You are on page 1of 40

PEMENUHAN ISTIRAHAT TIDUR

OLEH
Nurlini, S. Kep, Ns
PEMENUHAN ISTIRAHAT
TIDUR

 KONSEP DASAR ISTIRAHAT:


Pengertian
Karakteristik istirahat
Pengertian Istirahat
 Istirahat merupakan keadaan relaks tanpa
adanya tekanan emosional, bukan hanya
dalam keadaan tidak beraktivitas tetapi
juga kondisi yang membutuhkan
ketenangan.
 Kata istirahat berarti berhenti sebentar
untuk melepaskan lelah, bersantai untuk
menyegarkan diri, atau suatu keadaan
melepaskan diri dari segala hal yang
membosankan, menyulitkan, bahkan
menjengkelkan
Karakteristik istirahat
 Merasakan bahwa segala sesuatu dapat
diatasasi
 Merasa diterima
 Mengetahui apa yang sedang terjadi
 Bebas dari gangguan ketidak nyamanan
 Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap
aktivitas yang mempunyai tujuan.
 Mengetahui adanya bantuan sewaktu
memerlukan
• Kebutuhan istirahat dapat dirasakan
apabila semua karakteristik tersebut
diatas dapat terpenuhi.
• Apabila pasien tidak merasakan ke
enam kriteria tersebut diatas,
kebutuhan istirahatnya masih belum
terpenuhi sehingga diperlukan
tindakan keperawatan untuk
meningkatkan pemenuhan
kebutuhan istirahat dan tidur.
• Pasien yang mempunyai perasaan tidak
diterima, maka sulit untuk beristirahat
dengan tenang. Oleh sebab itu perawat
harus sensitive terhadap masalah yang
dihadapi pasien.
• Agar pasien merasa diterima dan
mendapatkan kepuasan, maka pasien
harus dilibatkan dalam melaksanakan
berbagai aktivitas yang mempunyai tujuan
sehingga pasien merasa dihargai tentang
kompetensi yang ada pada dirinya.
PEMENUHAN ISTIRAHAT
TIDUR
 Konsep Dasar
 Pengertian istirahat tidur
 Fisiologi tidur
 Fungsi & tujuan tidur
 Jenis-jenis tidur
 Kebutuhan tidur
 Faktor - faktor yg mempengaruhi
tidur
 Masalah kebutuhan tidur
Pengertian Tidur
• Tidur merupakan Suatu kondisi tidak
sadar di mana individu dapat
dibangunkan oleh stimulus atau
sensori yang sesuai / ransangan
yang cukup ( Guyton, 1986).
FISIOLOGI TIDUR
• Pengaturan kegiatan tidur oleh
adanya mekanisme serebral dengan
bergantian menekan pusat otak agar
dapat tidur dan bangun.
• Tidur diatur oleh sistem retikularis 
mengatur seluruh tingkatan kegiatan
susunan saraf pusat termasuk
kewaspadaan & tidur
FISIOLOGI TIDUR
• Pusat pengaturan kewaspadaan &
tidur terletak dlm Mesensefalon &
bagian atas pons.
• Reticular activating system ( RAS )
dapat memberikan Ransangan
Visual, pendengaran, nyeri,
perabaan, juga menerima stimulus
dari korteks serebral termasuk emosi
& Proses pikir
FISIOLOGI TIDUR
• Dalam keadaan sadar neuron dlm RAS
akan melepaskan katekolamin seperti
norepineprin.
• Pada saat tidur disebabkan adanya
pelepasan serum serotinin oleh pons dan
batang otak tengah (BSR) Bulbar
synchronising regional.
• Bangun tergantung oleh keseimbangan
inpuls yang di terima otak dan sistem
limbik
Fungsi & Tujuan Tidur
• Secara jelas tidak diketahui namun
diyakini tidur diperlukan untuk
menjaga keseimbangan mental
emosinal dan kesehatan,
mengurangi stres.
• Energi disimpan selama tidur, dan
digunakan pada fungsi selluler.
• Ada dua efek fisiologis dari tidur :
– Efek pd sistem syaraf  memulihkan
kepekaan normal dan keseimbangan
sistem susunan syaraf
– Efek pada struktur tubuh  memulihkan
kesegaran dan fungsi organ krn selama
tidur terjadi penurunan fungsi.
Jenis tidur
• Terbagi dua :
– Tidur gelombang lambat NREM
menurunnya kegiatan dlm sistem
mengaktivasi reticularis
– Tidur Paradoks REM Penyaluran
abnormal dari isyarat-isyarat dlm otak
meskipun otak tdk tertekan secara
berarti
Ciri-ciri tidur NREM
• Mimpi berkurang
• Keadaan istirahat
• Tekanan darah turun
• Kecepatan pernapasan turun
• Metabolisme turun
• Gerakan mata lambat
Tahapan tidur NREM
• Tahap I. .Merupakan tahap transisi ,
berlangsung selama 5 menit yang
mana seseorang beralih dari sadar
menjadi tidur rileks, sadar dgn
lingkungan, merasa mengantuk,
gerakan mata kekiri & kekanan,
frekuensi nadi & napas menurun,
mudah dibangunkan gelombang A
diganti Gelombang B
Tahapan tidur NREM
• Tahap II. Merupakan tahap tidur
ringan, dan proses tubuh terus
menurun mata pd umumnya
menetap, denyut jantung & frekuensi
nadi turun dgn jels, tempratur &
metebolisme menurun, berlangsung
pendek berhir dlm waktu 10 – 15
menit gelombang otak kompleks
Tahapan tidur NREM
• Tahap III. Pada tahap ini kecepatan
jantung, pernapasan serta proses
tubuh berlanjut mengalami
penurunan akibat dominasi system
saraf parasimpatik nadi,
pernapasan & proses tubuh lainnya
lambat, sulit dibangunkan
gelombang delta yg lambat
Tahapan tidur NREM
• Tahap IV. Merupakan tahap tidur
dalam  Nadi & pernapasan turun,
keadaan rileks, jarang bergerak, sulit
dibangunkan, sekresi lambung
kurang, tonus otot menurun
predominasi gelombang delta yang
melambat
Tidur REM
• Saraf simpatis bekerja selama tidur
REM. Dlm tidur REM di perlihatkan
terjadi proses penyimpanan secara
mental yang di gunakan sebagai
pelajaran, adaptasi psikologis &
memori ( Hayter 1980 )
Ciri-ciri tidur REM
• Bermimpi aktif
• Sulit dibangunkan
• Gerakan otot tdk teratur
• Nadi & pernapasan tidak teratur
• Gerakan mata cepat
• TD meningkat
• Sekresi gaster meningkat
• Metabolisme meningkat
KEBUTUHAN TIDUR
USIA TINGKAT JML KEBUTUHAN
PERKEMBANGA TIDUR

