You are on page 1of 52

Peralatan Pengendalian Proses

TK 145323

Materi
II

Dr. Niniek Fajar Puspita

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA FTI


ITS
1
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES
Silabus
TK 090317 PERALATAN PENGENDALIAN PROSES
Tujuan •Mahasiswa memahami instrumentasi, pengukuran
Pembelajaran parameter–parameter proses industri dan konsep-
konsep dasar pengendalian proses otomatis.
•Mahasiswa mengidentifikasi peralatan
pengendalian proses dan mendemonstrasikan
bagaimana konsep – konsep tersebut diterapkan
pada industri proses konvensional dan modern
melalui pemahaman P&ID (Piping & Instrumentation
Diagram).

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 2


Silabus
TK 090317 PERALATAN PENGENDALIAN PROSES
Pokok •Pengertian, Dasar & Kebutuhan pengendalian proses kimia
Bahasan •Parameter – parameter pengendalian process kimia (level,
temperature, konsentrasi, flowrate dan tekanan),
•Konsep – konsep pengendalian proses kimia,
•Struktur fungsional feed back control,
•Sensor dan transmisi,
•Controller (On-Off, PI, PD, PID),
•Control Valve,
•Karakteristik dinamik,
•Aplikasi pengendalian pada peralatan proses,
•Simbol, P&ID dan diagram lup.

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 3


4

Daftar Isi Materi II


Konsep pengendalian proses kimia
◦ Variabel-variabel proses input & output

Struktur fungsional feedback


◦ Parameter

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES


5

Konsep Pengendalian Proses

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES


Variabel-variabel yang terlibat
Disturbance inputs

OUTPUT
INTPUT
Manipulated Controlled
quantities quantities
PROSES
4
Measured
variabels

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 6


Pengendalian manual

OUTPUT
INTPUT Controlled
Manipulated flow
quantities

PROSES

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 7


Konsep pengendalian
feedback Disturbance inputs
OUTPUT
INTPUT
Manipulated Controlled
quantities quantities
PROSES
4

Nilai dari
Nilai yang diperlukan variabel yang diukur (measured)
dari maniputated dari kuantitas yang dikendalikan
CONTROL
HARDWARE

SET POINT
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 8
Pengendalian feedforward
Disturbance inputs

OUTPUT
INTPUT Controlled
Manipulated flow
quantities

PROSES

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 9


Konsep pengendalian
feedback
SET POINT

Nilai dari
CONTROL Measured Variabel
HARDWARE

Nilai yang diperlukan


dari maniputated
Disturbance inputs
OUTPUT
INTPUT
Manipulated Controlled
quantities quantities
PROSES
4

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 10


Proses pengendalian otomatis

Controller

Manipulated Measured
input output

Inputs
PROSES outputs

Disturbance
input

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 11


Diagram blok dari elemen-
elemen lup pengendalian Disturbance inputs
3
Control
CONTROLLER inputs
Set Point 2 OUTPUT
Control Actuator PROSES
Action 4

1
Measurement
 4 komponen utama sistem pengendalian proses:
1. Mengukur keadaan atau kondisi proses
2. Menghitung tindakan berdasarkan pada nilai yang diukur dengan nilai yang ditetapkan
(setpoint)
3. Hasil dari perhitungan alat pengendali (controller), yang digunakan untuk memanipulasi
tindakan proses melalui aktuator
4. Proses mempengaruhi sinyal dan merubah keadaan atau kondisinya.
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 12
Perangkat Keras Sistem
Pengendali Proses
1. Proses kimia  aliran bahan angki
2. Instrumen Pengukur/Sensor alat ukur tinggi permukaan
3. Transducers mengkonversikan hasil pengukuran menjadi tegangan listrik
4. Jalur transmisi dan amplifier  mengirim signal dan memperkuat
5. Elemen Pengendali  Controller
6. Elemen Pengendali Akhir  aktuator/valve
7. Elemen Pencatat  recorder

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 13
Perangkat Keras Sistem Pengendali Proses

