You are on page 1of 13

archaebakteria

Kelompok 4:
1. Dina Yulia Agustina (11171037)
2. Fitriani Choerunnisa (11171013)
3. Irpan Setiawan (11171015)
4. Irsan Andriansyah (11171016)
5. Krisna Juniar (11171041)
6. Nisa Nur Afifah (11171023)
7. Ria Lestari (11171042)
8. Shelin Aolina (11171028)
9. Sindi Putri Permatasari (11171029)
10. Martogi Maristella Enjelin (11171019)
11. Hana Indri Yosefina (11161076)
12. Mutika Banjarnahor (11161077S)
archaebacteria

Archaebacteria adalah prokariota


pertama dan tinggal di lingkungan yang
ekstrim. Secara Evolusioner, mereka
memiliki beberapa hal yang sama
dengan bakteri dan beberapa hal dengan
organisme eukariotik
Ciri – ciri Archaebacteria
Ciri-Ciri umum Archaebacteria :
 ukuran archaebacteria 0,1-15 mikron.
 archaebacteria Memiliki dinding sel.
 dinding sel terdiri dari polisakarida dan protein
bukan peptidoglikan
 archaebacteria adalah organisme uniseluler
prokariotik (tidak memiliki nukleus dan membran
inti sel).
 Asam nukleat archaebacteria berupa RNA.
 Archaebacteria Dapat tinggal di lingkungan
ekstrim: lingkungan dengan derajat keasaman,
suhu, dan kadar garam yang sangat tinggi.
 Reproduksi dengan cara pembelahan biner,
pembentukan tunas, fragmentasi
Thermophiles

Klasifikasi
Halophiles
Archaebacteria

Metanogen
Bentuk Archaea
Archaea bisa berbentuk spherical, rod,
spiral, rectagular atau tidak beraturan.
Spesies datar berbentuk persegi yang
tidak biasa yang hidup di kolam asin
juga telah ditemukan. Beberapa ada
sebagai sel tunggal yang lain
membentuk filamen atau cluster.
Sampai tahun 1970an kelompok
mikroba ini tergolong bakteri
Jenis – jenis Archaea

Sulfolobus
Sulfolobus adalah extremophile yang
ditemukan di mata air panas dan
tumbuh subur di lingkungan yang
asam dan kaya belerang.
Jenis – jenis Archaea

Methanasarcina rumen (hijau dengan


dinding sel merah)
Methanasarcina rumen bersifat
anaerobik, dan ditemukan di tempat
dengan sedikit atau tanpa oksigen. Ini
adalah organisme penghasil metana
yang mencerna bahan organik yang
membusuk. Ditemukan di rumen
sekelompok hewan yang disebut
ruminansia seperti sapi dan domba.
Jenis – Jenis Archaea
Staphylothermus marinus
Staphylothermus marinus adalah
extremophile yang ditemukan
dilubang hidrotermal laut dalam,
berkembang pada sulfur vulkanik
dan bertahan dalam suhu air hingga
98 derajat celcius.
Jenis – Jenis Archaea

Halococcus salifodinae
Halococcus salifodinae ditemukan di air
dengan konsentrasi garam yang tinggi
ini akan mematikan sebagian besar
bentuk kehidupan lainnya. Jadi H.
salifodinae juga dikenal sebagai
extremophile.
Jenis – Jenis Archaea

Methanococcoides burtonii
Methanococcoides burtonii adalah
extremophile dan ditemukan pada tahun
1992 di Danau Ace, Antartika, dan dapat
bertahan pada suhu serendah -2,5 derajat
celcius.
Peranan Archaebacteria

Archaebacteria membantu pencernakan


makanan. Bakteri metanogen digunakan
untuk degradasi limbah pada unit
pengolahan limbah. Membantu pembuatan
kompos dan biogas. Sampai saat ini tidak
ditemukan Archaebacteria yang
menyebabkan penyakit pada organisme lain.
Peranan Archaebacteria
Bidang pertanian:
 Bakteri fiksasi nitrogen, yaitu bakteri yang
mengikat nitrogen bebas (N2)
contoh: Azotobacter, Clostridium pasteurianum,
Rhodospirillum rubrum, Rhizobium leguminosae
(bersimbiosis dengan akar tanaman polongan)
 Bakteri Nitrifikasi, yaitu bakteri yang
membantu proses pembentukan senyawa
nitrat dalam tanah.
Contoh : bakteri nitrit (Nitrosomonas dan
Nitrosococcus), Bakteri nitrat (Nitrobacter)
Daftar Pustaka

1. Microbiologyonline.org. archaea
[diakses pada tanggal 04 Maret
2018]
2. https://finishwellunbiologi.wordpr
ess.com [diakses pada tanggal 04
Maret 2018]