You are on page 1of 22

EFEKTIVITAS PAKET IPA TERPADU BERBASIS INKUIRI

UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT


TINGGI SISWA SMP KELAS VIII

OLEH:
NIKITA ARISTA PUJIANTO
NIM 140351601084

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Pendahuluan
Pembelajaran IPA Memiliki pengetahuan gagasan
konsep utuh

Dapat diperoleh dengan


Pembelajaran Terpadu meaktifkan keaktifan siswa

Memberikan Siswa hanya menghafal


pengalaman bermakna

Hanya menguasai teori - teori


Menggunakan metode dan media
pembelajaran yang tepat.

solusi
Observasi pada materi Paket terpadu pada materi
cahaya kurang jelas cahaya
keterpaduannya
Pendahuluan
Cara menggunakannya
dengan pendekatan ilmiah

Langkah-langkahnya dapat Menerapkan


menumbuhkan proses berpikir siswa pembelajaran berbasis
dalam memecahkan masalah inkuiri

Kemampuan berpikir tingkat tinggi Kemampuan berpikir tingkat tinggi


siswa rendah

Paket IPA terpadu berbasis


inkuiri pada tema cahaya
METODE PENELITIAN

RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN


ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN
RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN
ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN

• Penelitian ini dilakukan untuk Tabel Rancangan Penelitian Eksperimen


mengetahui efektifitas Semu (Posttest only design)
penggunaan paket IPA
Terpadu berbasis inkuiri Subyek Perlakuan Postest
dibandingkan dengan yang Kelas eksperimen X1 O1
tidak menggunakan paket IPA
Kelas kontrol X2 O1

Variabel bebas : X1: Menggunakan paket IPA Terpadu


• paket IPA Terpadu berbasis inkuiri berbasis inkuiri
(kelas eksperimen) X2: Tidak menggunakan paket IPA
• paket IPA konvensional pada kelas Terpadu berbasis inkuiri
kontrol. O1: Nilai postest
Variabel terikat:
• Kemampuan berpikir tingkat tinggi
siswa.
Variabel kontrol:
• materi pelajaran (tema cahaya)
RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN
ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN

Populasi : Siswa kelas VIII SMP


Negeri 2 Blitar tahun
pelajaran 2017/2018
semester genap.

Sampel : Kelas B sebagai kelas


kontrol dan kelas D
sebagai kelas ekperimen
RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN
ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN

 SILABUS
INSTRUMEN
 RPP
PERLAKUAN
 PAKET

INSTRUMEN PENGUKURAN TES (SOAL)

 VALIDITAS
• VALIDITAS AHLI
• VALIDITAS EMPIRIK
 REABILITAS
RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN
ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN

 UJI VALIDITAS
• VALIDITAS AHLI
rata−rata tiap soal
% validitas ahli= x 100%
rata−rata maksimum

• VALIDITAS EMPIRIK
Uji coba menggunakan analisis SPSS dengan metode analisis Pearson Corelation
Nilai signifikansi < 0,05; distribusi adalah valid.
Nilai signifikansi > 0,05; distribusi adalah tidak valid.

 REABILITAS

Uji realibilitas dilakukan dengan menggunakan menggunakan bantuan program


SPSS23 for windows dengan metode analisis Reliability Analysis.
RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN
ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN

1. Kemampuan Awal Siswa

a. Analisis Deskriptif
b. Uji Normalitas
Analisis deskriptif
digunakan untuk mengetahui • Untuk mengetahui apakah sebaran data
nilai rata-rata, simpangan baku, pada populasi yang didapatkan terdistribusi
nilai tertinggi dan nilai terendah dengan normal atau tidak.
yang diperoleh dari nilai ujian • Uji normalitas dilakukan dengan
tengah semester 2 siswa kelas menggunakan program SPSS.
kontrol maupun kelas
eksperimen. • Nilai signifikasi hasil analisis
 Nilai signifikansi < 0,05; distribusi adalah
tidak normal.
 Nilai signifikansi > 0,05; distribusi adalah
normal.
RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN
ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN

c. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui


apakah data memiliki ragam yang sama (homogen) atau tidak

Kriteria homogenitas
• Nilai signifikansi < 0,05; data berasal dari populasi-populasi
yang mempunyai varian tidak sama.
• Nilai signifikansi > 0,05; data berasal dari populasi-populasi
yang mempunyai varian sama.
RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN
ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN

d. Uji Kesamaan Dua Rata-Rata

• Data terdistribusi normal : uji t.

Kriteria Pengujian Hipotesis


• Jika nilai signifikansi > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak.
• Jika nilai signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Pasangan hipotesis nihil dan hipotesis penelitian yang akan diuji adalah:
H0 : Tidak ada perbedaan antara rata-rata kemampuan awal kelas eksperimen
dengan rata-rata kemampuan awal kelas kontrol.