Pada setiap konfigurasi sitem pengendali dapat dibedakan masing-masing


elemen perangkat keras sebagai berikut:
1. Proses kimia
Proses kimia mewakili peralatan proses yang digunakan dan proses-proses/operasi
baik secara kimia maupun fisika yang terjadi di dalam peralatan tersebut.
2. Instrumen Pengukur atau Sensor
Peralatan pengukur/sensor digunakan untuk mengukur disturbance, mengukur
controlled output variables, dan mengukur secondary ouput variables. Peralatan
pengukur/sensor adalah sumber informasi yang mengidentifikasi hal-hal yang
sedang terjadi pada proses. Salah satu syarat penting dalam pemilihan sensor adalah
hasil pengukuran sensor harus dapat ditransmisikan dengan mudah. Contoh
instrumen pengendalian yang dipakai pada pabrik formaldehid dan hidrogen
peroksida ini adalah termokopel, venturi meter, dan composition analyzer.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 14
3. Transducers
Beberapa hasil pengukuran tidak dapat digunakan untik tujuan pengendalian
sebelum dikonversikan menjadi besaran fisik yang dapat dengan mudah
ditransmisikan seperti tegangan listrik. Transducer merupakan alat yang digunakan
untuk mengonversi hasil pengukuran menjadi besaran yang ditransmisikan.
4. Jalur transmisi dan amplifier
Jalur transmisi merupakan media untuk membawa sinyal hasil pengukuran dari alat
ukur ke controller. Pada banyak kasus sinyal yang dihasilkan alat ukur terlalu lemah
untuk ditransmisikan sehingga sinyal tersebut harus diperkuat terlebih dahulu
dengan amplifier.
5. Elemen Pengendali
Elemen pengendali adalah perangkat keras yang memiliki intelegensi. Perangkat ini
menerima informasi dari alat ukur dan memutuskan tindakan yang harus
dilakukan.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 15
6. Elemen Pengendali Akhir
Elemen pengendali akhir merupakan perangkat keras yang melaksanakan
tindakan yang diperintahkan controller. Elemen pengendali akhir yang
diaplikasikan pada perancangan pabrik ini adalah control valve yang membuka
dan menutup sampai derajat tertentu sesuai keputusan controller.
7. Elemen pencatat
Elemen pencatat merupakan bagian dari sistem pengendali yang mencatat
semua variabel sehingga kelakukan proses yang sedang berlangsung dapat
didemonstrasikan secara visual.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 16
Diagram blok dari elemen-
elemen lup pengendalian Disturbance inputs
3
Control
CONTROLLER inputs
Set Point 2 OUTPUT
Control Actuator PROSES
Action 4

1
Measurement
 4 komponen utama sistem pengendalian proses:
1. Mengukur keadaan atau kondisi proses
2. Menghitung tindakan berdasarkan pada nilai yang diukur dengan nilai yang ditetapkan
(setpoint)
3. Hasil dari perhitungan alat pengendali (controller), yang digunakan untuk memanipulasi
tindakan proses melalui aktuator
4. Proses mempengaruhi sinyal dan merubah keadaan atau kondisinya.
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 17
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 18
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 19
Tugas:
Buat struktur sistem pengendalian berikut:
Struktur Pengendalian KOLOM DISTILASI (atas)

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 20


Tugas:
Buat struktur sistem pengendalian berikut:
Pengendalian KOLOM DISTILASI (double stage)

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 21


Tugas:
Buat struktur sistem pengendalian berikut:

Pengendalian kecepatan produk atas dan refluks

Condensor

reflux
Top
product
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 22
Tugas:
Buat struktur sistem pengendalian berikut:
REAKTOR

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 23


Consider the level control system shown

Struktur Pengendalian
matic form in Figure 3.1. The plant cons
tank with inlet and outlet pipes, the outlet
containing a centrifugal pump and a contr
Level Control
f1 LC

f1 = kecepatan alir masuk sistem


f0 = kecepatan alir keluar sistem
h = tinggi permukaan yang
ditetapkan (sebagai set- h
point) f0
LC = Level Controller

Fig. 3.1 Schematicof level control system

Theflow ratef 1 of theinlet stream 24isdeterm


P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES
3.4 Modesof Operation1 e Error
upstream conditions over which the level control
u Controller output
system has no influence: f 1 is said to be wild. The

