You are on page 1of 38

PEDOMAN TATALAKSANA

PNEUMONIA BALITA

Dinas Kesehatan Kota Blitar


Kota Blitar, 24 Juli 2018
DEFINISI
• INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA)
o Infeksi akut yang menyerang salah satu
bagian/lebih dari saluran napas mulai
hidung sampai alveoli termasuk
adneksanya (sinus, rongga telinga
tengah, pleura).
• PNEUMONIA
o Infeksi akut yang mengenai jaringan paru-
paru (alveoli).
Spektrum ‘ISPA’

ATAS BAWAH
Common
Bronchitis
cold

Rhino-
Bronchiolitis
sinusitis

Tonsilo-
Pneumonia
pharyngitis

Croup = laryngo-tracheo-bronchitis
Situasi Pneumonia Bayi/Balita
di Indonesia Tahun 2007

 Riskesdas 2007, Penyebab


kematian bayi => terbanyak diare
(31,4%) dan pnemonia (23,8%). 2,9 12,6
dan Penyebab kematian anak 2,9 25,2
balita => terbanyak diare (25,2%) 3,9
& pnemonia (15,5%)
4,9

 Riskesdas 2013; Insiden dan 5,8 15,5


prevalensi pneumonia Indonesia 6,8
adalah 1,8% dan 4,5% Pneumonia
Diare
8,8 10,7
Pneumonia NEC
Meningitis DBD Campak
 SRS 2014 : 23 balita meninggal Tenggelam
Leukimia
Tb
Lain-lain
Malaria

setiap jam dan 4 diantaranya


karena pneumonia

Sumber : Riskesdas (2007)


Pneumonia is one of the world’s
leading killers of children

Pushing the Pace: Progress and Challenges in Fighting Childhood Pneumonia. Seattle, WA: IHME, 2014
PENANGGULANGAN
PNEUMONIA
• PENCEGAHAN (HINDARI/ATASI FAKTOR RISIKO)

• DETEKSI DINI GEJALA PNEUMONIA

• TATA LAKSANA YANG TEPAT DAN CEPAT


IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO
• Malnutrisi
• Defisiensi vitamin A, Zink
• Paparan Asap Rokok, polusi udara, polusi biomass
• Imunisasi tidak lengkap
• Tidak diberikan ASI eksklusif
• Prematuritas, Berat Lahir Rendah
• Lingkungan rumah yang padat dan kotor
• Komorbid yang menurunkan pertahanan sistem
pernapasan ( Penyakit Jantung Bawaan, Kelainan
neuromuskular, Penyakit Defisiensi Imun)
CAKUPAN PENEMUAN PNEUMONIA UPTD

PUSKESMAS KEC.SUKOREJO TAHUN 2018


120.00 97.92

100.00

80.00

60.00
%

30.88
28.15

26.55
40.00

12.59
10.42

7.51
20.00

5.37
0.00

Cakupan Target
KASUS ISPA BERDASARKAN
KLASIFIKASI
96.57%
100.00%

80.00%

60.00%

40.00%

20.00%
3.37% 0.05%
0.00%
Pneumonia Pneumonia Berat Batuk Bukan
Pneumonia
PNEUMONIA BAYI, BALITA DAN UMUR LEBIH 5 TAHUN

UPTD PUSKESMAS KEC.SUKOREJO TAHUN 2018

18, 21%
30, 36%

36, 43%

Bayi Balita ≥ 5 Tahun


Gejala dan tanda

Respiratori

Infeksi
Manifestasi klinis pneumonia
1. Manifestasi nonspesifik:
Demam, sakit kepala, iritabel, malaise, nafsu
makan menurun , keluhan sal. cerna, gelisah, dll.

2. Manifestasi umum IRA bawah:


Batuk, takipne, ekpektorasi sputum, sesak napas, merintih, air
hunger, sulit minum, sianosis, kejang, distensi abdomen,
hepar mungkin teraba.
Manifestasi klinis
Tanda pneumonia:
 Retraksi dinding dada, fremitus vokal
meningkat, pekak perkusi, suara napas
melemah, dan terdengar crackles/rales
(kadang mengi).

