You are on page 1of 19

BED SIDE TEACHING – 1

DERMATITIS NUMULARIS
Gabriela Audrey A. T. – 1415045
Pembimbing :
dr. Feilicia Henrica, Sp.KK
BAGIAN/SMF ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
RUMAH SAKIT IMMANUEL FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
BANDUNG

2018
• Nama : Ny. NR
• Umur : 75 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
ANAMNESIS • Kota tempat tinggal : Bandung
• Pekerjaan : IRT
• Agama : Islam
• Status pernikahan : Menikah
Keluhan Utama :
ANAMNESIS Bercak-bercak kemerahan yang terasa gatal pada tungkai
bawah sebelah kanan
Pasien datang untuk kontrol yang ke 3 kali.
Awalnya pasien mengeluh bercak-bercak kemerahan yang
terasa gatal pada tungkai bawah kanan yang dirasakan
sejak 1 minggu yang lalu. Awalnya bercak kemerahan
ANAMNESIS muncul di tungkai bawah kanan, lalu ukurannya melebar,
KHUSUS jumlahnya bertambah banyak. Gatal dirasakan sepanjang
hari terutama saat pasien berkeringat. Gatal juga di sertai
dengan rasa panas. Pasien sudah diberi obat cetirizine 1x1
tablet, metilprednisolon 2x8mg, dan hidrokortison cream
2,5%
Pasien sehari-hari mandi 2 kali sehari, ganti baju
dua sampai tiga kali sehari. Mandi menggunakan sabun
Dove. Pasien mempunyai riwayat gigi berlubang dan
sekarang sudah ditambal oleh dokter gigi.
Tidak ada riwayat sering kontak dengan hewan,
tidak memiliki hewan peliharaan. Pasien memiliki
riwayat alergi obat antibiotik. Menyangkal demam,
asma, mata berair dan gatal, batuk pilek saat dingin dan
pagi hari.
RPD : tidak pernah mengalami hal serupa
RPK : tidak ada anggota keluarga yang mengalami hal
ANAMNESIS sama.
KHUSUS con’t Usaha berobat : pasien sedang menjalani pengobatan
untuk penyakitnya saat ini
 Berat Badan : 48 kg
 Tinggi Badan : 156 cm
 Status gizi : BMI: 19,72 kg/m2

PEMERIKSAAN  Tanda vital


• Tekanan darah : 130/70
FISIK • Nadi : 82x/menit, regular, isi cukup
• Respirasi : 22x/menit, regular, tipe torakoabdominal
• Suhu : 36,8˚C axillar
 Kepala :
 Mata : konjungtiva anemis -/-

sklera ikterik -/-


 Mulut : mukosa mulut & lidah basah, laring faring tidak
hiperemis, tonsil T1/T1 tidak hiperemis, tidak ada gigi
lubang

 Leher : KGB tidak teraba membesar


PEMERIKSAAN  Thorax : bentuk dan pergerakan simetris
FISIK con’t Pulmo : VBS ki=ka, Rh -/-, Wh -/-
Cor : BJ S1, S2 murni, regular, murmur -
 Abdomen : Datar, soepel
BU (+) normal, H/L tidak teraba mebesar
 Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2”
 Kulit : Lihat status dermatologikus
1. Distribusi : regional
2. Lokasi : tungkai bawah kanan
3. Penyebaran : diskret
4. Lesi
STATUS a. Jumlah : soliter
b. Sifat : kering
DERMATOLOGI c. Permukaan : tidak timbul
KUS d. Ukuran : numular
e. Bentuk : bulat sampai lonjong
f. Susunan : anular
g. Batas : tegas

5. Eflorosensi : makula eritem dan makula hiperpigmentasi


Keluhan Utama :
Seorang perempuan usia 75 tahun datang untuk
kontrol, kesan sakit ringan, gizi normal, datang untuk kontrol
yang ke 3 kali dengan keluhan pruritus dengan makula eritem
pada tungkai bawah dekstra.
Anamnesis Khusus :
Makula eritem dirasakan sejak 1 minggu yang lalu.
RESUME Pruritus a/r tungkai bawah dekstra. Makula eritem dirasakan
jumlahnya bertambah banyak dan melebar. Pruritus dirasakan
sepajang hari terutama saat pasien berkeringat. Pruritus disertai
dengan rasa panas
Pasien sehari-hari mandi 2 kali sehari, ganti baju dua
sampai tiga kali sehari. Mandi menggunakan sabun Dove.
Pasien mempunyai riwayat karies yang sudah ditambal.
Usaha berobat : dalam masa pengobatan
PEMERIKSAAN  Status generalis dalam batas normal
FISIK
 Status dermatologikus :
PEMERIKSAAN Didapatkan lesi dengan distribusi regional, di tungkai
bawah kanan, jumlah soliter, sifat kering, tidak timbul,
FISIK ukuran numular, bentuk lonjong, susunan anular, batas
Status Dermatologis tegas, efloresensi makula eritem dan makula
hiperpigmentasi.
Pemeriksaan mikroskopis dengan
PEMERIKSAAN pewarnaan KOH 10% yang diambil dari lesi kulit
PENUNJANG di tungkai bawah kanan didapatkan epitel (+),
hifa panjang (-), spora (-)
Diagnosis banding
 Dermatitis Numularis
DIAGNOSIS  Tinea Corporis
Diagnosis kerja
 Dermatitis Numularis
 Non Medikamentosa
1. Informasi tentang penyakit dan pengobatannya
PENATALAKSANAAN 2. Hindari pencetus
3. Hindari penggunaan sabun berlebihan
Medikamentosa :
- Topikal :
PENATALAKSANAAN - Hidrokortison krim 2,5% 2x/hari
- Sistemik :
- Cetirizine tab. 10 mg 1x1 malam hari
- Metil prednisolone tab 8mg 2x1
 Quo ad vitam : ad bonam
PROGNOSIS  Quo ad functionam : ad bonam
 Quo ad sanationam : dubia ad bonam
TERIMA KASIH