You are on page 1of 38

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ANAK GER /


GERD
HG 5
Fitri Maharani Sukma
Florencia Wacana D
Hanifa F
Siti Rofiqoh
Outline
Patofisiologi GER dan
GERD

Pemeriksaan fisik dan


diagnostik

Penatalaksanaan

Asuhan Keperawatan
Pemeriksaan Fisik Anak dengan GERD

tampak terlihat cepat


pucat sakit marah

stridor nyeri
perubaha
atau epigastriu
n postur
mengi m

(Garfunkel, Kaczorowski &


Christy, 2007)
Pemeriksaan Diagnostik
Kontras
Fluoroscopic
• Memeriksa bagian atas
gastrointestinal,
mengetahui bagian
esophagus, perut, dan
duodenum.
pH
Intraesophageal
• mengetahui
keasamaaan dari GER.,
namun pemeriksaan
ini dapat dipengaruhi
oleh diet dan postur
Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan endoskopi
dan biopsy

• untuk mengetahui GERD dan


mendeteksi Barrett esophagitis
atau metaplasia mukosa. Biopsi
dapat mengetahui histologi sel.

Pemeriksaan sel darah


lengkap

• mengetahui banyaknya
eosinophils
Teknologi nuclear
scintigraphy

• mengetahui keterlambatan
pengosongan lambung pada anak
dengan GER
PENATALAKSANAAN GASTRO ESOPHAGEAL REFLUX
DAN
GASTRO ESOPHAGEAL REFLUX DISEASE
Tujuan

Mengurangi tanda dan


gejala

Mempromosikan
pertumbuhan normal

Mencegah komplikasi

(Drug & Bulletin, 2010)


antara
peningkatan
Penatalaksa dari tanda
naan seimbang dan gelaja
terapeutik dan risiko
terjadinya
komplikasi

(Vandenplas,
2013)
(Vandenplas, 2013)
Parental reasurance

■ Mengobservasi pemberian makan, perubahan


gaya hidup, dan tidak memberikan makanan
secara berlebihan
■ Mengorbservasi dari pemberian makan dan
penanganan anak selama dan sesudah makan.
Pemberian sedikit demi sedikit tetapi sering
dianjurkan pada anak yang mengalami GER
(Hockenberry & Wilson, 2015).
■ Edukasi orang tua untuk memperbaiki gaya
hidup
Diatery treatment
■ Untuk mengurangi regurgitasi dan distress pada bayi

Pengentala Protein
n susu hidrosilat
formula

Agen
pengental
Agen pengental
■ Nasi, sereal, jagung atau kentang dengan pati, carbob bean gum, dan
carbob seed flour (Czinn & Blanchard, 2013).

■ Meningkatkan presentase bayi tanpa regurgitasi, mengurangi


frekuensi dan episode regurgitasi dan muntah, dan
meningkatkan berat badan (BMJ, 2010)

■ penambahan kalori tidak bermanfaat bagi bayi yang memiliki berat


badan lebih dari normal (Hockenberry & Wilson, 2015).
Protein hidrosilat

■ Keefektifan dari formula ini dapat diberbaiki dengan mengubah


sumber protein dari protein asli ke protein parsial atau protein
hidrosilat

■ Protein hidrosilat mungkin lebih efektif dicerna dan meningkatkan


pengosongan lambung (Vandenplas, 2013).

■ Selain itu, pada beberapa bayi dengan alergi protein pada susu sapi
mengalami regurgitasi dan muntah (Czinn & Blanchard, 2013)
Enteral tube feeding
Yang harus
Pertimbangan dipersiapkan
■ mempromosikan ■ membuat perencanaan
penambahan berat badan nutris dan strategi untuk
pada anak GER/GERD mengurangi permasalahan
■ mengganggu atau sesegara mungkin
menghambat ■ memastikan bahwa target
pertumbuhan berat badan tercapai dan
sesuai.

