You are on page 1of 29

PRAKTEK PERAWATAN

METODE KANGGURU

Rodiah, S.Kep
Neonatus RSMH Palembang
2 hal penting yang perlu
diketahui:

• Saat mulai penggunaan PMK


Dapat beberapa saat setelah lahir sampai
beberapa hari setelah lahir
• Lama penggunaan dalam sehari dan sampai
kapan penggunaan PMK
Beberapa menit (rata-rata 60 menit
perhari) sampai 24 jam perhari, makin
kuat hubungan sebab akibat antara PMK
dengan hasil yang diperoleh
Syara PMK (1)

• Adanya kebijakan
Petunjuk pelaksanaan harus difasilitasi dan
ditentukan oleh orang-orang yang berwenang.
Misalnya : Direktur RS, Kepala Dinkes /
Kepala UPF Anak, dsb
Syarat PMK (2)

• Organisasi pelayanan & tindak lanjut


Setiap fasilitas kesehatan yang
menerapkan PMK harus memiliki
kebijakan dan petunjuk tertulis yang
disesuaikan dengan kondisi dan budaya
setempat. Kebijakan ini diarahkan
mengacu pada petunjuk nasional atau
internasional dan juga harus mencakup
kegiatan tindak lanjut.
Syarat PMK (3)

• Peralatan dan perlengkapan untuk


ibu dan bayi PMK tidak
membutuhkan fasilitas khusus.
Pengaturan yang sederhana dapat
membuat Ibu lebih nyaman tinggal
dirumah sakit
Syarat PMK (4)

• Petugas kesehatan yang terlatih


– PMK tidak perlu tambahan tenaga yang
melebihi dari perawatan yang memakai metode
konvesional (pakai inkubator)
– Cukup dengan tenaga yang sudah ada
mengikuti pelatihan yang memadai dalam
semua aspek PMK
Persiapan Ibu / pengganti Ibu
(praktek 1)

1. Komunikasikan kepada Ibu dan keluarganya


2. Ibu mandi setiap hari / mencuci tangan yang bersih
setelah dari kamar mandi atau mengganti popok bayi
3. Pakaian Ibu boleh apa saja yang dapat memberikan rasa
nyaman dan hangat pada suhu ruangan, baju terbuka
didepan.
4. Dapat memakai ikatan / pembalut untuk menahan bayi
agar tetap dalam posisi PMK
Persiapan Ibu (praktek 1)

5. Dapat memakai baju kangguru yang dibuat khusus (tidak


wajib)
6. kalau Ibu tidur, kepala Ibu lebih tinggi / posisi setengah
duduk
7. Ibu dan pengunjung tidak boleh merokok
8. Keluarga boleh berkunjung dan dapat menggantikan Ibu
menggendong bayi dengan posisi kangguru sementara Ibu
beristirahat
9. Praktek menggunakan baju kangguru dilakukan sesuai
dengan kebiasaan dan sarana yang tersedia
Persiapan: Ibu (praktek 1)

Sarana yang dapat dipakai :


• Selendang
• Baju kemeja ukuran besar (lengan pendek / panjang)
• Kaos berkerah ukuran besar
• Baju kanggurur dengan berbagai model (Baju
Perinasia, NTB, Afrika Selatan, Bogota)
Persiapan : Bayi (praktek 1)

1. Pakaian bayi
– Pada suhu lingkungan 22°-24°C→ popok, topi
hangat, dan kaos kaki.
– Pada suhu lingkungan < 22°C →bayi pakai baju
tanpa lengan yang bagian depannya terbuka.
2. Termometer yang dapat mengukur suhu kurang dari
35°C (Low Grade digital Termometer-Termometer
Ukuran Rendah / TUR).
Persiapan: Bayi (praktek 1)

3. Timbangan bayi dengan skala 10 gram

4.Alat pengukur lingkar kepala bayi


(metal/bahan yang tidak melar)
Semua Ibu dapat melakukan PMK,
asal :
• Ada kemauan Ibu
• Harus sehat
• Ada waktu penuh untuk perawatan dan
keluarga yang mendukung sebagai pengganti
dan berbagi tugas dengan Ibu
• Selalu bisa dekat dengan bayi
• Adanya hubungan dari masyarakat supaya
tidak hambatan sosial atau keluarga
Hampir semua bayi kecil dapat
dirawat dengan PMK
• PMK dalam jangka pendek (intermiten): dapat dimulai
pada bayi-bayi dalam proses penyembuhan tapi masih
perlu pengobatan medis (misalnya bayi dengan infus,
tambahan Oksigen dalam konsentrasi rendah)
• PMK terus menerus (kontinyu): kondisi bayi stabil,
bayi dapat bernafas alami tanpa oksigen.
Hampir semua bayi kecil dapt dirawat dengan
PMK

• Kontak kulit sebaiknya bertahap, perlahan-lahan, dari


perawatan konvensional ke PMK yang terus menerus.
Yang intermiten: 1 jam selama kunjungan atau waktu
menyusui. Hindari kontak yang kurang dari 60 menit,
karena penggantian yang sering membuat bayi stres.