0 – 1 Bulan Masa Neonatus 14 – 18 Jam /hari


1 – 18 Bulan Masa bayi 12 - 14 Jam /hari
18 bln – 3 Thn Masa anak-anak 11 – 12 Jam /hari
3 – 6 Tahun Masa Pra skl 11 Jam
6 – 12 Tahun Masa sekolah 10 Jam
12 – 18 Tahun Masa remaja 8,5 Jam
18 – 40 Tahun M dewasa muda 7- 8 Jam
40 – 60 Tahun M Paruh baya 7 Jam
60 Thn ke atas Mdewasa Tua 6 Jam
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI TIDUR
Adanya penyakit serta rasa nyeri 
Sakit dapat mempengaruhi
kebutuhan tidur seseorang, banyak
penyakit yang mempebanyak
kebutuhan tidur, banyak juga
keadaan sakit menjadikan pasien
kurang tidur, bahkat tidak bisa tidur
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI TIDUR
 Latihan & Kelelahan
Keletihan akibat aktivitas yang tinggi
dapat memerlukan lebih banyak tidur
untuk menjaga keseimbangan energi
yang telah dikeluarkan. Hal tersebut
terlihat pada seseorang yang telah
melakukan aktivitas dan mencapai
kelelahan. Maka orang tersebut akan
lebih cepat untuk dapat tidur karena
tahap tidur gelombang lambatnya di
perpendek.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI TIDUR
 Stres Psikologis
Kondisi psikologis dapat terjadi
pada seseorang akibat ketegangan
jiwa. Hal tersebut terlihat ketika
seseorang yang memiliki masalah
psikologis mangalami kegelisahan
sehingga sulit tidur
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI TIDUR
 Beberapa jenis obat-obatan dan penggunaan
alcohol
Obat juga dapat mempengaruhi tidur. Beberapa
jenis obat yang dapat mempengaruhi proses
tidur adalah jenis golongan diuretik
menyebabkan seseorang insomnia, anti
depresan dapat menekan REM, kofein dapat
meningkatkan syaraf simpatis yang
menyebabkan kesulitan untuk tidur, golongan
beta bloker dapat berefek pada timbulnya
insomnia, dan golongan narkotika dapat
menekan REM sehingga mudah mengantuk.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI TIDUR
 Lingkungan
Lingkungan yang aman dan
nyaman bagi seseorang dapat
mempercepat terjadinya proses
tidur.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI TIDUR
 Motivasi
Motivasi merupakan suatu
dorongan atau keinginan seseorang
untuk tidur, yang dapat
mempengaruhi proses tidur,
selainitu, adanya keinginan untuk
menahan tidur dapat menimbulkan
gangguan proses tidur.
MASALAH KEBUTUHAN TIDUR
 Insomnia
Insomnia merupakan suatu Ketidak
mampuan mendapatkan tidur yang
adekuat, baik kualitas maupun
kuantitas, dengan keadaan tidur
yang hanya sebentar atau susah
tidur  TERBAGI 3
MASALAH KEBUTUHAN TIDUR