• perawat tetap
menyediakan stimulasi
oral -> melanjutkan
pemberian makan
melalui oral pada
tahap yang ditoleransi.
Manajemen posisi
Terapi farmakologi

Antiacids
■ Anti asam bekerja dengan menetralisasi asam
lambung dan menurunkan paparan asam
lambung ke esofagus selama episode refluks
■ Sebagian produk yang tersedia mengandung
kombinasi magnesium dan alumunium
hidroksida atau kalsium karbonat.
■ Penggunaan antacids yang mengandung
alumunium pada bayi dapat meningkatkan
tingkat alumunium dan menyebabkan
osteopenia, mikrositik, dan neurotoksitasis

(Vandenplas, 2013).
Terapi farmakologi

Surface protective agents

■ Gaviscon : Infant Gaviscon yang tersedia di UK


dan Australia, mengandung sodium dan
magnesium alginat, dan mannitol tanpa potasium
bikarbonat, yang bertindak sebagai agen pelapis
■ Tujuan dari kombinasi alginat untuk meningkatkan
viskositas isi lambung dan membentuk lapisan
pelindung pada esofagus distal.
■ Infant Gaviscon efektif mengurangi episode
regurgitasi selama 14 hari.

(Vandenplas, 2013).
Terapi
farmakologi
•Prokinetic agents

■Cisapride menurunkan indeks refluks (yang mengacu pada


presentase level pH <4.0). efek samping pada jantung ->
ditarik pemasarannya
■Metoklopramid (Reglan, Primperan) -> sedikit meningkatkan
tekanan sfingter esofagus bagian bawah sehingga akan
meningkatkan kecepatan pengosongan lambung. efek samping
– gejala gelisah
– lekas marah
– Gynaecomastia
– Galacctorhea
– reaksi ekstrapiramidal
– menyebabkan tardif diskinesia
(Vandenplas, 2013).
Terapi farmakologi

•Prokinetic agents

■ Domperidone -> efek samping pada


sistem saraf pusat ekstrapiramidal. Efek
ini diamati selama lima tahun terakhir dan
menjadi sebanding dengan efek cisapride
(Vandenplas, 2013).
Terapi farmakologi

Antisecretory agents
Histamine-2 Receptor Antagonists

menurunkan cimetidine,
sekresi asam ranitidine,
dengan famotidine, dan
menghambat nizatidine efektif
reseptor pada sel dalam
parietal lambung penyembuhan
reflux
esophagitis pada
Terapi farmakologi
Antisecretory agents
Histamine-2 Receptor Antagonists

Ranitidine
• Dosis optimal yang diperlukan dari ranitidin
untuk bayi prematur adalah 0,5 mg/kg BB
dua kali sehari
• 1,5 mg/kg BB tiga kali sehari untuk bayi
matur.
• Dosis oral pada bayi diatas satu bulan
bervariasi diantara 4 – 10 mg/kgBB dua kali
Cimetidine
sehari, dan dosis intravena 2 – 4 mg / kg BB
• dua
bayi kali sehari.
antara 10 – 20 mg/kgBB dua sampai
empat kali sehari.
• dosis rendah 5 – 10 mg/kgBB
direkomendasikan untuk periode bayi baru
lahir
Terapi farmakologi
Antisecretory agents
Histamine-2 Receptor Antagonists

Famotidine
• Dosis oral yaitu 0,5 mg/kgBB
sekali sehari pada bayi baru lahir
• dua kali sehari pada bayi diatas
tiga bulan.
Terapi farmakologi
Antisecretory agents

Proton Pump Inhibitors


PPIs menghambat sekresi
asam dengan membloking
Na+,K+,ATPase

obat – obat ini dapat


mengurangi keasaman
lambung, paparan asam
pada esofagus, mengurangi
durasi dan episode GER.
Efek samping yang sering dilaporkan sakit
kepala, diare, ruam, nausea, dan konstipasi.
■ North America
– omeprazole, lansoprazole, dan esomeprazole ( anak diatas
satu tahun). pada lansoprazole yang diberikan pada bayi
mengembangkan efek serius yang tidak diingiinkan,
khusunya infeksi saluran napas bawah (Drug & Bulletin,
2010).
– pantoprazole (anak diatas lima tahun)

■ Eropa
omeprazole dilisensikan untuk usia diatas satu tahun dengan
GERD dengan gejala parah.
esomeprazole (Nexium) -> pengobatan jangka pendek pada
GERD dengan esofagitis yang ersif pada bayi pada usia 1
sampai 12 bulan (Czinn & Blanchard, 2013).
Pembedahan

■ pada bayi yang gagal saat diberikan penatalaksanaan pada tahap


sebelumnya

■ bayi dengan gejala GERD yang parah

■ gangguan neurologis

■ gangguan pernapasan kronik (apnea secara terus menerus dan dapat


mengancam kehidupan)

■ atresia esofagus

(Czinn & Blanchard, 2013).


