruskan ASI.
 Untuk bayi di bawah 6 bulan yang tidak mendapat ASI berikan juga 100-200 ml air masak selama masa ini.
 Untuk anak > 6 bulan, tunda pemberian makan selama 3 jam kecuali ASI dan oralit
 Beri tablet/sirup Zinc selama 10 hari berturut-turut

AMATI ANAK DENGAN SEKSAMA DAN BANTU IBU MEMBERIKAN ORALIT:

 Tunjukkan jumlah cairan yang harus diberikan.


 Tunjukkan cara memberikannya sesendok teh tiap 1-2 menit untuk anak di bawah 2 tahun, beberapa teguk dari cangkir untuk anak yang lebih tua.
 Periksa dari waktu ke waktu bila ada masalah.
 Bila anak muntah tunggu 10 menit dan kemudian teruskan pemberian oralit tetapi lebih lambat, misalnya sesendok tiap 2-3 menit.
 Bila kelopak mata anak bengkak, hentikan pemberian oralit dan berikan air masak atau ASI. beri oralit sesuai Rencana Terapi A bila pembengkakan telah hilang.

SETELAH 3-4 JAM, NILAI KEMBALI ANAK MENGGUNAKAN BAGAN PENILAIAN, KEMUDIAN PILIH RENCANA TERAPI A, B ATAU C UNTUK
MELANJUTKAN TERAPI

 Bila tidak ada dehidrasi, ganti ke Rencana Terapi A. Bila dehidrasi telah hilang, anak biasanya kencing dan lelah kemudian mengantuk dan tidur.
 Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan/sedang, ulangi Rencana Terapi B tetapi tawarkan makanan, susu dan sari buah seperti Rencana Terapi A.
 Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat, ganti dengan Rencana Terapi C.

BILA IBU HARUS PULANG SEBELUM SELESAI RENCANA TERAPI B

 Tunjukkan jumlah oralit yang harus dihabiskan dalam Terapi 3 jam di rumah.
 Berikan oralit 6 bungkus untuk persediaan di rumah
 Tunjukkan cara menyiapkan oralit.
 Jelaskan 3cara dalam Rencana Terapi A untuk mengobati anak di rumah:

59
RENCANA TERAPI B
UNTUK TERAPI DEHIDRASI RINGAN/SEDANG

Jumlah ORALIT yang diberikan 4 jam pertama :

75 ml x BERAT BADAN ANAK

Bila BB anak tidak diketahui berikan oralit sesuai tabel di bawah ini:

Umur s/d 4 bulan 4-12 bln 12-24 bln 2-5 thn


BB <6 kg 6-10 kg 10-12 kg 12-19 kg
Jumlah cairan 200-400 ml 400-700 ml 700-900 ml 900-1400 ml

 Bila anak menginginkan lebih banyak oralit, berikanlah.


 Bujuk ibu untuk meneruskan ASI.
 Untuk bayi < 6 bulan yang tidak mendapat ASI berikan juga 100-200 ml air masak
selama masa ini.
 Untuk anak > 6 bulan, tunda pemberian makan selama 4 jam kecuali ASI dan
oralit
 Beri OBAT ZINC selama 10 hari berturut-turut
60
AMATI ANAK DENGAN SEKSAMA DAN BANTU IBU
MEMBERIKAN ORALIT

Tunjukkan jumlah cairan yang harus diberikan.


Berikan sedikit demi sedikit tapi sering dari gelas.
Bila anak muntah tunggu 10 menit dan kemudian
teruskan pemberian oralit tetapi lebih lambat.
 Bila kelopak mata anak bengkak, hentikan
pemberian oralit dan berikan air masak atau ASI.
 Beri oralit sesuai Rencana Terapi A bila pembeng-
kakan telah hilang

61
SETELAH 3-4 JAM, NILAI KEMBALI ANAK MENGGUNAKAN
BAGAN PENILAIAN KEMUDIAN PILIH RENCANA TERAPI A, B
ATAU C UNTUK MELANJUTKAN TERAPI

 Bila tidak ada dehidrasi, ganti ke Rencana Terapi A.


 Bila dehidrasi telah hilang, anak biasanya kencing
dan lelah kemudian mengantuk dan tidur.
 Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan/ sedang,
ulangi rencana B
Anak mulai diberi makanan,susu dan buah
 Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat, ganti
dengan Rencana Terapi C.