• Pembagian insomnia
– Initial Insomnia merupakan ketidak
mampuan untuk jatuh tidur atau mangawali
tidur
– Intermitten insomnia merupakan ketidak
mampuan tetap tidur karena selalu terbangun
pada malam hari.
– Terminal insomnia merupakan ketidak
mampuan untuk tidur kembali setelah bangun
tidur pada malam hari. Proses gangguan tidur
ini kemungkinan besar disebabkan oleh
adanya rasa khuatir, tekanan jiwa atau stres.
MASALAH KEBUTUHAN TIDUR

 Hipersomnia
Merupakan gangguan tidur dengan
kriteria tidur berlebihan, pada umumnya
lebih dari 9 jam pada malam hari,
disebabkan oleh kemungkinan adanya
masalah psikologi, depresi, kecemasan,
gangguan susunan syaraf pusat, ginjal,
hati, dan gangguan metabolisme.
MASALAH KEBUTUHAN TIDUR

 Parasomnia
Merupakan kumpulan beberapa penyakit
yang dapat mengganggu pola tidur,
seperti somnambulisme ( berjalan – jalan
dalam keadaan tidur ) yang banyak
terjadi pada anak-anak, yaitu pada tahp
III & IV dari tidur REM. Somnambulisme
ini dapat menyebabkan cedera
MASALAH KEBUTUHAN TIDUR

 Enuresa
Merupakan buang air kecil yang tidak
disengaja pada waktu tidur ( ngompol ),
Enauresa terbagi dua jenis yaitu :
Enueresa nokturnal adalah ngompol
diwaktu tidur, merupakan gangguan
pada tidur NREM, dan aneuresa diurnal
adalah ngompol pada saat bangun tidur
MASALAH KEBUTUHAN TIDUR

 Apnea tidur & Mendengkur


Mendengkur pada umumnya tidak termasuk
dalam gangguan tidur, tetapi mendengkur yang
disertai dengan keadaan apnea dapat menjadi
masalah. Terjadinya apnea dapat mengacaukan
jalannya pernapasan sehingga dapat
mengakibatkan henti napas. Bila kondisi ini
berlangsung lama, maka dapat
menyebabkankadar oksigen dalam darah
menurun dan denyut nadi menjadi tidak teratur.
MASALAH KEBUTUHAN TIDUR

 Narcolepsi
Merupakan keadan tidak dapat mengendalikan
diri untuk tidur, misalnya tertidur dalam
keadaan berdiri, mengemudikan kendaraan,
atau sedang membicarakan sesuatu. Hal
merupakan kerusakan genetik sistem syaraf
pusat yang mana priode tidur rem tidak dapat
dikendalikan. Obat yang dapat mengatasi
narkoplepsi adalah : obat stimulan, ampetamin
atau metilpenidase hidroklorida serta anti
depresan
MASALAH KEBUTUHAN TIDUR

 Mengigau
Mengigau dikategorikan dalam
gangguan tidur bila terlalu sering
dan diluar kebiasaan. Dari hasil
pengamatan, ditemukan bahawa
hampir semua orang pernah
mengigau dan terjadi sebelum tidur
REM
MASALAH KEBUTUHAN TIDUR
 Gangguan pola tidur secara Umum
Merupakan keadaan dimana individu mengalami
atau mempunyai risiko perubahan dalam jumlah
kualias pola istirahat yang menyebabkan
ketidak nyamanan atau menganggu gaya hidup
yang diinginkan. Gangguan ini ditemukan pada
pasien perasaan lelah, mudah terangsan dan
gelisa, lesu dan apatis, kehitaman disekitar
mata, kelopak mata bengkak, kenyungtiva
merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah,
sakit kepalah dan sering menuap atau
mengantuk. Penyebab antara lain kerusakanm
transportasi oksigen, gangguan metabolisme,
kerusakan eliminasi, pengaruh obat, ,
immobilisasi, nyeri pada kaki, takut operasi,
lingkungan yang mengganggu.
Pengkajian kebutuhan
istirahat tidur
• Riwayat tidur
• Pengkajian klinik pada
masalah tidur
• Diagnosa keperawatan
INTERVENSI
• Mengurangi distraksi
• Melakukan aktivitas
• Memberikan obat - obatan
• Mengurangi bahaya injuri
• Pendiikan kesehatan
Evaluasi
• Evaluasi pencapaian
tujuan
• Evaluasi tindakan