• Selama Ibu dan bayi “nyaman”, kontak bisa selama


mungkin, biasanya sampai mencapai usia kehamilan
40 minggu atau BB bayi mencapai 2.500 gr.
Posisi Kangguru (praktek 2)
1. Letakkan bayi diantara payudara dengan
posis tegak
2. Kepala bayi dipalingkan ke kanan / ke kiri
dengan sedikit tengadah (ekstensi)
3. Dada bayi menempel di dada Ibu
4. Perut bayi berada sekitar epigastrum Ibu dan
jangan tertekan.
5. Tangan bayi dalam posisi fleksi
6. Pangkal paha bayi dalam posisi fleksidan
melebar seperti kodok
Posisi Kangguru (praktek 2)

7. Ikatan kain / selendang dengan kuat dan


ujung pengikat di bawah kuping bayi

8. Awasi: napas / warna kulit / suhu : pegang


telapak kaki bayi (dengan punggung tangan)
Cara Pengukuran Suhu Aksila (praktek 3)

1. Jaga kehangatan bayi sesuai prosedur


pencegahan hipotermi
2. Gunakan termometer digital (TUR) yang
bersih dan yang berfungsi dengan baik.
3. Pencet tombol termometer di tengah ketiak
dan tidak ada udara antara permukaan ketiak
dan tabung.

Catatan: Untuk latihan ini, jari pengukur usahakan


menempel pada ujung termometer yang ada air
raksa. Hal ini dilakukan agar termometer berbunyi
Cara Pengukuran Suhu Aksila (praktek 3)
5. Pegang lengan bayi ke arah dadanya, tahan 1
menit atau sampai termometer berbunyi
(biasanya 60 detik).
6. Angkat termometer dan lihat angka yang
tertera di termometer tersebut dan catat suhu
yang tertera. Suhu normal bayi baru lahir
adalah 36.5° -37.5°C
7. Matikan termometer dengan cara memencet
tombol termometer
8. Hindari penukuran suhu melalui dubur.
Memasukkan & mengeluarkan bayi dari ikatan /
baju kangguru (praktek 4)

1. Pegang bayi dengan satu tangan diletakkan dibelakang


leher sampai punggung bayi
2. Topang bagian bawah rahang bayi dengan ibu jari dan
jari-jari lainnya agar kepala bayi tidak tertekuk dan
tidak menutupi saluran napas ketika bayi berada pada
posisi tegak
3. Tempatkan tangan lainnya dibawah pantat bayi
Memonitor Pertumbuhan BBLR (praktek 5)

1. Timbang bayi 1x sehari


Pertumbuhan BB tidak kurang dari 15 gr/kg perhari
pada minggu ke 2. Setelah BB naik, lakukan
penimbangan 2x/mgg, lalu 1x/mgg sampai BB mencapai
cukup bulan 940 mgg/2.500 gr).
Timbangan harus mempunyai skala tepat dak akurat.
Jika tidak ada, timbang bayi 1x/mgg
Memonitor Pertumbuhan BBLR (praktek 5)
2. Ukur lingkar kepala
Ukur setiap minggu. Saat bayi bertambah berat, ukuran
lingkar kepala bertambah 0.5-1 cm/ minggu.

Cara pengukuran lingkar kepala :


Di depan di atas alis, di belakang bregmaticus (biasanya
melalui atas telinga). Nilai terbesar yang diambil.
Pakai alat yang ukurannya tidak berubah
Pemulangan Bayi dengan PMK
• Biasanya bayi dipulangkan apabila:
– Kesehatan bayi secara keseluruhan baik,
tidak ada apnu atau infeksi
– Bayi minum dengan baik dan menyusu
eksklusif
– BB bertambah terus minimal 15 gr/kg/hari
selama 3 hari berturut-turut
– Suhu bayi dalam posisi PMK stabil / dalam
batasan normal (36.5°-37.5°C) sekurang-
kurangnya 3 hari berturut-turut.
– Ibu mampu merawat bayi dan daoat
melakukan tindak lanjut secara teratur
Tanda-tanda bahaya pada bayi
1. Tidak mau minum / muntah
2. Bayi gelisah, tidak sadar, lesu, letargis. Panas lebih
dari 37.5° C
3. Dingin (hipotermi), suhu kurang dari 36.5° C
walau telah dihangatkan ulang
4. Kejang
5. Sulit bernafas
6. Diare
7. Gejala lain yang mengkhawatirkan
Ibu harus kerumah sakit atau dirujuk ke fasilitas
pelyanan yang tepat
Menyusui dalam PMK (praktek 6)
Bantu Ibu memposisikan bayi
• Tunjukkan pada ibu posisi dan penempelan yang
benar untuk menyusui
• Tunjukkan pada Ibu bagaimana cara memegang
bayi :
– Peluk kepala dan tubuh bayi dalam posisi lurus
– Peluk tubuh bayi rapat dengan tubuh Ibunya
– Arahkan bayi pada putting susu Ibunya
– Peluk seluruh tubuh bayi, tidak hanya leher dan
bahu
Menyusui dalam PMK (praktek 6)
• Tunjukkan pada Ibu cara “menempel bayi” :
– Sentuhan bibir bayi pada putting susu Ibunya
– Tunggu hingga mulut bayi terbuka lebar
– Segera pindahkan bayi pada dada Ibu, arahkan
bibir bawah bayi dengan baik di bawah putting
susu Ibu
• Tunjukkan pada Ibu tanda-tanda 'posisi nempel”
yang benar :
– Dagu bayi mengenai dada sang Ibu
– Mulut bayi terbuka lebar
– Daerah areola bagian atas lebih lebar terlihat
daripada yang dibagian bawah mulut bayi
PMK
PMK
PMK
Terima Kasih