62
BILA IBU HARUS PULANG SEBELUM
SELESAI RENCANA TERAPI B

 Tunjukkan jumlah ORALIT yang harus


dihabiskan dalam 3 jam dirumah
 Berikan ORALIT 6 bungkus untuk
persediaan dirumah.
 Jelaskan 5 langkah rencana terapi A untuk
mengobati anak dirumah.

63
RENCANA TERAPI C
UNTUK TERAPI DEHIDRASI BERAT
Ikuti arah anah panah. Bila jawaban dari pertanyaan YA, teruskan ke kanan.Bila TIDAK, teruskan ke bawah.
MULAI DISINI
Dapatkah Saudara  Mulai diberi cairan I.V. segera. Bila penderita bisa minum, berikan oralit, sewaktu cairan I.V. dimulai. Beri 100 ml/kg
YA
YA
memberikan cairan Intravena? cairan Ringer Laktat (atau cairan normal Salin bila Ringer Laktat tidak tersedia), dibagi sebagai berikut:

Pemberian I Kemudian
Umur
30 ml/kg dalam 70 ml/kg dalam
Bayi < 1tahun 1 jam* 5 jam
TIDAK Anak > 1tahun ½ jam 2 ½ jam
* Diulangi lagi bila denyut nadi masih lemah atau tidak teraba
 Nilai kembali penderita tiap 1-2 jam. Bila rehidrasi belum tercapai percepat tetesan Intravena.
 Juga berikan oralit (5 ml/kg/jam) bila penderita bisa minum; biasanya setelah 3-4 jam (bayi) atau 1-2 jam (anak).
 Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (anak) nilai lagi penderita menggunakan Tabel Penilaian. Kemudian pilihlah rencana
terapi yang sesuai (A, B atau C) untuk melanjutkan terapi.

Adakah Terapi terdekat  Kirim penderita untuk terapi Intravena.


YA
YA
(dalam 30 menit)?  Bila penderita bisa minum, sediakan oralit dan tunjukkan cara memberikannya selama di perjalanan.

TIDAK
 Mulai rehidrasi melalui mulut dengan oralit. Berikan 20 ml/kg/jam selama 6 jam (total 120 ml/kg).

Apakah Saudara dapat menggunakan  Nilailah penderita tiap 1-2 jam:


pipa nasogastrik untuk rehidrasi? YA
YA
- Bila muntah atau perut kembung berikan cairan pelan-pelan.
- Bila rehidrasi tidak tercapai setelah 3 jam rujuk penderita untuk terapi Intravena.
 Setelah 6 jam nilai kembali penderita dan pilih rencana terapi yang sesuai.
TIDAK
 Mulai rehidrasi melalui mulut dengan oralit. Berikan 20 ml/kg/jam selama 6 jam (total 120 ml/kg).

Apakah penderita bisa minum?  Nilailah penderita tiap 1-2 jam:


YA
YA - Bila muntah atau perut kembung berikan cairan pelan-pelan.
- Bila rehidrasi tidak tercapai setelah 3 jam, rujuk penderita untuk terapi Intravena.
TIDAK - Setelah 6 jam nilai kembali kondisi penderita dan pilih rencana terapi yang sesuai.

Segera rujuk anak untuk rehidrasi


melalui Nasogastrik atau Intravena.

Catatan :
 Bila mungkin amati penderita sedikitnya 6 jam setelah rehidrasi untuk memastikan bahwa ibu dapat menjaga mengembalikan cairan yang hilang dengan memberi oralit.
 Bila umur anak di atas 2 tahun dan kolera baru saja berjangkit di daerah Saudara, pikirkan kemungkinan kolera dan beri antibiotika yang tepat secara oral begitu anak sadar. 64
RENCANA TERAPI C
UNTUK DEHIDRASI BERAT
 Ikuti arah anak panah. Bila jawaban dari pertanyaan YA teruskan kekanan. Bila
TIDAK, teruskan kebawah.
MULAI DISINI Beri cairan IV segera,Ringer Lactat atau
Dapatkah saudara NaCl 0,9% (bila RL tdk tersedia) 100 ml /
YA kgBB,dibagi sbb :
memberikan cairan
IV
UMUR 30 ml/BB 70 ml/BB
< 1 tahun 1 jam 5 jam
> 1 tahun ½ jam 2 ½ jam

Diulang lagi bila nadi masih lemah atau


TIDAK tidak teraba.