H1 : Ada perbedaan antara rata-rata kemampuan awal kelas eksperimen


dengan rata-rata kemampuan awal kelas kontrol.
PROSEDUR
RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN
PENGUMPU- ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN
LAN DATA

2. Keterlaksanaan Pembelajaran

Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran

Aktivitas Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran


PROSEDUR
RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN
PENGUMPU- ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN
LAN DATA

3. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi

a. Analisis Deskriptif
b. Uji Normalitas
Analisis deskriptif
digunakan untuk mengetahui • Untuk mengetahui apakah sebaran data
nilai rata-rata, simpangan baku, pada populasi yang didapatkan terdistribusi
nilai tertinggi dan nilai terendah dengan normal atau tidak.
yang diperoleh dari nilai posttest • Uji normalitas dilakukan dengan
menggunakan program SPSS.

• Nilai signifikasi hasil analisis


 Nilai signifikansi < 0,05; distribusi adalah
tidak normal.
 Nilai signifikansi > 0,05; distribusi adalah
normal.
PROSEDUR
RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN
PENGUMPU- ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN
LAN DATA

c. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui


apakah data memiliki ragam yang sama (homogen) atau tidak

Kriteria homogenitas
• Nilai signifikansi < 0,05; data berasal dari populasi-populasi
yang mempunyai varian tidak sama.
• Nilai signifikansi > 0,05; data berasal dari populasi-populasi
yang mempunyai varian sama.
PROSEDUR
RANCANGAN POPULASI DAN INSTRUMEN
PENGUMPU- ANALISIS DATA
PENELITIAN SAMPEL PENELITIAN
LAN DATA

d. Uji Hipotesis

Uji hipotesis menggunakan uji t one-tailed

Adapun kriteria pengujian hipotesis adalah:


• Jika nilai t hitung < t tabel dan signifikansi > 0,05, maka H0 diterima dan H1
ditolak.
• Jika nilai t hitung > t tabel dan signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak dan H1
diterima.

Pasangan hipotesis nihil dan hipotesis penelitian yang akan diuji adalah:
H0 : Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang menggunakan paket IPA
terpadu berbasis inkuiri dengan lebih rendah daripada siswa yang tidak
menggunakan paket IPA terpadu berbasis inkuiri.

H1 : Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang menggunakan paket IPA


terpadu berbasis inkuiri dengan lebih tinggi daripada siswa yang tidak
menggunakan paket IPA terpadu berbasis inkuiri.
HASIL PENELITIAN
dan
PEMBAHASAN
KEMAMPUAN AWAL SISWA

Deskripsi Data Normalitas

Deskripsi Kelas Kelas Uji Normalitas


Kontrol Eksperimen Kelas Kolmogorov-Smirnov
Jumlah siswa 36 36 Signifikansi Kesimpulan
Nilai rata-rata 60,83 62,78 Kontrol 0,80 Normal
Simpangan baku 14,21 13,85 Eksperimen 0,06 Normal
Nilai tertinggi 80 80
Nilai terendah 30 30
KEMAMPUAN AWAL SISWA

Homogenitas Kesamaan dua rata-rata


Kelas Uji Levene
Signifikansi Kesimpulan Signifikansi Kesimpulan
Kontrol Kontrol
0,56 Tidak ada perbedaan
Eksperi 0,27 Homogen Eksperimen
men

nilai signifikansi menunjukkan


bahwa tidak ada perbedaan kemampuan
awal siswa pada kelas eksperimen dan
siswa pada kelas kontrol, sehingga kedua
kelas memiliki kemampuan awal yang
sama.
KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN

Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran


95,7% untuk kelas kontrol Terlaksana
96,8% untuk kelas eksperimen sangat baik

Aktivitas Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran


93,9% untuk kelas kontrol
Aktivitas siswa dalam pembelajaran
95% untuk kelas eksperimen tergolong sangat aktif
KEMAMPUAN TINGKAT TINGGI SISWA

Deskripsi Data Normalitas

Deskripsi Kelas Kelas Uji Normalitas


Kontrol Eksperimen Kelas Kolmogorov-Smirnov
Jumlah siswa 36 36 Signifikansi Kesimpulan
Nilai rata-rata 75,17 79,97 Kontrol 0,07 Normal
Simpangan baku 10,19 9,71 Eksperimen 0,07 Normal
Nilai tertinggi 93 93
Nilai terendah 60 60
KEMAMPUAN TINGKAT TINGGI SISWA

Homogenitas Hipotesis
Kelas Uji Levene
t hitung t tabel signifikansi
Signifikansi Kesimpulan
Kontrol
Kontrol 2,965 2,030 0.005
Eksperimen
Eksperi 0,72 Homogen
men Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa
yang menggunakan paket IPA terpadu
berbasis inkuiri dengan lebih tinggi
daripada siswa yang tidak menggunakan
paket IPA terpadu berbasis inkuiri.
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan pembahasan
yang berkaitan dengan rumusan masalah,
dan dapat disimpulkan bahwa paket IPA
Terpadu lebih efektif untuk meningkatkan
kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa
kelas VIII SMPN 2 Blitar dalam
menganalisis materi cahaya.
SARAN
Sebaiknya guru mengarahkan siswa
terlebih dahulu namun juga harus
membiasakan siswa untuk melakukan
percobaan sendiri.
Alokasi waktu dalam melaksanakan
pembelajaran dengan paket IPA Terpadu
harus diperhatikan