You are on page 1of 39

KULIAH PATOFISIOLOGI

KELAINAN VOLUME URINE &


GANGGUAN ASAM-BASA

Nunuk Mardiana

Division of Nephrology – Department of Internal Medicine


Dr. Soetomo Hospital – School of Medicine Airlangga
University
KELAINAN VOLUME URIN
PENGERTIAN

• POLIURIA:
Adalah jumlah urine yang banyak, > 3 L/hari
• OLIGURIA :
Adalah jumlah urine < 400 cc/hari
• ANURIA :
Adalah keadaan dimana ginjal tidak mampu
memproduksi urin atau < 100 cc/ hari
GINJAL & SALURAN KEMIH
STRUKTUR GINJAL
Struktur Ginjal

Glomerulus
Korteks

Pyelum

Arteri
Ureter
renalis

Medulla

Tubulus
& duktus
Renalis Berat : 0,4 % berat badan
Kapasitas : 25 % curah jantung
How Nephrone Regulates fluid and electrolyte balance

Proximale Tubule
• Has freely Distal tubule
permeable cell • Reasorbs
membrane water and
• Reabsorbs most concentrate
Glomerulus urine as a
electrolytes,
• Filters fluid at a result of
glucose, urea
rate of 180 L/day antidiuretic
and amino acids
• Acts as a bulk hormone
• Carries large
filter to pass (ADH) action
amounts of
along protein- • Reabsorbs
water with
free and red sodium and Collecting duct
electrolytes back
blood cellfree water • Has ADH, which
to circulation
filtrate(liquid that • Secretes reabsosrbs water
• Reduce water • Absorbs or secreters
has been filtered) potassium as potassium, sodium,
content of
filtrate by 70% a result of urea, hydrogen ions,
aldosterone and ammonia,
accurding to the
action body’s needs
How Nephrone Regulates fluid and electrolyte balance

Loop of Henle
• Contains a high
concentration of salts,
mostly sodium
• Furhther concentrates
filtrate because of
water lost by osmosis
• Pulls chloride and
sodium out of filtrate
without water and
reabsorbs them in
ascending limb
• Causes filtrate to
became more dilute as
it moves into distal
tubule
Air direabsorpsi pada segmen nefron yang
berbeda:
• Pada tubulus proksimal dan Loop of Henle
terjadi secara pasif mengikuti reabsorpsi Na
• Pada Collecting duct tidak tergantung Na , tapi
dipengaruhi ADH
ADH (Antidiuretic Hormone) atau Vasopresin
• Dihasilkan hipotalamus tapi disimpan dan
dilepaskan oleh kel Pituitari posterior
• Memperbaiki volume darah dengan cara
mengurangi diuresis & meningkatkan retensi air
How antidiuretic hormone
works
Antideuretic hormone (ADH) regulates fluid balance through a series of steps, which are outlined here

The hypothalamus
sense low blood The pituitary Water retention
volume and increased glands ADH causes the boots blood volume
serum osmolality and secretes ADH kidneys to retain and decreases
signals the pituitary into the water serum osmolality
gland bloodstraem
PENYEBAB POLIURIA

Terdapat 2 mekanisme utama


1.Reabsorpsi Na di tubulus proksimal berkurang
oleh karena:
 Adanya molekul yang dapat menginduksi
osmotic diuresis (mis. Glukosa pada DM, mannitol)

Adanya ekspansi volume misalnya pada


pemberian infus NaCl 0,9% yang berlebihan
2.Jumlah ADH atau respon terhadap ADH
berkurang:
• Produksi ADH berkurang: Central Diabetes
Insipidus karena trauma kepala, pembedahan
pitutari, hypoxic encephalopathy
• Respon ginjal terhadap ADH berkurang:
Nephrogenic Diabetes Insipidus karena
idiophathic, renal tubulointerstitial damage, obat
lithium, hiperkalsemia
• Produksi ADH berkurang karena asupan air
yang berlebihan yaitu Primary Polydipsi (karena
minum berlebihan, maka konsentrasi Na plasma
akan menurun sehingga menurunkan pelepasan
ADH)
Regulating Sodium Water

Serum sodium level Serum seodium level


decreases (water excess) increases (water deficit)

Serum osmolality falls to Serum osmolality rises to


less than 280 mOsm/kg more than 300 mOsm/kg

Thirst diminishes, leading Thrist increases, leading


to decreased water intake to increased water intake

Antideuretic hormone (ADH)


ADH release increases
released is suppressed

Renal water excretion Renal water excretion


increases diminishes

Serum osmolality
normalizes
PENYEBAB OLIGO/ANURIA
GAGAL GINJAL AKUT
Suatu kumpulan gejala klinis yang terjadi
akibat penurunan secara cepat dari
FUNGSI GINJAL ( Laju Filtrasi Glomerulus
) biasanya ditandai dengan kenaikan
ureum darah, dapat disertai penurunan
jumlah urine (ologiuria/anuria) maupun
tidak
Definition

KDIGO
AKI didefinisikan sebagai salah satu dibawah ini :

 Peningkatan kreatinin serum≥ 0.3 mg/dl (≥26.5 µmol/l)


dalam 48 jam;
ATAU
 Peningkatan kreatinin serum> 1.5 kali nilai dasar, yang diketahui
atau diduga terjadi dalam 7 hari,
ATAU
 Jumlah urin< 0.5 ml/kg/jam dalam 6 jam

KDIGO Clinical Practice Guideline for


AKI
Kidney Inter., Suppl.2012;2: 1-138
KDIGO
STAGING OF AKI
Stage Serum Creatinine Urine output
1 1,5 – 1,9 kali times baseline < 0,5 ml/kg/h for 6-12 hours
OR
> 0,3 mg/dl (>26,5 µmol/l) increase

