You are on page 1of 13

 Kebutuhan yang dimiliki individu yang

berasal dari diri sendiri


1. n. Achivement : Bekerja mencapai tujuan dengan sungguh-sungguh,
menetapkan suatu stadar yang tinggi untuk diri sendiri dan bekerja
sama secara independen guna mewujudkan standarnya. Mengatasi
rintangan. Menyelesaikan tugas yang sulit dengan uket. Ambisius
kompetitif.
2. n. Acquisition : Bekerja demi perolehan material atau benda yang
berharga
3. n. Aggression : Menyerang secara verbal. Menyerang secara fisik.
4. n. Construction : Mengorganisasikan, membangun, menciptakan, atau
menempatkan sesuatu dalam susunan yang baru.
5. n. Counteraction : Memperbaiki kagagalan atau kekecewaan dimasa
lalu. Melakukan kompensasi terhadap kelemahan atau mempunyai
ketetapan hati untuk mengatasinya.
6. n. Dominance : Mengendalikan, mempengaruhi, atau mengarahkan.
7. n. Exposition : Menjelaskan, menceramahi, memberi instruksi, mangajari
8. n. Recognision : Mencari pujian, prestise, penghargaan atau perhatian.
9. n. Understanding : Mencari pengetahuan. Berusaha memahami
suatu kejadian. Menganalisa kejadian.
10. n. Affiliasion : Membentuk hubungan persahabatan.
Mempunyai perasaan atau ikatan (attenchment) yang kuat.
Kedekatan, afeksi dengan orang lain.
11. n. Deference : Cepat menyetujui atau bekerja sama. Memetuhi
keinginan dan saran orang lain. Kesediaan menunjukkanrespek
atau menghormati orang lain.
12. n. Nurturance : Memberi simpati, membantu, memberi
dukungan, menghibur atau menyenangkan orang lain yang
membutuhkannya.
13. n. Sex : Berusaha untuk membina hubungan seksual. Menikmati
hubungan dengan lawan jenis.
14. n. Succorance : Meminta atau mencari pertolongan, bantuan,
perlindungan, cinta, dan sebagainya. Tergantung, tidak
berdaya dan kadang-kadang membesar-besarkanketidak
beruntungan.
15. n. Autonomy : Independent, tidak terikat, menghindari
kekangan, memperjungkan kebebasan. Menolak patuh
terhadap tuntutan orang lain. Keras kepala.
Mengekspresikan perilaku yang tidak diperkenangkan.
16. n. Change, Travel, Adventure : Mengalami situasi yang
baru, mengeksplorasikan atau melakukan petualangan.
17. n. Excitance, Dissipation : Berprilaku sedemikian rupa
untuk menciptakan kegairahan emosional.
18. n. Palymirth : Melakukan kegiatan yang “menyenangkan”
untuk tujuan kesenangan semata.
19. n. Abasement : Patuh secara pasif terhadap kekuatan
dari luar. Menerima kritik, hukuman atau merasa bersalah.
20. n. Blame Avoidance : Berprilaku sedemikian rupa untuk
menghidari cercaan atau penolakan.
21. n. Cognizance : Menunjukkan rasa ingin tahu, melakukan
investigasi, mengeksplorasi.
22. n. Harm Avoidance : Menghindari sakit fisik, atau
menghindarkan diri dari orang atau objek yang dapat
menyakiti dirinya.
23. n. Passivity : Menyenangi ketenangan atau kedamaian.
24. n. Rejection : Menghindari dari yang lain. Masa bodoh
(indifferent). Memilih-milih orang.
25. n. Retention : Menahan sesuatu, posesif. Tidak bersedia
untuk memberikan waktu, tenaga atau afeksi dengan
orang lain.
26. n. Sentience : Mencari dan menikmati kesan sensual
 Sekumpulan kondisi diluar diri individu
yang secara langsung/tdk langsung
mempengaruhi individu
1. p. Acquisition : Seseorang ingin memiliki secara paksa harta
benda yang dimiliki oleh hero
2. p. Retention : Seseorang menahan sesuatu yang diinginkan
hero; menolak meminjamkan atau memberi sesuatu kepada
hero (kepemilikan).
3. p. Lack : a. Kekuarangan sesuatu, kesempatan atau teman,
hero tidak memiliki sesuatu yang menyenangkan; memiliki
sedikit kesempatan untuk masuk; miskin; tidak memiliki status,
pengaruh atau teman. b. Kekurangan dukungan dari orang
lain, hero merana, kesepian, tidak berdaya, membutuhkan
dukungan emosi maupun finansial. Tidak memiliki ayah atau
ibu.
4. p. Loss : Hero kehilangan sesuatu karena dicuri, dan lain-lain
atau kehilangan seseorang karena ditinggal pergi, mati dan
lain-lain.
5. p. Rejection : Seseorang menolak, memandang rendah atau
meninggalkan hero.
6. p. Uncongenial Enviroment : a. Lingkungan asing : hero tidak
menyukai orang-oarang di lingkungannya. b. Lingkungan fisik :
hero tidak menyukai lingkungan fisik di lingkungannya. c.
Monoton : hero bosan dengan kondisi monoton.
7. p. Dominance : a. Paksaan : seseorang memaksa hero
melakukan sesuatu b. Hambatan : seseorang menghambat
hero dengan melakukan sesuatu c. Paksaan secara halus :
seseorang memaksa hero untuk melakukan sesuatu dengan
cara halus, dengan taktik dan lain-lain.
8. p. Impossed Task, Duty, Training : Hero diberi sesuatu atau tugas
untuk dikerjakan.
9. p. Aggression : Seseorang marah atau membenci hero, melukai
hero, sesuatu milik hero dirusak.
10. p. Afiliction : Hero mengalami penderitaan atau kemalangan.
11. p. Death of Hero : Hero mati
12. p. Physical Danger : Hero menghadapi situasi yang
membahayakan.
13. p. Physical Injury : Hero dilukai atau terluka secara
fisik.
14. p. Affiliation : Hero mempunyai hubungan sosial
atau hubungan emosional.
15. p. Deference : Hero diikuti, dipatuhi atau disenangi
oleh orang atau sekelompok orang.
16. p. Nurturance : Seseorang memberi lindungan,
perhatian kepada hero.
17. p. Sex : Seseorang jatuh cinta dengan hero atau
hero dirayu.
18. p. Succorance : Seseorang meminta bantuan, lindungan,
perhatian kepada hero.
19. p. Birth of Offspring : Seseorang melahirkan dan kelahiran
tersebut berkaitan dengan hero.
20. p. Claustrum : Hero berada di tempat yang membatasi
geraknya.
21. p. Cognizance : Seseorang mempunyai rasa ingin tahu yang
tinggi terhadap hero dan mengawasinya. Seseorang melakukan
campur tangan dengan urusan hero.
22. p. Example : Seseorang mempengaruhi hero baik dengan cara
yang konstruktif maupun urusan hero.
23. p. Exposition : Seseorang menjelaskan, menggurui hero tentang
sesuatu hal.
24. p. Luck : Hero mendapatkan sesuatu yang diinginkan (ststus
kekayaan dan teman) tapi bukan atas usahanya sendiri; atau
hero dihadapkan pada kejadian yang membuatnya frustasi.
 Pathological/Immature
 Neurotic
 Mature
Immature/primitive Neurotic Mature

Regresi Displacement Sublimasi


Represi Avoidant Supresi
Fixation Reaksi Formasi Altruism
Denial Proyeksi Humor
Undoing Rationalization
Identifica tion
Introyeksi
Compensation