Pembedahan
■ fundoplikasi Nissen merupakan prosedur bedah yang paling sering
dikerjakan(Hockenberry & Wilson, 2015).

■ Fundoplikasi pada anak mengurangi GER tanpa menghilangkan


motalitas esofagus (Vandenplas, 2013).

■ Operasi ini dapat dilakukan melalui laparoskopik atau operasi terbuka.


ASKEP ANAK
GERD
Kasus Pemicu
Pada saat penimbangan di posyandu, ditemukan
seorang anak laki-laki, B, berusia 7 bulan yang terlihat
kecil. Ibu mengatakan bahwa B dilahirkan spontan
dengan berat badan lahir 2,6 kg dan panjang badan 48
cm. Dibandingkan dengan kakaknya, ibu mengatakan B
memang lebih sedikit meneteknya. B juga sering agak
susah untuk diteteki, bahkan sering kali B muntah.
Hasil penimbangan didapatkan berat badan B sekarang
adalah 3,4 kg dan panjang badan 56 cm. Karena sering
muntah pada saat diteteki, ibu memberikan B susu
formula dengan botol sebanyak 6×50cc. Tetapi hal
tersebut tidak membantu meningkatkan asupan susu
anak.
Hasil Pengkajian
Identitas Klien Data Objektif Data Subjektif

• Nama: An. B • BB saat ini 3,4 kg; • Ibu mengatakan


• Usia: 7 bulan PB saat ini 56 Anak B dilahirkan
• Jenis Kelamin: Laki- cm spontan
laki
• Anak B sulit • Ibu mengatakan
menyusu BB lahir Anak B
• Anak B sering kali 2600 gr; PB 48
muntah saat cm
menyusu • Ibu mengatakan
• Ibu memberikan Anak B lebih
Anak B susu sedikit menyusu
formula dengan
botol sebanyak
6×50cc
Diagnosis Keperawatan

Data Pengkajian Diagnosis


Faktor Risiko
 Refleks muntah dan batuk
yang tertekan Risiko aspirasi b.d muntah dan
 Peningkatan tekanan refluks isi perut ke esofagus
intragastrik
 Kesulitan menelan
Diagnosis Keperawatan
Data Pengkajian Diagnosis
DO:
 BB saat ini 3,4 kg
 Anak B sulit menyusu
Ketidakseimbangan nutrisi:
 Anak B sering kali muntah kurang dari kebutuhan b.d
saat menyusu penurunan asupan nutrisi dan
DS: muntah
 Ibu mengatakan Anak B lebih .
sedikit menyusu
 Ibu mengatakan BB lahir Anak
B 2600 gr
Diagnosis Keperawatan
Data Pengkajian Diagnosis

DO:
 Ibu memberikan Anak B susu Defisit pengetahuan (orangtua)
formula dengan botol b.d. kondisi anak dan perawatan
sebanyak 6×50cc termasuk pemberian makan,
DS: posisi, dan pengasuhan
 Belum terkaji
Risiko aspirasi
b.d muntah dan refluks isi perut ke
Tujuan dan Kriteria Hasil (NOC) esofagus
Intervensi (NIC) Rasional
 Anak memiliki status 1) Kaji tanda-tanda 1) Pemantauan tanda-tanda
pernapasan normal (laju pernapasan terkait refluks pernapasan terkait refluks
pernapasan sesuai dengan dapat menjadi acuan untuk
2) Kaji kemampuan anak
usia, suara napas bilateral tindakan selanjutnya
untuk menelan dan
jelas) 2) Hilangnya refleks muntah
terjadinya refleks muntah
dapat meningkatkan risiko
3) Hindari memposisikan anak
aspirasi
dalam keadaan supine,
3) Posisi supine setelah
posisikan anak duduk
makan dapat
tegak setelah makan 
meningkatkan regurgitasi
4) Posisikan anak dengan
asam
kepala lebih tinggi dari
4) Posisi kepala yang lebih
tubuh saat di tempat tidur
tinggi dari tubuh mencegah
aspirasi dengan mencegah
asam lambung ke esofagus
Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari
kebutuhan
b.d
Tujuan penurunan
dan Kriteria Hasil (NOC) asupan nutrisi dan muntah
Intervensi (NIC) Rasional
Anak dapat mencerna 1) Timbang berat badan dan 1) Berfungsi sebagai data
kebutuhan gizi harian* sesuai panjang badan anak acuan
dengan tingkat aktivitas dan 2) Kaji riwayat nutrisi anak 2) Menentukan kebiasaan
kebutuhan metabolik. 3) Berikan makanan tinggi makan anak yang dapat
  kalori tinggi protein dalam menjadi dasar terapi nutrisi
*Kebutuhan gizi Anak B porsi kecil secara rutin 3) Pemberian makanan porsi
BB×100ml 4) Anjurkan orangtua untuk kecil secara rutin
3,4×100 = 340mL/hari memposisikan anak dalam memudahkan makanan
posisi duduk tegak selama untuk dicerna
minimal 2 jam setelah 4) Posisi duduk tegak
makan dan menghindari membantu mengontrol
makan 3 jam sebelum tidur refluks dan mengurangi
iritasi dari refluks pada
esofagus
 