2 2,0 – 2,9 times baseline < 0,5 ml/kg/h for > 12 hours
3 3,0 times baseline < 0,3 ml/kg/h for > 24 jam
OR OR
Increase in serum creatinin to > 4,0 mg/dl Anuria for > 12 hours
OR
Initiation of renal replacement therapy OR,
In patients < 18 years, decrease in eGFR to <
35 ml/min per 1,73 m2

KDIGO Clinical Practice Guideline for AKI Kidney Inter., Suppl.2012;2:


1-138
Causes of Acute Kidney Injury
FASE ACUTE KIDNEY INJURY

FASE INISIASI
 Kerusakan sel tubuler secara langsung karena
toksin/iskemia
 Membran apikal (luminal) hilang, pembengkakan
sel, perubahan elektrolit intraseluler,disfungsi
mitokhondrial
 Terjadi penurunan GFR dan penurunan fungsi
sel tubuler selama kondisi akut
 Produksi radikal bebas oksigen
FASE PEMELIHARAAN

• Obstruksi tubuler
• Perubahan RBF
• Terjadi perubahan permeabilitas glomeruler
• Filtrat glomeruler bocor dan GFR makin
menurun
• Selama periode ini ginjal lebih peka terhadap
pengaruh faktor tertentu seperti kontras foto,
nefrotoksin, obat penghambat ACE, NSAID’s
FASE PENYEMBUHAN

• RBF membaik, sisa nefron yang masih berfungsi


akan meningkatkan filtrasinya
• Perbaikan GFR ( hari kelima sampai 4 minggu)
GANGGUAN ASAM BASA
PENGERTIAN pH
• pH adalah suatu perhitungan yang didasarkan
pada banyaknya ion hidrogen (H+) , asam dan
basa dalam suatu larutan
• Asam : molekul yang dpt memberi ion H+ pada
molekul lain (mis asam Karbonat)
• Basa : molekul yang dpt menerima ion H+ dari
molekul lain (mis Bikarbonat)
• Larutan yg mengandung basa>asam, ion H+
nya lebih sedikit, pH nya lebih tinggi
• Larutan yg mengandung asam>basa, ion H+
nya lebih banyak, pH nya lebih rendah.
ANALISA GAS DARAH NORMAL

• Ph : 7,35 – 7,45
• PaCO2: 35 - 45 mmHg
• PaO2 : 80 - 100 mmHg
• HCO3- : 21 - 28 meq/L
• BE : + 2 meq/L
14 Ph

ALKA
LINE

7.45
H BICARB
7.35
7

ACIDI
C

1
14 Ph

A
L
K
A
L
H
B IC A
I
N

RB
E

7.45

7.35
7

1
14 Ph

AR B
B I C

H
7.45

7.35
7
A
C
I
D
I
C
1
SISTIM REGULASI

1. Buffer kimia:
• Larutan yang mengandung asam & basa
konjugasinya.
• Terdiri dari asam lemah dan basa lemah
• Bekerja secara cepat untuk melindungi jaringan
dan sel, sampai regulator lain mengambil alih.
• Ada di darah, cairan intraseluler, dan cairan
interstisiil
• Terutama: bikarbonat, fosfat dan protein
2.Respirasi
• Paru meregulasi kadar CO2, yang kemudian
bergabung dengan H2O, membentuk H2CO3
• Bila kadar H2CO3 tinggi, pH akan turun.
• Penurunan pH akan merangsang medula
oblongata sehingga terjadi peningkatan ventilasi
alveolar
• Pernafasan yg cepat atau dalam akan
menurunkan CO2 di paru
• Lebih banyak CO2 yang keluar, maka H2CO3
yang dibuat lebih sedikit, akhirnya pH meningkat
Respiratory Rate

CO2
3. Sistim Ginjal
• Ginjal mengeluarkan asam non volatile &
mengganti HCO3-
• Melakukan sekresi dan reabsorbsi ion H+
(hidrogen) dan ion HC03- (bikarbonat)
• Melakukan reabsorpsi & pembentukan bikarbonat
di tubulus proksimal
• Memproduksi dan mengekskresi NH4
• Mensekresi ion H+ dengan buffer P
Pathophysiology
Pathophysiology

(editthis.info/iusmphysiology)
Clinical and severity of
Generalized Acid-Base Disturbances

Death
Severe alkalemia 7,55 – 7,8 Convultions
Moderate alkalemia 7,51 – 7,54 Arrhytmias
Mild alkalemia 7,46 – 7,50 Irritability
NORMAL 7,35 – 7,45
Mild acidemia 7,30 – 7,34 Drowsiness
Moderate acidemia 7,20 – 7,29 Lethargy
Severe acidemia 6,80 – 7,20 Coma
Death
Gangguan respiratori atau metabolik ?

Bagaimana hubungan antara arah perubahan pH dan


arah perubahan PaCO2 ?

Pada kelainan respiratori :


Perubahan pH dan PaCO2 dalam arah yang
berlawanan
Pada kelainan metabolik :
Perubahan pH dan PaCO2 dalam arah yang sama
Acidosis Respiratory pH ↓ PaCO2 ↑

Acidosis Metabolic pH ↓ PaCO2 ↓

Alkalosis Respiratory pH↑

Alkalosis Metabolic pH ↑ PaCO2 ↑


SIMPLE ACID BASE
DISORDERS

pH PCO2 HCO2 Disorder

Asidosis metabolik

Asidosis respiratorik

Alkalosis metabolik

Alkalosis respiratorik
Thank You