65
Nilai kembali tiap 15-30 menit,bila nadi belum
teraba beri tetesan lebih cepat.
Bila penderita bisa minum beri ORALIT 5 ml/kgBB
Beri ZINC selama 10 hari berturut turut
Setelah 6 jam(bayi) atau 3 jam(balita) nilai lagi
derajat dehidrasi untuk melanjutkan terapi.

Adakah terapi
terdekat YA Rujuk penderita untuk terapi IV
(dalam 30 menit Bila penderita bisa minum berikan ORALIT
selama perjalanan

TIDAK Rehidrasi melalui NG dengan memberikan


ORALIT 20 ml/kgBB selama 6 jam,dan nilai setiap
1-2 jam
Apkah saudara dapat Bila muntah atau perut kebung berikan cairan
Menggunakan pipa lebih lambat.
nasogastrik untuk YA Bila rehidrasi tidak tercapai setelah 3 jam, rujuk
rehidrasi untuk terapi IV

66
TIDAK
Rehidrasi melalui NASOGASTRIC
/OROGASTRIC dengan memberikan ORALIT
20 ml/kgBB selama 6 jam,dan nilai setiap 1-2
Apakah penderita YA jam
bisa minum? Bila muntah atau perut kebung berikan
cairan lebih lambat.
Bila rehidrasi tidak tercapai setelah 3 jam,
TIDAK rujuk untuk terapi IV

SEGERA RUJUK

67
ORALIT LAMA ORALIT BARU
Risiko hipernatremia pada Dibuat karena banyak
non kolera laporan hipernatremia
Kandungan Kandungan
• Natrium 90 mmol/L • Natrium 75 mmol/L
• Kalium 20 mmol/L • Kalium 20 mmol/L
• Sitrat 10 mmol/L • Sitrat 10 mmol/L
• Klorida 80 mmol/L • Klorida 65 mmol/L
• Glukosa 111 mmol/L • Glukosa 75 mmol/L
• Total osmolaritas 311 • Total osmolaritas 245
mmol/L mmol/L
PROSES PERJALANAN ZINC MASUK PROGRAM

September 2006
Rekomendasi IDAI
Penggunaan Zinc dlm
tatalaksana diare
Pembentukan Zinc
Task Force
Sampai th 2011
Tahun 2008 Pusat
Tahun 2007 Zinc menjadi obat mensosialisasikan
Zincdimasukkan dlm program ke 11 Provinsi
tatalaksanadiare Dimulai pengadaan Mengusulkan
zinc dari dana APBN masuk dlm Daftar
Obat Generik &
Obat DOEN

69
Mekanisme Zinc

Zinc adalah mikronutrien yg penting dalam


tubuh. > 300 macam enzim dalam tubuh
perlu zinc sebagai kofaktornya, termasuk
enzim superoksida dismutase. (Linder,
1999)

70
70
Lanjutan Mekanisme Zinc

* Enzim ini berfungsi utk metabolisme radikal


bebas superoksida sehingga kadar radikal bebas
ini dalam tubuh berkurang.

* Pada proses inflamasi, kadar radikal bebas


superoksida meningkat, shg dapat merusak
berbagai jenis jaringan termasuk jaringan epitel
dalam usus
(Cousins et al, 2006)
Lanjutan Mekanisme Zinc
 Zinc juga berefek dalam menghambat enzim
INOS (inducible nitric oxide synthase) dimana
ekskresi enzim meningkat selama diare &
mengakibatkan hipersekresi epitel usus. Zinc
juga berperan dalam epitelisisasi dinding usus yg
mengalami kerusakan morfologi dan fungsi
selama sebagian besar kejadian diare.

 Kerusakan morfologi epitel usus antara lain


terjadi pada diare karena rotavirus yg
merupakan penyebab terbesar diare akut

(Wapnir, 2000)
WHO
 golongan Quinolon seperti Ciprofloxacin dengan
dosis 15 mg/kgBB 2 kali/hari selama 5 hari sebagai lini
pertama. Sefiksim dengan dosis 1,5-3 mg/kgBB
selama 5 hari sebagai lini kedua
Pantau setelah 2 hari pengobatan :
demam, diare berkurang, darah dalam feses,
peningkatan nafsu makan
 Membaik  HENTIKAN ANTIBIOTIK
 Tidak membaik  hentikan pemberian antibiotik
sebelumnya, periksa lab dan berikan antibiotik yang
sensitif terhadap shigella berdasarkan area (lini kedua)
 Jika kedua jenis antibiotika tersebut di atas tidak
memberikan perbaikan maka amati kembali adanya
penyulit atau penyebab selain disentri