 Dpt dijumpai “anggukkan kepala”,


nyeri dada, friction rub, dan nyeri abdomen.
Simple clinical manifestation
Napas cepat
• < 2 bulan = > 60 x/mnt
• 2 bln–11 bln = > 50 x/mnt
• 1 – 5 tahun = > 40 x/mnt

Chest Indrawing
(subcostal retraction)

16
Pneumonia, DIAGNOSIS
Kombinasi semua aspek
• Anamnesis
• Pemeriksaan fisik
• Hipoksia – BGA, pulse oxymetry
• Pathologi – imaging
• Darah , tanda inflamasi
• Definite, tapi sulit, ditemukan kuman penyebab
UPAYA PENEMUAN & TATALAKSANA
PNEUMONIA BALITA
Melakukan penilaian (memeriksa) semua Balita Batuk
atau sukar bernapas dengan melakukan hitung napas
dan melihat Tarikan dinding dada bawah kedalam
(TDDK)

METODE SENSITIVITAS SPESIFISITAS

STETOSKOP 53% 59%

HITUNG NAPAS/ TDDK 77% 58%


PENDEKATAN MTBS

MTBS
(Manajemen Terpadu Balita Sakit)
=
IMCI
(Integrated Management of
Childhood Illness)
TANYAKAN LIHAT, DENGAR, RABA
• Berapa umur anak?
(Anak harus tenang)
• Apakah anak
batuk?Berapa lama? Lihat :
Tanda Bahaya :  Hitung napas dalam 1
• Apakah anak (usia 2 menit
bln-<5 tahun) tidak  Adakah TDDK/ TDDK
bisa minum/menetek? kuat ?
Apakah bayi usia <2bln  apakah kesadaran
kurang bisa minum? anak menurun?
• Apakah anak
 apakah ada tanda-
tanda gizi buruk
demam/panas?
• Apakah anak kejang?
Dengar :
 Adakah terdengar
stridor?
 Adakah terdengar
wheezing?
Raba :
• demam/ terlalu dingin?
Tatalaksana standar mengajarkan agar tenaga kesehatan
memfokuskan perhatian pada pernapasan anak & bukan
pada keparahan batuknya maupun ada tidaknya demam.

BATAS NAPAS CEPAT MEMBUANG MENARIK


Dihitung dalam keadaan anak tenang- 1
menit penuh NAPAS NAPAS
> 60 x/menit : <2 bl
> 50 x/menit : 2 bl - <1 th
> 40 x/menit : <1 th - <5 th

Tarikan dinding dada ke


dalam (kuat) saat anak
menarik napas

Pada bayi muda, jika tddk hanya


sesekali & ringan maka bukan
tanda pneumonia berat
Kelompok umur 2 bulan s.d < 59 bulan

Tanda bahaya Klasifikasi TINDAKAN

 Tidak bisa minum PENYAKIT - Kirim segera ke rumah sakit


 Kejang SANGAT BERAT
 Kesadaran
- Beri satu dosis antibiotik
menurun/ sukar - Obati demam, jika ada
dibangunkan -Obati wheezing, jika ada
 Stridor pada -Bila ada stridor,sianosis,ujung tangan pucat dan
waktu anak
tenang dingin berikan oksigen
 Gizi buruk -Jaga anak tetap hangat
 Sianosis
 Ujung tangan kaki
pucat dan dingin

Anak yang mempunyai


Salah satu tanda bahaya
Harus segera dirujuk
ke sarana kesehatan
Kelompok umur 2 bulan s.d < 59 bulan
(Tabel. 1)

Tanda/Gejala Klasifikasi TINDAKAN


- Tarikan dinding dada PNEUMONIA - Beri Oksigen maksimal 2-3 liter per menit
ke dalam (TDDK) BERAT - Beri dosis pertama antibiotik yang sesuai
- Rujuk segera ke RS
Atau - Obati wheezing bila ada

- Saturasi oksigen <90


- Napas cepat PNEUMONIA - Berikan Amoksisilin oral dosis tinggi 2 kali per hari untuk 3
hari***
- Beri pelega tenggorokan dan pereda batuk yang aman
- Apabila batuk > 14 hari rujuk
- -Obati wheezing bila ada, Apabila wheezing berulang
rujuk
- Nasihati kapan kembali segera
- Kunjungan ulang dalam 3 hari

- Tidak ada tarikan BATUK BUKAN - Beri pelega tenggorokan dan pereda batuk yang aman
dinding dada ke dalam PNEUMONIA - Apabila batuk > 14 hari rujuk
- Tidak ada napas cepat - Apabila wheezing berulang rujuk
- Nasihati kapan kembali segera
- Kunjungan ulang dalam 5 hari bila tidak ada perbaikan
- Obati wheezing bila ada
Kelompok umur < 2 bulan
Tanda bahaya Klasifikasi TINDAKAN
Ada salah satu tanda berikut: PENYAKIT SANGAT - RUJUK SEGERA
- napas cepat (≥ 60 kali/menit), BERAT
ATAU
- napas lambat (≤ 30 kali/menit),
ATAU Tindakan Pra rujukan :
- tarikan dinding dada ke dalam
yang sangat kuat (TDDK) , ATAU • Kirim segera ke RS
• Beri 1 dosis antibiotik
- kurang mau minum,
- demam, • Obati demam, jika ada
- kejang • Obati wheezing, jika ada
- kesadaran menurun • Tetap beri ASI
- sridor
- tangan dan kaki teraba dingin
- wheezing
- Tanda gizi buruk.

