You are on page 1of 54

KELOMPOK 1

PRAKTIK KEPERAWATAN 10 (STASE MANAGEMENT)


POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA

Akhmad Riva’i – Didi Saputra – Elis Fitria – Isma Azizah – Lila Hidayati – M.Alkim – Nabilah AS – Yayang Savita – Yuanando
RSUD dr.Doris Sylvanus
Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Ruang Bougenville

Ruang Bougenville merupakan bagian dari Instalasi Rawat Inap


yang memberikan pelayanan pada pasien dengan kasus
Penyakit Dalam Wanita.
Struktur Organisasi
Analisa Situasi Ruangan
Pengkajian sistem manajemen di Ruangan Bougenville RS
Doris Sylvanus dilakukan dengan analisa situasi ruangan
pada tanggal 14-15 Mei 2018 melalui metode:
a. Wawancara
b. Observasi
c. Penyebaran kuesioner
1. MAN
Klasifikasi Ketergantungan Pasien di Ruang Bougenville
Menurut D. Orem (Self Care Deficit)

a. Pasien
Distribusi 10 penyakit terbesar di ruang Bougenville
10 Penyakit Terbesar di Ruang Bougenville
Tingkat Pendidikan Perawat diruangan Bougenville

b. Tenaga
Jenis Pelatihan Yang Pernah Diikuti Kepala Ruangan
Jenis Pelatihan Yang Pernah Diikuti Kepala Ruangan
Distribusi Tenaga Keperawatan Berdasarkan Masa Kerja di Ruang Bougenville
Jumlah Kebutuhan Perawat Menurut Douglas Di Ruang Bougenville
Jumlah Kebutuhan Perawat Menurut Douglas Di Ruang Bougenville

Rata-rata kebutuhan tenaga keperawatan perhari menurut Douglas adalah:


Shift Pagi : 4 Perawat
Shift Siang : 3 Perawat
Shift Malam : 4 Perawat

Total kebutuhan perawat per 24 jam di Ruang Bougenville menurut perhitungan Douglas adalah 11 pera
wat/24 jam

Perawat libur atau cuti


Diketahui :
Jumlah hari minggu tahun 2018 : 52 hari
Jumlah hari libur nasioanl 2018 :16 hari
Jumlah cuti 2018 : 5 hari
Jumlah perawat yang dibutuhkan : 11 perawat
Fungsi Manajemen
Di Ruang Bougenville

Staffing Directing Controling

Perekrutan Pengarahan Pengawasan


1. Penerimaan CPNS dari Karu beserta staf Penilaian terhadap
Kemenkes ruangan mengikuti kinerja perawat
2. Orientasi pelatihan dan seminar diruang Bougenville
3. Jika sesuai syarat di untuk meningkatkan setiap 6 bulan sekali
tempatkan diruang SDM menggunakan format
Bougenville yang sudah ditetapkan
2. MATERIAL
DENAH RUANGAN
Ruang Bougenville
Kapasitas Ruang Bougenville

Bougenville memiliki kapasitas 23 tempat tidur dengan 6 ruangan, yaitu kamar 2 yang
terdiri dari 5 tempat tidur, kamar 3 terdiri dari 3 tempat tidur, kamar 4 terdiri dari 7 temp
at tidur, kamar 5 terdiri dari 3 tempat tidur, kamar 6 terdiri dari 2 tempat tidur, kamar 7
terdiri dari 1 tempat tidur.
Fasilitas Untuk Petugas

a) Ruang nurse station


b) Ruang pertemuan perawat
c) Ruang alat dan Bahan
d) WC
e) Ruang administasi
f) Ruang kepala ruangan
g) Ruang dokter
Berdasarkan hasil observasi terhadap situasi lingkungan
Ruang Bougenville dapat disampaikan bahwa :
1. Pencahayaan : Terang di semua ruang bisa untuk membaca,
cukup sinar matahari
2. Ventilasi : Segar, banyak udara masuk melalui lubang angin
dan jendela.
3. Lantai : Lantai keramik, bersih dan kering.
4. Atap : Rapat/tidak bocor, bagian dalam bersih
5. Dinding : Kuat, tidak retak, bersih
6. Sarana air bersih : Tersedia
7. Pembuangan air limbah : Lancar
8. Tempat sampah medis dan non medis terpisah
Daftar Nama Alat Keperawatan dan jumlah yang tersedia di Ruang
Bougenville RSUD Doris Sylvanus:
Daftar Nama Alat Keperawatan dan jumlah yang tersedia di Ruang
Bougenville RSUD Doris Sylvanus:
Daftar Obat, dan Jumlah yang tersedia di Ruang Bougenville
RSUD Doris Sylvanus:
Daftar Alat Tenun, dan Jumlah yang tersedia di ruang Bougenville RSUD
Doris Sylvanus
Daftar Alat Rumah Tangga dan Jumlah yang tersedia di Ruang
Bougenville RSUD Doris Sylvanus:
3. METHODE
VISI DAN MISI RSUD
dr. DORIS SYLVANUS
VISI DAN MISI BOUGENVILLE
Model Praktik Keperawatan Profesional
(MPKP)