Diagram blok sistem LC


el control level
systemh isshown
the outlet
gure 3.1. The
controlled
plant stream
consists
by adjusting
in sche-
byofmeans
a
the flow
is a typical
of block
in a control
rate f 0 ofcontrolf0system and
feedback
valve. for
diagram This f 1
m in Figure3.2.
Manipulated variable
is shown
Disturbance variable
d outlet pipes, the outlet pipeline
rifugal pump and a control valve. f1
3.1 SignalsLoad
LC
Thevarioussignalsindicated on +
theblock diagram
hr e u f0 + h
Controller all have generic
Valve Process
names and most have acronyms
+ too, as defined in Table3.1.
-
Table3.1 Genericnamesand acronymsof signals
f0 h m Measure’
ment Signal
Label Acronym

Fig. 3.2 Blockdiagramof level controlhsystem Controlled (process) variable CV (PV)


level control system hm Measured variable (input) IP
hr Reference (set point) SP
theinlet stream isdetermined by
e Error
ons over which the level control
u Controller output OP
fluence: f 1 is said to be wild. The
ed by adjusting the flow rate f 0 of f0 Manipulated variable MV
by means of a control valve. This f1 Disturbance variable DV

f1 25
Load P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES
It isevident that ablock diagram depictsthestruc- signal u by virtueof itsaffect on the level beingfed
tureof a system and shows thefunctional relation- back around the loop.
ship between its various elements. The blocks re- The block diagram of Figure 3.2 is somewhat
lateto theelements and represent functions.These simplistic: in reality there aremany moreelements

Diagram blok komprehensif sistem LC


functions invariably consist of combinations of
conversion, or scaling, factors and dynamics. The
and signals involved. Figure3.3 is a more compre-
hensive block diagram of the same level control
lines between the blocks represent signals, the ar- loop.
rows indicating the direction of flow of informa-
tion. Addition and subtraction of signals is rep-
resented by circles with signs as appropriate: the Plant
absence Struktur sistem
of signs implies pengendalian
addition.
f1
Load

Control Manipulation
+
hr e u f0 + h
Controller Converter Actuator Valve Process
+
-

hm
Transmitter Transducer Sensor

Measurement

Recorder

Fig. 3.3 Comprehensiveblockdiagramof level control system


P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 26
150 22 FeedbackControl

Block diagram of level control system F1


Load

+
hR e u P X F0 + h
Controller I/P Actuator Valve Process
+

hM 22.3 SteadyStateAnalysis 151


dp cell

F1
Fig. 22.2 Blockdiagramof level control system KL
Block diagram showing steady state gain values

itsnormal valuetoo. Thebiasisthecorresponding


hR e u p
22.2 Deviation Variables
x +
+
h
value of the controller output –KCnecessary to K estab-
I KA –KP
+
lish this equilibrium. Any signal may beconsidered to be made up of its

The sign of KC depends on the direction of ac- normal value plus some deviation about that nor-
tion.With modern controllers,if thesign ispositive mal value,usually denoted by a bar and až symbol
hM
the controller is said to beforward acting, and if it respectively. For example:
KM
isnegative thecontroller isreverseacting.Suppose h = h + ž h, F1 = F1 + ž F1, X = X + ž X, etc.
that theset point isconstant but thereisasustained
Fig. 22.3 Blockdiagramshowingsteadystategainvalues
decrease in inlet flow. This will cause the level h to For design purposes, the normal value of a vari-
fall resulting in a decrease in measured value and ableis its specified steady state value. In operation
Asdiscussed, the controller bias uB correspondsto
an increase in error. To stop the level falling the
22.3 PROSESSteady State
it istheaveragevalueof
P3_PERALATAN PENGENDALIAN Analysis
that variable.It iscommon27
Kenapa Pengendalian Perlu?
Satu kata: GANGGUAN! Beri contoh-contoh dalam CSTR pada gambar
berikut.