Anak yang mempunyai


Salah satu tanda bahaya
Harus segera dirujuk
ke sarana kesehatan
PENGOBATAN & RUJUKAN

Kelompok umur 2 bulan-59 bulan


klasifikasi Pneumonia, bagan warna kuning (rawat jalan) 
Diberikan Amoksisilin 2 X sehari selama 3 hari (dosis 80-100 mg/kgBB/hari)

Kategori Umur/ BB Amoksisilin Amoksisilin Eritromisin


Pnemonia tablet 250 mg sirup 125 mg /5 sirup 125 mg/5
ml ml
Dengan nafas 2- < 12 bulan 2 x 1 tablet/hr 2 x 10 ml 3 x 5 ml
cepat (4-<10 kg)
12 bulan – 5 2 x 2 tablet/hr 2 x 20 ml 3 x 10 ml
tahun (10-19 kg)
PENGOBATAN & RUJUKAN ANTIBIOTIK ORAL-INJEKSI

Klasifikasi Pneumonia berat (bagan warna merah) 


Tindakan Pra rujukan , sbb :

Anak-anak berusia 2-59 bulan dengan pneumonia berat harus


diberikan ampisilin parenteral (atau penisilin) ​dan gentamisin
sebagai pengobatan lini pertama.

Ampisilin: 50 mg / kg BB IM diberikan hanya 1 kali suntikan DAN


Gentamisin: 7,5 mg / kg BB IM diberikan hanya 1 kali suntikan
PENGOBATAN & RUJUKAN

Kelompok umur <2 bulan


Hanya sebagai tindakan pra-rujukan, sbb :

Bayi muda (<2 bulan) dengan penyakit sangat berat


harus diberikan obat suntikan:

Ampisilin: 50 mg / kg BB IM diberikan hanya 1 kali


suntikan DAN
Gentamisin: 7,5 mg / kg BB IM diberikan hanya 1 kali
suntikan
PENYEBAB KEMATIAN PADA
PNEUMONIA
• HIPOKSIA
- SIANOSIS SENTRAL
- SATURASI OKSIGEN
< 90 %
- SESAK NAPAS
BERAT (MERINTIH,
TARIKAN DINDING
DADA YANG DALAM)
PEMERIKSAAN
• Lakukan • Lakukan Foto
pemeriksaan Toraks jika
saturasi oksigen memungkinkan
pada semua
pasien yang
dicurigai
pneumonia
SUMBER OKSIGEN

•Tabung silinder
•Oksigen
konsentrator
•Oksigen sentral
TERAPI SUPORTIF LAIN

Pastikan patensi Antipiretik jika


jalan napas demam tinggi

Status hidrasi :
- Atasi dehidrasi atau jika perlu
Jika didapatkan mengi
koreksi suhu
dapat diberikan
- Asupan ASI/oral jika
bronkodilator
memungkinkan
- Jika tidak bisa oral berikan / NGT
PEMANTAUAN
• Edukasi untuk datang kontrol dalam 3 hari
atau lebih cepat jika kondisi anak memburuk
• Jika saat datang kontrol gejala klinis belum
membaik (demam, napas cepat/sesak,
kesulitan makan) sebaiknya pasien dirawat
untuk evaluasi lebih lanjut
• Jika didapatkan tanda-tanda pneumonia
berat  tata laksana seperti pneumonia
berat
PENCEGAHAN

• IMUNISASI
DPT- HIB
Pneumokok (PCV)
Campak
MMR
Influenza
PENCEGAHAN
• Asupan gizi seimbang

• Pemberian ASI eksklusif

• Hindari paparan asap


rokok dan polusi udara

• Atasi komorbiditas
TATALAKSANA STANDAR

Mengenali <2 BULAN


2 KELOMPOK UMUR
SASARAN PROGRAM 2 BULAN-< 59 BULAN
Ketrampilan “LIHAT,
TANDA BAHAYA TANDA PNEUMONIA (BERAT)
DENGAR, RABA”
Kemampuan PENY.SANGAT BERAT PNEUMONIA BERAT
KLASIFIKASI dan
TINDAKAN PNEUMONIA BATUK BUKAN PNEUMONIA

PENGOBATAN & RUJUKAN ANTIBIOTIK ORAL-INJEKSI BRONKHODILATOR


KONSELING BAGI IBU
MEMBAIK

TINDAK LANJUT 3 HARI PNEUMONIA TETAP


MEMBURUK
Hari Pneumonia Sedunia 12 November

TERIMAKASIH