Ruang Bougenville sudah menerapkan MPKP dalam pelayanan


keperawatan. Metode yang digunakan adalah metode tim yang
terdiri dari kepala ruangan, Ketua Tim, dan perawat pelaksana.
Namun, berdasarkan hasil observasi, pelaksanaan metode tim
kurang optimal karena belum ada pembagian tugas penanggung
jawab tiap kamar dalam bentuk tulisan seperti di papan tulis.
Jika terdapat papan yang menunjukkan katim, perawat pelaksana
setiap kamar akan memudahkan mahasiswa yangssedang praktik
disana.
4. MONEY
Sistem pengajian di ruang bougenville ditentukan oleh pemerintah sesuai pangkat dan golongan. S
istem budgeting merupakan bagian dari sistem perencanaan. Tarif pelayanan keperawatan dan dok
ter disesuaikan dengan perda yang ada. Penentuan pembagian intenif sesuai dengan pembagian y
ang telah ditetapkan. Penyediaan kebutuhan bahan habis pakai di ruangan dapat langsung diperole
h melalui amprahan permintaan barang ke depo farmasi. Penyediaan alat/fasilitas ruangan dapat di
lakukan melalui prosedur permintaan barang yang diajukan kebagian
administasi rumah sakit.
5. MUTU
Tindakan safety perawat selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan, perawat menggu
nakan handscoon, menggunakan masker setiap melakukan tindakan, Jika tertusuk jarum yang telah terkontam
inasi tubuh klien segera mencuci daerah tusukan dengan air mengalir, perawat menutup jarum suntik dengan
satu tangan dengan tutup jarum berada diatas meja, perawat tidak menggunakan kembali jarum yang sudah di
pakai,perawat dapat memisahkan antara limbah medis, limbah berbahaya dan limbah rumah tangga. Dalam h
al ini hasil observasi tergolong dalam kategori sangat baik (100%).
Selain itu, tanda pngenal pasien yaitu gelangidentitas pasien sudah ada. Tanda resiko jatuh, gelang alergi
Perawat dapat mencuci tangan dengan 7 langkah, menggosok bagian telapak tangan dengan telapak tangan s
atunya lalu masukan jari-jari tangan kanan ke sela-sela jari tangan kiri, memindahkan telapak tangan kanan ke
punggung tangan kiri, gosokan tanpa saling melepaskan lalu memasukan jari-jari tangan kanan ke sela tanga
n kiri. Lakukan pada tangan yang sama, menggosok garis telapak tangan. Menggosok kuku dan kuku dalam k
eadaan pendek. Membersihkan jempol tangan kanan dengan menggenggamnya dengan tangan kiri lalu putar-
putar, dan melakukan pada tangan yang satunya lagi. Memegang pergelangan tangan kanan dan bergantian d
engan tangan kiri. Membersihkan tangan dengan air mengalir, lalu keringkan dengan handuk, perawat memak
ai handscoon dalam melakukan setiap tindakan, menggunakan masker setiap melakukan tindakan.

Jika tertusuk jarum yang telah terkontaminasi tubuh klien segera mencuci daerah tusukan dengan air mengalir,
perawat mencuci tangan dengan menggunakan sabun, perawat menutup jarum suntik dengan satu tangan de
ngan tutup jarum berada diatas meja, perawat tidak menggunakan kembali jarum yang sudah dipakai, perawa
t memisahkan antara limbah medis, limbah berbahaya dan limbah rumah tangga.
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

01
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

01
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

02
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

02
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

04
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

04
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

05
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

05
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

06
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

06
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

07
Analisa Data
Ruang Bougenville RSUD dr.Doris Sylvanus

07
Planning Of Action (POA)
Planning Of Action (POA)
Planning Of Action (POA)
Planning Of Action (POA)
Planning Of Action (POA)
Planning Of Action (POA)
Planning Of Action (POA)
Planning Of Action (POA)
Thank You Kelompok 1

Akhmad Riva’i – Didi Saputra – Elis Fitria – Isma Azizah – Lila Hidayati – M.Alkim – Nabilah AS – Yayang Savita – Yuanando