Kita ingin mencapai hal-hal berikut:


v1
1. Kesalamatan (safety)
2. Proteksi lingkungan
3. Proteksi peralatan
T 4. Operasi yang lancar
5. Kualitas produk
6. Profit
A
7. Memonitor dan mendiagnosis
CB

v2

Bab 2

28
Variabel Pengendalian pada
Kolom Distilasi
Feed flow rate F Distillate composition xD
Load
Disturbances
Feed composition z Bottom composition xB

Controlled
Level reflux drum MR variables

Reflux flow rate R Level base MB

Reboiler heat QR Pressure P

Manipulated Distillate flow rate D


variables
Tray 15 temperature
Bottom flow rate B

Tray 5 temperature Uncontrolled


Cooling water flow rate Fw variables

29
Pemilihan Variabel yang Dimanipulasi

◦ Dalam proses kimia, umumnya terdapat beberapa variabel input


yang dapat diatur dengan bebas.
◦ Untuk memilih variabel mana yang akan dimanipulasi, harus
dipertimbangkan efek dari tindakan yang diambil terhadap
kualitas pengendalian.
CONTOH:
◦ pengendalian ketingguan cairan dalam reaktor, tangki,
ataupun kolom distilasi dapat dilakukan dengan mengatur laju
alir masuk dan laju alir keluar cairan.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 30
Jenis Sistem Pengendalian
Sistem kontrol lup tertutup (closed-loop control
system).
◦ sistem kontrol berumpan-balik (feedback control system)
◦ sistem kontrol inferensial (inferential control system)
◦ sistem kontrol berumpan-maju (feedforward control)
Sistem kontrol lup terbuka (open-loop control
system).

31
Sinyal Transmisi
Ada tiga jenis sinyal yang digunakan pada industri proses saat ini, yaitu:
Sinyal pneumatic atau tekanan udara, normalnya 3 – 15 psig. Jarang
menggunakan 6 – 30 psig atau 3.0 – 27 psig. Gambar sinyalnya pada gambar P&ID
(piping and instrument diagram) adalah

Sinyal elektrik (elentric) atau elektronik, normalnya antara 4 dan 20 mA. Jarang
menggunakan 10 – 50 mA atau 1 – 5 V atau 0 – 10 V. Gambarnya:

Sinyal digital atau diskret (nol dan satu).


Sering juga diperlukan untuk mengubah dari satu sinyal ke sinyal lainnya. Ini
dilakukan oleh transducer. Contohnya dari sinyal listrik ke sinyal pneumatik. Ini
menggunakan transduser arus (I) dan pneumatik
I
(P) atau I/P
P
FY
10

32
Pemilihan Konfigurasi
Pengendalian
Konfigurasi pengendalian merupakan suatu
struktur informasi yang digunakan untuk
menghubungkan variabel pengukuran terhadap
variabel yang akan dimanipulasi.
CONTOH:
pengendalian temperatur dan ketinggian cairan pada
reaktor, kolom distilasi, mixer, dan alat lainnya memiliki
beberapa alternatif konfigurasi sistem pengendali.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSE 33
Pemilihan Konfigurasi
Pengendalian

Perbedaan-perbedaan yang dapat diamati pada sistem


pengendali temperatur dan sistem pengendali ketinggian cairan
terjadi karena
(1) terdapat perbedaan variabel yang diukur, tetapi hasil
pengukuran digunakan untuk memanipulasi variabel yang
sama, atau
(2) variabel yang diukur sama, tetapi hasil pengukuran tersebut
digunakan untuk memanipulasi variabel yang berbeda.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 34
Lup Terbuka
Masukan Kontroler Proses Keluaran

Faktor penting: WAKTU


Kelebihan:
◦ konstruksinya sederhana dan perawatannya mudah
◦ lebih murah
◦ tidak ada persoalan kestabilan
◦ cocok untuk keluaran yang sukar diukur/tidak ekonomis (contoh: untuk
mengukur kualitas keluaran pemanggang roti)
Kelemahan:
◦ gangguan dan perubahan kalibrasi
◦ untuk menjaga kualitas yang diinginkan perlu kalibrasi ulang dari waktu ke
waktu

35
Apa Kerja Sistem Berumpan-
balik?
Mari kita lihat beberapa contoh pertama. Lalu, kita akan mengembangkan
sebuah konsep umum.

• Gambarkan metode anda


untuk mengendarai mobil
• Dapatkah anda
mengendarai modil tanpa
melihat kaca depan?
• Apa yang harus disediakan
oleh perancang mobil?
• Bisakah “disain yang baik”
menghilangkan kebutuhan
akan stir?

36
Apa Kerja Sistem Berumpan-
balik? Perhatian: Kesalahpahaman yang umum dalam istilah!

Bahasa gaul Engineering & Science

Negative feedback: “Idiot lu! Negative feedback: Aksi untuk


mengurangi kesalahan dari yang
diinginkan.

