You are on page 1of 26

LAPORAN KASUS

“DERMATITIS SEBOROIK”

Oleh :
Dwi Putri Simamora (18010043)

Pembimbing :
dr. Rudyn Panjaitan M.Ked (KK) Sp.KK

RUMAH SAKIT MURNI TEGUH MEMORIAL


DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN
2019
LATAR BELAKANG
Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit yang sering terjadi,
01 ditandai dengan papuloskuamosa kronis berulang

Produksi sebum yang berlebih dan adanya Malassezia


02
Predileksi di daerah kaya kelenjar sebasea, scalp,wajah, badan,
03 daerah inguinal, inframammary, dan aksila.

Terapi ditujukan untuk melepaskan, menghilangkan skuama dan


04 krusta, menghambat kolonisasi ragi, mengontrol infeksi sekunder,
serta mengurangi eritema dan gatal
Prevalensi dermatitis seboroik
di dunia adalah 3-5%.

Di Amerika, data mengenai


prevalensi dermatitis seboroik
adalah sekitar 1-3%

RSCM tahun 2000-2002 prevalensi


dermatitis seboroik 8,3% dari jumlah
kunjungan

RSUP Kandou, 12,236 pasien yang


datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin,
didapatkan 267 pasien (2,18%) dengan
dermatitis seboroik
TINJAUAN PUSTAKA
Kelainan papuloskuamosa yang sering dijumpai dan
bersifat kronis, khas didapatkan pada daerah tubuh
yang memiliki folikel sebasea dengan konsentrasi yang
tinggi dan kelenjar sebasea yang aktif seperti wajah,
kulit kepala,telinga, tubuh bagian atas, dan daerah
lipatan (inguinal, inframammae dan aksila)
DEFINISI
DERMATITIS
SEBOROIK
EPIDEMIOLOGI
Pada kelompok HIV, angka kejadian
dermatitis seboroik lebih tinggi
dibandingkan dengan populasi umum

Laki-laki >> Perempuan

Bayi : terlihat lesi berupa kerak kulit


Prevalensi dermatitis kepala (cradle cap)
seboroik secara umum
Remaja : Ketombe
berkisar 3-5% pada populasi
umum Lansia : usia lanjut dapat dijumpai
bentuk yang ringan
ETIOPATOGENESIS
Berkaitan dengan
jamur Malassezia Pasien dengan penurunan
daya tahan

Pasien dengan dermatitis seboroik


menunjukkan kadar trigliserida dan
Kelainan imunologis kolesterol lipid yang tinggi
dipermukaan kulit dan kadar asam
lemak bebas yang rendah

Suhu, kelembapan, obat-obatan,


Aktivitas sebasea dan kekurangan mikronutrien.
MANIFESTASI KLINIS
Pada bayi, Dermatitis Seboroik dapat
Predileksi tampak pada area kulit kepala, wajah,
retroaurikuler, lipatan tubuh dan badan,
Cradle cap >>

kulit kepala Telinga,


berambut : punggung,
Dermatitis seboroik pada
wajah, alis, lipat gluteus anak-anak biasanya sembuh
lipatan nasola
bial sendiri

skuama kering
berminyak, Dermatitis seboroik pada dewasa
Gatal
Inguinal, eksematosa
ringan
biasanya kronis dan kambuhan.
genital, ketiak
PENEGAKAN DIAGNOSA
01 ANAMNESIS

02 Morfologi khas lesi eksema dengan


skuama kuning berminyak di area
predileksi
DIAGNOSIS BANDING

Psoriasis Dermatitis Dermatitis Dermatofitosis


Atopi Kontak Iritan
STATUS PASIEN
A. Identitas Pasien

Inisial : Tn. PT

Jenis kelamin : Laki-laki

Tanggal Lahir/Umur : 08 Maret 1942

Alamat : Jalan Pelita IV

Suku Bangsa : Batak Toba

Agama : Kristen Protestan


B. Riwayat Penyakit

Keluhan utama : Bercak kemerahan dan bersisik yang terasa gatal


di kepala, dahi, alis, kedua pipi yang lama kelamaan meluas sampai
kehampir seluruh wajah serta di lipatan paha. Hal ini dialami kurang
lebih 4 tahun yang lalu dan serinng kambuh.

Keluhan tambahan : Nyeri tidak dijumpai, demam (-)


Riwayat Perjalanan Penyakit :

Awalnya berupa bercak kemerahan dengan sisik yang halus terasa gatal di daerah

kepala, alis, dahi pipi dan lipatan paha  digaruk  timbul bintil-bintil kecil banyak
pada daerah lipatan paha  beberapa hari menyebar ke area wajah.

Bintil-bintil kemudian pecah dan menjadi keropeng berwarna kecoklatan dan basah
 dikompres  luka mulai mengering  diberikan obat oles berupa antibiotik.
Riwayat Penyakit Terdahulu :

Bronkitis Kronik

Diabetes Melitus Tipe II

Riwayat Penyakit Keluarga :

Tidak dijumpai keluhan yang sama pada keluarga.

Riwayat Penggunaan Obat :

Antibiotik

C. Pemeriksaan Fisik

Status Generalisata

Keadaan umum : Pasien tampak sehat

Kesadaran : compos mentis.


Tanda Vital

Tekanan darah : 120/80 mmHg

Nadi : 80 x/i

Pernafasan : 22 x/i

Suhu : 36,5°C

Keadaan Spesifik

Kepala : Normocephali Genitalia : dalam batas normal

Leher : dalam batas normal Ekstremitas : dalam batas normal

Thorax : dalam batas normal

Abdomen : dalam batas normal


Status Dermatologis

Plak eritematosa dengan skuama


halus,erosi, ekskoriasi, multipel,
plakat, berbatas tidak tegas,
konfluens, bilateral pada regio scalp,
alis, lipat nasolabial, inguinal.
D. Pemeriksaan Penunjang

Tidak dilakukan

Anjuran: -

E. Diagnosis Banding

1. Dermatitis Seboroik

2. Psoriasis

3. Dermatitis Kontak Iritan

4. Tinea Capitis

F. Diagnosis Kerja

Dermatitis Seboroik
G. Penatalaksanaan

Non medikamentosa:

- Mengindari semua factor yang memperberat, sters dan emosi, mengundari garukan yang akan
semakin memperparah peyakit.

- Jaga kebersihan kulit agar tidak terjadi infeksi sekunder

Medikamentosa:

- Cetirizine tab 1 x 10 mg /hari

- Metil Prednisolon 2 x 4 mg/hr

- Betametasone + Ketokonazole + Asam salisilat 2% krim 2x1

- Cream urea 10% 40 gram 2 kali sehari sesudah mandi


H. Prognosis

Ad vitam: Bonam

Ad functionam: Dubia ad bonam

Ad sanactionam: Dubia ad bonam


Thank you