Defisit pengetahuan (orangtua) b.d. kondisi anak
dan perawatan termasuk pemberian makan,
posisi,Intervensi
Tujuan dan Kriteria Hasil (NOC)
dan pengasuhan
(NIC) Rasional
 Orangtua dapat 1) Kaji orangtua terkait 1) Memberikan data acuan
menyebutkan atau informasi yang dibutuhkan untuk edukasi
mendemonstrasikan dan kemampuan secara 2) Memberikan pengetahuan
pengertian GERD, cara mandiri terkait dan memfasilitasi
pemberian makan dan 2) Berikan informasi terkait kepatuhan terhadap
memposisikan anak, dan penyakit, penanganan, dan kebiasaan sehat
perawatan di rumah medikasi yang dibutuhkan
3) Gaya gravitasi membantu
  pada orangtua
mengontrol refluks dan
3) Ajarkan orangtua untuk
mengurangi iritasi dari
memberikan makanan porsi
refluks ke esofagus
kecil yang diikuti dengan
minum air sedikit dan
posisikan anak duduk tegak
selam 1-2 jam setelah
makan serta menghindari
Daftar Pustaka
Bulechkek, G.M., Butcher, H.K., Dochterman, J.M. & Wagner, C. (2013). Nursing Intervention Calssification (NIC).
Sixth Edition. Missouri, MO: Mosby Elsivier.
Czinn, S. J., & Blanchard, S. (2013). Gastroesophageal Reflux Disease in Neonates and Infants, 19–27.
http://doi.org/10.1007/s40272-012-0004-
Drug, F., & Bulletin, T. (2010). Managing gastro-oesophageal reflux in infants, 4420(August), 1–5.
http://doi.org/10.1136/bmj.c4420
Gastroenterology, P., & Reflux, P. G. (n.d.). Evaluation and Treatment of Infants with GER and GERD.
Gastro-oesophageal reflux disease in children and y young oung people : diagnosis and management. (2015),
(January), 1–35.
Herdman, T. H. & Kamitsuru, S. (Eds.) (2014). NANDA International Nursing Diagnoses: Definition &
Classifications 2015-2017. Oxford: Wiley Blackwell
Hockenberry, M,J., Wilson, D.(2015). Wong’s Essentials of Pediatric Nursing 10 ed. Canada : Elsevier
Marhead, S., Johnson, M., Maas, M.L. & Swanson, E. (2013). Nursing Outcomes Clasifiation (NOC) Fifth Edition.
Missouri, MO: Mosby Elsevier.
Potts, N.L. & Mandleco, B.L. (2012). Pediatric nursing: Caring for children and
their families, 3rd edition. Clifton Park, NY: Delmar Cengage Learning.Czinn,
S. J., & Blanchard, S. (2013). Gastroesophageal Reflux Disease in Neonates
and Infants, 19–27. http://doi.org/10.1007/s40272-012-0004-2
Sibal, A., & Gopalan, S. (2015). Textbook of Pediatric Gastroenterology,
Hepatology, an Nutrition. India: Jaypee Brothers Medical Publisher.
Taylor, G.A., & Treves, S.T. (2007). Pediatric Nuclear Medicine/PET 3rd Ed. New
York: Springer.
Vandenplas, Y. (2013). Management of paediatric GERD. Nature Publishing
Group, 11(3), 147–157. http://di.org/10.1038/nrgastro.2013.199
Referensi

■