Bagus!
Positive feedback: Itu ide yang bagus. Positive feedback: Aksi yang menaikkan
Trims! kesalahan dari yang diinginkan.

37
Feedback control
configuration
Adalah pengendalian yang memakai variabel
keluaran sistem untuk mempengaruhi
masukan dari sistem yang sama.
Tujuan pengendalian ini adalah
mempertahankan variabel yang dikendalikan
pada level yang diinginkan (set point).
CONTOH:
Sebagian instrumentasi pada proses
pembuatan formaldehid dan hidrogen
peroksida berbahan baku metanol dengan
reaksi enzimatik ini menggunakan konfigurasi
pengendalian feedback,
mulai dari pengendalian temperatur,
pengendalian ketinggian, pengendalian
perbedaan tekanan, dan pengendalian
tekanan.

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 38


Pengendalian Berumpan-Balik

MANUAL
AUTOMATIK

Masukan Kontroler Proses Keluaran

Alat Ukur

39
1. Sensor mengindera variabel proses
(suhu minyak keluar, T).
2. Informasi suhu dari sensor
selanjutnya diolah oleh transmitter
dan dikirimkan ke pengendali
dalam bentuk sinyal listrik atau
pneumatik.
3. Dalam pengendali, variabel proses
terukur dibandingkan
dengan setpoint (Tr). Perbedaan
antara keduanya disebut error (e).
4. Berdasar besar error, lamanya
error, dan kecepatan error,
pengendali suhu (temperature
controller) melakukan
perhitungan sesuai algoritma
kendali untuk menghasilkan sinyal 5. Perubahan pada sinyal kendali menyebabkan
kendali (controller output, u) yang perubahan bukaan katup kendali. Perubahan ini
berupa sinyal listrik atau menyebabkan perubahan manipulated variable (laju
pneumatik yang dikirimkan ke alir air panas, S).
elemen kendali akhir 6. Jika perubahan manipulated variable dalam arah dan
(final control element biasanya nilai yang benar, maka variabel proses terukur dapat
berupa katup kendali atau control dijaga pada nilai setpoint.
valve).

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 40


Feedback control
configuration
Prinsip pengendalian suhu tersebut di atas berlaku umum untuk semua
pengendalian proses umpan balik. Di sini terdapat empat fungsi dasar, yaitu:
1. mengukur (measurement),
2. membandingkan (comparision),
3. menghitung (computation, decision, atau evaluation) dan
4. mengoreksi (correction atau action).

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 41


Feedback control configuration

Diagram blok pengendalian proses pemanasan minyak dingin dengan penukar panas

1. Termokopel (sebagai sensor) mengukur variabel proses terukur (suhu minyak keluar)
2. Sinyal kemudian dikirimkan oleh transmitter dan diumpan-balikkan ke pengendali.
3. Sinyal pengukuran yang diumpan-balikkan dikurangkan dari setpoint untuk menghasilkan error.
4. Oleh pengendali, error dihitung melalui algoritma tertentu untuk menghasilkan sinyal kendali
(controller signal atau controller output).
5. Sinyal kendali dipakai untuk melakukan aksi mekanik katup kendali yang akan mengubah
manipulated variable.
6. Perubahan manipulated variable dipakai untuk menjaga variabel proses terukur pada nilai
setpoint dari adanya perubahan pada variabel gangguan.

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 42


Feedforward control
configuration
Konfigurasi sistem pengendali feedforward adalah adalah pengendalian
yang memakai variabel masukan untuk mempengaruhi variabel
masukan lain dalam sistem .
ujuan pengendalian adalah mempertahankan variabel output yang dikontrol
pada nilai yang diharapkan.

PROSES

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 43
Feedforward control
configuration
Prinsip pengendalian umpan maju dimulai dari
mengukur gangguan, mengevaluasi dan selanjutnya melakukan koreksi besar
variabel pengendali.
 Sensor-sensor FT dan TT berturut-turut menerima rangsangan dari
gangguan yaitu laju alir cairan masuk, suhu cairan masuk, dan suhu
pemanas.
 Informasi tersebut selanjutnya diolah oleh pengendali umpan maju.
 Dalam pengendali, dilakukan perhitungan untuk menentukan laju aliran
pemanas (manipulated variable) yang dibutuhkan berdasar perubahan
beban atau gangguan yang terjadi.
 Hasil perhitungan dikirimkan ke katup kendali agar dapat mengalirkan
aliran
pemanas sesuai kebutuhan.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 44
Feedforward control
configuration
Prinsip pengendalian umpan maju dimulai dari
mengukur gangguan, mengevaluasi dan selanjutnya melakukan koreksi besar
variabel pengendali.
 Sensor-sensor FT dan TT berturut-turut menerima rangsangan dari
gangguan yaitu laju alir cairan masuk, suhu cairan masuk, dan suhu
pemanas.
 Informasi tersebut selanjutnya diolah oleh pengendali umpan maju.
 Dalam pengendali, dilakukan perhitungan untuk menentukan laju aliran
pemanas (manipulated variable) yang dibutuhkan berdasar perubahan
beban atau gangguan yang terjadi.
 Hasil perhitungan dikirimkan ke katup kendali agar dapat mengalirkan
aliran pemanas sesuai kebutuhan.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 45
Feedforward control
configuration Pengendalian umpan maju tidak mengukur variabel
proses melainkan gangguan. Padahal tidak semua
gangguan dapat atau mudah diukur.

Sebagai contoh, kehilangan panas ke lingkungan


termasuk besaran yang sukar diukur. Karena tidak
semua gangguan dapat diukur, maka hasil
pengendalian umpan maju tidak terlalu bagus.
- Tidak ada jaminan bahwa nilai variabel proses
sama dengan setpoint.
Pengendalian umpan maju hampir selalu dipakai
bersama pengendalian umpan balik.
• Pengendalian umpan balik bertugas
mengantisipasi gangguan tak terukur serta
memastikan nilai variabel proses sesuai yang
diharapkan.
• Pengendalian umpan maju dipakai untuk
mengantisipasi gangguan sebelum berpengaruh
ke variabel proses.
Satu-satunya keunggulan pengendalian umpan
maju adalah kestabilan sistem.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 46
Inferential Control
Configuration
Konfigurasi sistem pengendali inferential memanfaatkan data hasil
pengukuran output sekunder (secondary measurement) untuk mengatur
harga variabel yang akan dimanipulasi.
Hal ini dilakukan karena variabel output yang akan dikendalikan tidak dapat
diukur secara langsung.

PROSES

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 47
Inferential Control
Configuration
Tujuan pengendalian ini
adalah mempertahankan variabel unmeasured output tersebut pada tingkat/harga
yang ditetapkan pada set point.
Alat ukur menggunakan harga variabel terukur (measured output) yang terdeteksi
dalam persamaan neraca massa dan energi yang dapat mewakili proses ke dalam
suatu persamaan matematika tertentu yang oleh komputer dapat dihitung menjadi
output unmeasured variables yang ingin dikendalikan.
Hasil perhitungan tersebut oleh instrumentasi pengendalian kemudian digunakan
untuk mengatur harga variabel yang dimanipulasi.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 48
X is the secondary measurement, which is available on a nearly continuous basis (fast
sampling),
Y is the primary measurement, which is obtained intermittently and less frequently
(e.g., off-line laboratory sample analysis).
• Note that X and/or Y can be used for control.
• The inferential model is obtained by analyzing and fitting accumulated X and Y data.
• Dynamic linear or nonlinear models (called observers) can also be used for inferential
control.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 49
Inferential Control
Configuration
Inferential control configuration ini digunakan dalam pengendalian
komposisi aliran output pada setiap kolom distilasi dan tangki mixer
berpengaduk.
Analisis komposisi tidak dilakukan langsung dengan composition
analyzer karena harga alat tersebut mahal, dan alat tersebut sangat
analitik sehingga kapasitasnya kecil dan tidak sesuai diterapkan dalam
skala pabrik.
Komposisi aliran kolom distilasi dan mixer harus selalu dikendalikan
karena pasar sangat ketat menuntut produk formaldehid dan hidrogen
peroksida sesuai spesifikasi.

http://majarimagazine.com/2008/02/pengendalian-proses-2/
P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 50
Inferential Control
Configuration

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 51


Inferential Control Configuration

P3_PERALATAN PENGENDALIAN PROSES 52